NovelToon NovelToon
Menikah Dengan SEPUPU

Menikah Dengan SEPUPU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Menikah dengan sepupu sendiri? Canggung pastinya, apalagi belum didasari rasa cinta.

Itulah yang dialami oleh Pandji Marthadipura, seorang abdi negara usia 36 tahun. Akibat ulah bedjat adik laki-lakinya, Panji terpaksa mengambil alih tanggung jawab menikahi adik sepupunya sendiri -- Melitha Lisana -- yang masih SMU, padahal dirinya sudah bertunangan dengan seorang dokter.

Tidak mudah memang. Pandji harus menghadapi kemarahan sang tunangan, sementara Melitha harus siap menghadapi sanksi sosial karena kehamilannya diluar nikah.

Mampukah keduanya menjalaninya? Akankah tumbuh cinta? Yuk, ikuti kisah mereka dalam Novel Menikah Dengan SEPUPU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Ha-mil Diluar Nikah.

📞"Mel, terima kasih banyak ya..." suara Pandji -- kakak sepupu Melitha -- mengudara penuh rasa terima kasih di seberang sambungan telepon

📞"Mas sebenarnya nggak enak selalu ngerepotin kamu. Tapi, selain kamu, Mas nggak tahu harus minta bantuan pada siapa lagi kalau Ibu sedang sakit begini. Celo selalu sibuk dengan kuliahnya..." imbuhnya.

📞"Nggak papa kok, Mas. Ibunya Mas juga sudah Meli anggap seperti Ibu sendiri setelah Bapak sama Ibuk tiada, kita ini keluarga, bukan orang lain, jadi tidak perlu sungkan," balas Meli tersenyum, sambil mengaduk bubur ayam yang sebentar lagi matang.

Di seberang sana, Pandji yang mendengarnya turut tersenyum, membayangkan wajah tulus adik sepupunya yang masih duduk di bangku SMA. Dirinya yang lebih tua tujuh belas tahun dari Melitha memang sangat mengenal pribadi baik adik sepupunya yang suka menolong itu.

📞"Baiklah, kalau begitu. Sekali lagi Mas ucapkan banyak terima kasih banyak, Mas tutup dulu ya..."

📞"Iya, sama-sama, Mas Pandji." Melitha menyimpan ponselnya ke saku seragam sekolahnya begitu sambungan terputus.

Sepulang sekolah tadi ia memang belum sempat mengganti seragam, langsung ke rumah bibinya -- bu Harun -- yang hanya bersebelahan rumah dengan rumahnya.

Melitha mencicipi sedikit bubur hasil buatannya," Hmm... Yummy! Semoga Bibi suka," Melitha menatikan kompor.

Sebelum berpindah untuk mengambil mangkuk untuk wadah bubur ayamnya, pergerakan Melitha mendadak terkunci oleh seseorang di belakangnya.

"Mas Celo, apa-apaan sih kamu! Lepasin!" Berontak Melitha berusaha melepaskan diri.

Celo tergelak singkat. "Ternyata kamu tahu ya , Mel. Pasti dari aroma parfumku, uya kan?"

"Lepasin, Mas! Lepasin!" Melitha yang semakin merasa tidak nyaman atas perlakuan Celi terus meberontak.

"Tidak akan, Mel. Kamu sudah buat aku tergila-gila...." Celo membalikan tubuh Melitha tanpa mengendorkan kunciannya, mendorong hingga punggung Melitha membentur dinding kulkas di belakangnya. Pas bunga yang ada diatas jatuh dan pecah berserakan di.lantai.

"Bibi! To-loooong!' teriak Melitha sekuat tenaga.

Celo kembali tergelak. Naf su nya kian terpantik mendengar teriakan Melitha.

"Percuma berteriak, Mas sudah mengunci kamar Ibu dari luar, Ibu tidak mungkin bisa menolongmu, Melitha. Sekarang nikmati saja surga dunia yang mas tawarkan, hahaaa...."

