NovelToon NovelToon
Lelaki Manipulatif

Lelaki Manipulatif

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Duda / Berbaikan
Popularitas:32
Nilai: 5
Nama Author: Silviriani

Guno adalah seorang pria yang hidupnya berubah drastis dalam semalam. Istri tercintanya meninggal dunia akibat ledakan gas tragis di rumah mereka. Kejadian itu mengubah status Guno dari seorang suami menjadi duda dalam sekejap.

Sebagai seorang guru yang dikenal berdedikasi tinggi, Guno dikelilingi oleh siswa-siswi berprestasi yang baik dan simpatik. Saat kabar duka itu tersebar, seluruh penghuni sekolah memberikan simpati dan empati yang mendalam. Namun, di tengah masa berkabung itulah, muncul sebuah perasaan yang tidak biasa. Rasa peduli Guno yang semula hanya sebatas guru kepada murid, perlahan berubah menjadi obsesi terhadap seorang siswi bernama Tamara.

Awalnya, Tamara menganggap perhatian Guno hanyalah bentuk kasih sayang seorang guru kepada anak didiknya yang ingin menghibur. Namun, lama-kelamaan, sikap Guno mulai membuatnya risih. Teman-teman Tamara pun mulai menyadari gelagat aneh sang guru yang terus berusaha mendekati gadis itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silviriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gak ada yang nungguin elu!

" Jangan pak! " Ucap Indri berbisik sembari memegangi tangan gurunya itu.

Guno hanya menatap Indri kesal tapi mau bagaimana lagi dia hanya bisa diam.

" Sebaiknya bapak ikut saya saja dulu daripada disini melihat Tama dengan yang lain " lagi kata Indri.

Guno ingin menikam Kateha dia ingin memukul Tama tapi... Perempuan yang mencintainya berusaha meluluhkan hati dia hingga Guno tak punya pilihan lain selain berkata " Iya, saya ikut kamu! " Mendengar itu Indri tersenyum.

Ditariknya tangan Guno lalu mereka berduapun berjalan bersama menuju tempat yang lebih terang dan nyaman. Indri menarik kursi untuk Guno tempati pun dia mengambil dua minuman segar yang pas untuk menemani sakit hatinya Guno kali ini.

" Diminum pak! " Ucap Indri sembari memberikan minumnya itu.

Guno mengambilnya " terimakasih ya " dibalasnya perkataan Guno dengan senyuman Indri yang sangat manis.

********************

Kateha dan Tama tadinya hanya berakting saja tapi ternyata mereka berdua terbuai dan terlena. Dalam hitungan detik saja Kateha bisa menguasai tubuh Tama. Beberapa kali tangan Tama memukul dadanya yang bidang itu tapi dihiraukan justru semakin lama adegan mereka semakin memanas. Mau tak mau Tama memasrahkan diri, desahan dari keduanya pun bersahutan. Seolah mereka tidak peduli dengan keadaan sekitar dan agenda yang sudah dibuat oleh sekolah.

Mereka melupakan itu!

*********************

Tatapan mata Guno lepas kelangit hitam yang ditutupi awan, dirinya menyandarkan diri ke kursi sembari membayangkan Tama yang sedang bermesraan dengan Kateha. Dirinya ingin marah meledak - ledak namun terhalang oleh perempuan yang sekarang juga duduk disampingnya.

" Tama itu perempuan beruntung ya pak, dia disukai bapak secara ugal - ugalan "

" Dia bodoh "

" Kalau saya jadi Tama akan saya pastikan bapak bahagia "

" Iya kah? "

Indri mengangguk

" Kenyataannya... Sampai saat ini tidak ada yang bisa membuat saya bahagia In! "

Tentu Indri langsung menengok melihat wajah Guno yang masih mendongak ke atap langit semesta.

" Bapak tidak bahagia dengan kehadiran Tama? "

Senyum selengeh terpancar diwajahnya, Indri tidak percaya kalau Guno mengatakan hal tersebut.

" Kalau bapak tidak bahagia, kenapa bapak begitu terlihat cinta? "

" Saya hanya menghargai Tama In.. "

" Itu artinya bapak belum move on dari mba Hana? "

Makin lebar saja senyum Guno

" Lelaki mana yang mencintai istrinya selama enam tahun lebih kemudian berpisah karena diambil tuhan langsung lupa, langsung move on? Gak akan ada Indri, saya ada di fase sulit melupakan namun ingin bangkit! "

Indri menghela nafas

" Kalau begitu bapak tinggalkan Tama, lagipula dia juga sudah jadi milik Kateha bukan? "

" Untuk apa saya tinggalkan Tama hanya karena dia bersama lelaki lain? "

" Tapi pak, untuk apa bapak kejar Tama kalau kenyataannya bapak tidak bisa lupa dengan istri bapak sendiri? "

Kini Guno membenarkan duduknya perlahan wajahnya menatap wajah Indri yang diam memperhatikannya sedari tadi.

" Untuk kesenangan batin saya "

Itu jawaban Guno yang membuat Indri makin menekuk saja keningnya.

