Ricky Airlangga Hartama adalah anak kelima dari pengusaha sukses keluarga Hartama. Dia adalah Leader dari geng punk yg memiliki lima anggota dan ditakuti di seluruh kalangan baik pengusaha ataupun anggota gangster dan mafia di seluruh dunia. Dia tidak pernah memandang status dan usia pada orang yang akan dibunuh jika mereka mengusik dan mengganggu apa yang menjadi milik dan kesenangannya
Yuli Ramadhani adalah cewek humoris yang pandai bergaul dan memiliki banyak teman dia anak dari keluarga sederhana yang memiliki pekerjaan paruh waktu disebuah restoran .
Hingga akhirnya pertemuan yang tak terduga antara mereka pun terjadi
akankah tumbuh rasa cinta diantara keduanya?
Jangan lupa follow Ig author @wachyuni_17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Akrab
"ah sial kenapa aku harus bertemu dengan dia sih". kata Yuli yang melihat siapa yang bertabrakan dengan motor nya tadi
"hey cewek miskin elo gak punya mata ya main tabrak mobil orang sembarangan". ucap gladis
Dia adalah gladis Putri Kimora orang yang tidak menyukai Yuli dan dia cewek angkuh serta sombong karena menjadi putri tunggal.
"ya sorry. lagian elo kalau mau berhenti ngomong dong dan ni mata gue masih nangkring ditempat nya.". jawab Yuli
"Lo memang cewek gak tahu diri ya. mana ada berhenti ngomong lagian mana bisa juga kan gue pakai mobil dan elo dibelakang gue pakai motor butut elo itu". kata gladis dengan kesalnya
"la itu mulut emang gak bisa apa teriak bro gue mau berhenti gitu". canda Yuli
"memang Lo pikiran Lo kemana nyuruh gue teriak di dalam mobil. bisa disangka orang gila gue". kata gladis
"Lo tahu gak berapa harga mobil gue ini hah". tanya Yuli
"gue tahu kalau mobil elo itu mahal banget dan yang punya hanyalah orang yang kaya seperti keluarga elo dan mana mampu juga gue beli mobil kayak gini". jelas Yuli
"Lo benar memang mobil gue ini mahal jangankan untuk beli ganti rugi karena Lo tabrak saja pasti elo gak mampu juga". ejek gladis
"nah elo benar banget gue gak akan mampu buat ganti rugi. atau apa elo mau kasih kan mobil elo ke gue saja. hitung-hitung elo amal sama gue gimana?". goda Yuli
sebenarnya dia males berdebat dengan nya namun hal itu harus dia lakukan agar si gladis kesal dan tidak minta ganti rugi pada nya atas tabrakan yang terjadi
"kalau gue ngomong sama elo terus bisa stres nanti gue". kata gladis lalu berlalu pergi meninggalkan Yuli
"huh untung dia sudah pergi." gerutu Yuli
dia melanjutkan perjalanan menuju ke rumah nya dengan agak cepat karena dia sudah sangat lelah sekali hari ini
******
dipagi hari Yuli sudah terbangun dan bersiap untuk sarapan pagi bersama keluarganya. berbagai macam makanan telah terhidang di sana.
"apa kamu lembur Yuli kemarin malam?". tanya sang ayah
Yuli tersenyum dia tahu pasti ayah nya akan berkata untuk dia berhenti bekerja saja karena itu bisa mengganggu belajar nya.
