Novel kali ini menceritakan tentang pertemuan tak sengaja Kania dengan CEO tampan di hotel. Lucu seru jangan lupa like.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa yang paling Konyol
Happy Reading 😘
#BAB Sebelumnya...
**__**
"Eeeehhh Kania tunggu, sini liat itu siapa ya? cakep banget!" jawab Ayu menunjuk keluar jendela bawah kelasnya.
Kania ikutan melihat keluar jendela, Dibawah diluar sana seorang pria berdiri bersandar di mobilnya, wajah tampan dan penampilan yang oke membuat mahasiswi yang ada di kampus pun dengan cepat mengerubungi nya dan menimbulkan suara berisik.
Astaga Si Gila kenapa malah kesini...!!!!
Kania menepuk keningnya.
Tak lama ponsel Kania berbunyi, Kania pun segera mengangkatnya karena Ayu sudah mulai melirik lirik.
"Ya halooo,?"
"Kania apa jam pelajaran mu sudah selesai, aku sudah menunggu mu di halaman kampus?!"
Ni cowok kenapa malah jemput ke sini sih? Lagian dia tau aja kalau aku kuliah disini, haduh dimana lagi aku harus sembunyi supaya dia gak tahu ya?!
"Yu.. aku baru ingat kalau aku ada urusan hari ini, aku pulang duluan ya. byeee...!" Kania pun berpamitan dengan Ayu.
"Oh iya, oke kamu hati-hati ya."
Kenapa aku ngerasa ada yang aneh sama Kania ya? seperti ada yang disembunyiin dari aku deh, tapi apa ya? Biarlah kalau memang dia perlu temen curhat dia pasti bakal mencariku.
Ayu membalas lambaian tangan Kania yang berlari keluar kelas, masih dengan ponselnya yang dia pegang.
"Halooo.. bisa gak kamu keluar dari halaman kampus dan temui aku di gang kedua dari kampus..?" kata Kania.
"Hei, udah berani ya kamu nyuruh-nyuruh aku!"
"Terserah kamu, kalau mau aku ikut bersama mu, turuti apa kataku, sekarang." Kania pun mematikan ponselnya dan menunggu di gang dekat kampusnya.
"Permisi gadis-gadis cantik, sepertinya orang yang ingin aku temui tidak ada disini, kalau begitu aku permisi cantik, sampai jumpa lagi bye.." gombal Kevin pada mahasiswi yang masih mengerubungi nya dan masuk kedalam mobil lalu pergi.
Mobil berhenti di gang sempit tak jauh dari kampus, disana Kania sudah berdiri menunggu bersandar di tembok. Melihat Kevin dengan mobilnya datang, Kania tak membuang waktu segera masuk ke dalam mobil.
"Kenapa sih harus di gang sempit ini? Apa kamu gak suka ya dijemput dengan mobil mewah?"
"Aku heran deh sama kalian para orang kaya apa sih enaknya memamerkan kekayaan..?" Kania balik bertanya tanpa memandang Kevin.
Kevin melirik sekilas, melihat Kania yang cuek menatap kearah luar.
"Kamu mana tahu rasanya, karena kamu gak bisa seperti aku."
"Aku juga males seperti kamu, makasih gak minat!"
Sombong sekali dia, mentang-mentang kaya bisa seenaknya bicara seperti itu. Emang nya di dunia ini segala sesuatu nya harus pakai uang. Huh!!
Mobil terus melaju membelah kemacetan jalan sore itu. Tak lama berhenti di sebuah restoran.
Kalau dilihat dari penampilan luarnya sih ini kayanya restoran mahal deh, oh acaranya disini. Aku hanya memakai pakaian santai dan biasa banget gini, emang gak pa pa ya?
Kevin turun dan membukakan pintu mobil untuk Kania turun. Mereka pun berjalan menuju pintu restoran yang segera di sambut oleh beberapa karyawan disana.
"Selamat datang pak Kevin, sesuai permintaan bapak kami sudah menutup restoran untuk jam dimana pak Kevin dan mbak nya makan disini dengan nyaman.!" ucap salah seorang pria seperti nya dia manajer restoran.
"Oke terimakasih.!"
