Hallo readers ini adalah novel pertamaku, apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon untuk di makluminya yaa...
Kisah tentang gadis kembar tapi tak serupa berusia 12 tahun mereka SANDRA dan VANDA, dulunya memiliki sifat yang periang, baik, penyabar serta penyayang. tapi itu dulu, sejak kejadian ITU membuat mereka jadi dingin, kejam, sadis bahkan tak kenal kata ampun apalagi bagi seorang PENGKHIANAT.
Bermula dari sang kakak yang membela kembarannya ketika difitnah membunuh ibu kandungnya oleh tantenya sendiri bahkan sang kakak pertama dan ayah kandungpun tidak mempercayainya malah mengusirnya dari rumah.
Sejak saat itu SANDRA sang kakak bertekad untuk membalas dendam atas kematian sang ibu dengan mendirikan geng mafia LION CLAWS, walaupun baru tapi dalam jangka waktu singkat berhasil meduduki mafia no 1 di dunia, bukan hanya itu ia juga mendirikan perusahaan hingga sukses dan menempati posisi no 1 di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amha Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pantai
Selama dalam perjalanan pulang, di dalam mobil Elsa terus menerus memukul setir untuk meluapkan amarahnya.
"Sialan, Gue pikir selama bertahun tahun kita ga ketemu, lo akan berubah dan merenungkan semua kesalahan yang lo perbuat, tapi nyatanya apa? semuanya tetap sama, lo masih tetap Dave yang dulu, Dave yang bodoh karna lebih percaya wanita ular itu." ucapnya penuh dengan amarah sembari memukul setir mobilnya
"Gue, makin benci sama lo bang, bahkan gue gak sudi manggil lo dengan sebutan abang. mulai sekarang dan seterusnya lo bukan abang gue lagi, abang gue udah mati saat kejadian itu."
Berbeda dengan Elsa, di mobil Rosa hanya terus melamun dan menatap keluar jendela. Ryan yang sedang menyetir sesekali melirik Rosa dengan tatapan sendu, hatinya sangat hancur melihat wanita yang dicintainya bersedih.
"Apa yang harus gue lakukan? supaya bisa mengembalikan senyuman lo itu. hati gue sakit liat lo kaya gini, lebih baik lo dingin dan jutek sama gue dari pada diem gini. gue nggak kuat." batin Ryan
Ryan mengambil ponselnya yang ada di saku jaket miliknya, kemudian dia mengirim pesan pada seseorang.
Dalam mobil Elsa..
Ting....
Bunyi pesan masuk dalam ponsel milik Elsa
Kak Ryan : Sa, gue ijin ngajak Rosa ke suatu tempat.
Me : Jaga dia
Pesan dari Elsa hanya diread sama Ryan
"Gue percaya kalo lo akan jaga dia." ucap Elsa
Kembali ke mobil Rosa.
Ryan mengemudikan mobilnya ke arah lain, Rosa yang menyadari itu langsung bertanya kepada Ryan
"Loh inikan bukan jalan pulang?" Tanya Rosa bingung
"Iya gue tahu, gue mau ajak lo ke suatu tempat. gue juga udah ijin sama Elsa."
"Hah?! emang mau kemana?"
"Nanti juga lo tahu."
Rosa hanya diam menuruti perkataan Ryan, walau dalam hatinya sangat bingung sebenarnya dia mau kemana.
Ternyata Ryan mengajaknya ke pantai dan itu membuat Rosa tambah mengerutkan keningnya bingung.
"Pantai? kita ngapain kesini?" Tanya Rosa sembari melepas seabelt nya
"Turun aja dulu." Mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan ke pinggiran pantai
"Apa lo tahu? pantai adalah tempat favorit gue, karna hanya di pantai gue dapat merasakan ketenangan dan ketentraman." Ucap Ryan saat mereka sudah duduk di atas pasir putih
"Kalau gue punya masalah gue akan datang kesini, dan lo tahu apa jangan gue lakuin? Gue selalu berteriak gak jelas seperti orang gila karna cuma itu yang bisa membuat gue lega." Tambahnya lagi tanpa menatap Rosa
"Apa lo mau coba?" Tanya Ryan yang kini menatap manik mata Rosa
"Coba apa?" bingung Rosa sambil menatap Ryan
"Berteriak."
"Apa?! Lo gila ya kak, ini tuh pantai dan lumayan rame pengunjungnya." Ucap Rosa tak percaya dengan ajakan Ryan barusan
"Gak papa, lagian mereka juga gak kenal kita."
