NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Identitas Tersembunyi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima Setan Gembel Gunung Asem 2

Brastawa langsung melemparkan pisau yang menjadi senjata andalannya ke arah sang prajurit yang berteriak-teriak itu.

Shhrrriiiiiiinnnggg...

Jllleeeeepppppp Aaaauuuuuuggggghhhhh!!!

Lemparan pisau Brastawa langsung menembus batang leher si prajurit yang menyebabkannya roboh tersungkur dengan tenggorokan memancarkan darah segar.

Usai Brastawa berhasil menghabisi nyawa prajurit itu, Dangiran langsung memimpin keempat rekan nya memasuki bagian utama istana Kadipaten Bhagawanta. Beberapa orang prajurit penjaga dengan cekatan bergerak mengepung mereka dan pertarungan antara mereka pun segera terjadi.

Keributan di depan puri kedaton tempat tinggal Adipati Dyah Saladu, membuat sang penguasa wilayah bawahan kerajaan Medang ini keluar dari dalam ruang peristirahatan nya. Melihat para prajurit sedang bertarung sengit melawan para penyusup berpakaian gembel ini, dia langsung berlari masuk ke dalam, mengambil keris pusaka nya dan kembali ke depan puri kedaton dimana pertarungan sedang berlangsung sengit.

Thhrraaaaaaangggg thhrraaaaaaangggg..

Dhhaaaaasssss dhhaaaaasssss!!!

Dua prajurit penjaga istana kembali roboh usai tendangan keras Dangiran menghajar tubuh mereka. Usai menjatuhkan mereka, Dangiran langsung melesat cepat ke arah Adipati Dyah Saladu seraya mengayunkan tongkat nya.

Whhuuuuuuuugggggg!!!

Adipati Dyah Saladu langsung mundur selangkah sambil mengayunkan keris pusaka nya, menangkis ayunan tongkat sang pimpinan Lima Setan Gembel Gunung Asem itu.

Thhrraaaaaaangggg...!!!

Melihat serangannya berhasil dimentahkan, Dangiran langsung menghantamkan tapak tangan kiri nya ke arah Adipati Dyah Saladu. Sang pimpinan Kadipaten Bhagawanta itupun menyambutnya dengan serangan serupa.

Bhhaaaaaagggg...

Bllaaaaaaaaarrrrrrrrrr!!!!

Keduanya tersurut mundur beberapa tombak kesehatan belakang setelah mengadu tapak tangan kiri. Adipati Dyah Saladu segera mengibaskan tangannya yang terasa ngilu sedangkan Dangiran lebih menahannya dengan mengepal erat.

"Tak ku sangka ternyata penguasa bajingan seperti mu punya kemampuan juga, Dyah Saladu!!

Tapi jangan senang dulu, hari ini aku pasti mengambil nyawa mu untuk perbuatan licik mu!! ", geram Dangiran penuh amarah. Bara api dendam yang ia simpan selama bertahun-tahun lamanya hari ini akan ia lepas seluruhnya.

" Tunggu kisanak!!

Ada dendam apa antara kau dan aku? Aku sama sekali tidak mengenal mu, bagaimana mungkin ada dendam diantara kita? ", tanya Dyah Saladu segera.

" Kau merebut calon istri ku Parwati dengan mengandalkan kau sebagai bangsawan. Kau bajingan tak tahu malu!!! ", gembor Dangiran penuh murka.

" Parwati??!

Ayah Parwati, Mpu Rukma, menjodohkan nya dengan ku. Aku tak memaksanya untuk mau. Sudah puluhan tahun berlalu pergi, tapi untuk seorang perempuan kenapa kau berani mengganggu ketenangan istana ku ini? Kau sudah bosan hidup?! ", kali ini nada suara Adipati Dyah Saladu mulai meninggi.

" Ahhhh aku tidak peduli!!

Sekalipun sudah setengah abad dan kau masih hidup, aku Dangiran tetap akan membalas dendam pada mu, Adipati Laknat! Bersiaplah menemui karma perbuatan bejat mu..!! "

Usai menggembor buas demikian, Dangiran melesat cepat ke arah Adipati Dyah Saladu sembari mengayunkan tongkat besi nya. Dyah Saladu yang merupakan seorang ksatria, dengan cepat menangkis sabetan tongkat musuh dengan kerisnya.

Thhrraaaaaaannnngggg thhrraaaaaaannnngggg!!

Mereka bertarung dengan segenap kekuatan yang mereka miliki. Sekitar tempat pertarungan antara Dyah Saladu dan Dangiran pun porak-poranda karena keduanya mengerahkan ilmu kanuragan tingkat tinggi.

Bllaaaaaaaarrrr bllaaaaaaaarrrr!!!

Dua ledakan keras beruntun terdengar usai dua serangan maut Dangiran di papak dengan dua cahaya kuning kemerahan yang dilepaskan oleh Dyah Saladu.

Di tengah-tengah pertarungan itu, para prajurit Istana Kadipaten Bhagawanta datang menyerbu. Meskipun Lima Setan Gembel Gunung Asem ini berilmu tinggi, tetapi banyaknya jumlah prajurit yang datang membuat mereka mulai kelelahan.

"Kakang Dangiran! Jumlah prajurit ini terlalu banyak, kita tak kan mampu membunuh mereka semua!!! ", teriak Randu sambil terengah-engah mengatur nafas.

Dangiran yang baru saja mendarat ke halaman puri kedaton usai mengadu ilmu kesaktiannya dengan Dyah Saladu, melirik ke sekeliling.

