NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Si Red flag

Ruangan Keandra

"Duduk!" titah Keandra, berdiri tepat di depan pintu. Memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Menatap tajam ke arah Anjani, yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.

Anjani mengangguk pelan. Menuruti perintah Keandra. Duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu.

Tak lama kemudian, Keandra kembali menghampiri Anjani, dengan membawa kotak p3k. "Akan aku obati luka mu." ucapnya pelan. Meminta Anjani untuk mengulurkan tangannya. "Sini, biar aku lihat lukanya."

Anjani dengan ragu mengulurkan tangannya. Membiarkan Keandra, melihat sendiri luka di tangannya.

"Dasar ceroboh." ucap Keandra, dingin. Mulai mengobati luka pada tangan Anjani. Mengoleskan salep khusus luka bakar. "Bisakah sekali saja, kamu tidak membuat keributan. Lihatlah luka ini. semuanya, karena kecerobohan mu."

Anjani menatap Keandra heran. Bisa-bisanya suaminya sendiri, menyalahkan dirinya tanpa mengetahui cerita sebenarnya.

"Kamu menyalahkan, ku?"

Keandra menatap Anjani tajam. "Iya." balasnya singkat.

Anjani menghela nafas kasar. Sudah ia duga, jika Keandra akan menyalahkannya atas semua kejadian itu. "Aku tidak bersalah. Shella yang mulai duluan."

Keandra tidak membalas ucapan Anjani. Perlahan meniup pelan tangan Anjani, yang sudah di beri salep. Hal itu seketika membuat Anjani diam terpaku. Perhatian kecil Keandra, mampu membuat jantungnya berdetak kencang.

"Sudah." ucap Keandra, bangkit berdiri. "Setelah ini ganti baju, mu."

"Tapi... aku tidak membawa baju ganti."

Keandra menatap Anjani. Hendak membalas ucapannya. Namun seketika terdiam, saat mendengar suara ketukan dari luar. Keandra langsung menghampiri dan membuka pintunya.

"Selamat pagi, tuan." sapa Alex, membungkuk hormat. "Saya ingin mengantarkan baju yang Anda pesan, tuan." Memberikan sebuah totebag yang berisi baju wanita.

Keandra mengangguk pelan. Mengambil totebag tersebut. Alex pun langsung pamit pergi untuk mengerjakan tugasnya yang lain. Sementara itu, Keandra kembali menghampiri Anjani yang sedang memperhatikannya.

"Ini, ambilah." ucap Keandra, memberikan totebag pada Anjani.

"A-apa ini?" Anjani menatap totebag tersebut dengan ragu.

"Ck!" Keandra berdecih. "Itu baju untuk, mu. Jadi... cepat pakailah." ucapnya dingin.

Dengan ragu Anjani menerima totebag itu. Mengintip sedikit, penasaran dengan baju yang di maksud oleh Keandra.

"Cepat ganti baju, mu!" titah Keandra, dengan suara dingin. Menatap tajam Anjani yang malah mengintip totebag pemberiannya.

Anjani tersenyum kikuk, melihat Keandra yang terlihat kesal. Segera pergi ke kamar mandi yang tersedia di sana.

Keandra menghela nafas kasar. Melihat Anjani sudah masuk ke kamarnya. Ia kembali mengerjakan pekerjaannya lagi.

Tap... tap... tap...

Anjani melangkahkan kakinya perlahan. Ragu menyelimuti perasaannya. Takut jika dirinya tidak cocok, menggunakan baju pemberian Keandra.

"Bagaimana menurut mu, Kean?" tanya Anjani pelan. Menundukkan kepala, saat berada di hadapan Keandra.

Keandra yang sibuk mengerjakan pekerjaannya melirik sekilas pada Anjani. Dari balik dokumen yang sedang di pegangnya, Keandra terlihat terpana saat melihat Anjani begitu cantik. Jantungnya berdetak kencang. Bahkan menurutnya saat ini Anjani terlihat mempesona.

"Kean...?" panggil Anjani mencoba menyadarkan Keandra yang terlihat bengong. "Keandra!" Untuk kedua kalinya, Anjani memanggil dengan meninggikan suaranya.

Keandra tersentak. Mendelik. Sedikit kesal karena Anjani mengganggu lamunannya.

"Apa aku jelek?" tanya Anjani.

Keandra terdiam. Kenapa Anjani bisa memikirkan hal itu? Batinnya. Andai saja kalau Anjani tahu, jika saat ini dirinya terlihat cantik. "Tidak." jawabnya, tanpa ingin beradu pandang.

Wajah Anjani seketika memerah. Secara tidak langsung, Keandra memuji kecantikannya. Bahkan mampu membuat Anjani merasa sedikit gugup.

Keandra merutuki ucapannya. Terlihat menyesal sudah berbicara seperti itu. "Sekarang kembalilah bekerja. Dan pastikan, apa hari ini kita ada meeting."

Anjani langsung mengangguk. "Ba- baik, pak."

Keandra kembali bekerja. Sesekali melirik ke arah Anjani, yang mulai mengerjakan pekerjaannya. Ego Keandra memang besar. Tapi percayalah, jika saat ini dirinya begitu kagum dan terpesona oleh Anjani. Namun ia berusaha abai. Tidak ingin membuat kesalahan sama seperti di masa lalu.

