NovelToon NovelToon
“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:184.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Valery

menceritakan sebuah kisah pertemuan yang tidak pernah diharapkan kedua belah pihak, pertemuan pertama kali yang membuat mereka terikat dalam sebuah ikatan cinta.

namun sebuah takdir yang tidak bisa dikatakan sebuah takdir baik.

pertemuan antara kedua manusia dengan sisi yang berbeda, akankan mereka bisa tetap bersama?

Aster dan Sisi gelap.

A Story of universal Valery Luv

jangan lupa follow akunku ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - dark side part ll

Setelah kejadian itu Woojin benar-benar tidak mau bertemu dengan Justin, pria itu sudah berkali-kali memberikan perintah untuk Woojin memulai permainannya, bahkan Woojin belum bilang dia setuju untuk permainan ini tapi pria itu sudah memulainya.

Hari ini Woojin membiarkan Valery untuk keluar dari rumah, namun wanita itu menolak dengan alasan dirinya masih merasa sakit di bagian kewanitaannya, Woojin jadi merasa bersalah dengan apa yang dilakukan pada Valery, malam kemarin dirinya kembali memaksa Valery untuk memenuhi kebutuhannya, sisi lain dari Woojin terus menguasainya setiap malam.

Seperti sekarang dia menatap Valery yang tubuhnya penuh dengan tanda kepemilikan yang tidak tahu kapan akan hilangnya, dia berjalan dengan hati-hati dari satu tempat ketempat lainnya, Valery sudah tidak bisa membenci pria yang kini sedang duduk di meja makan yang sedang menikmati sarapannya dengan sereal.

Pria itu jika sudah memaksa Valery, dia akan berubah 180 derajat, Valery tidak pernah diberi kesempatan untuk menatap wajahnya dengan baik, tadi malam pria itu datang kekamarnya dan melakukan hal gilanya, padahal rasa sakit yang dia lakukan sebelum belum hilang dan kemarin dia menambahkan lagi rasa sakit yang terasa lebih menyakitkan, dan saat dia sudah puas pria itu dengan mudahnya meninggalkan kamar Valery seperti ****** bayarannya.

Hidup Valery tidak pernah lebih dari sebuah ancaman atau paksaan, Valery sangat senang bisa terlepas dari ancaman pamannya kini dia harus dipaksa menjadi ******* untuk atasannya, bukankah hidupnya sangat menyedihkan? Akankah dimasa depan dirinya akan merasa lebih bahagia atau akan semakin jauh dari kata bahagia?

Valery melangkah kembali ke kamarnya saat Woojin menyadari kehadirannya, namun pria itu lebih dahulu menghalanginya untuk melangkah dan membuat Valery berakhir dengan pria itu lagi, Valery lelah harus menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Woojin seperti dirinya tidak tahu apa-apa tentang kejadian yang dia lakukan tadi malam.

“Valery, maafkan seperti kamu harus kembali lebih awal, aku.. Aku... Tidak mau menyakitimu lagi”

“tidak! Maksudku ... Tuan Woojin project ini belum sepenuhnya terselesaikan --”

“Valery, aku mohon jangan menolaknya kembalilah korea, aku tidak bisa melihatmu kesakitan akibat ulahku”

“jika kamu tidak ingin melihatku kesakitan akibat ulahku maka berhentilah mendatangiku atau memaksaku Woojin, aku bukan jalangmu atau kekasihmu”

“Valery, aku juga tidak tahu, aku tidak bisa mengendalikan diriku”

“lalu siapa yang mengendalikan dirimu hantu? Atau seseorang? Apa kau sudah gila?”

“Valery--”

“jangan mencoba untuk memanggil namaku, aku benci mendengarnya, aku masih tidak mengerti dengan dirimu yang jelas-jelas tadi malam kau yang melakukannya tanpa ada yang mengendalikannya”

Woojin terdiam, untuk saat ini dia tidak bisa memberitahu apa yang telah terjadi pada dirinya, jika Woojin memberitahu wanita itu maka wanita hanya akan mengatakan jika dirinya gila dan lain-lainnya, dia memberikan salep pada Valery untuk mengobati tanda yang tersebar di leher atau tubuh lainnya.

“pakaianlah, keesokan harinya mungkin akan menghilangkan secara perlahan, aku harus menemui dokter”

“kamu sakit? Apa luka yang kemarin semakin parah?” tanya Valery, tiba-tiba dia menarik dagu Woojin, dia mencoba melihat luka yang sudah mengering.

“tidak, luka ini sudah membaik, terimakasih aku harus pergi, istirahatlah dengan baik, maaf Valery”

Woojin segera berjalan ke arah pintu keluar, dia meninggalkan Valery yang masih menatap bingung pada sikap pria itu yang suka berubah-ubah, saat tadi malam pria itu tidak selembut saat pagi hari.

Diluar Han sudah menunggunya dengan mobil miliknya, Woojin membuka pintu belakang, hari ini dia harus bertemu dengan dokter Bella untuk menceritakan apa yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini yang sudah diluar kendali Woojin dan jika dibiarkan sisi lainnya akan terus memaafkan semua itu.

Mereka berencana akan bertemu di hotel yang sudah Woojin siapkan untuk dokter Bella, mereka berdua butuh ketenangan untuk berkonsultasi, hingga tidak lama mobil Woojin berhenti di hotel yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, sebelum melangkah menuju kamar dokter Bella, Woojin mencoba mengirim pesan untuk Valery.