Tak kurang 300 orang prajurit istana sedang mengepung tempat itu. Meski beberapa puluh orang prajurit sudah tewas dibunuh oleh keempat rekan nya, tetapi jumlah prajurit ini terlalu banyak. Sekalipun mungkin bisa membunuh mereka, tetapi mereka pasti akan kelelahan dan ini jelas berbahaya bagi keselamatan mereka sendiri. Melihat situasi yang kurang menguntungkan bagi kelompoknya, Dangiran tahu apa yang harus dia lakukan.

Tangan kiri Dangiran memegang pangkal pergelangan tangan kanan nya. Dia memusatkan seluruh tenaga dalamnya pada tangan kanan sambil komat kamit merapal mantra.

Cahaya merah gelap berpendar di tangan kanan Dangiran disertai aroma amis darah yang sanggup membuat perut siapapun yang menciumnya akan mual seketika. Inilah Ajian Tapak Darah, ilmu kanuragan andalan Dangiran yang didapatkan dari Pengemis Tapak Darah, salah satu tokoh sakti yang dianggap sesat oleh sebagian besar pendekar Tanah Jawa kala itu.

Dyah Saladu yang pernah mendengar tentang Ajian Tapak Darah, mundur beberapa langkah ke belakang. Dia bersiap untuk menghadapi Dangiran dengan segenap kekuatan bela diri nya. Dia pun memusatkan seluruh tenaga dalamnya pada keris pusaka di tangan hingga benda pusaka ini memancarkan pamor biru.

Setelah ilmu kanuragan nya sempurna, Dangiran langsung melesat ke arah Adipati Dyah Saladu sambil menghantamkan tapak tangan nya yang dilambari Ajian Tapak Darah.

Chhiiiiiyyyyyyaaaaaaaattttttt!!!

Saat genting itu, sesosok bayangan melesat cepat sambil memapak pergerakan Dangiran. Tapak tangan nya memancarkan cahaya hijau kemerah-merahan.

Dan....

BLLAAAAAAMMMMMMMMM!!!

Ledakan dahsyat mengguncang puri kedaton Istana Kadipaten Bhagawanta, menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke segala arah. Baik Dangiran maupun sosok misterius yang tiba-tiba muncul itu sama-sama terpental ke belakang.

Buru-buru Adipati Dyah Saladu mendekati sosok yang membantunya dan baru menyadari siapa orang itu sebenarnya.

"Kakang Senopati Wanaraja?!!!", ucap Adipati Dyah Saladu setengah tak percaya dengan apa yang ia lihat.

" Uhh uhh Gusti Adipati baik-baik saja?", sosok yang tak lain adalah Senopati Wanaraja itu malah balik bertanya.

"Aku baik-baik saja. Bagaimana caranya Kakang Senopati bisa kemari? ", lanjut Adipati Dyah Saladu segera.

" Nanti saja ceritanya. Sekarang kita habisi dulu para penyusup ini", jawab Senopati Wanaraja sambil menunjuk ke arah Dangiran yang juga sedang terengah-engah mengatur nafas.

Dangiran yang tahu bahwa kini ia dan kelompoknya berada pada posisi terjepit, langsung merogoh balik baju nya. Segera ia melemparkan dua bola kecil berwarna kuning ke arah Senopati Wanaraja dan Adipati Dyah Saladu.

Whhuuuuttt whhuuuuttt!!

Senopati Wanaraja dengan cepat mengibaskan tangannya ke arah dua bola kuning itu. Angin kencang tenaga dalam menderu dan menghantam dua bola itu yang menyebabkan dua bola kuning itu meledak dan menciptakan asap kuning berbau harum.

Tahu bahwa asap kuning ini beracun, Senopati Wanaraja pun segera memperingatkan para prajurit penjaga istana untuk menjauh.

"Menjauhlah!! Asap ini beracun...!!!

Para prajurit pun dengan patuh menjauh hingga akhirnya asap kuning itu mereda. Tetapi saat itu terjadi, Lima Setan Gembel Gunung Asem sudah tidak ada di tempat. Rupa-rupanya mereka menggunakan asap kuning beracun itu untuk melarikan diri.

Kelompok Lima Setan Gembel Gunung Asem terus bergerak meninggalkan Istana Kadipaten Bhagawanta. Tapi saat hendak melewati kediaman Senopati Wanaraja, tiba-tiba..

Shhrraaaaaakkk shhrraaaaaakkk!!!

Sepuluh larik cahaya tipis berwarna merah kekunigan merangsek ke arah pergerakan mereka. Jelas tujuan cahaya merah kekuningan ini adalah untuk menghentikan pergerakan mereka berlima.

Brastawa yang pertama kali menyadari adanya serangan maut inipun langsung mencekal tangan Randu dan memutar tubuhnya sambil memperingatkan rekan nya yang lain.

"Awas serangan bokongan!! "

Anggota Lima Setan Gembel Gunung Asem lainnya serentak melompat menghindari serangan yang datang dari samping kiri. Meskipun cahaya bulan temaram di langit dan membuat pandangan mata tak jelas tapi mereka masih bisa melihat sesosok bayangan mendarat dengan anggun di tempat serangan berasal.

Kontan saja Dangiran yang geram dengan ulah bayangan hitam itu langsung menghardik geram,

"Bajingan!! Siapa kau sebenarnya....?!! "

1
Windy Veriyanti
si Kundu punya sembilan nyawa 😀
Idrus Salam
Kebaikan akan mendatangkan kebajikan dan ketulusan hati adalah kunci yang tak mudah ditundukkan.

lam
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Blondo wong jowo iki 🤭 klo Belanda negara di Eropa 😄
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!