NovelToon NovelToon
Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Maya menikah dengan Ryan yang berasal dari desa. Setelah menikah mereka tinggal di rumah Maya yang di beli sebelum dia menikah.

Awalnya adik Ryan dan istrinya datang, mereka bilang hanya menumpang sebentar sampai mendapatkan kontrakan baru di Jakarta. Namun sudah sampai sebulan mereka menginap, bukannya pergi malah ibunya Ryan yang dari kampung datang dan ikut tinggal di rumahnya.

Mereka tidak mau bekerja, mereka justru menjadikan Maya sebagai pembantu.

Puncaknya, adik Ryan menampar Maya, sementara Ryan hanya diam saja tanpa membelanya. Saat itu Maya sadar, ia bukan lagi seorang istri di rumah tangganya sendiri.

Maya yang marah akhirnya memilih menjual rumah itu, dan menggugat cerai suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Rian baru saja pulang, melihat dua orang memasukkan barang-barang milik istrinya kedalam mobil box.

“Mia, ada apa ini? Kenapa kamu menjual rumah ini?” tanya Rian, suaranya naik satu oktaf. Ia menatap istrinya dengan pandangan yang sulit diartikan, campuran bingung, marah, dan takut kehilangan.

Mia berhenti sejenak. Ia menghela napas dalam, lalu menutup koper dengan keras. Wajahnya pucat, mata sedikit bengkak, tapi tatapannya tegas. “Aku sudah memintamu menyuruh mereka untuk pulang. Tapi kamu tidak bisa, jadi aku memutuskan menjual rumah ini,” ujarnya datar.

Rian mengerutkan dahi. “Aku bukan tidak bisa, Mia. Mereka keluargaku. Aku tidak mungkin mengusir mereka. Mama sudah tua, adikku baru saja kehilangan pekerjaannya. Kita punya rumah cukup besar, kenapa harus—”

“Kalau begitu, mari kita cerai.”

Kalimat itu jatuh seperti petir. Mata Rian terbelalak. Ia melangkah mendekat, hampir tidak percaya. “Apa yang kamu katakan, Mia?! Aku tidak mau kita berpisah!”

Mia tertawa pahit, lalu menatap suaminya tajam. “Kenapa tidak mau? Di mana kamu, di saat mereka memperlakukan aku seperti pembantu? Kamu hanya diam. Di saat adikmu menamparku, kamu juga diam. Dan kamu tahu apa yang barusan adikmu lakukan kepadaku?” Suaranya bergetar, menahan air mata sekaligus amarah. “Dia menghajarku. Aku yakin, kalau kamu tahu, kamu juga pasti akan tetap diam.”

Rian membeku. Wajahnya berubah. “Menghajar…? Kapan? Di mana?”

“Barusan, di saat aku ingin mengemasi barang-barangku,” jawab Mia, suaranya serak. Ia menarik lengan bajunya ke atas, memperlihatkan memar keunguan di lengan atas dan sedikit di pipi yang sempat ditutupi bedak. “Dia marah karena aku menjual rumah ini.

Rian terdiam, mulut terbuka. Ia melangkah mendekat, ingin menyentuh memar itu, tapi Mia menghindar.

“Jangan sentuh aku,” hardiknya. “Kamu selalu membela mereka. Selalu bilang mereka keluarga. Tapi aku? Aku istrimu. Aku yang kamu biarkan dihina di rumah sendiri. Aku yang kamu biarkan diperlakukan seperti pembantu yang tidak dibayar. Aku sudah cukup, Rian. Aku sudah minta berkali-kali. Kamu tidak pernah memilih aku.”

Rian mengusap wajah kasar, suaranya pecah. “Mia, aku tidak tahu sampai sejauh itu. Aku pikir kamu hanya lelah. Aku tidak pernah bilang kamu harus—”

“Kamu tidak bilang, tapi kamu juga tidak melindungiku,” potong Mia. Air matanya akhirnya tumpah, tapi ia tetap berdiri tegak. “Rumah ini atas namaku. Aku sudah hubungi agen. Aku akan menjualnya. Aku tidak mau melihat wajah mereka setiap hari. Dan aku tidak mau lagi menunggu kamu yang selalu memilih diam.”

