Follow IG : othor_barbar
Siapa yang tak terluka jika kita menikah dengan orang yang tak pernah menganggap kita ada.
Hari-hari disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati kita terhempas dan jatuh berkeping-keping, akankah kita bisa bertahan dengan rumah tangga yang dijalani penuh dengan kepalsuan semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan menyerah
1 minggu kemudian
Semenjak saat itu, Brian merasa ada yang kurang dalam dirinya. Kedua sahabat Brian, baik Ryan maupun Anton tidak bersikap seperti biasa. Mereka tidak berkomunikasi jika Brian tidak menghubungi kedua pria tersebut.
Brian duduk termenung di ruangannya mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh Ryan dan Anton.
"Apakah aku memang harus mencoba mencintai Gracia dan melupakan Maudy? Aku rasa tidak ada salahnya jika aku mencoba mencintai Gracia, lagi pula selama ini Maudy baik-baik saja tanpaku." Brian bergumam sendiri.
Dering ponsel Brian membuyarkan lamunan pria itu, Brian kaget melihat nama yang tertera dalam ponselnya.
"Mommy..." ucap Brian, lalu Brian mengangkat sambungan telpon dari nyokapnya tersebut.
"Brian, mommy sekarang sudah ada di mansion mu, mommy harap kau pulang cepat malam ini agar kita bisa makan malam bersama, " ucap Silvia.
"Baiklah Mom, semoga jalanan nggak macet agar Brian bisa pulang cepat," ucap Brian.
"Pokoknya kau harus pulang lebih awal mommy nggak mau tau."
Tut.. tut... tut...
Silvia mematikan sambungan teleponnya. Membuat Brian mau tidak mau harus pulang lebih awal.
"Kebiasaan deh mommy. Kalau sudah begini aku mau cari alasan apalagi?" gerutu Brian.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Sementara di mansion Brian, Silvia memeluk menantunya, ia tau keadaan rumah tangga putranya karena salah satu pembantu di mansion itu adalah mata-mata Silvia.
Silvia dan Gracia duduk lesehan di pinggir kolam renang mansion, sambil sesekali Silvia menatap menantunya yang tetap tersenyum walaupun Silvia sudah tau tentang keadaan yang sebenarnya.
"Maafkan Brian ya sayang! Dia sebenarnya baik, Brian hanya belum sadar saja bahwa kamu lebih sempurna dari orang yang dia cintai. Mommy akan berusaha membantumu untuk dekat dengannya selama beberapa hari ini. Tujuan mommy kesini memang untuk mendekatkan kalian." Silvia tersenyum sembari membelai rambut Gracia.
"Cia nggak papa Mom. Mas Brian baik kok sama Gracia selama ini." Gracia tersenyum.
"Kau tak perlu menyangkalnya sayang, mommy mengetahui bagaimana hubungan kalian selama ini, maafkan anak mommy yang sering membuatmu terluka," ucap Silvia sendu.
"Mommy tidak perlu bicara seperti itu, aku tidak terluka kok Mom, Mas Brian menjagaku dengan sangat baik." Gracia tersenyum lembut.
"Sungguh mulia hatimu Nak, semoga Brian segera sadar akan kebaikan hatimu. Jangan pernah menyerah sayang! Aku yakin kau bisa meluluhkan hatinya," Silvia menatap Gracia sendu.
"Akan tetapi jika suatu saat nanti anak mommy tetap nggak berubah, kau bisa menghukumnya atau bahkan tinggalkan Brian jika kau tidak kunjung mendapatkan kebahagiaan dalam rumah tanggamu." Silvia tersenyum.
"Terima kasih Mom," ucap Gracia membalas senyuman Silvia.
"Daddy Aaron nggak keberatan 'kan jika Mommy nginep di sini untuk beberapa hari?" tanya Gracia.
"Awalnya keberatan, tetapi setelah mommy menceritakan tentang kalian, daddy mendukung keputusan mommy, daddy bisa datang ke mansion ini jika ia merindukan mommy sayang," ucap Silvia.
"Ya udah, kita masuk yuk Mom! Aku akan masak untuk Mommy, Mommy mau kan nyicip masakan Cia?" tanya Gracia.
"Kau bisa masak sayang?" tanya Silvia.
"Bisa Mom, Mommy Cia sering mengajari Cia masak saat hari minggu." Gracia tersenyum.
"Kau hebat sayang. Selain kau cantik, kau juga bisa masak," ucap Silvia.
"Ya sudah Mom, kita masuk! Sekarang hampir jam makan siang." Gracia berdiri.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum...
Jangan lupa jejaknya sayang 😍
Love you All ❤️