Freya Stephany Limabrata, adalah sosok wanita cantik serta periang yang banyak memiliki harapan hidup dan impian.
Namun suatu malam di kediamanya, terjadi sebuah pembantaian yang menewaskan Orang tua serta kakak laki-lakinya. Dan hanya menyisahkan dia seorang diri di dunia.
Bertemankan dengan sepi dan penderitaan menjalani kerasnya hidup, membuat Freya bertekad akan membalaskan dendamnya kepada sosok pembunuh itu.
Dan siapa sangka, di saat dia ingin membalaskan dendamnya kepada sosok Aiden Giovano penguasa Dunia Gelap dan terang, dan juga mempunyai kedufukan sebagai Ketua Mafia serta Gengster yang paling di takuti, hingga dia mendapatkan Julukan sebagai Dewa kematian ini, malah justru menjeratnya dengan sebuah rantai cinta keposesifan yang sangat menakutkan.
Membuat Freya ingin sekali pergi namun kakinya selalu di rantai bagaikan hewan tak berperasaan.
“Aku tidak akan pernah menerima pernikahaan dengan seorang pembunuh orang Tuaku seperti mu, cuiihhh,” bentak Freya meludahi wajah Aiden yang terlihat hina di depanya.
“Kamu istriku, bukan musuhku! Sampai kamu matipun aku tidak akan pernah melepaskan mu ingat itu!”balas Aiden tegas.
Follow Instagram Author @Andrieta_rendra🙏🏻❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Dan di saat mereka sedang bermesaraan, tiba-tiba saja Stella datang dari arah luar bersama dengan Arnon, dan juga Airein.
Mereka yang memang sudah tau pasword apartemen miliknya jadi bisa membesakan mereka masuk sesukanya.
"Wah,wah, ternyata masih bisa mesra-mesraan kamu ya, di saat kamu baru saja membuat kasus," sindir Stella yang sontak membuat Aiden melepaskan dada Freya di mulutnya.
Aiden mengenduskan nafasnya kasar melihat orang tua serta Jia Jianya dia ada di sini.
"Sayang kamu masuk ke kamar dulu ya," pintanya lembut pada Freya.
Dengan patuh Freya mengikuti kemauan dari Aiden itu, dan dengan perasaan canggung dia melangkah masuk ke dalam kamarnya.
Aiden bahkan menguncinya dari luar agar Freya tidak melihat kejadian yang akan terjadi setelah ini.
"Wah, kamu siksa seperti apa dia sampai bisa nurut seperti itu?" sindir Airein yang menahan kemarahanya terhadap adiknya ini.
"Mau apa Mamah dan Papah kesini?" Tanya Aiden ketus.
Stella yang sudah emosi, kini langsung bergerak menampar Aiden dengan sangat keras.
Plaaaakkkkk, "Mamah kecewa Aiden, Mamah kecewa sama kamu, sebegitunya kah kamu harus menghukum Celin, Mamah wanita kakak kamu juga wanita," tangis Stella pecah melihat tampang Aiden yang sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun.
"Mamah, bisakah bersikap biasa aja, ini bukanlah pertama kalinya aku berprilaku seperti ini, lalu untuk apa sekarang bertriak-teriak marah-marah seperti ini, bukankah kalian juga yang dulu menyerahkan ku pada Uncle Lucas agar di didik seperti ini lalu apa lagi yang kalian mau ," balas Aiden dengan tegas.
Dia merasa jika saat ini keluarganya sudah terlalu ikut campur ke dalam urusanya.
"Aiden jaga bicara kamu yah, Papah gak suka kamu bicara seperti itu kepada Mamah kamu," bentak Arnon dengan tegas kepada anaknya.
Aiden hanya bisa diam saja jika sudah di hakimi seperti ini.
Sedangkan Airein yang sudah tidak mampu menahan emosinya kini langsung menampar Aiden berkali-kali sebagai luapan rasa amarahnya.
Plaaakkkk,,plaaaakk, "dasar pria brengsek, kamu kalo mau bunuh atau nyakitin orang jangan sahabat aku, jangan teman baik ku, dia salah apa? Dia hanya memberitahukanku tentang perlakuamu pada istrimu, lalu apa kesalahanya," Bentak Airein dengan rasa emosinya.
