NovelToon NovelToon
NATIONAL PROTECTION

NATIONAL PROTECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERANG SEKTOR PUSAT

​Di dalam Dimensi Saku obsidian, lima ratus petarung yang dulunya merupakan ampas masyarakat kini berdiri dalam formasi tempur yang rapi, memancarkan tekanan mana yang sangat mematikan. Zirah-zirah berkarat mereka telah digantikan dengan perlengkapan Third Job tingkat tinggi yang dibeli Bastian menggunakan sisa-sisa harta pelelangan Sektor 4 semalam. Hawa membunuh dari lima ratus orang yang baru saja kembali dari pembantaian massal di Nightmare Dungeon menguar pekat, menciptakan pusaran mana yang membuat udara berdengung.

​Andre berdiri di anak tangga teratas singgasana meteoritnya. Jubah hitamnya berkibar pelan. Di sampingnya, Bastian tampak kokoh dengan pelindung Beast King’s Bulwark yang menyatu dengan perisai emasnya, sementara Marvin terus memutar aura racun ungu yang kini telah kebal terhadap sihir pemurnian berkat Ring of Bone Ash.

​"Eden mengirimkan tiga Pahlawan Nasional dan satu armada penuh Inkuisitor," suara Andre membelah kesunyian, tajam dan dingin. "Mereka berencana membakar Sektor 1 menjadi abu untuk membunuh kita. Mereka mengira kita akan bersembunyi seperti tikus dan membiarkan mereka mengepung kita."

​Andre mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan Spatial Anchor of the Void yang berdenyut pelan. "Tapi kita bukan tikus. Kita adalah bayangan yang akan menelan cahaya mereka. Garrick! Lyra!"

​Garrick, sang Berserker Level 65, dan Lyra, sang Blood Mage Level 62, melangkah maju dan berlutut secara serempak.

​"Garrick, kau pimpin barisan Vanguard. Tugasmu adalah membelah formasi Inkuisitor. Lyra, pimpin unit penyihir dan penembak jitu di barisan belakang. Gunakan sihir darahmu untuk memperkuat racun Marvin," perintah Andre dengan otoritas mutlak. Ia kemudian menatap seluruh legiunnya. "Kita tidak akan menunggu mereka mendarat. Kita akan menyambut mereka di langit."

​Di dunia luar, Sektor 1 benar-benar telah menjadi kota hantu. Jutaan warga sipil telah dievakuasi ke bunker bawah tanah. Angin pagi berhembus membawa kesunyian yang mencekam di antara gedung-gedung pencakar langit berlapis kaca.

​Tiba-tiba, langit biru di ufuk utara berubah warna menjadi emas menyilaukan. Awan-awan terbelah oleh kedatangan seratus Kapal Perang Suci berbentuk salib raksasa. Armada ini sepuluh kali lipat lebih masif daripada yang dibawa Kaelen sebelumnya. Suara dengungan mesin anti-gravitasi mereka membuat kaca-kaca gedung pencakar langit bergetar hingga retak.

​Di atas geladak kapal bendera yang ukurannya sebesar stadion sepak bola, berdiri tiga sosok yang memancarkan aura luar biasa mematikan.

​Mereka adalah tiga pedang eksekusi yang dikirim langsung oleh Arthur:

Gaius, The Earthshaker (Peringkat 4, Level 181), seorang raksasa berotot baja yang memegang palu godam raksasa.

Elara, The Storm Weaver (Peringkat 5, Level 175), seorang penyihir wanita yang melayang di udara dengan angin puting beliung mengelilinginya.

Ignatius, The Holy Pyromancer (Peringkat 6, Level 170), pria arogan yang sekujur tubuhnya diliputi api suci putih.

​"Kota yang menyedihkan," dengus Ignatius, menatap rendah ke arah Sektor 1 yang kosong. "Arthur terlalu berhati-hati. Kaelen mati karena dia bodoh dan meremehkan musuh. Kita bertiga ditambah seratus ribu Inkuisitor hanya untuk membunuh satu sekte bidaah? Ini buang-buang waktu."

​"Jangan banyak mengeluh, Ignatius," ucap Gaius, suaranya berat seperti batu yang bergesekan. "Perintah Sang Hakim Suci adalah mutlak. Hancurkan seluruh Sektor 1 untuk memastikan tidak ada tempat bersembunyi bagi hama-hama itu. Perintahkan seluruh armada untuk mengisi meriam pemurnian!"

​Ribuan meriam sihir di sisi-sisi kapal salib raksasa itu mulai bersinar terang, menyerap partikel cahaya dari matahari. Jika seratus kapal ini menembakkan meriam mereka secara bersamaan, separuh Sektor Pusat akan berubah menjadi kawah kaca cair.

​"Tembak!" teriak Ignatius.

​Seratus pilar cahaya pemusnah raksasa melesat turun dari langit, membawa panas yang mampu menguapkan baja. Kiamat tampaknya tak terhindarkan bagi Sektor 1.

​Namun, tepat sebelum ratusan pilar cahaya itu menyentuh puncak gedung pencakar langit tertinggi, ruang dimensi di udara tiba-tiba melengkung. Sebuah robekan spasial raksasa berwarna hitam pekat, selebar lima kilometer, robek terbuka seperti mulut leviathan raksasa.

​Mulut dimensi hitam itu adalah pintu keluar dari Spatial Anchor of the Void yang dimanipulasi secara ekstrem oleh Andre. Alih-alih membakar kota, seratus pilar cahaya pemusnah itu tersedot masuk ke dalam kekosongan dimensi, lenyap tanpa suara atau ledakan.

​Ketiga Pahlawan Nasional itu membelalakkan mata mereka.

