NovelToon NovelToon
Level-Up Jadi Penguasa Dunia Monster!

Level-Up Jadi Penguasa Dunia Monster!

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Hari Kiamat / Perperangan / Action / Pemain Terhebat / Sistem
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra

"Saat langit robek dan dunia menjadi neraka, uang tak lagi berkuasa. Hanya satu angka yang berharga, yaitu.. Peringkatmu."

Hari itu dimulai dengan hawa panas yang luar biasa. Bumi Aksara, seorang pemuda 20 tahun yang bekerja sebagai kasir minimarket, hanya memikirkan bagaimana cara bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi.

Namun, dunia punya rencana lain. Sebuah retakan hitam membelah langit, membawa ribuan monster haus darah ke permukaan bumi.

Seketika, sebuah layar sistem muncul di depan mata setiap manusia. Dunia berubah menjadi permainan maut yang kejam. Manusia diklasifikasikan ke dalam 5 Tingkatan, dan Bumi mendapati dirinya berada di kasta terendah: Tingkat 5, Posisi 5 (Neophyte).

Dengan insting tajam yang diasah oleh kerasnya hidup di jalanan, ia mulai mendaki tangga kekuatan.
Dari seorang kasir yang dihina, Bumi berubah menjadi predator yang ditakuti. Ia akan melintasi medan perang yang kejam, demi mencapai satu tujuan mutlak... Menjadi Nomor Satu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebangkitan.

Termometer digital yang terpasang di atas pintu kaca otomatis minimarket "Maju Mart" menunjukkan angka 48,5 derajat Celcius. Angka itu berkedip-kedip merah, sudah tiga hari terakhir suhu panas di kota itu sangat tidak masuk akal.

Di dalam toko, AC sentral sudah menyerah sejak dua jam lalu, hanya menyisakan hembusan angin suam-suam kuku yang justru membuat kulit terasa lengket.

Bumi Aksara menyeka keringat yang menetes dari ujung hidungnya dengan punggung tangan berulang kali. Seragam kemeja poliesternya sudah basah kuyup, menempel erat di punggungnya yang kurus.

Pemuda berusia 20 tahun itu sudah berdiri di balik meja kasir selama sembilan jam tanpa henti.

"Kenapa harga air mineral naik lagi? Apa-apaan ini, lima belas ribu??!" Seorang pria paruh baya dengan setelan kemeja yang tampak mahal membanting botol air ke atas meja. Wajahnya merah padam, menahan panas dan juga marah.

"Ini pemerasan! Jangan main-main kau, aku kenal pemilik waralaba ini! Aku bisa membuatmu dipecat hari ini juga!" lanjut pria itu lagi.

Bumi menatap pria itu dengan mata datar yang lelah. Di balik sikap tenangnya, ada rasa lelah yang sudah sampai di puncak kepala. "Suhu ekstrem membuat pengiriman logistik terhenti, Pak. Stok air menipis. Ini harga otomatis dari sistem pusat. Kalau Bapak tidak mau beli, silakan taruh kembali." jawab Bumi santai

"Kamu... !" Pria itu mengangkat telunjuknya, hendak memaki Bumi, namun kalimatnya terputus oleh suara yang sangat menyeramkan, melengking hebat, menggema dari luar.

KRAKKKKKK!

Bumi tersentak. Suara itu bukan dari petir, dan bukan ledakan gas. Tapi mirip dengan suara sesuatu yang besar dan keras, retak dan pecah begitu saja. Bumi menoleh ke arah jendela besar di depan toko.

"A- apa itu?" gumamnya.

Di luar sana, aspal jalanan terlihat bergelombang karena uap panas yang membubung tinggi, namun pandangannya segera teralih ke arah langit.

Langit biru cerah yang tadinya menyilaukan tiba-tiba seperti kaca yang dipukul martil raksasa. Sebuah retakan panjang, berwarna merah darah yang kontras dengan latar hitam legam yang muncul di baliknya, membelah angkasa tepat di atas pusat kota.

Cahaya matahari seolah tersedot ke dalam lubang itu, menyisakan kegelapan yang turun secara instan namun tetap menyisakan panas yang Luar biasa hebat.

"Apa itu, hah apa yang terjadi..." pria yang ada di depan Bumi meracau tak jelas, dengan beringsut mundur.

