Kehilangan seseorang yang sangat disayangi untuk selamanya itu, bukan hal yang mudah. Apalagi orang itu merupakan seorang anak yang sangat di sayangi.
Anaya Aninditia merupakan seorang gadis yang berumur 12 tahun, Anaya memiliki sebuah keluarga yang harmonis. Suatu ketika keharmonisan itu hilang, akibat ulah ibunya yang selalu mementingkan arisan, semenjak suaminya naik jabatan dan memiliki Gaji yang besar.
Anaya yang periang berubah menjadi pendiam karna perceraian orang tuanya. Satu ketika sang ayah mengenalkan sosok wanita yang memiliki 2 orang anak. Wanita itu mampu mengambil hati seorang Anaya.
Anaya yang dulu pendiam berubah menjadi periang kembali. Setelah kebahagiaan datang, Anaya mengalami kesedihan yang teramat dalam. Anaya harus kehilangan seorang ibu kandungnya untuk selamanya.
Dan kini Anaya sedang berjuang melawan penyakit meningitis yang bersarang di otaknya. Sakit itu berawal dari anaya sering sakit kepala.
apakah Anaya mampu bertahan dan melewati semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia permata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
Aris dan Adam pulang sekolah di jemput bunda dan langsung ke rumah sakit untuk menjenguk Anaya.
Setiba di rumah sakit, bunda membawa bolu blackforest pesanan Anaya. Sebelum masuk ruangan, bunda meminta ijin sama suster, agar memperbolehkan Adam masuk.
"Assalamu'alaikum," ucap bunda.
Bunda, Aris dan Adam masuk melihat ayah yang sedang tidur dengan Anaya. Akhirnya mereka pun duduk untuk menunggu ayah dan Anaya bangun.
Tiba-tiba ayah terbangun dan melihat ada bunda dan anak-anak yang datang.
"Udah lama bun?," tanya ayah.
"Baru 10 menit yah, Anaya udah lama tidurnya?," tanya bunda.
"Udah... beres pemeriksaan, makan siang dan minum obat, langsung tidur. Semalam gak bisa tidur karna gak ada bantal birunya," ucap Ayah.
"Oh iya barang-barangnya masih ada di mobil belum di turunin," ucap bunda.
"Iya gak apa-apa, nanti aja ayah yang turunin," ucap ayah.
Bunda pun mengahampiri Anaya dan mengecup kening sambil mengelus kepala sang anak. Anaya pun membuka matanya.
"Bunda," ucap Anaya.
"Sayangnya bunda, tuh liat ke sebelah kiri Anaya ada siapa," ucap bunda.
Anaya pun menengok kepalanya ke sebelah kiri.
"Adam," ucap Anaya.
"Kaka cepet sembuh ya, biar bisa main lagi," ucap Adam.
"Iya dek, do'ain aja ya biar kaka cepet sembuh," ucap Anaya.
"Fimana kabarnya adikku yang cantik," ucap Aris.
"Ya gitu kak, kadang pusing kadang ilang," ucap Anaya.
"Sabar ya adikku sayang," ucap Aris sambil mengecup kening Anaya.
"Cantik... bunda punya sesuatu. tapi tutup mata dulu ya," ucap Bunda.
Anaya pun menutup matanya dengan tangan, bunda mengeluarkan bolu kesukaan Anaya.
"Buka matanya sayang," ucap bunda.
"Aaah blackforest kesukaan aku," ucap Anaya.
"Iya ini buat Anaya yang cantik, biar cepet sembuh," ucap bunda.
"Makasih bunda cantik," ucap Anaya.
"Sama-sama sayang, sini bunda suapin," ucap bunda.
Bunda pun menyuapi Anaya. Dan Anaya menyuapi bunda, ayah, Aris dan Adam.
"Bunda pulang yu, adek mau ngaji. Hari ini ada ujian agama bahasa Arab," ucap Adam.
"Udah bunda di sini aja, biar ayah yang anter Adam, nanti balik lagi kesini," ucap ayah.
"Makasih ya yah," ucap bunda.
"Kaka mau ikut pulang?," tanya ayah.
"Enggak yah, Aris di sini dulu aja. Nanti pulang bareng bunda aja," ucap Aris.
"Ya udah ayah jalan pulang dulu, anter Adam. Sekalian ayah mau ambil baju ayah,"ucap Ayah.
Adam dan ayah pun pulang dan bunda pun pergi sebentar keluar untuk membeli tisu basah, air minum dan nasi untuk Aris yang belum makan.
"Kak... adek boleh minta sesuatu," ucap Anaya.
"Ada apa dek?," tanya Aris.
"Sebenarnya adek sakit apa?," ucap Anaya.