" Bapak... "

" Apa? "

" Jangan begitu Tama perempuan sudah tidak memiliki ayah, dia hanya hidup bersama ibunya. Bapak jangan mainkan dia! "

" Peduli apa saya? "

Dan sekarang Indri duduknya perlahan mundur dari hadapan Guno.

" Bapak gak kasihan sama Tama? "

" Kasihan tapi... Saya rasa Tama harus menerima cinta palsu saya "

" Bapak bilang begini karena belum merasakan sakitnya dimainkan kan? "

" Loh? Tadi itu apa ya? "

Indri tersenyum namun dengan perasaan yang tak menyangka, dia menutup mulutnya lalu dia berdiri dan bilang.

" Tama punya alasan untuk melakukan itu! "

Guno berdecak!

" Cih! Orang selingkuh kok dicari pembelaannya? "

Indri menggeleng - gelengkan kepalanya kemudian dia perlahan melangkah mundur lalu balik badan. Dia melangkah menjauh dari Guno, derap langkahnya beriringan dengan datangnya Reni.

Reni berdiri disamping Guno, pun Guno yang melihat kehadirannya langsung membuang muka ke langit.

" Kenapa saya tiba - tiba ditinggalkan? " Tanya Reni dengan perasaan kesal yang menyelimuti hatinya sedari tadi.

Guno tidak menjawab dia malah berlagak seperti tidak ada orang yang mengajaknya bicara. Reni sebagai perempuan tidak ingin membuang tenaga untuk memarahi Guno, dia menurunkan egonya dengan duduk disamping Guno.

Tangan Reni membelai rambut Guno,

" Kalau kamu capek, kamu tinggal bilang sama saya gak perlu sampai dorong kayak tadi. Untung saja baju saya gak kena air yang tersenggol oleh tubuh saya sendiri "

Guno menghela nafas,

" Ya.. maaf " ucapnya singkat tanpa melihat wajah Reni.

Kini Reni juga melakukan hal yang sama, dia menatap langit semesta yang luas.

" Saya tahu kalau disekolah kamu memiliki tambatan hati yang lain "

" Lalu? "

" Saya tidak akan mundur! Saya akan mendapatkan kamu seutuhnya "

Guno tersenyum namun sedikit mengejek.

" Yakin? "

" Ya! Kenapa tidak? "

" Cuma ingin memberitahu kamu sebelum pergi dan menyerah, baru saja ada perempuan yang dia begitu terang - terangan mengatakan cinta kepada saya "

" Lalu? "

" Dia pergi "

" Kenapa? "

" Karena saya masih mencintai istri saya "

" Mba Hana? "

Guno terperenjat dia langsung melihat Reni dengan mata membulat sempurna.

" Kalian berdua ngomongin saya ya? "

" Kalian siapa? "

" Kamu sama.. Bu Etik! "

" Yah.. begitulah, saya sangat menyukai kamu pastinya saya akan senantiasa mencari tahu soal kamu, dari latar belakang sampai kamu memiliki perempuan lain selain saya "

" Tapi.. kamu juga masih punya ikatankan dengan suami mu itu? "

" Saya sedang mengajukan gugatan cerai, tunggu beberapa bulan dan saya akan resmi menjadi janda seutuhnya "

Guno menaikan alis kanan-nya tentu batin dia berbicara " Gak ada yang nungguin elu! Kalau lu gak datang pasti malam ini gue udah berduaan sama Tama " Guno membantingkan dirinya kembali ke kursi dan menatap langit lepas.

**********************

Tama bercermin wajahnya sudah semerawut, lipstik luntur, fondation retak, rambut acak. Dia putus asa ketika akan merapihkan nya " haduh! Aku harus pulang " ucap Tama kesal.

Kateha yang melihatnya dari belakang Tama hanya bisa tersenyum sembari memangku kedua lengannya.

" Aku bisa antarkan kamu pulang kalau mau "

" Maulah! Masa penampilan ku seperti ini naik taksi "

" Ok! Kamu ikuti aku dari belakang "

Pun Tama mengangguk, Kateha berjalan keluar disusul Tama beberapa menit setelah kepergiannya. Mereka berdua menuju tempat parkir, begitu mobil kateha ditemukan dia menunggu sebentar menanti Tama yang masih berjalan jauh dibelakangnya, begitu Tama sampai mereka berdua kompak langsung masuk kedalam dan mobil dihidupkan.

Kateha mengendarai mobilnya begitu baik, dia tidak menyalahi aturan rambu lalu lintas. Semua berjalan normal!

Kateha menepikan mobilnya didepan rumah Tama yang langsung berhadapan dengan jalanan komplek.

" Terimakasih banyak yah " ucap Tama sembari membuka sabuk pengamannya.

" Iya sama - sama "

Sebelum Tama keluar dia mendaratkan bibirnya di pipi Kateha, much!

Dan Kateha tersenyum pun dia membalas ciuman itu tapi dibibir Tama sehingga mereka melanjutkan kembali aktifitas tadi yang terjadi disekolah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!