"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 20 tamunya bos.
Hari demi hari telah dilewati oleh Amelia tak terasa sudah dua bulan ia bekerja di kantor Reza entertainment.
Setiap harinya Amelia disibukkan dengan kegiatan kantor, menulis cerbung dan nafkah untuk layar lebar.
Ia tidak perlu repot-repot buat janji dengan sutradara atau pemilik rumah produksi.
Karena yang membeli naskahnya adalah bosnya sendiri.
"Sudah saya transfer honor naskahmu ya, Amelia.. kamu curang sekali, seharusnya aku tidak perlu membayar lagi naskahmu itu, secara kamu kan sudah bekerja di kantorku."ledek Reza.
Amelia mencibir mendengar ucapan Reza.
"Kalau seperti itu prosedurnya, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin Pak Reza."jawab Lia.
Hubungan antara atasan dan bawahan itu semakin akrab, Reza semakin hari sikapnya semakin ramah dan humoris.
"Kamu kalau urusan uang pinter sekali.. coba kalau masalah perasaan kamu nggak pintar dan nggak peka." Sindir Reza.
2 bulan bersama Amelia sehari hampir 10 jam bersama. Membuat Reza nyaman dengan janda kampung itu.
Ditambah pula Putri kesayangannya Laiba sangat menyayangi Amelia.
Dari segi fisik Amelia tidak kalah dengan artis ibukota, tinggi badan 165 dan berat badan 50 kg, kuning langsat Cina warna kulitnya. Bulu mata lentik menambah sempurna penampilan Amelia.
Outfit yang digunakan Amelia tidak mahal, tapi mampu membuat janda itu tampil menawan..
"Perasaan Siapa yang harus saya mengerti? Pengalaman hidup yang saya alami Pak, Saya tidak mau menggunakan perasaan untuk mengerti seseorang. Karena saya yang akan tersiksa sendiri dengan perasaan tidak enak, perasaan kasihan. Pokoknya saya pakai logika apapun itu. Jika harus menggunakan perasaan sedikit saja."Reza kesal mendengar jawaban Amelia yang tidak nyambung.
Mungkin maksud Amelia perasaan terhadap sesama, selama ini ia selalu mengalah dan selalu mengerti perasaan orang lain.. sehingga ia harus mengorbankan perasaannya sendiri.
Sementara yang dimaksud Reza perasaan hatinya Reza terhadap Amelia.
"Sudahlah tidak usah dibahas perasaan. Kamu tidak nyambung!"jawab Reza ketus.
"Bos yang aneh.!"gumam Amelia dalam hati,ia kembali mengerjakan tugasnya sebagai asisten pribadi Reza Raharja.
"Hemmm.. pak saya lupa kalau besok ada meeting dengan perusahaan kontraktor PT kontraktor pelangi setelah makan siang.. oke ya pak?"ucap Amelia sambil menatap komputernya .
Lia bekerja satu ruangan dengan Reza, semua itu permintaan Reza supaya memudahkan komunikasi dengan Amelia perihal pekerjaan.
Tentu tidak ada yang menghalanginya atau melarangnya, secara perusahaan itu milik Reza Dia ceo-nya.
Akan tetapi permintaan Reza agar Amelia satu ruangan membuat para kaum hawa cemburu dan sirik terhadap Amelia.
Berbagai macam spekulasi para staf yang lain mengenai Amelia dan Reza.
"Kamu kebiasaan kalau kasih informasi selalu dadakan.. besok meeting dengan perusahaan apa saja?"tanya Reza dingin.
"Maaf Pak Saya lupa, namanya lupa pasti tidak ingat. Saya lupa mencatatnya, Untung saja sekretaris pelangi kontraktor Indonesia.. menanyakan kesediaan bapak untuk meeting besok." Jelas Amelia panjang kali tinggi dan lebar.
Reza menghembuskan nafas kasar sambil menatap Amelia kesal. Yang ditatap Anteng menatap komputernya.
"Ya sudah jawab saja oke.. habis makan siang, untuk tempatnya, biarkan mereka yang menentukan.."jawab Reza.
Lia sedang sibuk mengatur schedule keseharian Reza... Sementara Reza sedang keluar ruangan.
Reza izin menemui sepupunya Alvin dan Yudi di ruangan bagian keuangan yang ada di seberang ruangan Reza.
Amelia kaget ada yang mengetuk dengan kasar sekali ruangan CEO itu.
Terdengar pula suara perdebatan antara security dan seorang perempuan.
"Ibu tunggu dulu di ruang tunggu, tidak bisa serta-merta mau masuk ke ruangan Pak Reza tanpa seizin beliau.. walaupun ibu Mantan istrinya, tidak bisa Ibu sembarangan memasuki ruangan beliau."tegas security.
"Saya mau bertemu dengan anak saya? Yang disembunyikan oleh Reza di kantor ini.. saya tahu di dalam sana ada gundiknya kan? Sengaja ia membawa perempuan kampung bekerja satu ruangan dengannya supaya bisa menyenangkan Reza.. dasar laki-laki munafik."umpat wanita tersebut, di samping wanita cantik itu yang katanya Mantan istrinya bos Reza.