"Dek... kakak juga belum tau, bunda bilang besok masih ada pemeriksaan sekali lagi. Adek sabar dan berdoa aja ya, semoga adek gak ada apa-apa ya," ucap Aris berbohong, agar adiknya tidak sedih.
"Iya kak... Kaka jangan pernah tinggalin adek ya, adek seneng banget punya kaka seorang cowo. Adek selalu mendambakan punya kaka seorang cowo," ucap Anaya.
"Iya sayang... Sekalipun ada yang mengganggu adek, kaka akan selalu menjaga adek dari siapapun. Kaka akan menjadi tameng buat adek," ucap Aris.
"Makasih ya kak... adek pengen peluk," ucap Anaya.
Aris pun memeluk adik tersayangnya itu.
"Kak... Anaya pengen tidur,"ucap Anaya.
"Ya udah adek bobo, kaka temenin di sini," ucap Aris
"Kaka disini, di atas kasur sama Anaya. Anaya ingin bobo sambil peluk kaka," ucap Anaya.
Aris bingung harus bagaimana, ya udahlah gimana nanti aja kalau ayah dan bunda marah.
"Iya dek," ucap Aris.
"Dah sekarang bobo ya," ucap Aris.
Anaya pun tidur sambil memeluk Aris.
"Semoga setelah kamu tau, penyakit adek. Adek bisa menerimanya dengan ikhlas ya," gumam Aris dalam hati sambil mengecup kening Anaya.
Saat Aris sedang menemani Anaya, bunda datang. Aris pun mau bangun, tapi bunda berkata.
"Jangan bangun, biarkan seperti itu, Anaya lagi manja," ucap Bunda.
Ayah sudah sampai di rumah, langsung menyiapkan pakaian gantinya.
"Nita,"ucap Teguh.
"Iya pa, ada apa?," ucap Nita.
"Tolong ambilkan kaos ganti dan celana jinsnya Aris dan bantu siap-siap Adam buat sekolah mengaji. Maaf ya Nit kamu jadi bantu-bantu di sini," ucap Teguh.
"Tidak apa-apa pa, keluarga ini sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri. Saya permisi dulu pa, mau menyiapkan baju ganti untuk den Aris dan mau membantu den Adam buat sekolah mengaji. Saya permisi dulu pa," ucap Nita.
"Makasih ya Nita," ucap Teguh.
Nita pun pergi untuk menyiapkan dan membantu Adam. Ayah pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, kasur yang biasa ditiduri bersama istri tercinta.
Flashback On.
Dua hari setelah kepergian mantan istrinya, Teguh dan Hanna menikah di KUA.
Flashback Off.
Setelah menyiapkan pakaian untuk ganti selama di rumah sakit dan membawa pakaian ganti untuk Aris. Adam pun telah berangkat untuk sekolah mengaji, ayah pun kembali ke rumah sakit.
Sebelum ke rumah sakit, ayah membelikan roti susu, roti pizza dan roti abon untuk Anaya, bunda dan Aris.
Saat sedang membeli roti, ayah bertemu dengan sahabatnya Anaya.
"Assalamu'alaikum ayah," ucap Dita.
"Eh ada Dita," ucap Teguh dengan gugup.
"Anaya kemana om?," tanya Dita.
"Anaya lagi liburan dulu sama tantenya, untuk menghilangkan penat setelah kehilangan ibunya," ucap Teguh dan sedikit berbohong. karena belum berani memberitahu yang sesungguhnya.
"Oh gitu yah, iya ka Aris kemarin bilang, kalau Anaya lagi liburan," ucap Dita.
"Ayah duluan ya nak," ucap Teguh.
"iya yah, salam buat Anaya dan semuanya," ucap Dita.
"Nanti ayah sampaikan, Assalamu'alaikum," ucap Teguh.
"Walaikumsalam yah," ucap Dita.
Ayah pun berjalan menuju mobil.
"Maaf ya Dit, ayah berbohong sama kamu. Ayah belum bisa menceritakan yang sesungguhnya, karna Ayah juga belum tau, apa yang terjadi sama Anaya saat ini," gumam Teguh dalam hati.
Ayah pun melajukan mobilnya ke rumah sakit, setelah ke rumah sakit, ayah mencari OB untuk mengangkat barang-barang.
Akhirnya ayah dan OB mengangkat barang yang sudah di bawa bunda.
"Berasa pindahan," gumam ayah sambil tersenyum.
Ayah pun sampai di kamar rawat Anaya, melihat Anaya yang tidur sambil memeluk Aris dan bunda yang tidur di atas sofa.
Ayah menyimpan barang-barang yang di bawanya tadi.
"Bun," ucap ayah sambil mengelus tangan nya pelan-pelan.
Bunda pun terbangun dari tidurnya dan melihat sang suami udah datang. Memberikan pakaian ganti untuk Aris.
