NovelToon NovelToon
Cinta Di Tapal Batas

Cinta Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Romansa pedesaan / Diam-Diam Cinta / Cintamanis
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Dini Kirana yang masih kelas dua SMA dijual oleh ayah tirinya kepada pria kaya yang sudah banyak istri untuk melunasi hutang. Dini memilih kabur dari rumah dan akhirnya kesasar ke salah satu Desa. Di tempat itu, Dini bertemu Aksa yang sudah berusia 28 tahun.

"Mas, boleh ya saya tidur di rumah kamu? Tolong Mas, saya butuh tempat tinggal."

"Kamu bukan siapa-siapa saya Dini, saya tidak mau digerebek warga Desa."

Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Jadi... Ibu tidak percaya anak sendiri?" Tanya Dini lembut tapi mengejutkan Ratna dan juga Aksa. Ia letakkan air teh di atas meja lalu duduk menatap Ratna sedih.

Melihat tatapan Dini, Ratna yang tengah berdiri menantang Aksa pun menurunkan tangan dari pingggang lalu ikut duduk. Dia tidak menduga jika putrinya mendengar suaranya yang memang lantang. "Bukan begitu sayang... usia kamu masih terlalu muda untuk melanjutkan hubungan asmara. Sementara Aksa sudah sepantasnya untuk menikah. Biar Aksa menikah dengan wanita lain saja, Ibu kok khawatir kamu..." Ratna tidak melanjutkan ucapannya.

"Aku tahu apa maksud Ibu, tapi jangan khawatir, anakmu ini sudah tahu mana yang baik dan tidak baik," Dini menjelaskan perlahan-lahan walau sebenarnya hatinya menentang. "Bukankah selama ini Ibu sudah memberi aku bekal agama yang kuat..." lanjutnya membuat Ratna seketika Diam.

Ratna sebenarnya percaya siapa Dini. Ia sudah bisa melihat kematangan putrinya secara mental, walau usianya masih sangat muda. Dini bisa diberi kepercayaan dan tanggung jawab, maka Ratna tidak merasa khawatir ketika melepas Dini jauh dari pengawasannya. Namun, yang sebenarnya ia khawatirkan adalah Burhan.

"Maaf Bu, jika yang membuat ibu khawatir karena Ayah, saya pun siap melindungi Dini dari Ayah" Aksa rupanya bisa membaca pikiran Ratna.

"Ibu mau istirahat" ujar Ratna tidak menanggapi kata-kata Aksa. Ia beranjak hendak ke kamar.

"Teh nya tidak diminum dulu bu..." Dini mengingatkan.

"Masih panas, nanti saja" jawab Ratna sambil berjalan hingga terdengar kamar sebelah ruang tamu ditutup walau perlahan tapi masih terdengar.

"Maafkan Ibu saya, Pak" Dini tidak enak hati karena kata-kata ibunya menyakiti hati Aksa.

"Saya mengerti Dini" Aksa memang tidak ambil hati seberapa keras Ratna memarahi dan menolaknya secara terang-terangan. Tetapi ia bisa menangkap bahwa Ratna wanita baik tentu saja yang dia ucapkan bukan dari hati.

"Ibu sebenarnya tidak pernah semarah itu, Pak," Dini mengerti maksud ibunya baik, orang tua mana yang ingin anaknya gagal dalam hidup.

"Aku yakin yang membuat Ibu kamu marah bukan karena usia kita terpaut jauh Dini... tapi lebih tepatnya Ayah saya," Aksa menyisir rambutnya dengan jari. Karena ayahnya semua keluarga kena masalah.

"Aku juga mikir gitu kok, Pak."

Dini dan Aksa berbincang-bincang sebentar. Setelah teh yang Dini sediakan sudah hangat, Aksa minum seperempat gelas kemudian pamit pulang.

Dini mengantar Aksa sampai halaman, setelah pergi membawa minuman Ratna ke kamar. Tangan kanan memegang cangkir, tangan kiri mengetuk pintu kamar ibu. Hanya dalam hitungan detik Ratna menyuruh masuk dari dalam.

Dini menekan handle pintu, begitu terbuka melihat sang ibu sedang tiduran di kasur menatap langit-langit limasan.

"Teh nya diminum dulu bu..."