"Jangan gila kamu Mas, kita ini sepupu!" Melitha panik, berusaha mencari cara melepaskan diri.

"Pegang ini," Celo menarik tangan Melitha ke selang kangan nya yang resletingnya sudah diturunkan. " Dia sudah keras kan?"

"Kamu gila, Mas!" Melitha mendorong dada Celo sekuat tenaga.

"Oh, sialan!" Celo yang terdorong cepat menyeimbangkan tubuhnya, kakinya dengan gesit menyapu kaki Melitha yang tengah berlari menjauh.

Brugh!

"Akhhhh!" Melitha terjerembab. Celo langsung menduduki tubuh Melitha yang bersiap bangkit.

"Kamu nggak boleh lari adikku, aku begitu penasaran bagaimana rasa tubuh molekmu ini..."

Sreeeek!

Satu tarikan kasar, seragam atasan Melitha berhasil terpisah dari tubuhnya, jakun Celo naik turun melihat bra yang masih melingkar.

"Mas, aku mohon! Jangan lakukan ini padaku, huaaa!" Melitha menangis histeris saat tangan Celo menyingkapkan roknya, dan merasakan benda tumpul Celo menerobos paksa lewat belakang.

"Bibi! To-long!" Teriak Melitha terputus-putus, karena di belakangnya Celo terus saja memompa mencari kepuasannya sendiri.

"Bibi! To-long... aku!" tubuh Melitha bergetar merasakan perih dan sakit luar biasa di bagian intimnya.

Di belakang Melitha, tubuh Celo berkelojotan merasakan lahar panasnya keluar sampai meluber, tak peduli pada tangisan Melitha.

...***...

Satu bulan kemudian, Harry -- kakak kandung Melitha -- datang ke sekolah karena di panggil oleh kepala sekolah.

Tok! Tok! Tok!

Harry mengetuk pintu ruang kepala sekolah dengan pelan.

"Masuk!" terdengar suara tegas dari dalam ruangan yang tidak terkunci itu.

Klek.

Harry mendorong pelan hingga terbuka lebar.

"Selamat pagi, Bapak kepala sekolah," sapanya dengan sopan dan hormat.

"Selamat pagi... " sambut Harjanto sembari tersenyum ramah, bangkit dari belakang meja kerjanya dengan membawa amplop di tangannya.

"Mari, silahkan duduk pak Harry, Melitha," tambahnya, beranjak menuju sofa tamu yang ada di sudut ruangannya yang wangi, bersih, dan rapi.

"Terima kasih, Pak," Harry duduk diikuti oleh Melitha adiknya.

"Mohon maaf karena telah mengganggu kesibukan kerja Anda, pak Harry," ucap Harjanto lagi, masih dengan senyum ramahnya.

Dirinya memang mengenal Harry sebagai salah satu staf marketing pada perusahaan otomotif ternama di kota Samarinda, karena sempat membeli satu unit mobil untuk putrinya di dealer tempat Harry berkerja.

"Tidak apa-apa, Pak kepala sekolah. Ini memang sudah kewajiban saya sebagai wali dari Melitha, adik saya," jawab Harry pula, masih tersenyum.

"Begini, pak Harry... saya langsung saja pada inti pemanggilan..." Harjanto menjeda ucapannya sebentar, menatap lekat wajah Harry, senyumnya sudah memudar beberapa detik yang lalu.

"Melitha Lisana, sebagai salah satu kandidat pertukaran pelajar ke Jepang dari dua siswa terpilih, terpaksa gugur," ucapnya pelan.

"Gu-gugur?" Harry tentu saja terkejut mendengarnya, senyum di wajahnya seketika memudar. "Kenapa? Apa alasannya, Pak kepala sekolah?" berondongnya, menoleh singkat pada adiknya yang membisu dengan wajah tertunduk menatap lantai.

