Di suatu pelosok desa tinggalah seorang gadis cantik nan jelita, yang bernama Larasati Ayu Anindita, dia adalah anak tunggal dari seorang juragan tanah yang kaya raya di daerah nya.
Tapi semenjak ada tragedi yang menimpa keluarga nya, hidup Larasati berubah seperti di neraka, kebahagiaan nya hancur berantakan dan kehormatan nya di renggut paksa oleh seseorang, bahkan Larasati harus merelakan kepergian sang ayah untuk selama nya, karena orang-orang jahat itu dengan tega membunuh ayah nya.
Sampai akhirnya Larasati memutuskan bersekutu dengan iblis untuk membalaskan semua dendam nya, pada semua orang yang telah merusak kebahagiaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi putri ang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan warga desa.
Setelah Kanjeng Ratu Ageng Sedo kembali ke alamnya, Larasati merapikan pakaian nya, dia tersenyum puas, melihat lelaki-lekaki jahat itu sudah tewas, setelah itu dia berjalan tertatih kembali ke rumahnya, hanya sinar bulan purnama yang menemani langkahnya sampai ke rumah.
Terlihat Karsiti dan juragan Suripto, masih berada di teras rumah saat itu, keduanya menghembuskan nafasnya panjang, ketika melihat Larasati sudah kembali ke rumahnya.
"Nduk cah ayu kau darimana saja, ibu sangat menghawatirkanmu huhuhu." seru Karsiti berderai air mata.
"Maafkan Laras bu, tadi Laras hanya ingin mencari udara segar saja, bagaimana acaranya, semoga pernikahan ibu langgeng ya, dan kalian selalu berbahagia." tandas Larasati seraya memeluk sang ibu.
"Alhamdulillah nduk, jika kau tidak apa-apa, bagaimana ibu bisa berbahagia, jika kau terus seperti ini nduk, buanglah semua masa lalumu itu, bukalah hatimu untuk lelaki lain, pasti akan ada seseorang yang bisa menerimamu apa adanya." tukas Karsiti seraya mengecup kening anaknya.
Nampak Larasati hanya terdiam dengan menyunggingkan senyumnya, setengah hatinya masih memikirkan Adinata, nampak kedua matanya berkaca-kaca, lalu Karsiti menyeka air mata yang jatuh dari kedua matanya.
"Ibu tidak perlu mencemaskanku, perlahan aku akan melupakan mas Adi, yang terpenting sekarang, sudah ada yang menjaga ibu."
Nampak juragan Suripto berusaha mengambil hati Larasati, dia mengatakan, jika dirinya akan membuat semua usaha almarhum ayahnya bangkit kembali.
"Aku bukan hanya ingin menjaga ibumu saja Ras, tapi kau juga sudah menjadi tanggung jawabku, percayalah padaku, aku tidak akan membiarkan semua orang di luar sana, untuk menghina kalian lagi." ucap juragan Suripto seraya menggenggam jari jemari Laras.
Kemudian Larasati menepis tangan lelaki itu, nampak Larasati seakan enggan disentuh juragan Suripto.
"Maafkan aku Ras, aku tidak bermaksud apa-apa." seru juragan Suripto yang terkejut, karena Larasati menepis tangan nya.
Kemudian Karsiti meyakinkan anak perempuan nya, jika juragan Suripto sudah menganggapnya seperti anak sendiri.
"Jadi kau tidak perlu takut pada ayah tirimu nduk, dan kau bisa memanggilnya ayah, sama seperti kau memanggil ayahmu dulu." celetuk Karsiti.
Terlihat Larasati menganggukan kepalanya, lalu dia berjalan tertatih kembali ke kamarnya.
Hari demi hari berlalu, Larasati hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar, tiba-tiba dia teringat pesan Kanjeng Ratu Ageng Sedo.
Kemana aku harus mencari lelaki yang masih perjaka, jika aku terus berada di dalam kamar saja, ini sudah masuk hari ke tujuh setelah pembalasan dendamku yang pertama, dan semua warga desa sudah kebingungan, mencari kelima anak buah ayah tiriku yang menghilang, apakah pak Suripto tau, jika kelima anak buahnya terlibat dalam kasus pelecehan terhadapku, batin Larasati risau didalam hatinya.
Nampak Larasati mengkerutkan keningnya, dia tengah bertanya-tanya, apakah ayah tirinya juga terlibat, lalu dia bangkit dari tidurnya, nampak hatinya sangat resah memikirkan segala maalah yang ada didalam hidupnya, lalu tiba-tiba ibunya mauk ke dalam kamarnya, terlihat Karsiti membawakan segelas susu hangat untuk anaknya.
"Ini nduk diminum dulu selagi masih hangat" ucapnya seraya menyerahkan gelas susu itu.