"Terima kasih..." Ratna cepat bangun duduk di pinggir ranjang, ambil cangkir berwarna coklat yang terbuat dari tanah liat lalu menyeruput. Ratna kembalikan cangkir kepada Dini. "Simpan di meja saja, nanti Ibu minum lagi" lanjutnya lalu kembali rebahan. "Iya Bu" Dini meletakkan cangkir sesuai yang Ratna perintah, kemudian naik ke tempat tidur.

"Ibu melarang aku berhubungan dengan Aksa karena Burhan kan?" Dini membuka percakapan, dia memijat kaki ibunya tanpa disuruh.

Ratna mengangguk memandangi Dini seolah melihat gambaran masa depan putrinya itu gelap. Dini akan melewati jalan yang terjal ketika kelak menjadi istri Aksa.

"Awalnya aku juga berpikir seperti itu Bu, tapi setelah melihat keseriusan Aksa untuk memerangi kejahatan ayahnya, aku sekarang yakin Aksa mampu melindungi aku. Ibu pasti lebih tahu jika Aksa bukan dibesarkan oleh Burhan," Dini gantian menatap wajah ibunya dalam.

"Dini... Kamu harta Ibu satu-satunya sayang... apa salah jika Ibu khawatir..." lirih Ratna. Satu sisi ia senang putrinya saat ini bahagia karena kehadiran Aksa. Namun, di sisi lain Ratna seperti melihat cerita tokoh legenda anak muda yang harus bersaing dengan ayahnya untuk merebutkan seorang gadis cantik hingga terjadi pertumbuhan darah.

"Ibu... aku minta doanya ya. Semoga aku baik-baik saja dan kehadiran Aksa justru menyadarkan hati ayahnya. Bukankah doa ibu niscaya dikabulkan oleh Allah karena paling mustajab."

"Aamiin..." ucap Ratna dalam hatinya mulai merestui Dini.

*****************

Pagi harinya seperti biasa, Dini berangkat ke sekolah bersama Lestari. Saat ini mereka sudah tiba di sekolah. Lestari segera turun diikuti Dini.

"Cieee... calon suami..." Lestari tertawa ketika menatap Aksa yang baru saja membuka helm kemudian merapikan rambut.

Dini segera mengalihkan pandangan dari motor ke arah Aksa yang sudah berjalan ke arahnya. Seettt... "Diam" Dini memberi isyarat kepada sahabatnya.

"Selamat bersenang-senang" Lestari terkikik.

"Tari..." Dini hendak menahan Lestari, tapi gadis itu justru berlari meninggalkan Dini ke arah kelas lebih dulu. Mungkin saja Tari tidak mau mengganggu privasi guru dan sahabatnya.

"Iihh... Tari..." Dini merengut padahal sedang salah tingkah ketika Aksa menatapnya. Jika bersama Lestari tentu bisa pura-pura tenang.

"Assalamualaikum..." ucap Aksa yang sudah berada di samping Dini.

"Waalaikum sallam..." Dini salim tangan gurunya selayaknya siswa lain. Dia bersikap formal, harus bisa menempatkan diri karena saat ini sedang di sekolah.

"Dini... pulang sekolah nanti saya mau ke kota" pamit Aksa memberi tahu akan menemui ayahnya.

"Siap Pak, semoga masalahnya cepat selesai," pesan Dini, ia berharap kedatangan Aksa ke rumah ayahnya mampu merubah tabiat Burhan.

Tak tak tak.

Saat sedang berbincang-bincang langkah sepatu berhenti di antara mereka. Dia adalah Lusi, wajahnya pucat tidak seperti biasanya, tapi menatap Dini dingin. Namun begitu, Dini tetap hormat salim tangan bu Lusi kemudian menyusul Lestari.

Hanya tinggal Aksa dan Lusi, mereka pun berjalan bersama-sama ke ruang guru.

"Aku dengar, Mas Aksa tadi bicara dengan Dini hendak ke kota, ada apa?" Tanya Lusi ingin tahu.

"Ada urusan" hanya itu jawaban Aksa.

Lusi rasanya ingin protes tapi khawatir Aksa marah. Aksa segitu terbukanya kepada Dini, tapi kenapa tidak dengan dirinya? Bahkan Aksa sengaja menutup-nutupi.

"Boleh tidak aku bareng, Mas. Badan aku rasanya tidak enak" Lusi ingin ke rumah sakit besar hendak periksa. Di sana peralatan lebih lengkap sekaligus mengunjungi ibunya.