"Sebaiknya, pak Harry membawa Melitha memeriksakan diri ke dokter kandungan," Harjanto menyerahkan amplop yang tadi ia siapkan.

Deg.

"Ti-tidak mungkin..." bagai terhantam petir di siang hari, Harry spontan menggeleng kuat, terlihat begitu syok ketika melihat tespek yang memperlihatkan dua garis merah terang milik adiknya.

Sementara Melitha yang duduk di sebelah Harry, airmatanya sudah meluncur deras di pipi dengan punggung terguncang hebat, ingatannya melayang pada kejadian sebulan lalu yang ia sembunyikan rapat dari sang kakak.

"Karena kehamilan ini, Melitha juga terancam dikeluarkan dari sekolah," tambah Harjanto lagi dengan raut prihatin.

"Sa-ya tidak bisa percaya ini... I-ini tidak mung-kin, Pak kepala sekokah. Adik saya... gadis baik-baik..." suara Harry bergetar menahan sesuatu yang bergejolak dalam jiwanya.

Mengetahui apa yang menimpa adik kesayangannya, tentu saja ini adalah pukulan terberat baginya.

"Sebagai seorang kepala sekolah di sekolah SMA Prestasi ini, saya juga berharap ini tidak benar, saya tidak ingin percaya, pak Harry."

Harjanto kembali berucap pelan, mengerti bagaimana hancurnya perasaan Harry sebagai wali siswa yang selama ini memperjuangkan pendidikan adiknya untuk mencapai kesuksesan.

"Hahhhh!" Harry menghempaskan nafasnya kasar, dadanya naik turun, nafasnya serasa begitu sesak. Ia menatap nanar adik perempuan kebanggaannya yang selama ini telah mengukir prestasi gemilang sejak duduk di bangku SMP.

"Melitha.... Katakan... Siapa laki-laki badjingan itu?" tanyanya dingin dengan nada bergetar. "Aku akan mem-bu-nuhnya..."

Bersambung✍️

Pesan Bang Napi "Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!"

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyk acara transtv dl. dibawain ama si panda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sapose neh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
laki2 tuh klo curhat begini y? harus ada perantara nya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sambil nyanyi aq bacanya
〈⎳ FT. Zira
kann kann kann.. bener kannn🤧
〈⎳ FT. Zira
pandji yg seorang perwira aja gini, apalagi Arya nanti yak🤭
〈⎳ FT. Zira
kakak adek nasib nnya gini amat... athor nya hahat...😭😭😭 harus ada ganti pokoknya
〈⎳ FT. Zira
main serong biar dapet doku gak sih ini🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
wweehhh😳😳😳
〈⎳ FT. Zira
mau sekeras apa juga pada akhirnya runtuh juga
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
kan Si jalan raya dengan tak Elok itu satu jenis bun🤔 sama2 murahan eh🤸🤸🤸
Teteh Lia
habis sudah kesabaran babang Harry
Teteh Lia
Oh ya ampuun... kejam sekali dirimu, masa suami suruh tidur di lantai.
sari. trg
atur dulu anakmu Bu
sari. trg
waduh! siapa tuh bapaknya?
Zenun
harusnya tanya dulu mengapa Hary bisa bicara gitu, ada bukti apa
Dewi Payang: Harusnya begitu memang.....
total 1 replies
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
waduhhh... ternyata oh ternyata Raya berani sekali ya melakukan itu... ishhh ishhh ishhh...
Dewi Payang: Baiklah....😁😍
total 7 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
is is is ternyata jalang teriak jalang oy
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: is is is... kok mirip elok ya🤭
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
masih aja loh si ibu. gmn klo si harry yg selingkuh?! pasti kln nge reog
Dewi Payang: klo anak sendiri dimaklumi, kko menantu gak boleh salah🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
woaahhhh ortunya juga mau2 aja menampung
Dewi Payang: Wkwk😂😂 padahal maksud mengadu pengen ortu jadi penengah kalu bisa dibelain ya kak🙈🙈🙈🙈
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!