arif dan Erika sudah menikah selama 3 tahun. Namun, Erika harus melepaskan pernikahan dan orang yang sangat dia cintai karena arif lebih memilih sepupunya, Lanni. Arif Wistan berhutang budi pada Lanni Baswara karena telah menyelamatkan nyawanya hingga gadis itu jatuh koma selama 3 tahun. Dibalik sikap lemah lembutnya, tidak ada yang tahu apa yang telah direncanakan Lanni selama ini, kecuali Erika. Erika bertekad akan membalaskan dendamnya pada keduanya karena telah menghancurkan hidupnya. Ada apakah sebenarnya diantara mereka bertiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEBELAS
Erika melambaikan ponselnya dan tersenyum. "Sampai jumpa."
Dia tidak menunggu Wisnu merespons dan segera pergi.
Sementara itu, Wisnu duduk di kursinya dan tak bergerak. Cindy tersenyum padanya sebelum masuk ke dalam mobil, Cindy tidak langsung menyalakan mobil, tetapi justru menatap Erika dengan tidak percaya.
Setelah masuk, Cindy tidak langsung menyalakan mobil tetapi menatap Erika dengan tidak percaya, "Irish, jangan bilang kalau kau berencana untuk bangkit kembali bersama dengan Wisnu setelah bercerai dari Gardan. Wisnu tidak cocok untuk itu. Apa kau tidak takut jika nanti kau akan jatuh cinta padanya dan patah hati lagi?"
Erika tertegun seketika tetapi segera menenangkan pikirannya. Dia tersenyum tak berdaya dan berkata, "Tidak mungkin! Saat ini, hal yang paling aku benci adalah masalah percintaan. Kenapa aku akan jatuh cinta dengan orang lain?"
Selain itu, Kenapa Wisnu mau denganku?
Lalu, Erika tidak tahan untuk terkekeh. "Kau terlalu khawatir. Bahkan jika aku ingin berkencan dengan Wisnu, dia pasti tidak akan menginginkanku."
Cindy mengerutkan alisnya dan melihat Erika dengan curiga. "Kau tidak berbohong?"
"Tentu saja tidak!"
Cindy mengenal Erika sudah lama dan yakin bahwa Erika tidak akan mengingkari janjinya. Jadi, dia menyalakan mobil, lalu menghela napas saat melepaskan kopling. "Semua pria itu sampah! Kita para wanita harus menjadi kuat untuk mempertahankan diri! Erika, kau adalah wanita kuat, jadi jangan biarkan pria lain mengecewakanmu lagi."
Cindy biasanya akan memanggil Erika dengan sebutan Ines. Tetapi kali ini, dia memanggil nama asli Erika untuk menunjukkan bahwa ini adalah masalah serius.
Erika terkekeh. "Jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan pria lain menghentikan langkahku. Balas dendamku pada Gardan baru saja dimulai, percayalah."
Cindy menghela napas lega dan memutar kemudi. "Aku percaya padamu!"
Sementara itu, di Kediaman Baswara, Lanni dan kedua orang tuanya baru saja selesai makan malam. Pipi Lanni merah merekah dan tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja bangun dari kona satu bulan yang lalu.
Di sisi lain, ibunya berpakaian dengan cantik Meskipun dia berumur empat puluhan, dia tampak seperti wanita di awal tiga puluhan.
Lanni melihat sekilas ke arahi ibunya yang sedang duduk di sofa dan mengerutkan alisnya. "Bu, aku terus menerus merasa bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Sepertinya Gardan tidak ingin bercerai."
Firasat seorang wanita biasanya akurat, khususnya mengenai firasat buruk. Apapun yang mereka takutkan biasanya akan menjadi kenyataan.
Rosi Mada menatap Lanni. "Kenapa kau bilang begitu?"
Lanni mengerutkan bibirnya. "Akhir-akhir ini sepertinya emosinya berpusat pada Erika. Tadi
Malam, mereka bahkan pergi bersama ke Mansion Wistam."
Rosi mengerutkan alisnya dan berkata, "Bagaimana bisa? Bagaimana Erika bisa begitu tidak tahu malu?"
Lanni menggertakkan giginya. "Kemarin malam, aku berusaha keras hanya untuk membuatnya menghabiskan waktu bersama denganku. Meskipun dia mengatakan sesuatu untuk menenangkanku, dia tetap saja menjaga jarak dan tampak tidak tertarik. Aku mencoba bertanya tentang perceraian mereka, tetapi dia tidak mau membahasnya. Walaupun dia bilang akan menikahiku, aku masih punya firasat buruk bahwa Erika mungkin sedang merencanakan sesuatu."
Ekspresi wajah Rosi menggelap. "Dulu dia tidak selicik ini. Nyonya Besar Wistam memperlakukan Erika dengan sangat baik. Jika Erika memutuskan untuk melawan kita, kita pasti akan rugi! Lanni, sepertinya kita harus mulai bertindak."
Lanni menatap Rosi dengan penuh harap. "Bu, apa kau punya rencana?"
Rosi mengangguk dan membelai wajah anaknya. "Kau adalah nona muda yang cantik,jadi sekarang waktunya kau menjadi pusat perhatian."
"Hah?"
Lanni tampak bingung, jadi Rosi menjelaskan, "Tuan Moris akan mengadakan perjamuan ulang tahun dalam sepuluh hari ke depan. Yang harus kau lakukan adalah mencari cara agar bisa datang ke sana sebagai pasangan Gardan."