Ada Windy staff general, Gadis itu memang sangat membenci Amelia.Ia yang sangat antusias ingin menjadi asisten pribadi Reza tersingkirkan begitu saja dengan kehadiran Amelia.
Security yakin sekali hadirnya intan di kantor ini pasti ulah Windy.Ia yang bersepupuan dengan intan pasti sudah melaporkan kegiatan Reza di kantornya.
Cekleeek..!
Amelia membuka pintu,ia ingin tahu siapa yang bikin keributan di sore hari..
Amelia menatap wanita yang mencak-mencak berdebat dengan security.
"Oh ini gundiknya Reza?? Tidak cantik biasa saja.. aku baru tahu sekarang seleranya Reza itu wanita kampung, udik dan bau." Ucap intan dengan senyum mengejek.
"Anda siapa berani menghina saya? Jangan sembarangan menuju orang. Saya bekerja sesuai dengan prosedur di kantor ini, saya bukan wanita murahan Seperti yang anda tuduhkan."Amelia tidak kalah nyaring bicara.
Sehingga keributan itu tidak bisa dielakkan, intan berbicara lantang dan menunjuk-nunjuk muka Amelia, Amelia pun demikian ia hampir saja menjambak rambut intan yang panjang mencintai berwarna mocca.
Reza dan Alvin yang sedang Mabar main game menghentikan kegiatan mereka.
Keduanya saling tatap lalu keluar ruangan itu. Yang memang hanya seberangan dengan ruangan Reza.
"Ada apa ini Pak Sugeng?? Kenapa perempuan ini bisa lolos masuk ke dalam kantor ini."tanya Reza dengan nada lantang.
"Mohon maaf tidak
Tuan Reza, ini Kelaian kami, Ibu intan izin ingin bertemu dengan Ibu Windy. Makanya saya mengijinkan, tapi saya ikuti langkah Ibu intan ternyata ia ingin bertemu dengan Tuan Reza.. " jawab security yang bernama Sugeng.
"Oh ini dia lelaki munafik.! Ternyata kamu seleranya terjun payung, dari wanita konglomerat terjun ke wanita udik, tidak menyangka seleramu begitu rendah, dari burger turun ke gorengan."ejek Intan.
Perceraian intan dan Reza karena keegoisan intan yang tidak mau diatur oleh Reza mungkin karena sama-sama anak orang kaya. Ada yang lebih fatal lagi yang membuat Reza langsung menjatuhkan talak 3. Intan tertangkap basah sedang melakukan hubungan suami istri dengan seorang pria yang tak lain adalah teman kuliahnya Reza.
Tanpa mikir panjang Reza menjatuhkan talak 3 pada intan saat itu..
"Wanita konglomerat tapi murahan dan tidak memiliki harga diri.. harga diri dihargai lima ribu rupiah.. apa yang dibanggakan dari wanita seperti itu, lebih terhormat wanita udik dan kampung tapi bisa menjaga kehormatan seorang perempuan.. Apa tujuan Anda datang ke kantor saya? Apa karena sudah mendapat laporan dari sepupu anda, jika saya satu ruangan dengan asisten pribadi saya? "Nafas Reza mulai memburu, menahan emosi yang sangat memuncak.
Melihat Reza yang marah besar, intan sedikit takut.. ia yang sedang berusaha mengambil simpati Reza untuk rujuk kembali..
Mendengar laporan dari Windy jika 2 bulan ini Reza telah memiliki asisten pribadi, dan satu ruangan dengannya.
Tidak bisa dipungkiri oleh intan, wanita kampung iya juluki itu sangat cantik dan menawan.
"Aku tahu kamu itu masih mencintaiku? Dan belum bisa menerima perceraian kita? Aku juga tahu Gadis kampung ini hanya pelampiasanmu saja kan? Lepaskan Gadis itu ia tidak cocok menjadi asisten pribadimu. Letakkan ia pada posisinya yaitu cleaning service tukang bersih. Aku bisa menjadi asisten pribadi, kita bisa mengembangkan perusahaan entertainment ini menjadi perusahaan terbesar di kota ini."nada intan bicaranya sudah lemah dan tidak berapi-api lagi.
Mendengar ucapan intan Reza tertawa terbahak-bahak.
Amelia yang melihat kondisi tidak kondusif, ia masuk ke dalam ruangan mengamankan flashdisk mematikan komputer Reza dan komputernya.
Lalu ia kemas-kemas untuk pulang karena jam kantor sudah mau usai, tidak lupa Amelia mengunci ruangan itu.
"Bapak lanjutkan berdebat dengan ibu ini? Jam kerja saya sudah selesai saya mau pulang. Komputer sudah saya matikan semuanya data-data sudah saya simpan dan semuanya aman. Kalau boleh saya kasih saran bicaralah dengan menggunakan bahasa yang baik..."ucap Amelia sambil memberikan kunci ruangan itu kepada Reza.
Lia yang mendapat notifikasi gaji bulan kedua sebagai asisten pribadi Reza sudah masuk ke rekeningnya. WhatsApp dari kasih pun sudah masuk jika mereka akan belanja-belanja di Mall dekat stasiun.
Lia pergi begitu saja, ia tidak perduli dengan perdebatan antara mantan suami dan mantan istri itu. Karena tidak termasuk dalam jobdesknya.