NovelToon NovelToon
Si Genius, Aqeel

Si Genius, Aqeel

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Tamat
Popularitas:827.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puji170

Di saat Arumi mengalami kesulitan karena ibunya sakit keras, Rina - sang ibu tiri menawarinya uang dalam jumlah besar. Dengan syarat, Arumi harus bersedia tidur dengan calon suami kakak kembarnya.

Tujuh tahun berlalu, seorang anak lelaki berusia enam tahun hadir. Aqeel Elvano, bocah dengan kecerdasan yang luar biasa di bidang kesehatan.

Bagaimanakah nasib Arumi? Dan siapakah Aqeel Elvano? Hanya bisa kamu temukan jawabannya ketika membaca kisah dasyat ini. Happy reading....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman ibu tiri

Arumi berjalan tertatih-tatih menelusuri koridor apartemennya. Ia masih memikirkan langkah apa yang harus ia ambil, semua nampak memberatkan dirinya dan masa depan Aqeel.

Mengingat nama Aqeel perasaan Arumi menjadi gusar, seperti ada yang terjadi pada buah hatinya tersebut. Ia kemudian berlari agar segera sampai pada unit apartemen nya.

Pintu apartemen terbuka lebar, Arumi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Namun, tidak ada siapapun. Ia pun segera mengambil ponselnya yang sudah ia servis hingga bisa digunakan lagi.

Dicarinya nama Lulu dalam kontak itu. Setelah ketemu ia langsung mengdealnya. Tak lama panggilan itu mendapatkan jawaban dari seberang.

"Lu, kau dimana?" tanya Arumi tanpa memberikan salam. Matahari hampir tenggelam dan mereka tak kunjung pulang. Ia masih ingat saat tadi mereka pamit untuk pergi ke perpustakaan.

"Aku di rumah sakit, Rum."

"Siapa yang sakit kau atau Aqeel? Aku memiliki firasat buruk."

"Bukan, Rum. Orang yang sakit itu saudara dekat ku. Maaf aku belum bisa cerita. Astaga Rum. Aku lupa kalau Aqeel ada di perpustakaan mall X. Maaf aku bener-benar lupa."

"Kau meninggalkan dia?" Seru Arumi sedikit berteriak.

"Aku minta maaf, Rum. Aku benar-benar lupa."

Arumi memijat pelipisnya, rasa pening tiba-tiba hinggap di kepalanya. "Ya sudah, aku cari dia dulu. Kau selesaikan masalah mu terlebih dahulu." Putus Arumi tak tega untuk memarahi Lulu.

"Maaf, Rum," sedal Lulu sekali lagi. Tadi ia merasa panik sekali, dalam benaknya hanya teringat ibunya hingga melupakan Aqeel.

"Tidak apa-apa. Aku Matikan dulu sambungan teleponnya."

Setelah mematikan telepon Arumi berjalan tergesa-gesa, untuk segera menemukan Aqeel. Meskipun Aqeel anak genius tetap saja Arumi khawatir karena ini Jakarta bukan Jogja. Banyak jenis-jenis manusia di kota ini dari yang baik sampai yang jahat.

Tangan Arumi memutar konop pintu dan membukanya. Netranya membulat langsung saat melihat wanita yang ia benci seumur hidupnya kini berada dihadapannya.

"Mamah Rina." Gumam Arumi tanpa sadar.

Rina memandang jijik pada Arumi, matanya menilik dari ujung rambut hingga ujung kaki Arumi.

"Kau sama sekali tidak berubah. Bukankah sejak dulu sudah ku peringatkan agar kau tak datang lagi ke sini dan harus menghilang? Kenapa kau kembali?" Cerca Rina tak bisa memendang emosinya.

"Aku disini hanya beberapa waktu saja karena urusan pekerjaan, dan maaf aku harus segera pergi untuk mencari seseorang," ucap Arumi mengusir Rina secara halus. Dirinya sedang terdesak, ia tak memiliki waktu untuk melayani ocehan Rina. Ia pun tidak sedang mengelak, dirinya harus segera mencari Aqeel.

"Kau mencari anak itu?"

"Apa kau melakukan sesuatu padanya?" tanya Arumi balik tanpa menjawab ucapan Rina. Perasaannya semakin tidak enak.

"Sepertinya kau belum tahu. Anakmu sedang di rumah sakit dan keadaannya begitu mengkhawatirkan." Rina memberitahukan informasi tentang Aqeel tanpa Arumi minta.

"Kau jangan bercanda, dan jangan sentuh anak itu. Aku akan segera pergi dari kota ini," jelas Arumi serius.

"Semua terlambat Arumi. Kau sudah melangkah jauh dan kau harus kehilangan apa yang akan menjadi hakmu."

"Apa maksudmu?"

"Kau ingat perjanjian yang sudah kau tanda tangani dulu? Disana tertera jika kau berada di Jakarta, kau harus tunduk dengan perintah ku!"

Arumi membulat kan matanya, sudah tujuh tahun lamanya hanya karena uang 500 juta kini ia harus kembali tunduk dengan ibu tirinya.

"Apa yang kau ingin kan?"