Plaaakkkk, Aiden menampar kakaknya sendiri dengam sangat keras, hingga tubuh Airen hampir terjatuh.
Namun dengan segera Arnon menangkap tubuh putrinya yang sedang terlihat menangis menahan sakit di pipinya.
"Aiden apa-apaan kamu," bentak Arnon lagi.
"Aku sudah pernah bilang jangan pernah mencampuri urusan rumah tangga ku, urus rumah tangga mu sendiri!" Tegas Aiden kepada Airein yang terlalu ikut campur ke dalam urusanya.
"Aiden Papah tidak pernah mengajarkanmu kasar seperti itu kepada kakak kamu sendiri, Apa yang di lakukan oleh kakak kamu itu benar, dia hanya ingin memperjuangkan harga diri seorang wanita yang sudah kamu siksa, Papah sedikitpun gak pernah mengajarkan kamu untuk menyiksa pasangan kita sendiri," teriak Arnon kepada Putranya yang sudah sulit terkendali.
Sedangkan Stella hanya bisa menangis bersama dengan Airein. Sudah begitu lama dia tidak melihat kemarahaan dari Suaminya, dan kali ini dia melihat lagi.
Seumur hidup ini, Stella paling tidak bisa dan tidak mau melihat kemarahaan dari suaminya karna itu sangatlah mengerikan.
Jika di setiap harinya Stella yang terlihat galak bagaikan harimau, kali ini Arnon yang menampilkan lagi jiwa iblisnya setelah sekian lamanya terkubur.
"Aiden, Apa kamu pernah melihat Papah menyakiti Mamah? Apa kamu pernah melihat Papah memukul istrin Papah, mungkin Papah memang brengsek , tapi setidaknya Papah tau bagaimana caranya mengahargai seorang wanita khususnya istri dan sekarang kamu memukul kakak kamu sendiri,,"
buggghhhh,buggghhh, Arnon yang sudah habis kesabaran melihat Aiden yang terlalu berani memukul kakaknya sendiri.
Aiden terjatuh ke lantai karna dua pukulan telak dari Papahnya.
"Papah sudah pernah bilang Aiden, kamu boleh menyakiti siapapun yang bersalah di luar sana, tapi jangan pernah kamu menyakiti perasaan Kakak dan Mamah kamu,"ucapnya lagi pelan namun penuh dengan ancaman.
"Kamu lihat Mamah sekarang! Dia adalah istri Papah, tanyakan pada Mamah, apakah pernah sekali saja Papah menyakiti fisiknya ataupun berkata kasar, kamu-"
"Iya, aku semua yang salah memang aku, dan asal Papah tau! Jangan pernah memberikan hubungan Papah dan Mamah sebagai contoh rumah tangga ku karna semua itu sangat berbeda,"Ucapnya penuh penekanan.
"Jika Papah hidup dengan Mamah karna sebuah cinta dan kasih sayang, lalu bagaimana dengan aku yang di dalam pernikahaan ini hanya di isi oleh dendam," teriaknya tepat di depan wajah papahnya.
"Dia tidak mencintaiku, dia membenciku. Jelas aku tau itu dari sorot matanya, lalu apa yang harus di lakukan jika dia ingin lari ? jika dia ingin berselingkuh dari ku ? Apa aku harus diam? Enggak aku gak akan pernah melepaskan dia sampai matipun," tegasnya lagi.
Arnon semakin pusing dengan tingkah Aiden ini, "tapi tidak perlu dengan cara kamu membunuh Celin Aiden, kamu membunuhnya hanya karna dia memberitahukan semuanya ke kakak kamu, apa kamu sudah tidak waras ha," bentak Arnon lagi dengan segala emosinya.
Namun bukanya takut, Aiden malah tersenyum tipis membalas ucapan Papahnya, "aku sudah bilang, jangan pernah ikut campur ke dalam rumah tangga aku, dia mengatakan pada Jia Jia dan jika kalian tau, aku bisa menjamin jika kalian pasti memaksaku untuk melepaskan istriku," ucapnya pelan namun penuh dengan aura kegelapan.