Rian memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. “Jangan cerai, aku mencintaimu Mia. Kita bisa bicarakan. Aku akan suruh mereka pindah. Aku janji.”

Mia menggeleng pelan. “Terlambat. Kamu sudah terlalu sering bilang seperti itu. Sekarang aku yang memutuskan" tegas Mia.

“Aku masih mencintaimu, Rian. Tapi aku lebih mencintai diriku sendiri sekarang. Aku tidak mau mati pelan-pelan di rumah yang seharusnya jadi tempat amanku.” lanjutnya.

Rian masih berdiri kaku di tengah ruang tamu ketika suara Rukmini dan Lukman terdengar jelas dari arah ruang belakang. Keduanya tidak berusaha merendahkan volume.

“Biarkan saja dia menceraikanmu, Rian,” ujar Rukmini, nada suaranya dingin dan penuh cemooh. “Kita lihat saja bisa apa dia tanpa kamu.”

“Iya, Kak,” timpal Lukman, adik Rian, dengan tawa sinis. “Wanita tidak berguna seperti dia lebih baik diceraikan saja. Dari dulu dia sombong di rumah ini.”

Mia yang sejak tadi berdiri di dekat pintu tersenyum miring. Senyum itu pahit, tapi penuh kemenangan yang diam-diam. Ia menoleh ke arah sumber suara, lalu menatap Rian yang wajahnya semakin pucat.

“Justru, kalian bisa apa tanpa rumah ini” ucap Mia pelan tapi jelas, suaranya menembus keheningan.

Kalimat itu membuat Rukmini dan Lukman muncu. Wajah mereka berubah ketika melihat koper dan kardus yang sudah dimasukkan ke mobil box di depan.

“Apa maksudmu?” tanya Rukmini, mulai waspada.

Mia tidak menjawab mereka. Ia hanya menatap Rian sekali lagi, tatapan yang penuh luka sekaligus kelegaan. “Rumah ini murni atas nama saya. Agen sudah saya hubungi. Proses penjualan sudah berjalan. Kalian semua hanya numpang.” ejeknya.

Rukmini membelalak. Lukman melangkah maju, wajah memerah. “Kamu benar-benat menjual rumah ini? Rumah keluarga kami?!” tanya Rukmini memastikan. Sejak tadi dia masih belum percaya jika rumah memang di jual.

“Rumah saya, bukan rumah keluarga kalian” potong Mia tegas. “Yang selama ini kalian tempati sambil menghina saya, memukul saya, dan memperlakukan saya seperti pembantu. Sekarang, silakan cari tempat lain. Karena sebentar lagi rumah ini bukan milik siapa-siapa di antara kita lagi.”

Ia tidak menunggu jawaban. Mia mengambil tas tangannya, lalu berjalan keluar menuju mobil yang sudah dinyalakan. Sopir mobil box sudah menunggu. Tanpa menoleh, ia naik ke mobilnya sendiri dan menyalakan mesin.

Rian akhirnya bergerak. Ia berlari keluar, menahan pintu mobil Mia sebelum tertutup. “Mia! Tunggu! Kita bicarakan baik-baik. Jangan seperti ini…” seru Rian memohon.

Mia menatap tangan suaminya yang memegang tepi pintu. Suaranya tenang, hampir lelah. “Sudah tidak ada yang perlu dibicarakan, Rian. Kamu sudah memilih. Sekarang giliran saya yang menentukan.”

Ia menarik pintu hingga tertutup, lalu menginjak gas. Mobil box mulai melaju lebih dulu, diikuti mobil Mia. Rian berdiri di halaman, napasnya memburu, melihat kedua kendaraan itu menjauh di jalanan.

Di belakangnya, Rukmini berteriak marah. “Rian! Jangan biarkan dia pergi! Rumah ini tidak boleh di jual. Nanti kita akan tinggal dimana"

Rian berbalik, wajahnya gelap. Untuk pertama kalinya, ia menatap ibu dan adiknya dengan tatapan yang berbeda, bukan lagi pembelaan, melainkan kekosongan dan penyesalan yang dalam.

“Rumah ini memang milik Mia. Sejak awal aku tidak berhak atas rumah ini” ujarnya pelan. "Harusnya kalian bersikap baik dengan dia, tidak membuatnya marah seperti ini".