Bumi melangkah keluar dari balik meja kasir, mendekati pintu kaca. Orang-orang di jalanan berhenti berlari. Banyak pengemudi mobil yang langsung keluar dari kendaraan mereka, semuanya menengadah ke atas dengan mulut ternganga.

Suasana menjadi hening namum mengerikan selama beberapa detik, sebelum sesuatu mulai berjatuhan dari retakan itu di atas mereka.

Awalnya seperti hujan meteor hitam, namun saat benda-benda itu menghantam tanah dengan dentuman keras, Bumi menyadari jika benda asing itu adalah makhluk asing yang bergerak pelan seperti bernafas.

Satu benda jatuh tepat di atas mobil sedan di depan minimarket, meremukkan atapnya hingga rata ke tanah.

Kekacauan langsung memenuhi jalanan. Orang berlarian ke sana kemari dengan histeris, "A- A APA ITU? MON- MONSTER?!!!"

Lalu dari balik debu, makhluk dengan kulit bersisik hitam legam, memiliki empat kaki dengan kuku tajam sepanjang belati, dan wajah tanpa mata dengan rahang yang dipenuhi ratusan gigi tajam seperti jarum, merangkak keluar.

Scavenger Beast!

"La- lari... Cepat!" pekik Bumi, yang wajahnya sudah pucat pasi.

Makhluk itu melompat dengan kecepatan yang tak masuk akal, merobek leher seorang wanita yang sedang memegang ponsel merekam kejadian itu.

Sratttt!

Darah menyemprot ke kaca mobil!

Tiba-tiba, sebuah cahaya biru neon meledak tepat di depan pupil mata Bumi. Ia mengerjap, mengira sedang berhalusinasi, namun cahaya itu tetap di sana, membentuk sebuah layar transparan yang hanya bisa dilihat olehnya.

[ Inisialisasi Sistem Kedaulatan: Selamat Datang di Era Seleksi Alam. ]

[ Data Individu Terdeteksi.

Nama: Bumi Aksara.

Umur: 20 Tahun.

Peringkat: Tingkat 5 (Civilian) - Posisi 5 (Neophyte) ]

[Statistik Dasar:

* Fisik: 1/10 (Sangat Lemah)

* Agilitas: 2/10 (Cukup)

* Kemampuan Unik: Analisis Barang - Tingkat Awal]

(Deskripsi: Anda dapat melihat struktur, kegunaan tersembunyi, dan titik lemah dari benda mati di sekitar Anda.)

"Apa-apaan ini?" Bumi bergumam. Ia melihat ke arah pria pembelinya tadi. Pria itu juga sedang menatap udara kosong dengan wajah pucat.

Ternyata semua orang mendapatkan layar ini.

Tiba-tiba, sebuah pengumuman merah berkedip di layar milik Bumi...

[PEMBERITAHUAN: Hanya yang menduduki Peringkat Nomor 1 yang dapat mengubah takdir. Di dunia baru, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang berlaku! ]

Hanya butuh beberapa detik, layar itu langsung menghilang. Lalu tanpa sengaja Bumi melihat pemandangan yang menyayat hati...

Gedung apartemen mewah "Ivory Heights" yang berdiri megah di pusat kota mulai memancarkan kubah cahaya biru yang sangat terang.

Iron Cage!

Sistem pertahanan mereka aktif. Para elit, pemilik modal, dan pejabat , kini aman di dalam sana, sementara warga sipil di jalanan mulai dibantai satu per satu oleh monster-monster itu.

"Mereka benar-benar keterlaluan, melimpahkan kekacauan ini ke warga sipil biasa. Sementara mereka hanya duduk dengan secangkir kopi menonton dari dalam!" Bumi mengepakkan tangan nya.

Tiba-tiba... Pintu kaca minimarket berdenting. Salah satu Monster, Scavenger Beast, telah mencium aroma keringat manusia di dalam toko.

Monster itu merangkak masuk dengan gerakan patah-patah yang mengerikan, air liur hijaunya menetes ke lantai keramik putih yang bersih. Membuat udara di dalam toko berubah amis.

Bumi seketika membeku. Jantungnya berdegup begitu kencang.

