Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.
Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatuh nya kebusukan keluarga Lu
Langkah Shang Zhi menuruni lereng Tebing Penyesalan tidak terburu-buru, namun setiap pijakannya meninggalkan jejak hangus di atas salju yang membeku. Di pundaknya, tubuh ringkih Yuan Han tersandar lemah. Meski napas sahabatnya itu mulai stabil berkat energi Shang Zhi, amarah di dada Shang Zhi justru kian berkobar, meluas hingga memenuhi atmosfer Pegunungan Tian Long dengan tekanan yang menyesakkan.Di kejauhan, lonceng peringatan sekte berdentang liar.
Teng! Teng! Teng!
Suara itu adalah tanda bahaya tingkat tertinggi, sebuah panggilan bagi seluruh murid dan tetua untuk berkumpul karena adanya invasi besar. Namun bagi Shang Zhi, lonceng itu terdengar seperti musik pemakaman bagi mereka yang telah mengkhianatinya.
Saat Shang Zhi mencapai gerbang dalam yang menuju Aula Utama, ia dihadang oleh ratusan murid elit dan tiga Tetua Luar yang dipimpin oleh Tetua pan. Mereka berdiri dengan pedang terhunus, wajah mereka pucat pasi merasakan aura yang memancar dari tubuh Shang Zhi.
"Shang Zhi! Beraninya kau kembali dengan membawa pasukan pemberontak!" teriak Tetua pan, meskipun suaranya bergetar. "Letakkan pengkhianat Yuan Han dan berlututlah untuk menerima hukumanmu!"
Shang Zhi tidak berhenti. Matanya yang berputar dengan pusaran ungu menatap lurus ke arah mereka. "Enam tahun," bisiknya, namun suaranya terdengar jelas di telinga semua orang seperti bisikan iblis. "Enam tahun kalian membiarkan kebenaran membusuk di bawah kaki keluarga Lu. Hari ini, aku tidak datang untuk berdebat. Aku datang untuk menagih hutang darah."
"Serang!" perintah Tetua pan dengan panik.
Ratusan murid itu menerjang maju, namun sebelum pedang mereka sempat menyentuh udara di sekitar Shang Zhi, sebuah ledakan energi ungu keluar dari tubuhnya.
BOOM!
Gelombang itu bukan sekadar hembusan angin; itu adalah niat membunuh yang terkonsentrasi. Para murid itu terlempar seperti daun kering, senjata mereka hancur menjadi serpihan logam.
Shang Zhi mengangkat tangan kirinya, dan tiba-tiba Tetua pan merasa lehernya dicengkeram oleh tangan tak kasat mata. Tubuhnya terangkat ke udara.
"Kau yang menandatangani perintah cambuk untuk Yuan Han setiap pagi, bukan?" tanya Shang Zhi dingin.
"Ma-ampun... itu perintah dari Balai Disiplin..." rintih Pan Litian
"Kalau begitu, rasakan apa yang dia rasakan." Shang Zhi mengepalkan tangannya. Krak! Seluruh meridian di tubuh Tetua pan meledak secara bersamaan. Ia jatuh ke tanah, hidup namun kehilangan seluruh kultivasinya secara permanen. Shang Zhi membiarkannya menderita, sebuah nasib yang lebih buruk dari kematian bagi seorang kultivator.
Shang Zhi terus melangkah hingga tiba di depan Aula Utama yang megah. Di sana, para Tetua Inti dan Kepala Sekte sementara, Lu Tian, telah menunggu. Di samping mereka, Lu feng berdiri dengan ekspresi sombong yang mulai memudar menjadi ketakutan.
"Kalian akhirnya berkumpul," ujar Shang Zhi, meletakkan Yuan Han dengan lembut di sebuah kursi batu yang ia bentuk dari tanah dengan kekuatannya. "Di mana Yun Xi?"
Lu Tian maju selangkah, mencoba mempertahankan wibawanya. "Shang Zhi, kau sudah melampaui batas! Kau membawa pasukan luar untuk menghancurkan sekte leluhurmu sendiri! Kau benar-benar iblis!"
"iblis?" Shang Zhi tertawa, sebuah tawa yang kering dan mengerikan. "Leluhur Tian Long mendirikan sekte ini untuk melindungi yang lemah, bukan untuk menjadi tempat bagi tikus-tikus seperti kalian bersembunyi. Kalian memfitnahku, menyiksa saudaraku, dan membuat kekasih ku menderita. Siapa sebenarnya iblis di sini?"
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari segala arah. kini sepuluh ribu pasukan zirah hitam Shang Zhi telah mengamankan dan mengepung area tersebut. komandan Lou keluar, matanya mengisyaratkan kalau misi nya telah berhasil.