Senyum lebar Rina tunjukan setelah mendengar ucapan Arumi.

"Aku mau kau pergi dari sini. Dan bairkan Alena yang berpura-pura menjadi ibunya," ungkap Rina membuat Arumi seketika membulatkan matanya.

Arumi menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali. Perintah Rina sangat diluar batas. Dirinya seorang ibu, bagaimana mungkin Rina tega memisahkan darah dagingnya sendiri?

"Tidak. Aku tidak mau," tolak Arumi tanpa berpikir panjang. Ia bisa saja tunduk dengan perintah Rina, tetapi tidak dengan penwaran yang satu ini.

"Jika kau tidak mau maka jangan salahkan aku bila kau tak bisa lagi bertemu dengannya," ancam Rina dengan sorot mata serius. Ia sudah berbaik hati untuk tetap membiarkan mereka hidup. Bila mereka menolak, maka ia terpaksa harus menghapus nama mereka dari muka bumi ini.

"Dasar wanita iblis. Belum puaskan kau membuatku menderita?" Cecar Arumi dengan mata berkaca-kaca. Ia hanya ingin hidup tenang, tetapi mengapa selalu menyusahkannya. Padahal, bila diingat-ingat, Arumi belum pernah membuat mereka menderita.

"Terserah apa katamu. Pilihanmu hanya dua, menyerahkan Aqeel, atau kau akan melihat mayatnya esok hari."

Tubuh Arumi mendadak limbung. Hati kecilnya menolak keras permintaan Rina. Namun, ia hanyalah orang biasa yang tak memiliki kuasa apa-apa.

"Kenapa kau tega sekali padaku? Aku hanya sedang mengurus pekerjaan di sini. Aku tak akan mengganggu hidupmu dan hidup Alena," lirih Arumi mencoba meluluhkan hati Rina. Tak pernah terbesit sekalipun dalam hatinya untuk mencampuri urusan keluarga ayahnya. Bahkan, setelah kekejaman yang mereka lakukan Arumi sudah memaafkannya sejak lama.

"Aku tidak peduli. Kau itu pembawa sial. Jadi aku harus bertindak lebih cepat sebelum kau menabur kesialanmu di sini," tutur Rina tak mau berkompromi dengan Arumi.

Kedua tangan Arumi terkepal. Ingin sekali rasanya ia meninju mulut tajam Rina. Namun, keselamatan Aqeel menjadi taruhannya. Ia tak bisa berkutik membalas ucapan Rina.

"Jadi, apa keputusanmu?" Desak Rina tak mau berlama-lama di apartemen Arumi.

Arumi tampak berat untuk memberikan jawaban. Kedua pilihannya sangat berat baginya.

"Aku ..." suara Arumi tercekat. Buliran bening lolos dari kedua sudut matanya. Mendadak ia bersimpuh di kaki Rina.

"Aku mohon, kembalikan putraku. Aku janji akan segera pergi dari sini." Arumi menunduk dalam. Ia menyesel karena dulu masih bertahan di Jakarta harusnya ia pergi dari sana. Bila saja ia tegas waktu itu, Rina dan Alena tak akan menemukan dirinya.

1
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Erlinda
receh banget cerita nya si arumi juga terkesan wanita murahan masa dgn mudah nya tidur di apartement org dan melupakan anak nya ternyata si arumi seorang ibu yg bertanggung jawab
Erlinda
David seorang dokter genius tapi perilaku dan kata kata kasarnya pada wanita tidak mencerminkan dia org terhormat dan tidak berpendidikan..
Rani Saraswaty
flashback ato flace?
Moertini
sedihnya ceritanya tidak lanjut bikin penasaran sekali Author ada seasons ke dua kan baru asyiiiik ceritanya sampai nahan nafas lhooo Author harus bantuin hati ini yang kecewa dilanjutin Author semangat ditunggu🙏👍💪
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: sabar ya kak, ini autornya sampai lupa alur, waktu dulu tamat ngegantung karena ngurus anak baru lahir..
total 1 replies
Linsi bleskadit
loh kok udah hbis? tdk dinikahi juha🤣
Linsi bleskadit
saya kasihan arumi, seharusnya dia dgn pria yg lbih baik
Linsi bleskadit
takut Alena yg krim pesan
Linsi bleskadit
arumi carikan jodoh lain aj, yg lebih syng dia
Linsi bleskadit
kalau tdk suka arumi, tdk usah lagi kau cari2 semoga jodoh arumi orng lain
Linsi bleskadit
LULU😍😍😍 ah aku padamu sayang, makasih sdh jelaskan semua
Linsi bleskadit
emosi skli David, dia tdk sadar yg baik itu siapa
Linsi bleskadit
biarkan Alena kmbli ke suaminya saja, arumi kamu cari pria lain saja ya syng
Linsi bleskadit
emosi knp semuanya bdoh ya
Linsi bleskadit
arumi benar@ benar bodoh
Linsi bleskadit
arumi sangat bodoh ya, emosi skli bacanya
Nadira ST
memang semua laki2 itu lupa pernah norehkan rasa sakit,seenaknya mau ngajak bersatu preeettt
echa purin
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!