"Karna itu memang harus Aiden," balas Stella tak kalah emosi.
Lalu dia berdiri dan mendekat ke arah putra satu-satunya itu,
"Kamu sadar gak, kamu sudah benar-benar menghancurkanya? Kamu renggut masa depanya dan juga kehidupanya, jika seperti ini kamu bukan mencintai Aiden, namun kamu hanya terobsesi padanya," Seru Stella.
"Percayalah Aiden, cinta tak akan pernah menyakiti pasanganya, namu yang kamu lakukan saat ini bukalah cinta, lepaskan dia Aiden, jika memang kamu tidak bisa melepaskanya, maka bersikpalah baik terhadapnya, bisakan," ucapanya lagi memohon agar anaknya itu tidak menyakiti istrinya terus menerus.
Baginya type seperti Aiden ini memanglah tidak bisa di ajak bicara keras. Sehingga kelembutanlah yang saat ini menjadi solusi untuk menenangkanya.
Namun Aiden tetaplah Aiden, baginya semua ini hanyalah Drama yang tidak penting, sehingga dirinya memilih untuk pergi masuk ke kamarnya.
"Kalian tidak akan pernah tau apa yang aku rasakan, dan aku sudah katakan jangan ikut campur di dalam rumah tangga aku, dia istriku. Maka sudah kewajibanya menurutiku, permisi," ucapnya sebelum dia melangkahkan kakinya pergi masuk ke dalam kamar.
Melihat Aiden yang berlalu begitu saja, itu semakin membuat Arnon naik pitam terhadapnya, "Aiden! Kembali kamu! Aiden kami belum selesai bicara, Aiden-" ucapnya terputus ketika Stella menahanya.
"Percuma Papah emosi seperti itu,kita tidak akan pernah bisa merubahnya kembali, ini memanglah kesalaham kita yang dengan bodohnya meminta Lucas untuk melatihnya," tangis Stella kembali pecah mengingat semua masa lalu.
Arnon langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat, "sayang sudahlah, kita tidak bisa menyalahkan Lucas, kita yang meminta dia untuk melatih Aiden yang merupakan penerus keluarga, hal itu wajar karna pada saat itu kak Arvan masih belum mempunyai anak, dan memilih Aiden untuk melanjutkan semua usahanya," ucap Arnon dengan lembut.
Stella hanya bisa terdiam saja mengingat semua itu, baginya sekarang hanya Freya sendirilah yang bisa merubah sikap Aiden.
"Sekarang kita pulang saja ya, karna percuma Aiden tak akan mau keluar lagi jika kita masih berada di sini," seru Arnon yang menuntun istri dan Airein untuk pulang.
Sedangkan di dalam kamar, Freya yang baru saja selesai mandi kini melihat Aiden yang tengah tertidur dengan posisi terbalik dan membenamkan kepalanya.
"Apakah pria ini ingin mati dengan posisi seperti itu?" tanya Freya dalam hati.
Namun tiba-tiba saja dia merasakan mual di perunya. "Hueeekk,,hueekk," Freya langsung berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perutnya, namun tidak ada.
Sehingga dia terduduk di kamar mandi sambil memegangi kepalanya yang pusing.
Aiden yang mendengar istrinya tidak baik-baik saja, langsung segera melihatnya di kamar mandi.
"Sayang are you okay?" tanyanya dengan khawatir.
Freya tersenyum dengan menganggukan kepalanya pelan, "I'am good, hanya sedikit pusing dan mual saja," balasnya dengan memilih bersandar di bahu suaminya, karna persaanya memang benar-benar tidak enak.
Merasa tidak puas dengan jawaban istrinya, Aiden langsung menggendong Freya ke tempat tidur, dan setelah itu dia langsung menelpon dokter untuk memeriksa Freya karna kondisinya semakin lemah.
To be continue.
Update satu ya! Tapi 1500 kata, semoga puas ya 🙏🏻🙏🏻
Visual Papah Arnon dam Juga Mamah Stella
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
mending mati aja klo gitu mah
aku suka😇😇😇