Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 bersama sama berburu keong sawah
" ya bagus , tapi kalau kamu Yasir bisa jualan besok ,aku orang akan datang ke sini lagi " kata Walter Von Heiden dengan nada yang masih sedikit amburadul .
" ya semoga saja bisa, lagipula pekerjaan ini hanya sementara, "
" umhh oke , saya pergi dulu ..!"
Pria paruh baya yang tinggi hampir mencapai dua meter itu berbalik pergi dengan satu mangkuk penuh sayur keong sawah dan satu plastik penuh air sayur, tampak santai dan tidak memperhatikan etika sebagai orang Belanda.
Yasir menghela nafas lega, ia melihat seluruh dagangannya sudah habis terjual , bahkan airnya telah kandas sampai dasar .
" mas bagaimana dengan pak Hasyim , kita tidak jadi memberikan sayur keongnya ?" Halimah yang sudah sedikit kelelahan, terlihat menyeka wajahnya yang penuh dengan keringat.
" di rumah apa masih ada , kalau memang masih ada berikan saja pada pak kepala kampung, aku memiliki ide untuk membuat satu hidangan lagi " ujarnya dengan tenang .
Karena dagangannya sudah habis , terasa ringan saat diangkat dan di pikul , ia menatap langit desa yang mulai gelap dan ia berfikir untuk membeli penerangan lilin atau lampu petromak, tapi itu diurungkannya, karena harga minyak tanah sangat mahal dan tidak efisien bila harus boros dalam penggunaan kehidupan sehari hari .
" mas tadi pagi pak Sobri datang ke rumah , mencari mas !" Lestari menoleh ke arah Yasir yang tampak berjalan santai itu .
" ouh apa urusannya... ?"
" pak Sobri menawarkan tanah sawah seluas seratus meter di dekat sungai Cirandu , "
" berapa harganya , apa mahal ...?"
" itu sekitar lima puluh golden , "
" umhh masih mahal, dan mas juga tahu sawah itu , tempatnya memang strategis dari penyimpanan saluran air irigasi , tapi kalau hujan deras tanahnya bisa hilang terbawa arus sungai , tidak tertarik mas untuk membelinya , yang penting kita harus membangun rumah terlebih dahulu , baru memikirkan tentang membeli tanah " kata Yasir perlahan naik ke atas bukit.
" iya mas benar , tari juga berfikir begitu.."
Sampai di halaman, ketiganya langsung membersihkan ulang tempat panci dan juga piring kayu bekas sayur keong sawah , dengan kerja sama bertiga , pekerjaan membersihkan barang barang dalam waktu singkat telah selesai .
Sampai di rumah, ketiganya meletakan barang barang di tempat seperti biasanya.
" mas apakah kita akan mencari keong sawah lagi ?"
" iya , apakah kalian mau ikut ?"
" iya mas , biar banyak hasilnya , "
" apa kalian berdua tidak lelah , istirahat saja , jangan dipaksakan kalau lelah " Yasir merasa prihatin dengan kedua gadis muda yang ada di samping kanan kirinya , ia merasa bahwa kedua gadis muda yang sudah menjadi istrinya begitu baik dan sangat toleran.
" tidak apa apa mas , kita berdua tidak lelah " Halimah berinsiatif memegang bahu Yasir dan memijitnya perlahan.
" oke , kalau begitu ambil karung yang ada di dalam kamar , kita segera cari keong sawah " Yasir menatap ke arah pintu yang masih terbuka .
Tidak menunggu lama , ketiganya kembali keluar, kali ini untuk mencari keong sawah dan sejenisnya, karena saat pagi tadi di pasar kota kecamatan Tasikmadu, ia telah membeli tiga karung besar , bertujuan untuk menyimpan barang dan juga memasukan barang .
Kedua gadis muda terlebih dahulu masuk kamar dan keluar tidak lama kemudian, semuanya telah bersiap untuk berangkat ke sawah mencari keong sawah.
" tari besok masak yang sedikit lebih banyak ya !"
