Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENOLAKAN KEMBALI
Perempuan itu memalingkan wajahnya dari hadapan Bram, Sinta menyeka air mata yang menghiasi wajahnya. Bram menarik dagu Sinta untuk membantu perempuan itu membersihkan sisa-sisa air mata yang jatuh, Sinta tidak menatap laki-laki itu sama sekali.
"Jangan cengeng, kamu tidak malu dengan James?" Sinta menatap putra semata wayang nya yang masih tertidur.
"Maaf Bram, kita tidak akan pernah bisa saling memberi kenyamanan," Bram mundur untuk menempelkan punggungnya ke kursi.
"Apa karena Natasya?" laki-laki itu menoleh, Sinta juga sedang menatap ke arahnya. Perempuan itu mengangguk sesaat sebelum membuang wajah nya ke depan.
"Sudah pernah aku katakan, jangan membawa Natasya pada urusan kita."
"Aku tahu dia masih mencintaimu."
"Tetapi bukan aku yang masih mencintai Natasya," Sinta menghela nafas sejenak, Bram menunggu dengan sabar tanggapan Sinta.
"Dia pasti akan sangat terpukul jika tahu kita dekat."
"Apa masalahnya?" Bram menarik kembali tangan mulus Sinta, dia menempelkan tangan itu pada pipi kasarnya.
"Aku tidak bisa melukainya," Sinta mengucapkan itu dengan begitu tulus.
"Lupakan tentang perasaan Natasya, coba sekali saja jujur pada dirimu sendiri."
"Aku tidak bisa Bram!" Sinta menarik tangannya pada genggaman hangat Bram.
"Maaf Sinta, tetapi aku akan terus berusaha membuatmu bisa menerimaku."
Sinta kembali menumpahkan air mata bening itu, dia berdiri hendak meninggalkan Bram tetapi lengan langsing itu ditarik Bram untuk kembali duduk. Laki-laki itu meremas surai hitamnya, helaan nafas frustasi menghiasi telinga Sinta. Laki-laki itu berdiri lalu berlutut di depan Sinta, janda itu yang menyadari hal gila Bram langsung menyuruh laki-laki itu untuk segera berdiri. Banyak pasang mata yang menyaksikan kejadian langka itu, Bram tidak menurut dan tetap menatap Sinta dengan lembut. Perempuan itu duduk dengan gelisah, matanya bergerak kesana kemari menghindari tatapan Bram.
"Sinta!" Bram mengelus kepala James, laki-laki itu mengecup puncak kepala anak dari perempuan di depannya.
"Aku sudah menyayangi James seperti aku mencintaimu, aku berhasil menerimanya seperti anak kandungku sendiri," pandangan mata Bram tetap tertuju pada James, Sinta mencoba menahan tangis yang akan jatuh untuk kesekian kalinya itu.
"Aku ingin menjadi Ayah yang baik untuk dia, ingin menjadi contoh yang perkasa saat dia dewasa nanti."
Sinta mencekal pergelangan tangan Bram yang terus mengelus kepala putranya, dia menyuruh Bram untuk berdiri. Laki-laki itu menunduk sejenak merasakan nyeri di dada karena pernyataan tulusnya yang tak kunjung diterima, dengan berat hati Bram berdiri dan berlalu menuju mobilnya berada. Sinta yang menyadari kepergian Bram mengikuti laki-laki itu dari belakang, Bram masuk kedalam mobil lalu menyandarkan punggungnya kebelakang. Sinta masuk tanpa permisi, Bram sadar Sinta mengikutinya lalu menghidupkan mobil itu dan menjalankan ke rumah Sinta.
Tidak ada percakapan maupun suara musik yang biasa Bram hidupkan dalam mobilnya, laki-laki itu menatap dengan sayu jalan didepannya. Sinta melirik Bram sesekali, perempuan itu tahu jika Bram sedang kecewa. Dia mengutuk perlakuan tidak tahu dirinya tadi, namun itu adalah pendirian Sinta sedari awal. Dia tidak akan pernah bisa bersama Bram, Sinta akan terus menolak laki-laki itu.
