Bagaimana jadinya jika kalian tiba-tiba di jodohkan oleh kedua orang tuamu, langkah apa yang akan kalian ambil. Menerima atau menolak perjodohan tersebut!
Yuk ikuti kisah Lexa dan David yang terpaksa menerima perjodohan tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Hingga keduanya terjerat sendiri dengan perjodohannya
Para pemeran utamanya di ambil dari sekuel cerita Mafia vs Gadis Bercadar dan Mafia Couple Love. Semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Minta Maaf
Lexa begitu marah dengan tindakan David, ia yang masih suci dan polos tidak tahu apa-apa tentang yang namanya berciuman. Namun David begitu menggilainya menciuminya. Lexa terus berusaha melepaskan diri dari cengkeraman David, ia kesusahan bernafas, namun David semakin memperdalam ciumannya. Hingga jalan satu-satunya untuk menghentikan aksi David adalah menggigit bibir David dengan keras.
David tersentak kaget dengan cepat melepaskan ciumannya. Terlihat bagian bawah bibirnya tampak mengeluarkan darah segar. Sementara Lexa jangan di tanya lagi, bibirnya tampak bengkak akibat ulah David.
Lexa mengepalkan tangannya dengan mata memerah yang sedang diselimuti amarah menatap tajam David, kemudian Lexa berlari dengan kesal menuju kamarnya. David hanya mampu mengusap wajahnya dengan kasar. Sungguh tindakan nya sudah di luar batas.
Mengapa ia harus mencium Lexa hanya karena mendengar Lexa bertelepon dengan Tom sambil tertawa. Apakah ia cemburu? tapi itu semua tidak mungkin, secepat itu kah ia move on kepada Hanum. Sementara Lexa baru beberapa hari masuk di kehidupan nya.
Perasaan kesal yang sedang menyelimuti pikirannya, ia lantas bertingkah bodoh dengan mencium paksa Lexa. Lexa pasti tidak akan memaafkan nya atas tindakannya, Lexa bukanlah wanita yang seperti ia kencani selama ini, Lexa wanita tegas dan tetap pada pendiriannya.
"Sial! aku sudah bertindak bodoh" ucap David sambil mengusap darah segar di bibirnya.
David memilih duduk di kursi, lalu mengambil air mineral yang berjejer di atas meja. David langsung meneguk air mineral hingga tandas. David kembali menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu tersenyum yang kembali membayangkan dirinya mencium Lexa.
"Bibir Lexa begitu manis, baru kali ini aku merasakan getaran hebat saat mencium wanita. Sepertinya aku mulai candu untuk menciumnya"ucap David tersenyum, kemudian kembali menyentuh sudut bibirnya.
David bangkit dari duduknya, kemudian memilih ke ruang kerjanya. Saat berada di ruang tamu, mata David kembali melirik pintu kamar yang ditempati Lexa tertutup rapat. David memilih melangkahkan kakinya untuk mendekati pintu kamar.
Saat di depan pintu kamar, David mulai mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar itu, namun lagi-lagi David merasa bimbang untuk bertemu Lexa.
"Aku harus minta maaf kepada Lexa, aku tidak ingin Lexa membenci ku"gumam David.
Tok
Tok
Tok
"Lexa buka pintunya"teriak David dari luar.
Sementara Lexa yang berada di dalam kamar sedang meringkuk di tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar. Lexa sama sekali tidak beranjak untuk membukakan pintu untuk David. Padahal ia mendengar teriakkan David dari luar.
"Lexa ku mohon buka pintunya"teriak David dan kembali mendobrak pintu kamar tersebut.
"Aku tidak akan pergi, sebelum kamu membuka pintu kamar ini"teriak David dari luar yang terus mendobrak pintu kamar tersebut.
"Lexa..."
Brakk
Lexa membuka pintu kamarnya dengan keras, lalu memilih bersandar di daun pintu sambil menatap tajam David. Sementara David hanya mampu tersenyum yang juga menatap wajah Lexa yang tampak kesal.
David melangkah mendekati Lexa dan kembali menatap Lexa dengan tatapan sendunya. Tanpa pikir panjang David langsung menarik tangan Lexa lalu memeluk tubuh Lexa dengan erat. Lexa terlonjat kaget sambil membulatkan matanya.
"Maafkan aku, karena aku begitu lancangnya mencium mu"ucap David tulus yang mengeratkan pelukannya.
Lexa tak tahu harus menjawab apa, ia seharusnya tidak perlu marah seperti ini. Bukannya David adalah suaminya dan berhak atas dirinya termasuk menyentuhnya seperti tadi. Namun ia belum bisa menerima segala tindakan David, maklum David seorang play boy, sehingga ia belum bisa percaya sepenuhnya kepada David.
