NovelToon NovelToon
Tumbal Di Akar Randu

Tumbal Di Akar Randu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang wanita bernama Nirmala harus kembali ke desa terpencil tempat kakeknya tinggal setelah menerima surat misterius. Di desa itu, ada mitos tentang "Wewe Putih", sosok yang konon mencuri anak-anak, namun hanya anak yang "dilupakan" oleh keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

​Udara di dalam ruang tengah rumah kolonial itu mendadak menjadi sepekat jelaga. Suhu turun drastis, hingga setiap embusan napas Arka dan Nirmala membentuk kabut putih yang dingin. Di depan mereka, sosok "Pengasuh" itu berdiri menjulang, sebuah massa hitam legam tanpa wajah yang auranya berbau busuk seperti daging yang membusuk di dalam air.

​Satria putra Bu Ratmi, mengerang kesakitan di pojok ruangan. Tubuhnya melengkung kaku, sementara ketiga arwah anak kecil yang melilitnya menangis histeris. Namun, tangis mereka bukan lagi suara sedih, melainkan jeritan frekuensi tinggi yang menyiksa saraf siapa pun yang mendengarnya.

​"Nir, jangan dengarkan suaranya! Itu hanya tipuan!" seru Arka. Ia pasang badan, matanya berkilat tajam menembus kabut hitam. "Makhluk ini bukan penjaga, dia parasit! Dia memakan rasa takut anak-anak itu agar dia tetap bisa bertahan di dunia ini!"

​Nirmala mencoba berdiri tegak meski kakinya terasa seperti terpatri di lantai beton. Lewat kepekaan batinnya, ia merasakan getaran hebat dari bawah lantai yang ia pijak. Di sanalah, di dalam sumur yang telah ditutup paksa puluhan tahun lalu, rasa bersalah dan kesedihan yang tak tuntas telah bermutasi menjadi sosok Pengasuh yang mengerikan ini.

​Sosok Pengasuh itu menggeram, suaranya seperti gesekan batu nisan. Ia meluncur cepat ke arah mereka, tangan bayangannya yang panjang dan berkuku tajam terangkat untuk mencabik.

​"Sekarang Nir! Di ulu hatinya, ada inti yang berwarna merah redup! Serang di sana!" teriak Arka sambil menarik Nirmala ke samping, menghindar dari sabetan bayangan tersebut yang sempat menghancurkan sebuah guci antik di belakang mereka.

​Nirmala memejamkan mata. Ia tidak menggunakan kemarahan. Ia tahu, melawan kegelapan dengan kemarahan hanya akan memberi makan makhluk itu. Ia memanggil memori paling hangat di hatinya, momen saat Arka melamarnya, momen saat Ibu Lastri memeluknya. Ia mengumpulkan cahaya putih itu di telapak tangannya.

​"Arka, pegang pundakku! Aku butuh jangkar!" bisik Nirmala.

​Arka segera meletakkan kedua tangannya di bahu Nirmala. Ia memejamkan mata, menyalurkan seluruh ketenangan dan perlindungannya. Di mata Arka, cahaya Nirmala bukan lagi sekadar binar, melainkan pusaran putih jernih yang mulai mendorong mundur kegelapan di ruangan itu.

​Nirmala tidak merapal mantra pengusir setan. Alih-alih berteriak, ia mulai bernyanyi. Suaranya rendah, lembut, dan penuh getaran kasih sayang. Ia menyanyikan lagu nina bobo kuno yang samar-samar ia dengar dari memori sisa-sisa arwah anak-anak itu, sebuah lagu tentang bulan dan kepulangan.

​"Lulurur... anakku sayang... turu mumpung durung padhang..."

​Setiap bait yang keluar dari bibir Nirmala terasa seperti air jernih yang menyiram api. Sosok Pengasuh itu melolong kesakitan. Cahaya putih dari tangan Nirmala mulai merayap ke arah ketiga anak kecil yang ketakutan itu. Begitu cahaya itu menyentuh mereka, rantai-rantai hitam yang mengikat leher mereka pada si Pengasuh mulai retak dan hancur menjadi debu kelabu.

​"Dia melemah Nir! Terus!" Arka bisa melihat inti merah di dada makhluk itu mulai retak.

​"Kalian tidak perlu takut lagi." ucap Nirmala di sela nyanyiannya, matanya menatap ke arah arwah anak-anak itu dengan penuh belas kasih. "Ibumu tidak meninggalkanmu, ia hanya belum sempat kembali. Dan sekarang, aku akan mengantarmu ke tempat yang lebih hangat."

​Ledakan cahaya putih murni terjadi saat Nirmala melepaskan seluruh energinya. Cahaya itu membasuh lantai beton, menembus hingga ke dasar sumur tua yang tersembunyi. Sosok Pengasuh itu meledak dalam sunyi, hancur berkeping-keping menjadi uap hitam yang langsung lenyap tertiup angin gaib yang tiba-tiba berembus kencang.