"Bu, ada yang ingin Laras katakan pada ibu, tapi Laras masih ragu untuk menceritakan nya" Larasati memandang wajah bahagia sang ibu, dan dia merasa berat untuk mengatakan kecurigaan nya pada ang ibu.
"Ada apa nduk, katakan saja pada ibu" tukas Karsiti dengan membelai rambut anaknya.
Setelah itu Larasati menceritakan semua kecurigaan nya, tapi Karsiti seakan tidak percaya dengan apa yang Larasati katakan.
"Mungkin ini susah dipercaya, tapi aku mendengar beberapa dari anak buahnya, berniat tidak baik padaku bu, mereka mengejarku sampai masuk ke hutan Larangan, apakah ibu ingat dihari pernikahan ibu, Laras pergi keluar rumah, saat itu beberapa lelaki mengejar Laras bu, untung saja Laras bisa melarikan diri" jelas Laras pada ibunya dengan menghembuskan nafasnya panjang.
"Iya kau benar nduk, ayahmu itu memerintahkan anak buahnya untuk mencarimu, tapi setelah itu mereka semua belum kembali." sahut Karsiti mengaitkan kedua alis matanya.
Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada ibu, jika ibu tau alu berdekutu dengan makhluk gaib, pasti dia akan sangat terkejut, lebih baik aku tidak mengatakan segalanya, batin Larasati dengan menundukan kepalanya.
Sementara di luar sana, ada juragan Suripto yang mendengarkan percakapan mereka, nampak dia sangat murka, wajahnya memerah dengan kedua matanya yang membulat sempurna.
Jadi mereka berniat kurang ajar pada Larasati, berani sekali mereka, jika aku menemukan mereka semua, akan aku habisi mereka semua, batin juragan Suripto didalam hatinya.
Nampak lelaki itu memerintahkan beberapa orang untuk mencari dimana keberadaan kelima anak buahnya yang menghilang, dan dari arah belakangbya, ada Karsiti yang berjalan menghampirinya, dia mengatakan apa yang dikatakan Larasati padanya.
"Iya bu, aku tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan Laras, aku tidak menyangka, jika mereka semua berani berbuat seperti itu, pantas saja sudah satu minggu ini, mereka semua tidak menampakan batang hidungnya, setelah aku bertemu dengan mereka, aku akan memberi mereka pelajaran." tukas juragan Suripto dengan berkacak pinggang.
Tapi tiba-tiba di luar rumah itu terdengar kegaduhan, banyak warga dan beberapa warga datang, mereka datang dengan membawa Rudi dan juga Sastro, lalu juragan Suripto bersama Karsiti keluar dari dalam rumah, mereka terkejut ketika melihat dua orang yang menghilang telah ditemukan, nampak keduanya seperti orang linglung, terdengar semua warga mengatakan, jika mereka menemukan Rudi dan Sastro di pinggiran hutan Larangan, dan ketiga orang lain nya masih dalam pencarian, terlihat mereka semua heran, kenapa kedua orang itu seperti orang yang tidak waras, dan salah satu dari warga mengatakan, jika mereka bertemu dengan sosok gaib di hutan wingit itu.
Kemudian juragan Suripto mendapat panggilan telepon, dari anak buahnya yang lain, dia mendapatkan kabar jika ketiga anak buahnya yang menghilang, telah tewas dimangsa binatang buas, lalu juragan Suripto meminta mereka untuk membawa pulang jazad ketigabya ke rumahnya masing-masing.
Nampak semua warga sangat ketakutan, ketika mereka mendengar, ada tiga orang yang tewas dimangsa binatang buas.
"Bagaimana ini, jika binatang itu keluar dari hutan, nyawa kita semua bisa dalam bahaya." seru salah seorang warga.
Lalu juragan Suripto mengatakan, jika dia akan memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di desa mereka.
"Kalian semua tidak perlu cemas, sekarang aku adalah bagian dari desa ini, setelah ini aku yang akan menjaga keamanan di desa ini, lebih baik kalian kembali saja ke rumah masing-masing." cetus juragan Suripto dengan wajah cemas.
Sementara itu Larasati yang berada di dalam kamarnya, nampak tersenyum puas, dia akan menyelidiki ayah tirinya itu, karena dia memiliki firasat buruk pada ayah tirinya.
Jika anak buahnya terlibat, mungkin saja juragan Suripto juga terlibat dalam kejahatan itu, aku harus lebih berhati-hati, bisa saja dia adalah dalang dari semuanya, batin Larasati didalam hatinya.
*
*
...Yuk berikan Vote dan hadiahnya kak, berikan dukungan kalian pada Author 😊...
...Bersambung....
makin 💪💪💪💪 ya thoor