NovelToon NovelToon
Pak Guru! I Love You

Pak Guru! I Love You

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: riena

follow Ig @rii.ena

Bastian melotot membaca surat yang ada di tangannya, surat cinta yang di terimanya dari anak perempuan berusia dua belas tahun, surat cinta.

" Cih."
Ucapnya jijik.

Bastian melemparkan begitu saja kertas merah jambu itu dilantai, lalu dengan menggunakan sapu dan sekop sampah, Bastian membuangnya ke dalam tong sampah.

Sepuluh tahun setelahnya, Malam setelah mereka menikah, Bastian baru tahu jika perempuan yang baru dinikahinya adalah bocah yang pernah menulis surat cinta padanya.

Apakah Bastian akan menceraikan Istrinya malam itu juga atau Bastian tetap melanjutkan pernikahan itu, secara Bastian sudah tiga kali gagal menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Beda dengan milik Alif

Amel menatap wajah Bastian yang terlihat tersenyum puas dengan mata terpejam menikmati rasa yang hanya Bastian sendiri yang tahu. Amel meringis, perlahan Amel menyingkirkan telapak tangan Bastian yang masih menutupi mulutnya.

Amel bergerak pelan turun dari tempat tidur hanya dengan menutupi bagian bawah dan dadanya dengan lingerie yang ada di dekat kepalanya tadi, berjalan sedikit mengangkang seperti bocah yang baru dikhitan menuju kamar mandi.

Bastian hanya membuka matanya sedikit untuk melihat apa yang akan Amel lakukan, setelahnya menutup matanya rapat-rapat.

Jangan lupakan senyum di bibirnya yang tetap melekat.

Ssshhhh....Amel mendesis seperti ular ketika dia membasuh area pribadinya dengan air karena merasa risih.

Bastian kejaaaammm, kenapa menyakiti aku seperti ini ?

Kaki Amel gemetaran, serasa kedua kakinya tidak sanggup untuk menopang tubuhnya.

Amel hanya mengenakan jubah mandi ketika keluar dari kamar mandi, dia tidak mau lagi memakai lingerie yang Bastian berikan.

Karena Amel sebal dengan Bastian.

Sudahlah itunya sakit, terkena air perih, mau lihat dede'nya Bastian saja gak di kasih, dasar pelit !

Amel kan penasaran.

Amel kembali naik ke atas ranjang dan berbaring pelan disebelah Bastian.

Kali ini Amel cuma mengenakan daster bertali kecil, coba-coba mengintip apa yang ada di dalam selimut, zonk.

Bastian sudah memakai celana pendeknya

Amel mendesah, malam pertama yang tidak seindah yang dibayangkannya.

...*****...

Amel serasa mimpi saat ada telapak tangan hangat yang meraba raba dalam bajunya.

Ah, palingan mimpi.

Amel melanjutkan tidurnya.

" Auw, sakiiittt ...."

Amel membuka kedua matanya, seketika matanya melotot mendapati Bastian sudah berada diatasnya.

" Turun ! Lepas eh pergi ..."

Amel tidak bisa konsentrasi dengan ucapannya sendiri.

Kedua tangannya sibuk mendorong-dorong dan memukuli dada Bastian.

" Amel, berhenti ! Jangan membuat konsentrasi Mas buyar "

Amel diam, walaupun kedua alisnya menyatu dan dahi yang berkerut dalam, dia akhirnya hanya bisa membiarkan ketidak nyamanan di bawah sana yang terus berlangsung.

" Berusaha rileks dan nikmati ! "

Bisik Bastian di telinganya.

Amel akhirnya memejamkan kedua matanya, imajinasinya mengingat-ingat adegan romantis yang pernah ditontonnya, tapi tetap saja enggak berhasil.

Sampai Bastian selesai, Amel hanya bisa meringis walaupun tidak senyeri yang malam tadi.

Eh, tunggu dulu ! Malam tadi kan sudah, kenapa sekarang melakukan lagi ? Apakah ini yang dibilang Om Joko boleh nambah ?

Amel melirik Bastian yang sudah berjalan ke arah kamar mandi tanpa mengenakan apa apa. sebentar lagi datang waktu subuh, jadi harus segera mandi wajib. Begitu juga dengan Amel.