"Kamu sakit..." Aksa berhenti berjalan, menatap wajah Lusi yang sejak bertemu tadi sengaja ia hindari. Benar saja, wajah Lusi tidak cerah seperti biasanya. "Sebaiknya kamu jangan membonceng motor Lusi" Aksa bukan hanya ingin menjaga perasaan Dini saja, tapi juga demi kesehatan Lusi.

"Naik taksi, tapi berdua bareng Mas Aksa ya" Lusi tetap saja tidak mau menyerah.

Aksa tidak menjawab lagi, karena sudah tiba di meja guru bersama teman-temannya.

.

Sementara di depan pintu kelas 3 Ipa 1, dan kelas 3 1pa 2, Dini bersama Marini masih berbicara serius.

"Dini, kalau kamu sedang bersama Pak Aksa, sebaiknya hati-hati dalam bersikap" Marini khawatir jika Aksa dan Dini mendapat masalah.

"Hati-hati? Memang kenapa sih, Mar..." Dini merasa kata-kata Marini mengingatkan jika dirinya dengan Aksa sedang dalam bahaya.

"Bu Lusi itu cemburu sama kamu Dini... masa kamu tidak tahu..."

"Aku tahu, terus bu Lusi mau apa? Bunuh kami?" Dini ingin tahu. Masalahnya dengan Ringgo dan Burhan pun membuatnya takut tapi sudah ada ancaman lain.

"Sini-sini..." Marini berbisik-bisik di telinga Dini khawatir ada orang yang mendengar. Marini menceritakan ketika Ibu Lusi menyuruhnya menguntit setiap Aksa dan Dini berduaan untuk mengambil foto dan video secara sembunyi-sembunyi. Marini diiming-imingi imbalan hadiah motor. Marini yakin tujuan bu Lusi seperti itu bermaksud merusak reputasi Aksa karena dendam cintanya tidak di balas.

"Terus... kamu menerima tawaran itu?" Dini sebenarnya tidak yakin jika Marini mau menerima, tapi ingat ketika Marini ingin sekali punya motor.

"Dih, kok tumben kamu telmi sih Ni, kalau aku mau, mana mungkin membocorkan rencana bu Lusi sama kamu"

Tak tak tak.

"Rencana apa Marini?"

Marini seketika pucat karena orang yang ia bicarakan tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.

...~Bersambung~...

1
Darti abdullah
luar biasa
Eka ELissa
knpa tu Lusi..... entahlah hy emk yg tau.....
Buna Seta: Jangan jangan bunting
total 1 replies
Attaya Zahro
typo kak..yang memberi Burhan bukan Ringgo
Attaya Zahro: Iya kak 😍😍
total 2 replies
Ita rahmawati
ada apa nih dg bu lusi
Ita rahmawati
polisi dateng,,apakah 22 nya ditangkep 🤔
Eka ELissa
nah lohh.... Burhan Ringgo msuk bui.,. tu bersiap udh di jmput mo di bawa ke hotel 🏨🏨🏨 prodeo 😄😄😄😄🤭
Buna Seta: Kapok dia 😁
total 1 replies
neng ade
aku hadir disini thor .. 🙏😍
Buna Seta: Lanjut ya
total 1 replies
Ita rahmawati
aksa kah yg dateng atau orang lain
vj'z tri
🫣🫣🫣🫣 semoga selamat 🫣🫣
Eka ELissa
Lusi pa Ringgo.....yg culik....dini... entahlah hy emak yg tau...
Eka ELissa
aduh....Bu ..dini....di culik tau ...smoga GK knpa2....yaaa......🤦🤦🤦
Bu Kus
lanjut
Fitriah Fitri
pleazee thor ... 2 bab tudey. nti sore up lg kan dr kmrn 1 bab trs up nya
Buna Seta: Lagi galau say, retensi buruk 😭
total 1 replies
vj'z tri
sabar Mak sabar tanya pelan pelan jangan langsung gas 🤭🤭🤭🤭
Ita rahmawati
siapa ya yg nyulik,,lusikah atau ringgo kah atau ada lg orang baru 🤔
Eka ELissa
dini....pak....msih inget kan kmu...😡😡😡
Ita rahmawati
hadeuh siapa nih yg bekap dini
Attaya Zahro
Jangan² nih kerjaan si Bu Lusi,.dan malah membuat Aksa jadi salah paham ma Burhan..
Attaya Zahro
Waduh..Dini di culik..tolong Dini Bang Aksa
Bu Kus
lebih baik jujur aja dini kan Aska gak tahu dengan kamu jujur pasti akan bertindak jangan main curiga nanti kamu nyesel lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!