"Maafkan aku"ucap David kembali, namun Lexa sama sekali tidak merespon nya. Setidaknya ia bersyukur Lexa tidak kembali memberontak dipeluk oleh nya.
Lexa menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian memilih untuk angkat bicara.
"Tadi kamu mencium ku dan sekarang malah memelukku"ucap Lexa dingin.
Seketika itu, David langsung melepaskan pelukannya dan kembali menatap manik mata Lexa.
"Apa kamu mau memaafkan ku" ucap David yang terlihat memohon.
"Lupakan saja, aku tidak ingin bahas kejadian tadi" ucap Lexa dingin dan memilih untuk menutup kembali pintu kamar nya.
David segera menghentikan aksinya dan ikut memegangi handle pintu tersebut.
"Apa lagi" ucap Lexa dengan tatapan tajam.
"Kamu memaafkan ku atau tidak?" tanya David yang kembali menatap Lexa dengan tatapan memohon.
"Jangan di bahas lagi, atau aku tidak akan pernah memaafkan mu dan kembali menghajar milik mu hingga tak berfungsi lagi" ucap Lexa yang kembali bermode galak.
David hanya mampu tersenyum tipis yang melihat gelagat istrinya yang seperti sedia kala.
"Terima kasih atas kejadian tadi, aku akan terus mengingatnya. Mulai sekarang, aku akan berusaha membahagiakan mu" ucap David tulus dengan tatapan sendunya.
Lexa langsung memalingkan wajahnya dan tidak ingin mengambil hati ucapan David barusan. Ia belum bisa percaya kepada David sebelum mendapatkan bukti yang akurat. Lelaki seperti David tidak bisa di percaya kata-katanya.
"Satu hal lagi, kejadian tadi tidak boleh terulang kembali"ucap Lexa dingin, lalu mendorong cepat pintu kamar nya hingga tertutup rapat.
David hanya mampu tersenyum dan merasa lega bisa meminta maaf kepada Lexa. Dan ia pun tak menyangka bisa mengeluarkan unek-uneknya yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mengatakan akan membahagiakan Lexa.
"Aku semakin tertarik kepada nya, aku akan berusaha untuk segera menaklukkan nya" gumam David sambil tergelak tawa.
David memilih ke ruang kerjanya untuk melanjutkan kembali pekerjaan nya yang sempat tertunda. Sementara Lexa masih bersandar di pintu kamarnya.
"Aku tidak tahu bagaimana hubungan kami kedepannya. Semoga rumah tangga kami terus mengalir seperti air tanpa adanya hambatan" ucap Lexa sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Kemudian Lexa menyeret kakinya menuju tempat tidur. Ia memilih untuk beristirahat, pekerjaannya yang belum kelar bisa ia selesaikan esok hari.
Lexa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memeluk guling yang begitu nyaman menemani tidurnya. Hingga akhirnya Lexa tertidur pulas dan terbuai alam mimpi.
Sementara David masih sibuk bekerja, sungguh ciuman tadi membuatnya lebih semangat menyelesaikan pekerjaannya.
"Yes akhirnya selesai juga" ucap David sambil meregangkan otot-otot yang terasa kaku.
David kembali memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam-dalam kemudian di hembuskan nya dengan kasar. Bayangan wajah Lexa kembali terlintas di pikirannya bahkan selalu saja terngiang-ngiang layaknya sebuah lagu yang begitu candu untuk di dengar.
Lagi-lagi David tersenyum tipis dan kembali mengusap bibirnya.
"Ini benar-benar gila, aku kembali tertantang untuk mencium bibir manis Lexa" ucap David dengan seringai licik diwajahnya.
Keesokan harinya.....
Lexa selalu saja terbangun tepat pukul 05.00 pagi hari. Lexa kemudian bergegas ke toilet untuk membersihkan tubuhnya sekaligus melakukan ritual mandi wajib. Maklum tamu bulanan nya sudah pergi, sehingga ia pun bisa kembali menunaikan ibadah nya.
Terlihat Lexa sedang menjalankan sholat subuh dengan khusyuk. Selepas sholat tak lupa Lexa menyempatkan waktu nya untuk mengaji. Setelah selesai, Lexa kembali merapikan peralatan sholat nya dan menyimpannya dengan baik.
Lexa lalu melangkahkan kakinya keluar kamar dan kembali berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan. Lexa mulai membuat sarapan, ia pun tampak telaten memotong sayuran dan buah-buahan. Rupanya ia akan membuat sandwich dan salad buah sarapan kali ini.