Amel cepat-cepat duduk ingin melihat tetapi yang ada cuma belakangnya doang, gak seru walaupun jantung Amel deg deg'kan.

Baru kali ini lihat Bastian gak pakai apa apa, darah Amel mendadak berdesir.

Telat Mel, permainan sudah usai.

Aha....

Amel ada ide, dia berjinjit mengikuti Bastian yang sudah masuk terlebih dahulu ke kamar mandi.

Dadanya masih berdebar-debar, pelan tangannya memutar handle pintu.

Aaaaaaa.....

Amel berteriak kencang.

Bastian yang sedang mandi di bawah kucuran air shower terkejut.

" Amel, ada apa berteriak ? Ini masih pagi buta, Mel. Gak enak kedengeran sama tetangga "

" Itu..."

Telunjuk Amel menunjuk di antara dua pangkal paha Bastian.

Bastian segera sadar, cepat Bastian menutupinya dengan telapak tangannya.

" Kenapa seperti itu ? Kok beda dengan milik Alif "

Bastian bengong, tangannya cepat menarik Amel agar ikut mandi bersama agar omongan Amel jangan semakin ngawur.

" Otak-mu ini perlu didinginkan ya ? Dari malam tadi kamu begitu sangat penasaran dengan milik Mas, hem "

Bastian mengunyel-unyel pipi Amel gemas, antara jengkel dan lucu.

" Katakan milik siapa yang pernah kamu lihat ? "

Bastian dengan paksa membuka daster yang baru Amel kenakan tadi setelah Bastian selesai dengan kegiatannya.

" Milik Alif, imut "

Amel terkekeh.

" Alif siapa ? "

Bastian melotot.

" Anak Om Joko "

Amel tergelak kencang.

" Amel, bisa-bisanya milik suamimu, kamu samakan dengan anak bayi ? "

Bastian mendorong Amel ke dinding bersiap hendak melakukannya lagi.

" Ampun Mas, ampun, jangan lagi ! Masih perih Mas, please ! "

Amel mendorong-dorong tubuh Bastian agar menjauh.

Saat ini, di mata Amel, Bastian sangat menakutkan.

" Enggak, Mas gak mungkin melakukannya lagi, tadi cuma ngeprank. Tapi kalau kamu bersedia juga gak apa "

Bastian menarik pelan Amel untuk sama-sama berdiri di bawa kucuran air.

Memandikan Amel yang cuma diam sambil menatap gerak gerik Bastian, sesekali mencuri pandang ke bagian bawahnya.

" Gak puas- puas kamu melihatnya, Mel, memanglah dasar genit kamu "

Bastian hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari meraih handuk untuk menutupi agar Amel tidak lagi curi-curi pandang.

Setelah selesai sholat subuh, biasannya Amel akan ke dapur untuk membuat sarapan, kali ini Amel lebih memilih kembali berbaring malas.

" Tidurlah ! Sarapan bisa nanti Mas yang akan membeli bubur ayam di pengkolan jalan "

Ucap Bastian sembari memilih pakaian apa yang akan dikenakan di kampus.

Amel hanya mengangguk.

Baru kali ini Amel merasakan letih dan kakinya gemetaran padahal dia baru bangun tidur, apakah kegiatan seperti itu mengakibatkan capek ? Aku kan cuma diam saja tadi.

Untuk hal yang seperti itu, Amel memang tidak tahu apa-apa, karena temannya cuma Anwar.

Ketika masa sekolah, teman perempuan hanya sekedar saja, selebihnya ya bersama Anwar atau sendiri.

Gak mungkin kan ngomong begituan dengan Anwar ?

" Mas keluar sebentar beli bubur ya ? "

Pamit Bastian ketika Amel sedang browsing mencari tahu tentang hubungan suami istri.

" Kalau masih merasa tidak nyaman, tiduran saja ya ? Jangan memikirkan membereskan rumah atau memasak, pesan online saja ! "

Setelah sarapan Bastian siap- siap pergi ke kampus, sebelumnya mengecup dahi Amel pelan.

Setelah Bastian pergi, Amel tidak tiduran seperti saran Bastian, justru sekarang ikut berjalan keluar dan berkumpul dengan ibu-ibu kompleks yang tengah ngerubuti tukang sayur keliling.