"hanya kemarin saja ayah itu juga karena banyak nya pengunjung yang mengharuskan semua karyawan untuk lembur. tapi itu hanya kemarin saja benar deh sumpah". jelas Yuli dengan manjanya
"seharusnya kamu tidak usah bekerja Yuli. kamu hanya perlu belajar yang rajin dan giat biar Ayah semangat untuk mencari uang buat keluarga kita ini". kata ayah Yuli yang tampak sedih
"ayolah ayahku yang paling tampan se kecamatan. Yuli hanya mencari pengalaman saja biar bisa mandiri dan tidak bergantung pada uang ayah dan bunda terus. kalau Yuli sudah mau ujian pasti akan berhenti kerjanya. boleh ya". bujuk Yuli
"sudahlah ayah untuk kali ini biarkan anak kita melakukan hal yang diinginkan. yang terpenting dia bisa menjaga dirinya dan pergaulan nya". ucap sang bunda
"iya Bun tapi ayah kasihan kalau melihat Yuli pulang larut malam terus belum lagi rasa Lelahnya terlihat sekali di wajahnya". kata sang ayah sambil memijat pelipis mata nya
"meskipun terlihat lelah tapi Yuli kan bahagia yah melakukan nya". jelas bunda nya
"ya sudah Bun ayah akan tetap mengizinkan Yuli yang penting dia selalu bahagia dan bisa mencapai impiannya". kata ayahnya parah
Yuli yang menyimak pembicaraan kedua orang tua nya tersenyum bahagia. dia tahu meskipun ayahnya memiliki sifat keras kepala tapi itu akan runtuh dengan kebahagiaan anaknya
"nah gitu dong ayahku. sudah Yuli berangkat duluan ayah dan bunda". pamit Yuli
Yuli yang selalu berangkat dengan angkutan umum kali ini sedikit berjalan kaki karena dari tadi dia tidak menemukan angkutan umum sama sekali
"tumben banget sih gak ada yang lewat. apa ada semuanya mogok berjamaah kendaraan nya". gerutu Yuli
dia masih tetap berjalan di trotoar sambil mencari angkutan umum dalam perjalanan nya dia dihampiri mobil mewah yang berhenti tepat disampingnya
Yuli melihat siapa yang ada didalam mobil tersebut
"kenapa dunia se sempit ini. selalu saja gue bertemu manusia kardus ini". batin yuli
"elo mau berangkat sekolah?". tanya Ipank
"kalau sudah tahu jawabannya kenapa masih tanya". jawab Yuli dengan dinginnya
"elo kesiangan ya. jam segini mana ada kendaraan lewat lagi kesini yang ada juga akan penuh semua". kata Ipank
dan Yuli langsung melihat jam tangannya dan benar saja ternyata dia kesiangan.
"kenapa gue baru sadar sih. duh bodoh banget". gerutu nya
"elo baru sadar kalau bodoh". ejek Ipank
"sudah deh gak usah banyak bicara. mau apa elo berhenti disini?". tanya Yuli sambil memanyunkan bibirnya dan itu membuat Ipank menjadi gemas dama dia dan ingin sekali mencium bibir tersebut
"ini jalanan umum jadi terserah gue mau berhenti atau gak. karena hari ini suasana hati gue sedang baik mending elo bareng gue". kata Ipank menawarkan diri mengantarkan.
"gue curiga kayaknya elo udah jatuh cinta sama gue". goda Yuli
"kalau elo gak mau ya sudah gue cabut sekarang". kata Ipank
"gue nebeng elo lah fans ku". kata Yuli sambil tersenyum menggoda
dan dia masuk ke mobil Ipank. dalam mobil awalnya Hanyalah ada keheningan namun Yuli yang begitu ceria dan punya banyak cara untuk bisa mencair kan suasana yang ada.