" iya mas , "
Yasir tersenyum, ia berjalan menuju ke arah timur , bersama dua gadis muda di belakang yang mengikutinya perlahan, ia masuk ke area persawahan yang baru saja di olah dan belum di tanami padi.
Clap
Saat kaki masuk ke dalam sawah , Yasir dengan cepat mengambil keong sawah yang cukup banyak, ia merasa bahwa surga keong ada di kawasan persawahan desa , setiap kali ia berjalan satu langkah, lima atau sepuluh keong sawah terlihat bergerak pelan .
Tap
Tap
Clak
Brushh..
" cukup cepat dan juga masih banyak , tapi hanya sekali ini saja , dua hari aku tidak akan mengambilnya , " gumamnya perlahan, ia berfikir untuk tidak terus menerus mengambil keong sawah dan berencana untuk cuti , dengan demikian masyarakat desa tidak akan bosan saat akan ada dagangan yang baru itu .
" mas ,imah sudah banyak, aku tidak kuat.." gadis muda yang tampak konyol itu menarik karung besar berisi air dan keong sawah, terlihat sangat kesulitan saat menariknya.
" adik kamu bagaimana bisa begitu banyak airnya, ya pasti berat , sungguh bodoh .." gerutu Lestari menuangkan keong sawah ke dalam karungnya yang tampak tidak terkena air .
" hehehehe kakak tari tenang saja , banyak ini.." ucapnya seraya menunjukan keong sawah dengan dua ikan lele yang memiliki ukuran cukup besar .
" ya allah, itu ikan siluman , buang imah .." Lestari terkejut dan menyuruh adiknya untuk segera membuang ikan lele yang memiliki berat dua sampai tiga kilo .
Yasir datang dengan karung penuh keong sawah, diperkirakan sekitar tiga puluh kilo dan harus di pikul menggunakan kayu saat membawanya.
" mana ikan silumannya , aku mau lihat " mata Yasir tertuju ke arah isi karung yang di dalamnya banyak keong sawah dan dua ikan lele tiga kiloan.
" bagus, ini bukan ikan siluman, ini ikan lele , bagaimana imah kamu mengambilnya?"
" itu , imah pakai pengait dan langsung masuk ke dalam karung " katanya sedikit takut " mas apakah imah harus membuangnya?"
" tidak, itu ikan yang paling enak , bila di goreng dengan bumbu khusus , enaknya tidak bisa dikalahkan " kata Yasir menatap ke arah air sawah yang ada di dalam karung.
" baiklah, imah akan memisahkannya , nanti bisa di goreng seperti yang mas katakan " ucapnya senang.
" tidak perlu satukan saja , dan imah, tari ayo kita sudah cukup , tidak perlu banyak banyak , secukupnya saja , bila banyak banyak, warga desa mungkin akan cepat bosan "
" iya mas ..!"...
Tepat saat kentongan berbunyi enam kali , matahari yang ada di ufuk barat juga sudah tenggelam meninggalkan kehidupan siang yang mendung , karena musim hujan masih berlangsung, suasana dingin sudah mulai merayapi setiap jengkal tanah di desa yang memiliki pemandangan alam terindah di wilayah Pasundan .
Yasir membersihkan badannya dan setelah itu di susul oleh kedua gadis muda yang sedang menunggu giliran untuk mandi.
Yasir yang merasa ada hal menarik segera naik ke atas , ia berbaring di atas rerumputan yang cukup tinggi dan matanya melirik ke bawah .
" sial ternyata mereka berdua sudah berkembang begitu baik, tidak sia sia aku melakukan terapi tangan setiap malam " pikirnya dalam hati , matanya yang tajam bisa melihat secara samar keadaan di tempat kamar mandi yang tidak memiliki atas tersebut.
" apakah aku malam ini harus mengambilnya, tidak tidak, aku harus menunggu saat rumah sudah jadi " gumamnya menggelengkan kepala , lalu ia segera menjauh dari tempat persembunyian favoritnya, dan masuk ke dalam rumah tanpa seorang pun yang tahu dengan perbuatannya.
" ya malam ini, saatnya memilah barang ... ehh umi apa sudah makan ?"