​Seketika, jendela-jendela kayu yang tadi terkunci rapat terbuka dengan suara dentuman keras. Sinar matahari sore yang oranye masuk ke dalam ruangan, memecah sisa-sisa kegelapan. Satria jatuh terkulai, namun kali ini napasnya teratur dan tenang. Ia tertidur lelap, tidak lagi mencakar dinding.

​Di tengah ruangan, ketiga sosok anak kecil itu muncul kembali. Wujud mereka tidak lagi hitam atau menyeramkan. Mereka adalah anak-anak manis dengan pakaian yang rapi, meski gaya pakaiannya kuno. Mereka menatap Nirmala dan Arka, lalu membungkuk hormat dengan senyum yang sangat damai.

​"Terima kasih..." bisik salah satu dari mereka, suaranya terdengar seperti gemerisik daun ditiup angin.

​Perlahan, tubuh mereka memudar, berubah menjadi bintik-bintik cahaya yang terbang ke atas dan menghilang menembus atap rumah. Kesedihan yang telah membatu selama puluhan tahun di rumah itu akhirnya mencair.

​Nirmala ambruk ke dalam pelukan Arka. Ia menangis sesenggukan, merasakan beban emosional yang baru saja ia lepaskan. Menyembuhkan bukan hanya soal membuang setan, tapi soal mendamaikan rasa sakit yang tertinggal.

​Bu Ratmi berlari masuk ke dalam ruangan, langsung memeluk anaknya yang sudah pulih. Suasana penuh haru itu memberikan rasa lega yang luar biasa. Namun, saat Arka berdiri di dekat jendela, matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa di kejauhan.

​Ia melihat sisa-sisa uap hitam dari si Pengasuh tadi tidak benar-benar hilang ke udara, melainkan ditarik oleh sebuah benang energi tipis berwarna merah darah yang menjulur ke arah utara.

​"Nir, lihat..." bisik Arka, membimbing Nirmala untuk melihat lewat sudut pandangnya.

​Nirmala menyentuh kening Arka, berbagi penglihatan. Ia tersentak. Benang merah itu memancarkan aura yang sangat ia kenal aura yang licik, dingin, dan penuh ambisi.

​"Saraswati" gumam Nirmala. "Makhluk tadi... dia bukan muncul secara alami. Dia 'diberi makan' dan dijaga agar tetap ada di sini sebagai salah satu titik pengumpul energi."

​Arka mengepalkan tangannya. "Ternyata dia menggunakan rumah-rumah tua dengan sejarah kelam di Jogja sebagai baterai untuk kekuatannya. Dia sengaja membiarkan arwah-arwah ini menderita agar energinya bisa ia serap."

​Perjalanan mereka sebagai penyembuh baru saja dimulai, namun kini mereka tahu bahwa setiap kasus yang mereka tangani adalah satu langkah lebih dekat untuk menghancurkan rencana besar Saraswati. Mereka bukan lagi sekadar membantu tetangga, mereka sedang berada di tengah-tengah perang energi yang akan menentukan nasib banyak orang.

​"Kita harus temukan titik lainnya Arka." ucap Nirmala dengan sorot mata yang kini penuh keberanian. "Sebelum dia menyakiti lebih banyak anak-anak."

Arka dan Nirmala yang berdiri di halaman rumah tua itu, menatap matahari yang terbenam. Kasus pertama mereka selesai dengan kemenangan.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo tangkap tikus kantornya, kita hajar ramai²
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku ngiri sama mereka/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo semangat dan jangan sampai kalian kenapa-napa/Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Terkutuk kau Saras, menganggu malam pertama orang lain🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
cielahhhh udahhh "istrikuuuuu" banget... selamat Arka Nirmala
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othornya tega amat sih, masa pengantin baru disuruh War🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Tetep aja lho/Right Bah!/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Itu si Saras gada kerjaan banget sih/Curse/ masa orang lagi MP dia ngintip/Hammer/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh teganya kalian, kok aku gak diundang/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nir, bisa gak kamu datang ketempatku. Aku mau sembuh dari luka lama yg sampai saat ini, tidak menemukan penutupnya/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Lanjutlah, lebih seru aksi kalian melawan Saraswati😁
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kasus baru, aku suka ini..
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Akhirnya tantangan lagi
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Terhura aku🤧 ini baru benar lamaran, gak kek yg onoh🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: hiakkkk ini juga sama aja😭 masih di ingat ingat🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ah akhirnyaaa, lamaran yang romantis. Tapi momen lamaran ini jadi ingat cowok raksasa yang ngelamar bermodal kuali dan sawi itu🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nanti ku buatkan karya karya shura yg lain aja yaa/Facepalm//Facepalm/ nanti up karya baru aku/Slight//Slight/
total 9 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ughhh terhuraaaa🥺🥺
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
deg deg serrrrrrr🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
angel angel Nirmala wes kacau pikirane kok🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wet randu, yang menghasilkan kapok buat kasur kan🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
siapa wanita pinjaman itu?
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
So sweet🥰
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Aku mau nganan aja deh🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!