...----------------...

Waktu istirahat pun tiba, Anjani memutuskan untuk makan di kantin. Berjalan sendirian, tanpa teman ataupun kawan sekedar pergi bersama ke kantin.

"Wah... wah....! Coba kalian lihat penampilan dia." seru Shella, saat berpapasan dengan Anjani. "Enak, ya... jadi sekretarisnya pak Keandra. Dikit-dikit di belain. Di belikan baju. Besok apa lagi." lanjutnya, penuh penekanan.

Anjani terdiam mendengar ucapan Shella, yang mulai memojokkannya. Sengaja ingin mengundang perhatian, supaya bisa mempermalukan dirinya.

"Kenapa diam, Anjani? Apa yang aku katakan benar, kan?" ucap Shella tersenyum penuh arti.

"Apa maksud mu, Shella?" tanya Anjani.

Shella tersenyum sinis. "Jangan sok polos, deh! Kita semua tahu, kalau kamu itu sekretaris plus-plus pak Keandra! Dasar murahan!"

Anjani memejamkan matanya. Ingin sekali membalas ucapan Shella. Namun saat ini ia harus sabar. Sebab tidak ingin Keandra menyalahkannya lagi, atas masalah yang tidak pernah Anjani perbuat.

"Kenapa diam saja? Malu?" tanya Shella tersenyum penuh arti.

Anjani tidak menjawab. Tidak ingin terjadi lagi keributan, memilih pergi dari hadapan Shella tanpa ingin membalas ucapannya.

Shella terlihat kesal melihat sikap Anjani seperti itu. Niat awal ingin mempermalukan Anjani, kini malah dirinya yang marah-marah tidak jelas.

"Awas kamu Anjani! Aku tidak akan membiarkan kamu tenang." Shella pun pergi dengan perasaan kesal. Pikirnya tidak berhasil hari ini masih ada hari lainnya.

...----------------...

Malam ini Keandra dan Anjani, sama-sama pergi ke acara makan malam dengan kliennya. Awalnya Anjani menolak. Sebab merasa malu dan juga tidak pantas, jika harus berkumpul dengan orang-orang penting seperti mereka. Namun berkat desakan Keandra akhirnya Anjani mau ikut.

Di restoran mewah kedatangan Anjani dan Keandra, di sambut hangat. Bahkan sikap mereka jauh lebih baik dari pada bayangan Anjani.

"Tuan Keandra. Mari silahkan duduk. Saya sudah memesankan makanan untuk anda dan juga...." Klien bernama Malik menghentikan ucapannya, saat melihat Anjani yang belum di ketahui namanya.

"Anjani." ucap Keandra singkat.

Malik tersenyum. "Oh... nona Anjani. Salam kenal. Saya Malik." ucapnya, mengulurkan tangannya.

Anjani mengangguk sopan dan tersenyum. "Anjani." balasnya lembut.

Malik tersenyum. Mereka pun duduk dan berbincang seputar proyek, yang akan mereka kerjakan bersama-sama. Tak lama kemudian makanan yang sudah di pesan pun datang. Malik kembali mempersilahkan mereka untuk mencicipi hidangannya.

Malam tak terasa semakin larut. Keandra pun menyudahi acara makan malamnya. Ia pamit pulang. Meninggalkan restoran itu bersama Anjani.

Pada saat mereka akan menaiki mobil, tiba-tlba terdengar suara wanita memanggil nama Keandra. Baik Keandra dan Anjani melihat ke arah suara.

"Sayang. Kamu sedang apa di sini?" Felicia yang baru saja datang menghampiri Keandra dan memeluknya. Seolah keberadaan Anjani tidak ada di antara mereka. "Kamu pasti mau jemput aku, kan?"

Keandra menghela nafas kasar. Mencoba melepaskan pelukan Felicia darinya. "Aku baru saja bertemu klien. Dan aku harus pulang sekarang."

Felicia melepaskan pelukannya. Bibirnya terlihat cemberut, saat mendengar jawaban Keandra. " Oh begitu." cebiknya. "Baiklah tidak apa. Tapi sekarang kamu harus antarkan aku pulang. Tidak ada penolakan. Kalau kamu tidak mau. Aku akan mengadukannya ke kakek."

Keandra terkejut mendengar ucapan Felicia. Apalagi sekarang Felicia sudah duduk di mobilnya. Beralih menatap sekilas pada Anjani yang tidak berbicara. Namun tatapannya menyiratkan, jika Anjani tidak mengizinkannya.

"Aku akan antar Felicia pulang dulu. Kamu tunggu di sini. Sampai aku kembali." Keandra meninggalkan Anjani yang belum memberikan jawaban. Masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesinnya.

Mobil melaju meninggalkan parkiran restoran. Anjani yang melihat hal itu hanya mampu menatapnya, dengan mata yang mulai basah. Tenggorokannya terasa tercekat. Hatinya sangat sedih, melihat sikap Keandra yang begitu sangat mementingkan Felicia.

"Kenapa kamu jahat, Kean? Kamu jahat." gumam Anjani dengan nada bergetar.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!