Amel ingin masak yang seger-seger, sup kerang sepertinya menggoda selera.

" Mang, kerang-nya ada ? Biasanya bawa kan ? "

" Ada Neng, mau berapa ? "

" Sekilo aja Mang "

" Duh yang pengantin baru, teriakannya sampai kedengaran ke kamar lho, Mas Bas-nya pasti ganas ya ? "

Goda Bu Meli tetangga sebelah rumah.

Wajah Amel langsung memerah seperti kepiting di rebus, merah menahan malu, bertepatan pula Mbak Nindy mendekat.

" Ibu bisa saja, memang kedengeran sampai di rumah ibu ya ? Kan kehalang dinding "

Tiga orang ibu-ibu yang rumahnya berdekatan dengan rumah Bastian, di tambah mbak Nindy dan Mamang tukang sayur terkekeh.

" Jangankan teriakan pengantin baru, jarum jatuh saja kedengeran. Apa lagi subuh-subuh "

Bu Meli menyenggol bahu Amel.

" Cucok meong mengkonsumsi kerang, biar makin Joss "

Goda ibu yang lainnya.

Amel semakin salah tingkah.

Mbak Nindy cuma tersenyum simpul.

Sejak pertengkaran dengan suaminya yang di tonton para tetangga, mbak Nindy tidak lagi berpakaian seksi seperti sebelumnya. Pakaiannya lebih terlihat tertutup, suaminya juga masih berada di rumah, belum pergi berlayar.

" Saya permisi dulu ya bu ibu ! "

Amel segera berlalu sebelum di godai lagi.

" Jalannya kelihatan ya ? Pasti Mas Bastian-nya minta nambah-nambah "

" Biasalah Bu, namanya juga masih baru, gak boleh kebuka dikit bawa'annya langsung, soroooongg "

Amel masih bisa mendengar celotehan ibu ibu yang membuat dirinya semakin malu.

Sampai di dalam rumah, Amel berjalan bolak-balik di depan cermin.

' Apa yang berubah ? Perasaan biasa saja.'

Amel kembali memperhatikan penampilan dan cara berjalannya.

' Ah, ntar kalau Mas Bas pulang aku akan tanya padanya.'

Amel terus saja menggerutu sendiri sembari membersihkan kerang untuk di buatnya sup.

...******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

1
Syam
sampai di sini Bastian dan Amel 👍
Syam
cakep mell👍
Syam
mampir kak riie 🤭
zhalwaaa93
klo aku sih gak bakal mau ngasih sekalipun dia ibu kandung🥱
zhalwaaa93
berarti kecebong suamiku mati semua di dalam soalnya sudah lebih 2 tahun nikah blm berkembang perutku🤣🤣
zhalwaaa93
bener tuh mel, aku jg gak mau kasih pegang uang banyak2 ke pak misua😂
zhalwaaa93
mama dina sama gesreknya dgn pak joko🤣
zhalwaaa93
😆😆😆
maya dhaniel
oooo ini kisah kakek Bastian sama nenek Amel ya, mertuanya birru samudera, hhmmmhhhh, cerita d lapak sebelah udah khatam, makanya pindah ksini, pokok e disusuri novelnya 😁😁
maya dhaniel
menghibur
Rania Syafira
Luar biasa
Mmh dew
🧡💜💙❤❤💛
bibuk Hannan & Afnan
terus panggilnya apa dong, emak riena aja gt ya
bibuk Hannan & Afnan
lbh ganteng si tp wajahnya macho serem thor, pas karakter Rendi yg psikopat
bibuk Hannan & Afnan
aelahh mana Amel denger mas bas klo ngungkapin nya dlm hati
bibuk Hannan & Afnan
hadeuuhhhh mel Amel km gokil banget si gemesinnn, bisa²nya lg ciuman sm paksu inget sama Anwar 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yulias Fe
Kecewa
Yulias Fe
Luar biasa
syafica putri
ya ampyun kk rii selama d fz bru kmaren kk ksh tay d NT ada krya kk,cus estafet aq bcanya, pdhal di nt aq cm bca krya author ksayangan aja eh skrg krya kk nambah d dftar favq,cm 2 author ksangan yg aq bc d nt nnsetia nunggu krya selanjutnya
Mryn
SeRuuu Ceritanyaaaa 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!