By : Woojin

'hari ini aku tidak akan kembali sampai besok, istirahatkanlah tubuhmu, kamu harus mandi air panas untuk menghilangkan sedikit rasa sakitnya, jangan lupa untuk minum pil, jika kamu bosan kamu bisa pergi tapi usahakan untuk tidak bertemu dengan pria itu, aku tidak ingin mendengar laporan dirimu bertemu dengannya, jika itu terjadi aku tidak segan-segan untuk mengurungmu lebih lama di rumah'

Lift terbuka saat Woojin selesai mengirim pesan pada Valery, dia berjalan menuju kamar bernomor 150, saat sampai di depan pintu itu, dokter Bella sudah membukakan pintu untuk Woojin dan langsung saja dia melangkah masuk kedalam.

Woojin berjalan mengikuti dokter Bella, hingga akhirnya mereka sampai di kamar yang sudah berubah menjadi tempat terapi, Woojin menyuruh Woojin untuk duduk di kursi yang sudah dia siapkan disana.

“Bella, aku --”

“kamu harus menenangkan dirimu lebih dahulu, jika kamu panik ini akan sulit bagiku, minumlah tea yang sudah aku siapkan”

Woojin menuruti setiap perkataan yang dokter itu ajukan. Pria itu minum teh yang ada di hadapannya, dan secara perlahan pikirannya kembali tenang dan hatinya yang gelisah mulai berkurang.

“kamu bisa menceritakan semuanya Tuan Woojin” ucap dokter Bella, dia begitu tenang karena memang seorang psikolog harus tenang dan memahami sifat para pasiennya.

“aku akan menceritakan dari awal saat aku mencium dia di sebuah gang kecil karena sesuatu yang mendesak”

Woojin menceritakan semua kejadian demi kejadian tanpa meninggalkan satupun kejadian, dia menceritakannya dengan begitu tenang hingga dokter Bella bisa memahami semua yang terjadi pada Woojin beberapa bulan terakhir.

“gadis itu bisa menjadi ancaman untukmu tapi juga bisa menjadi penyelamat untukmu Tuan Woojin”

“maksudmu?”

“gadis ini bisa menyelamatkanmu dari sisi gelapmu yang sudah lama hadir karna kejadian dimasa lalumu, namun jika kamu tidak mampu untuk menghilangkannya maka gadis itu akan menjadi ancaman untukmu”

“lalu aku harus bagaimana?”

“kamu harus melakukan terapi, semua harus dilakukan dari awal, aku ingin bertanya padamu Tuan Woojin, apakah kamu akan menerima permainan itu?”

Woojin terdiam, sebenarnya untuk Woojin menerima atau tidak itu sama sekali tidak menguntungkan atau merugikan baginya, “aku tidak tahu”

“saranku lebih baik kamu mengikuti permainan ini”

“tapi itu sangat beresiko padaku dan juga Valery, aku bisa kehilangannya”

“karena permainan ini juga yang membuat dirimu memiliki sisi gelap itu bukan, cara satu-satunya untuk menghilangkannya hanya dengan membuatnya bermain kembali, aku juga akan terlibat dengan permainan ini, aku bisa mengendalikan sisi gelap dari belakang”

“baiklah, bagaimana jika mulai saja terapih ini”

Woojin, pria itu awalnya hanyalah pria biasa namun saat dirinya masih di kerajaan, para saudaranya secara perlahan memberi racun pada tubuh Woojin yang membangkitkan sisi gelap yang hanya orang tertentu mengerti, tujuan dari mereka lakukan adalah untuk membuat Woojin tidak bisa menggantikan sang kakek, namun racun itu malah menambah Woojin menjadi seorang pembunuh, dia membunuh semua kerabat dekat dan jauhnya, hingga akhirnya Kakeknya memutuskan untuk membiarkan Woojin bebas dari kerajaan dan berakhir dengan Bella yang menjadi skiaternya.

Namun saat pindah ke sekolah umum, sisi gelap Woojin kembali lagi, namun kali ini dia tidak bisa membunuh orang lain namun bisa mempengaruhi orang lain untuk menghancurkan orang lain, racun didalam tubuhnya tidak bisa hilang begitu saja, salah satu penawarnya adalah Woojin harus merasakan jatuh cintai.

Tapi pada akhirnya sisi gelap itu belum bisa menghilang setelah sekian lama bersembunyi di tubuhnya, kini sisi gelapnya muncul lagi yang mengendalikan Woojin sendiri.

1
Andriani
tulisannya kurang rapi thor 🙏
Kadek Pinkponk
wojin jujurlah tentang penyakitmu pada valery
Kadek Pinkponk
apakah wojin teman msa kecilnya valery??
Kadek Pinkponk
🙏🙏
Tika Kartika
bagus ceritanya 👍👍👍
TIYAN
flashback,suka bgt sama ini novel❤️❤️.
Siti Adilang
lanjut, makin seru thor ceritanya.
Ahmad Aldi
lanjut
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
OMG thor... namanya kok sekretaris HAN sih... kan jadi ke inget TUAN SAGA aq nya...
TePe
jadi inget waktu di dpn altar.....cuman kenapa berhenti menulis thorrr
TePe
woojin😍
TePe
kasihan mereka thorrr
chocolaterona
welldone sir...i envy to you....thank you for making this novel a happy ending.
TIYAN
UwU terharu aku🥰
chocolaterona
love it...yes it true
chocolaterona
finally the road to real life
TIYAN
uhh Thor suka baget🥰
TIYAN
UwU UwU😂
chocolaterona
thank for up..up..up...nya thor
chocolaterona
aq ga bosan thor...ayo up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!