"pank gue boleh tanya gak sama elo. tapi meskipun gak boleh gue tetap akan ngomong sih". kata Yuli
"Lo mau tanya apa?". jawab Ipank singkat dan tetap fokus ke depan meskipun kadang melirik cewek yang duduk disampingnya itu
"membunuh orang itu menyenangkan ya pank?". tanya Yuli
"kalau kata-kata elo seperti itu apa bisa dibilang pertanyaan atau mungkin itu sebuah pengakuan." jawab Ipank
"Lo ternyata bodoh juga ya kayak gue. kan tadi udah dibilang kalau gue mau tanya Ipank si manusia kardus". kata Yuli sambil berteriak dengan nada kesalnya
"Lo mau bikin gue budeg apa pakek teriak segala."kata Ipank dengan datarnya
"kalau elo gak mau jawab ya sudah gue gak masalah juga. lagian juga gak penting". kata Yuli
"Lo benar mau tahu apa jawabannya ?". goda Ipank sambil mengedipkan sebelah matanya
Yuli yang mendengar langsung tersenyum dan merespon dengan menganggukkan kepalanya
"sebenarnya membunuh orang itu bukan perkara menyenangkan atau tidak nya. itu memang harus kita lakukan untuk melindungi orang yang kita cintai". jelas Ipank
Yuli mengangguk faham dengan penjelasan yang diberikan oleh Ipank tadi
"terus terang ni ya pank gue sering mendengar nama kalian disebut dan mereka semua bilang kalau kalian tidak punya hati dan sadis apalagi sang leader kalian". jelas Yuli
"terus apa yang Lo pikirkan tentang kita setelah banyak mendengar dari perkataan orang-orang?". tanya Ipank penasaran dengan pendapat Yuli
"kalau gue ni ya. pendapat gue tentang kalian ya orang hebat yang bisa melindungi orang-orang disekitar kalian yang memang dianggap harus dilindungi. lagian nih ya pank kenapa harus melihat dari tampilan luar dan hanya mendengar kata orang lain yang tidak pernah tahu sendiri tentang kalian. gak adil banget kan nilai orang kayak gitu". kata Yuli dengan kesalnya
Ipank yang mendengar perkataan Yuli malah semakin kagum dan suka pada nya.
tidak terasa mereka sudah sampai sekolah dan Yuli melihat kedua temannya menatap mobil yang dia tumpangi
"pank makasih ya atas bantuan nya . nanti kalau elo butuh bantuan gue ngomong aja gak usah sungkan tapi kayaknya elo gak butuh deh soalnya elo kan cowok tangguh". kata Yuli yang langsung pergi keluar dari mobil nya
sementara Kikan Dan Rachel tahu betul mobil siapa yang ada di depan gerbang sekolah mereka apalagi mereka melihat Yuli turun dari mobil tersebut sontak saja membuat mereka berdua kaget sekaligus bertanya-tanya
"sudah nanti saja gue jelasin yuk masuk kelas". ajak Yuli dan merangkul pundak keduanya.
******
setelah Ipank mengantar Yuli dia pergi menuju markas tempat keempat sahabatnya menunggu dia.
"lama banget Lo pank. apa elo lupa kalau kita kumpul disini?". tanya Rere
"gue ingat cuma tadi gue ada urusan sebentar". jawabnya
"urusan apa yang lebih penting dari pertemuan kita disini pank?". tanya Ricky mulai mengintimidasi
"gak gitu Rick cuma gue tadi harus nganterin seseorang dulu sebelum kesini". jelas Ipank
"seseorang yang Lo maksud adalah Yuli teman baiknya Kikan dan Rachel". kata Arok dengan wajah datar nya dan perkataan nya membuat mereka terkejut kecuali Ricky
"siapa Yuli?". tanya Ricky
"dia temannya Kikan dan Rachel dan dia juga yang berani menghina Ipank didepan umum". jelas Ken
"dia juga memberikan Ipank julukan manusia kardus". tambah Rere
Ricky hanya menunjukkan ekspresi datarnya dan dia sama sekali tidak tertarik dengan pembahasan mengenai Yuli
"kok Lo bisa tahu rumah nya pank. wah jangan-jangan elo suka sama dia". celetuk Ken
"gue tadi gak sengaja bertemu dijalan". jawab Ipank
"dan elo rok kok bisa tahu kalau gue tadi antar Yuli sekolah?" tanya nya
"Rachel chat gue tadi". jawab nya
"sudah. Kita kumpul disini untuk membahas rencana yang kita buat untuk Ryuji". kata Ricky dengan aura devil nya yang sekarang terasa sudah mulai muncul kembali di dalam ruangan itu.