Mata Rian beralih ke arah adiknya. "Kamu Lukman. Kamu harus cari kerjaan. Kamu sudah memiliki istri dan anak, aku tidak bisa selamanya ngasih kamu makan"

Setelah berkata seperti itu, Rian masuk kembali ke rumah yang tiba-tiba terasa sangat asing. Suara Rukmini dan Lukman masih ribut di belakang, saling menyalahkan, tapi Rian tidak mendengar. Ia hanya duduk di sofa, menatap lantai, menyadari bahwa dalam hitungan jam ia bukan hanya kehilangan istri, tetapi juga atap di atas kepala mereka semua.

Sementara itu, di dalam mobil, Mia mengemudi dengan tangan gemetar. Air matanya akhirnya tumpah deras begitu rumah itu menghilang dari kaca spion. Tapi di antara tangisan itu, ada rasa lega yang sejak lama tidak pernah ia rasakan. Ia sudah melangkah keluar. Dan untuk pertama kalinya, ia memilih dirinya sendiri.

1
Ma Em
Bagus Mia kamu hrs berani dan tegas ambil keputusan jgn mau dijadikan pembantu di rumahmu sendiri , ada suami tdk pernah membela istrinya malah selalu berpihak pada keluarganya , daripada rumah tangga Mia selalu bertengkar dan tdk bahagia keputusan Mia sdh tepat untuk bercerai dgn Rian .
Agus Tina
Thor double up kalau bisa ya ...
Oma Gavin
jgn goyah jgn mundur jgn luluh sama rian bila perlu pakai pengacara yg baik biar proses cerai mu cepat dan tutup semua akses mediasi
Agus Tina
Bagus Mia
Anonim
rumah punya sendiri mobil punya sendiri orh tua juga punya…ngapain mia gpblok bget msih bertahan sm keluarga benalu suaminya…jd bosan baca ceritanya muter2 terus
Sasikarin Sasikarin
lanjuuuuuuuut
Putri Wulandari
lanjut thor udah dipukulin numpang tapu ga ada karmanya
Anita Rahayu
SI MIA BEGO KEBANGETAN UDAH TAU MASUK SARANG HARIMAU HABISLAH BODOH YG GK BERSUDAHAN 😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
THOR BUAT YG HAJAR MIA DI JEBLOSKAN PENJARA TANPA ADA NEGOSIASI BIAR IPAR DAN MANTAN MERTUA TAU ARTINYA K.A.R.M.A😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Susan Paulina
Lanjut Thor
Lee Mba Young
di pukul bisa buat laporan ke polisi itu.
Oma Gavin
laporkan polisi biar dipenjara orang ngga guna banget hidup cuma numpang napas aja
Lee Mba Young
mia lbih baik jng pulang apa lagi bawa anak nya, nnti pasti Ada pertengkaran kasian Kayla akn trauma.
Oma Gavin
sukurin kalian benalu parasit silahkan angkat kaki tanpa uang sepersen pun hbs ini mia gugat cerai jgn mau lagi hidup dgn suami ketoy plin plan ngga tegas
Agus Tina
Syukurin, nanti kalau Rian marah ajukan proses cerai saja langsung
Agus Tina
Jenf .. jeng .. jeng
Lee Mba Young
Surat Surat penting bawa rumah ortu, mending jng pulang lah. anakmu mental down nnti bisa bisa trauma. mending tinggal di rumah ortu mu lah.
Oma Gavin
sertifikat asli lebih baik disimpan di rumah ortu mu demi keamanan jgn sampai dibawa pulang lagi nanti di curi grandong
Agus Tina
Pergi saja, cerai ... ambil milikmu kembali ..
Lee Mba Young
Sdh tau laki nya bgitu knp balik lagi ke rumah, hrse lngsung beres beres ambil Surat penting, sertifikat trus pergi urus Surat cerai.
kl masih bertahan ya goblok saja jd wanita. dah di pukul juga kn, foto trus lapor kan polisi lo.
Oma Gavin
wes no comment sama goblok nya rian dan keluarga toxic sudah numpuk hidup malah menguasai masih mau dipertahankan rumah tangga seperti ini tu gitu saja sampai mati ngenes sendiri
Putri Wulandari: iya cepet* karma gitulo🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!