Bunda berjalan menuju bed Anaya, dan membangunkan Aris.
"Ada apa bun?," tanya Aris sambil berbisik.
"Ini kamu ganti baju dulu, tadi ayah bawa buat kamu," ucap bunda sambil berbisik.
"Iya bun," ucap Aris sambil turun pelan-pelan, agar tak membangunkan Anaya.
Setelah ganti baju, Aris makan Nasi Rames yang tadi dibelikan oleh bunda.
Tanpa sadar, Anaya yang ingin memeluk Aris, tapi Aris nya tak ada di sampingnya dan Anaya pun langsung menangis.
"Kakak," ucap Anaya.
Aris yang sedang makan, langsung menghampiri Anaya.
"Kenapa dek," tanya Aris.
"Kaka jangan pergi," ucap Anaya.
"Kaka disini dek, kaka makan dulu ya," ucap Aris.
Anaya pun mengangguk, lalu bunda yang menghampiri Anaya dan ingin menawarkan roti.
"Anaya mau roti," ucap bunda
"Gak bun, Anaya mau ibu kesini," ucap Anaya.
Semua yang mendengar langsung terdiam dan ayah menghampiri Anaya.
"Sayang... kamu kangen ibu ya," ucap Ayah.
"Ibu ke mana yah, kok ibu gak datang jenguk Anaya," ucap Anaya.
"Sayang, adek lupa ya, kalau ibu sudah meninggal," ucap ayah pelan-pelan.
"Gak yah... ibu masih ada, ibu kan di Bali. Ayah telepon ibu, kabarin kalau Anaya sakit," ucap Anaya.
Ayah yang bingung, ayah langsung memeluk Anaya. Bunda dan Aris yang mendengarnya ikut menangis.
"Ya udah ayah mencoba menelepon bunda, ayah keluar dulu ya," ucap ayah.
"Bawa ibu kesini ya, Anaya kangen ibu," ucap Anaya.
"Iya sayang... Anaya sama bunda dulu ya," ucap ayah.
Ayah yang bingung, ayah menitipkan Anaya sama bunda. Ayah ingin mencari dokter Benny.
"Suster... Kalau dokter Benny ada?," tanya ayah.
"Ada pa di ruangannya, bapak langsung ke ruangannya saja," ucap suster.
Ayah pun berjalan menuju ruangan dokter Benny.
tok tok tok
"Iya silahkan masuk," ucap dokter Benny
"Selamat sore dok,"ucap Teguh.
"Selamat sore pa, gimana dan ada apa?," tanya dokter Benny.
"Gini dok, tadi itu Anaya tidur. setelah bangun dia mencari ibunya. Sedangkan ibunya 5 hari yg lalu meninggal. Saya sudah menjelaskan, kalau ibunya sudah meninggal. Tapi dia tetap saja tidak percaya dan lupa kalau ibunya meninggal," ucap Teguh.
"Gini pa... Sebenarnya itu salah satu gejala meningitis. Ini hasil M.R.I sudah ada, dan hasilnya Anaya positif terkena Meningitis. Besok tes EEG, jika hasilnya mengarah kesitu. Anaya positif Meningitis," ucap dokter Benny.
Teguh yang mendengar penjelasan dokter, Tiba-tiba langsung menangis dan dokter mencoba untuk menenangkannya.
"Kalau Anaya positif meningitis, saya harus bagaimana?, " tanya Teguh.
"Nanti kita berbincang lagi setelah semua hasil ada di tangan saya. Bapak yang kuat ya," ucap dokter Benny.
"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk anak saya," ucap Teguh.
"Kita berjuang bersama-sama ya pa. Nanti malam saya cek lagi keadaan Anaya, sebelum besok tes terakhir," ucap dokter Benny.
"Baik dok, saya pamit dulu," ucap Teguh.
Teguh pun sangat sedih dengan penjelasan dari sang dokter. ayah pun mengelap air matanya.
"Dek... ibu belum bisa pulang ke Bandung, karna ibu banyak kerjaan di Sana," ucap Ayah.
"Iya yah, tapi ayah bilangkan kalau Anaya sakit," ucap Anaya.
"Iya... Kata ibu Anaya harus nurut sama ayah, bunda, dan dokter. Biar adek cepat sembuh," ucap ayah berbohong.
Aris yang sedang diam, mengambil HP nya dan mengecek apa itu meningitis, dan Aris terkejut kalau meningitis itu bisa bikin hilang ingatan dan seperti apa gejala yang di alami pasien. Aris pun kaget dengan apa yang dibacanya.
Anaya pun mengangguk dengan penjelasan sang ayah, bunda yang disamping Anaya hanya bisa terdiam dan menahan nangis.
#RIPNadiaPermata
ga sabar nya🤗😆😆