Dua puluh menit berlalu dan Bram telah berhasil menepikan mobilnya didepan kontrakan Sinta, laki-laki itu tidak mengucap sepatah kata pun ketika Sinta turun dari sana, Bram juga tidak ikut turun dia masih setia menikmati ke pedihannya. Sinta menengok kebelakang, heran dengan Bram yang tidak membuntutinya. Dengan langkah anggun Sinta masuk kedalam dan memberikan James kepada Siti, janda itu menghampiri lagi Bram dalam mobil. Perempuan itu ikut masuk dan duduk kembali di sebelah Bram, yang di datangi sama sekali tidak menanggapi Sinta.
"Kenapa tidak masuk?" Sinta memecah keheningan yang terasa sangat dingin itu.
"Aku akan pulang ke Jogja," Bram mengatakan dengan nada yang tidak seperti biasanya, laki-laki itu juga masih tidak bergeming untuk menatap Sinta.
"Maaf kan aku," kali ini Sinta berucap dengan nada lirih, dia tidak mendapat jawaban apapun dari Bram. Ditengoknya laki-laki itu tengah memejamkan matanya dengan tangan yang terkepal sempurna, Sinta ingin mengelus lengan laki-laki itu namun dia urungkan ketika Bram membuka matanya dan membalikkan badan kekar itu untuk mengambil sesuatu di kursi belakang.
Sinta mematung ketika Bram menyodorkan dress yang dia pilih tadi ketika di mall, tangan mungil itu bergetar menerima pemberian Bram.
"Terimakasih."
"Hn sama-sama," Sinta merasa sakit ketika Bram begitu dingin kepadanya, laki-laki itu menghidupkan mesin mobilnya. Sinta tersadar dan segera turun dari sana, Bram tidak mengucapkan sepatah katapun ketika Sinta sudah berada jauh dari mobilnya. Laki-laki itu terus melaju dengan perasaan yang tidak karuan, Sinta menatap dress yang cantik itu. Dia memeluk dan mencium pakaian wanita itu sembari menangis, ada banyak penyesalan di dalam hati kecil janda itu. Seandainya Sinta tidak menolak laki-laki itu pasti sekarang dia tidak akan pernah melihat wajah dingin yang Bram tunjukkan kepadanya, perempuan itu berjalan dan duduk di kursi teras rumahnya. Dia terus teringat akan kejadian yang telah sering menyakiti hati Bram, Sinta menatap kembali baju dalam pangkuannya. Bahkan Bram masih mau memberikan sesuatu kepadanya ketika bibirnya sudah menyakiti laki-laki itu, Sinta terus menangis dalam diam menyesali segala luka yang telah dia goreskan di hati Bram.
***
drtt drtt
Bram tidak menghiraukan getar pada ponselnya, dia kecewa. Hatinya begitu sakit lagi-lagi harus menerima penolakan, setelah mengetahui keberadaan Sinta dia justru tidak mendapat titik cerah dalam usahanya. Laki-laki itu menyerah, Bram berjanji tidak akan mengganggu Sinta. Dia terlalu berusaha dengan keras, namun semua usaha dan cinta yang ada pada dirinya masih saja tidak pernah Sinta lihat.
Laki-laki itu melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi, dia tidak peduli lagi dengan semua mobil yang memperingatkan dirinya untuk lebih berhati-hati. Tanpa Bram sadari dari arah berlawanan truk besar melaju dengan kecepatan yang tidak kalah cepat dengan mobil Bram, bujangan itu menyadari akan sesuatu yang buruk. Dia menginjak rem mobilnya dan memutar stir mobil itu ke arah kiri, tidak disangka truk yang melaju dengan cepat itu menabrak mobil dibelakang Bram, dengan mata yang masih menengok kebelakang mencoba melihat kejadian tragis itu Bram sampai tidak menyadari bahwa mobilnya juga dalam masalah. Dia tidak sempat mengendalikan mobilnya hingga dia jatuh kedalam jurang, beberapa orang yang sedang melintas disana ikut menyaksikan bagaimana tragisnya kejadian kecelakaan beruntun itu.
Ada lima mobil polisi sudah berada di tempat kejadian, mereka berusaha mencari informasi tentang para korban. Salah satu dari mereka adalah Bram yang masih terjepit dalam mobil yang berada didalam jurang, mereka berusaha dengan keras untuk menyelamatkan Bram dan membawa ke rumah sakit terdekat.
Tidak punya harga diri rupanya
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
apa dibiarkan menggantung..
up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
semangat terus jangan sampai DOWN
Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.
Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!
Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
main main ke karyaku ya mkasih