Shang Zhi menoleh sejenak, memberi anggukan kecil,para tetua yang melihat keluar jendela ruangan itu pun terperangah melihat barisan pasukan disiplin militer yang terlihat seperti tembok zirah besi.
Tetua Penegak Disiplin, orang yang menendang perut Yuan Han sebelumnya, maju dengan tongkat kekuasaannya. "Cukup omong kosong ini! Mati kau!" Ia mengerahkan seluruh energi ranah fusion souls tahap menengah miliknya, menciptakan bayangan naga tanah yang besar.
Shang Zhi bahkan tidak berkedip. Saat naga tanah itu menerjang, ia hanya menjentikkan jarinya.
Clink!
Serangan tingkat tinggi itu hancur berkeping-keping seolah menabrak dinding intan. Shang Zhi melesat maju, kecepatannya melampaui batas penglihatan manusia.
Slap!
Satu tamparan keras mendarat di wajah Tetua Disiplin, menghancurkan seluruh giginya dan memutar lehernya hingga posisi yang tidak wajar. Shang Zhi kemudian mencengkeram kepala tetua itu.
"Ini untuk setiap ludah yang kau berikan pada Yuan Han," desis Shang Zhi. Energi ungu mengalir masuk, membakar jiwa tetua tersebut dari dalam. Jeritan memilukan menggema di seluruh aula, membuat para tetua lainnya gemetar ketakutan. Satu per satu, para tetua yang terlibat dalam konspirasi keluarga Lu jatuh. Shang Zhi bergerak seperti bayangan maut tidak ada teknik yang bisa menyentuhnya, tidak ada perlindungan yang bisa menahannya.
Kini, hanya tersisa Lu Tian dan Lu feng.
Lu feng mencoba melarikan diri, namun Komandan Lou dari pasukan zirah hitam sudah berdiri di belakangnya dengan pedang terhunus. "Tuan muda keluarga Lu, mau pergi ke mana?", dengan satu hunusan pedang kepala Lu feng terpisah dari badan nya.
Shang Zhi berjalan mendekati Lu Tian. "Kau adalah otak di balik semua ini. Kau ingin aku kembali agar bisa mengeksekusiku di depan umum? Sekarang aku di sini. Lakukan."
Lu Tian berlutut, harga dirinya hancur total. "Shang Zhi... tolong... kita bisa bicara. Keluarga Lu memiliki banyak sumber daya, kami bisa membantumu menjadi penguasa wilayah ini!"
"Aku sudah menjadi penguasa," jawab Shang Zhi datar. "Dan sumber daya terbaik yang bisa kau berikan adalah nyawamu sebagai peringatan bagi siapa pun yang mencoba menyentuh orang-orangku."
Dengan satu lambaian tangan, sebuah tekanan gravitasi yang luar biasa menimpa Lu Tian. Tubuhnya tertekan ke lantai hingga tulang-tulangnya mulai retak satu per satu. Shang Zhi tidak membunuhnya seketika ia membiarkan Lu Tian merasakan sakitnya pengkhianatan dan kehinaan yang selama ini ia timpakan pada orang lain hingga ia mati dengan sendirinya.
Matahari mulai terbit di ufuk timur, menyinari Pegunungan Tian Long yang kini bersimbah darah namun terasa lebih "bersih" dari sebelumnya. Mayat-mayat para tetua korup ditumpuk di tengah lapangan sebagai bukti jatuhnya rezim keluarga Lu.
Shang Zhi berdiri di puncak tangga Aula Utama. Pasukan sepuluh ribunya berdiri tegak di bawah, memberikan penghormatan tertinggi kepada pemimpin mereka.Yuan Han yang sudah sadar namun masih lemah, dibantu duduk oleh beberapa prajurit.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang, tuan shang?" tanya komandan Lou menunggu komando Shang Zhi
Shang Zhi tak menoleh tapi matanya menyimpan segunung beban dan kerinduan yang hanya tertuju pada satu arah, timur. Tempat yang kini kekasih nya menderita menunggu ia kembali, "kekaisaran Qian Long" , suara nya terdengar dingin dan penuh tekanan namun di hatinya menyimpan rindu yang mendalam.
"tunggu aku Yun Xi, aku akan datang", bisik nya dalam diam.
Di dalam lautan kesadaran Shang Zhi, sisa sisa jiwa Antcient emperor tertawa tipis, "hah... perasaan ini.. membuat ku bernostalgia ke masa itu."
Hari itu dunia tau, kalau calon penguasa baru tinggal 1 langkah lagi untuk benar benar menjadi penguasa sesungguhnya.
...Bersambung.......