'Apa tadi, Fisikku hanya 1? jadi aku termasuk golongan yang terlemah. Sial! Jika aku hanya diam saja, aku akan mati mengenaskan di sini, ' racaunya dalam hati.

Tiba-tiba, matanya menangkap sesuatu. Karena skill [Analisis Barang], beberapa benda di rak minimarket mulai bersinar dengan warna yang berbeda.

* Botol Pembersih Lantai (Konsentrasi Amonia Tinggi):

Bersinar Merah (Bahaya/Potensi Ledakan).

* Korek Api Gas (Isi Penuh): Bersinar Kuning (Pemicu).

* Tabung Pemadam kebakaran (Tekanan Tinggi):

Bersinar Hijau (Titik Hantam).

Bumi melihat sebuah garis imajiner di kepalanya, sebuah kalkulasi murni. Ia tidak punya pedang, atau senjata apapun. Tapi setidaknya sistem yang ia miliki bisa sedikit membantu.

Makhluk itu melompat ke aarah seorang pria dengan ganas. Dengan cepat Bumi berteriak,

"Woi, monster jelek!" teriaknya sekuat tenaga sambil menghantamkan botol kaca saus sambal ke lantai untuk menarik perhatian monster itu.

Dan benar saja, monster itu berhenti merangkak, langsung melompat dan mendarat tepat diatas meja kasir. Suara raungannya membuat bulu kuduk Bumi berdiri dengan berkeringat dingin.

"Kemarin kau monster menjijikan!"

Bumi menarik nafas panjang, tangannya meraba rak di bawah meja, menggenggam sebuah botol pembersih lantai yang paling keras dan sebuah korek api gas.

Matanya menatap tepat ke arah leher makhluk itu, di mana skill analisisnya menunjukkan sebuah titik berdenyut kecil berwarna putih ada di sana, sebuah titik lemah.

Bumi menyeringai tipis, "Selamat datang di tokoku," bisiknya pelan. "Maaf, hari ini kami tidak menerima pengembalian barang... terutama nyawa."

Monster itu langsung melompat tinggi ke arah Bumi dengan mulut yang terbuka lebar.

NGRAAAAUNGGG....!!

****

1
I'm Nao
bentar ini aku baru sadar apakah kalangan atas dan sejenisnya sebenarnya sudah tahu dari awal tentang peristiwa tersebut?
I'm Nao
hmmmmmm jadi apakah kemampuan mc seperti appraisal atau sejenisnya? yang bisa mengetahui susunan komponen suatu benda mati/barang begitu? kalau salah atau kurang pas tolong beritahu
Baba Aga
akhirnya setelah sekian lama, update lagi
Kholi Nudin
lanjut terooossssss
Kholi Nudin
cerita nya ringan tapi berbobot 💪
Baba Aga
sehari jangan cuma 2 bab dong thor. Tanggung bgt😄
Wisma Rizqi
ada beberapa kata yang typo ya thor?untung ceritanya bagus😄
Wisma Rizqi
Bagus nich kalau mereka nantinya jadi team💪
Wisma Rizqi
serasa main game baca nove ini
Wisma Rizqi
Bagus. Alur jelas, sat set!
Sri Yanti
Bagus! Bumi Aksara. Gagahh bet 😍
Kholi Nudin
buseeeettt tiap bab naik level
Kholi Nudin
sebenarnya bagus, tapi masih ada beberapa kata yang typo. Enggak banyak sih. cm ya kudu mandeg mikir dulu
Kholi Nudin
ini typo ya? sedang mengujiku mungkin maksudnya bukan sebuah🤣
Kholi Nudin
ada zombi kah ?? monster apa zombi ini?
Kholi Nudin
Bumi manusia lemah tapi udah bisa langsung menguasai sistem. hebat bgt gak tuh🤭
Baba Aga
jadi anjing pemerintah 😄 realita yang sudah ada ini sebenarnya.... tanggung banget tiap hari cuma 2 bab. 4 bab minimal lah baca tanggung banget nggantung
LC Ira
dari tadi aku bacanya crepesss 🤭
LC Ira
Baskoro udah sombong kalah lagi 🤣🤣🤣
LC Ira
Bagus. masalah tiap bab jelas loh, bukan yang kaya konflik loncat-loncat enggak jelas. Cuma susah ngapalin level tiap sistem.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!