"Lo yakin?"
"Kenapa nggak?"
"Udah gak papa, kalo gitu gue duluan baru setelah itu lo, oke." Tambah Ryan langsung berdiri di ikuti Rosa dan mulai berteriak
"AAAAAAAAAAA...... " Teriak Ryan sekeras mungkin
"Mudah kan, sekarang giliran lo." ucap Ryan
"AAaaaaaa.... " teriak Rosa kurang bersemangat
"Kok gitu sih, yang keras dong, percaya deh setelah itu lo bakal lebih tenang."
"Oke gue coba." Ucap Rosa kemudian bersiap untuk berteriak
"AAAAAAAAAA....... " Teriak Rosa dengan keras dan kedua tangan di samping mulutnya
"Gimana?"
"Seru juga kak, gue mau teriak lagi. AAAAAAAAAA........ " Teriaknya lagi yang membuat hatinya senang
"Kita bareng oke." Ajak Ryan di angguki Rosa
"AAAAAAAAAAAAAAAAA....... Hahahaha....." Teriak mereka bersamaan kemudian tertawa
Greb
Rosa tanpa sadar memeluk Ryan dan membuat Ryan diam mematung.
"Makasih kak, gue sangat lega sekarang." Ucap Rosa dengan mata berbinar
Pada saat Ryan ingin membalas pelukannya, tiba tiba Rosa langsung melepaskannya
"Ehh.. maaf kak gue gak bermaksud gitu." Ucap Rosa malu dengan tindakannya itu
"Hmm,, gak papa kok, kalau mau peluk lagi juga boleh." Goda Ryan dengan merentangkan kedua tangannya
"Yeee... Itukan maunya lo kak." Ucap Rosa dengan memukul pelan tangan Ryan
"Iyalah, kapan lagi coba di peluk sama bidadari yang turun langit."
"Gombal."
"Siapa yang gombal, itu kenyataan kok." Ucap Ryan membuat muka Rosa memerah
"Itu kenapa muka lo?" Tanya Ryan melihat muka Rosa merah
"Emang kenapa?"
"Itu merah merona, pasti karna gue puji kan, Iyakan, iyakan ?" Goda Ryan menaik turunkan sebelah
"Apaan sih kak, gue biasa aja tuh." Kesal Rosa memalingkan wajahnya karna menahan malu
"Hmm.. Tapi sekali lagi makasih karna udah ajak gue kesini." Ucap Rosa kembali menatap Ryan
"Sama sama, lagian cuma ini yang bisa gue lakuin buat lo."
"Ternyata walaupun gue seorang mafia, gue tetap gak bisa kuat saat menghadapi keluarga gue, lebih baik gue malawan ribuan musuh ketimbang keluarga gue sendiri."
"Tapi gue tahu lo cewek yang kuat, buktinya lo bisa bangkit kembali saat dunia menjauhi lo."
"Gue ngga sekuat yang lo kira, gue cuma manusia biasa yang lemah."
"Jujur saja gue bisa bangkit gini karna kak Elsa. Dia yang selalu ada buat gue, selalu nyemangatin gue saat sedang terpuruk, dan gue sangat beruntung mempunyai kakak seperti dia dalam hidup gue. Gue sayang banget sama dia." Tambah Rosa menerawang jauh mengingat kebaikan sang kakak
"Hmm, kalau lo emang sayang sama dia, lo harus kuat dan jangan pernah bersedih lagi, karna kalo dia melihat lo bersedih, dia pasti juga akan sedih liatnya. Lo ga mau itu terjadi kan?" Ryan memberi nasihat
"Lo benar kak, gue ga boleh sedih lagi, gue harus bangkit untuk melanjutkan misi gue sama kak Elsa yaitu balas dendam sama mereka." Ucap Rosa dengan semangat berkobar
"Nah itu baru Rosa yang gue kenal."
"Hmm.. sekali lagi makasih atas semuanya." ucap Rosa tersenyum sangat manis
"Iya, gue ikhlas lakuin itu buat lo."
Mereka berdua terlalu keasikan ngobrol hingga tidak sadar kalau hari semakin sore.
"Balik yuk, nanti kakak lo khawatir lagi." Ajak Ryan
"Hmm.. " Hanya deheman sebagai jawaban
Mereka langsung menuju mobil dan bersiap untuk pulang ke mansion.
**Bersambung...
...----------------...
Gimana ceritanya, seru gak? jangan lupa kasih Like ya guys
Salam manis dari Author**...