Lexa tersenyum menata hasil masakannya di atas meja dan tak lupa menyiapkan kopi hangat favorit untuk David beserta jus alpukat.
"Sudah beres, sebaiknya aku siap-siap dulu" ucap Lexa, lalu bergegas ke kamar nya.
Sementara David baru saja bangun tidur, David langsung melompat turun dari tempat tidur, ia pun terkejut melihat jam wekernya yang sudah menunjukkan angka 7. David berlari masuk ke dalam toilet untuk membersihkan tubuhnya.
Lagi-lagi David tampak buru-buru ke luar dari toilet dan bergegas ke ruang ganti untuk memakai setelan jasnya.
"Kemana perginya Lexa, mengapa dia tidak membangunkan ku" ucap David yang terlihat kesal mengancing kemejanya. Setelah itu, David kembali memakai jasnya dengan asal dan menarik dasi tanpa melihat coraknya.
David bergegas keluar dari ruang ganti. Ia pun menyambar ponselnya, lalu di masukkan di saku jasnya. David tampak buru-buru keluar dari kamar nya, bahkan belum sempat merapikan tatanan rambutnya. Penampilan nya tampak berantakan, namun tetap saja terlihat tampan.
Lexa yang baru saja selesai bersiap juga bergegas keluar kamar untuk menemui David yang belum pernah ia lihat batang hidungnya. Lexa mengerutkan keningnya melihat penampilan David yang tampak berantakan.
"Aku bisa terlambat menghadiri rapat pagi ini"ucap David berdengus kesal berjalan menuju pintu apartemen.
Lexa yang melihat penampilan David hanya mampu geleng-geleng kepala, namun Lexa segera menghampiri David.
"Kamu mau berangkat ke kantor atau mau ngelawak" ucap Lexa tersenyum sinis.
"Aku sudah terlambat"ucap David acuh sambil melirik Lexa dan terus berjalan menuju pintu apartemen.
"Kamu bisa di razia loh jika penampilan mu seperti itu" teriak Lexa sambil tersenyum tipis.
Ingin rasanya Lexa tertawa terbahak-bahak melihat penampilan David kali ini. Memakai jas dan berdasi namun hanya mengenakan boxer. Rambutnya tampak acak-acakan dan sama sekali bukan David yang selalu tampil menawan.
David yang mendengar teriakkan Lexa langsung menghentikan langkahnya.
"Aku tidak pe..... astaga"ucap David kesal yang baru sadar dengan penampilannya.
David langsung berlari masuk ke dalam kamarnya. Malu rasanya ia di lihat oleh Lexa berpenampilan konyol. Sementara Lexa tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya bahkan matanya ikut berair saking lucunya melihat penampilan David.
"Ha ha ha, mengapa dia bertingkah konyol seperti itu"ucap Lexa diselingi dengan tawanya.
"Andai saja aku abadikan momen tadi untuk mengancam David, pasti seru rasanya"ucap Lexa tersenyum dan kembali berjalan menuju kamar David.
"Ada apa dengan mu, mengapa terburu-buru sekali sampai berpenampilan konyol. Andai saja aku tidak menghentikan mu tadi, pasti semua orang akan menertawakan mu, ha ha ha" ucap Lexa tertawa lepas.
"Sial, aku pasti sudah terlambat" ucap David yang tengah merapikan rambutnya.
"Terlambat, ini masih pagi dan waktu masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, ada-ada saja" ucap Lexa.
"Apa, berarti jam weker ku bermasalah" ucap David sambil tepok jidat.
"Ini pelajaran untuk kamu agar bisa bangun pagi, bahkan kamu tidak pernah kan menunaikan ibadah sholat lima waktu. Makanya bangun nya terburu-buru dan sama sekali tidak mengingat kewajiban mu" ucap Lexa yang kembali menyindir David.
David menjadi diam seribu bahasa, mendengar ucapan Lexa yang benar adanya. Lexa mendekati David dan kembali memperbaiki kerah kemeja David, tidak hanya itu, Lexa melepaskan dasi David dan kembali memasangkan nya dasi dengan benar.
David hanya mampu menatap wajah Lexa yang selalu saja terngiang-ngiang di pikirannya akhir-akhir ini.
"Sudah selesai" ucap Lexa dan langsung menjaga jarak dengan David.
"Terima kasih, kamu senantiasa mengingatkan ku" ucap David tersenyum.
Lexa memilih acuh dan kembali berjalan keluar kamar. David ikut bergegas menyusulnya.
Bersambung.....
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🙏 🙏