Apa tadi dia bilang hanya untuk makan disini aja, si gila ini sampai harus membooking satu restoran beneran gak waras. Apa dia gak tau di luar sana masih ada orang yang membutuhkan makanan. Jadi dia bohong, bukan makan bersama klien nya tapi hanya makan dengan ku. Tapi ada bagusnya juga sih aku gk usah menutup mukaku pake ember ha-ha-ha.
"Mari pak, silahkan saya antar ke meja bapak."
Kevin berjalan mengikuti manajer restoran diikuti Kania yang semakin malas. Manajer menarik kursi dengan sopan.
"Silahkan tunggu sebentar karena hidangan akan segera tiba. Kami sengaja mendatangkan kepiting terbaik untuk pak Kevin. Segala macam bahan dan bumbu resep yang terenak.!" oceh manajer.
Beberapa orang pelayan datang berturut-turut membawa makanan yang tanpa di pesan lebih dulu.
*Astaga kenapa makanannya harus dihidangkan sebegini banyaknya? Aku semakin sedih memikirkan nasib adik-adik dipanti tak pernah menikmati makanan enak seperti ini. Tapi aku juga kesal sama cowok kaya sombong didepan ku ini, apa dia gak pernah tau sama yang istilah nya gak boleh bubazir ya. Mana bisa aku menghabiskan segini banyaknya makanan?.
Hemm,,, dia pengen nunjukin bahwa dia berkuasa ya. Okey aku akan berakting biar kamu malu mengajak ku kesini*.
Kania mulai senyam-senyum penuh arti, Kevin melirik sekilas kemudian matanya pun menyipit.
Aku tau Landak, kamu sedang merencanakan sesuatu yang ingin membuat ku malu kan, huh kamu pikir kamu lebih pintar dari ku. Okey kita lihat aja siapa yang akan malu sebenarnya.
"Wah,, banyak sekali makanan nya hemmm semuanya pasti enak kan, aku sudah gak sabar ingin memakannya." seru Kania.
"Silahkan pak Kevin dinikmati hidangan nya, jika perlu apa-apa pak Kevin bisa memanggil kami, kalau begitu kami permisi.!" Manajer dan waiters pun pergi.
Bagus pergilah kalian dan lihat apa yang akan aku lakukan.
Kania mengangkat sendok dan garpu kehadapan nya, seperti berfikir lalu diletakkan ketempat semula.
"Makan kepiting itu gak cocok pakai sendok apalagi garpu, yang cocok tuh pakai tangan seperti ini." Kania tanpa ragu mengangkat kepiting dan memasukkan kedalam mulutnya.
Suara bisik-bisik tak jauh dari sana mulai terdengar.
"Astaga kenapa perempuan yang dibawa pak Kevin ko kaya orang kampung gitu sih, norak banget. Gak pernah makan di restoran mewah apa ya dia?"
"Ya ampun dia malah bikin pak Kevin malu, dengan kelakuan nya yang bar-bar itu!"
"Pasti habis ini dia bakal kena semprot sama pak Kevin deh."
Suara waiters wanita yang memperhatikan mulai bergosip.
"Kevin, mau aku suapin gak?" ucap Kania.
"Aaaaaaa.." Kania memegang sepotong kepiting ditangannya yang berlumur bumbu dan menyodorkan kearah Kevin.
Ooooohhh jadi ini yang mau kamu lakukan, kamu pikir aku gak bisa bertingkah konyol seperti mu landak. Oke aku ikutin permainan mu.
Dengan cepat Kevin menangkap tangan Kania yang memegang daging kepiting berlumuran bumbu lalu membawanya kearah mulutnya dan tanpa aba-aba Kevin pun menjilati jari-jari Kania dengan nikmat hingga kepiting yang Kania pegang pun terjatuh. Saking syok nya Kania menarik tangan nya hingga pipinya memerah.
Para pelayan restoran yang dari tadi mencuri-curi pandang pun tak kalah kaget dengan apa yang baru saja dilihatnya. Seorang bos bisa dengan cuek bersikap seperti itu.
"Kamu gila ya..!!" seru Kania malu.
**__**
to be continued..