​"Apa yang terjadi?! Sihir pertahanan macam apa itu?!" teriak Elara, angin di sekelilingnya berputar semakin liar.

​Sebelum mereka sempat memahami anomali tersebut, mulut dimensi raksasa itu memuntahkan gelombang serangan balasan. Bukan sihir cahaya, melainkan ratusan tombak darah yang dibalut oleh racun nekrosis ungu pekat. Hujan kematian itu melesat ke atas, menghantam lambung-lambung kapal Inkuisitor yang sedang mengambang rendah.

​BLAAARRR! KRAAAKK!

​Pelindung kapal-kapal suci itu meleleh seketika saat bersentuhan dengan kombinasi Blood Magic Lyra dan Plague Domain Marvin yang telah dimodifikasi. Racun itu merambat masuk ke dalam ruang mesin, mengorosi inti anti-gravitasi mereka. Puluhan kapal perang raksasa kehilangan daya angkat dan mulai berjatuhan dari langit seperti lalat yang disemprot racun hama.

​"Kapal kita jatuh! Pasukan, lompat ke darat!" teriak para komandan Inkuisitor dengan panik.

​Puluhan ribu pasukan berbaju zirah perak berhamburan melompat dari kapal-kapal yang terbakar, menggunakan sihir levitasi ringan untuk mendarat di jalanan aspal Sektor 1. Mereka mengira akan berhadapan dengan sekelompok teroris pemberontak yang bisa dengan mudah mereka bantai di darat.

​Namun, yang menyambut pendaratan mereka adalah auman brutal dari Garrick dan ratusan Berserker Rishing Guild.

​"Untuk Kaisar Bayangan!" raung Garrick, kapak gandanya memancarkan aura merah darah yang pekat.

​Garrick menerjang barisan depan Inkuisitor. Dengan satu ayunan memutar, ia membelah tiga Inkuisitor Level 80 yang masih kebingungan beserta perisai berat mereka. Di sebelahnya, para mantan orang buangan itu bertarung dengan keganasan monster. Mereka tidak memiliki keanggunan sihir suci; mereka mematahkan leher, merobek zirah, dan mengoyak formasi pasukan Eden dengan kebrutalan murni.

​Hanya dalam waktu sepuluh menit, jalanan protokol Sektor 1 berubah menjadi sungai darah. Para Inkuisitor yang terbiasa bertarung dengan formasi kaku dan dukungan artileri merasa seperti dijatuhkan ke dalam kandang singa kelaparan. Pasukan Rishing Guild yang baru saja dipaksa membantai monster Nightmare semalaman, sama sekali tidak merasa terancam oleh pasukan elit Eden.

​Dari atas geladak kapal bendera yang masih melayang, Gaius menggertakkan giginya. Ia melihat pasukannya dibantai oleh orang-orang yang mengenakan zirah acak-acakan.

​"Mereka bukan sekte bidaah biasa... mereka adalah monster yang menyamar menjadi manusia!" geram Gaius. Raksasa itu melompat turun dari kapal setinggi ratusan meter, menghantamkan palu godamnya ke jalanan aspal Sektor 1 dengan kekuatan penuh.

​"Earthshaker's Wrath: Tectonic Split!"

​Bumi terbelah. Gelombang kejut seismik yang membawa daya hancur Level 181 merambat dengan kecepatan peluru, berniat menelan Garrick dan ratusan pasukan Rishing Guild di garis depan ke dalam jurang magma.

​Namun, sesosok bayangan emas melesat ke depan barisan. Bastian menancapkan perisai Legendary-nya ke dalam aspal. Lempengan tulang Beast King’s Bulwark di perisainya menyala terang.

​"Absolute Guard: Bastion of the Beast!"

​Gelombang gempa Gaius menabrak perisai Bastian. Jalanan di sekeliling Bastian hancur lebur hingga kedalaman puluhan meter, gedung-gedung di sekitarnya runtuh, namun sang Guardian berdiri tak tergoyahkan. Zona di belakang Bastian sama sekali tidak tersentuh oleh gempa tersebut. Perisai itu menyerap energi kinetik raksasa itu dan melipatgandakan regenerasi Bastian seketika.

​"Mustahil! Seorang Tanker rendahan menahan pukulan penuhkuh?!" Gaius membelalakkan matanya tak percaya.

​Ignatius dan Elara segera melayang turun, mendarat di sisi Gaius. Tiga Pahlawan Nasional kini berdiri berdampingan di tengah reruntuhan jalanan kota, menatap pasukan Rishing Guild yang perlahan mundur teratur dan membentuk formasi setengah lingkaran.

​Udara mendadak menjadi sangat dingin, hingga napas Ignatius yang diselimuti api pun memunculkan uap beku. Suara langkah kaki yang tenang terdengar dari balik barisan pasukan bayangan tersebut. Pasukan Rishing Guild membelah diri, memberikan jalan bagi pemimpin mutlak mereka.

​Andre melangkah maju. Tidak ada petir hitam yang meluap-luap, tidak ada ledakan aura yang berlebihan. Ia hanya berjalan dengan satu tangan bersandar pada gagang Nocturne, matanya menatap ketiga pahlawan itu layaknya seseorang yang sedang melihat rumput liar di halamannya.

​"Ignatius, Elara, Gaius," Andre menyebut nama mereka satu per satu, suaranya sangat tenang namun memancarkan teror yang membuat insting ketiga pahlawan itu menjerit. "Arthur sangat merendahkanku. Aku menyuruhnya bersiap, tapi ia hanya mengirimkan tiga anjing penjaga lapis kedua untuk menghadapi seorang Kaisar."

​Ignatius menyipitkan matanya, merapalkan bola api putih raksasa di tangannya. "Sombong sekali kau, Bidaah! Siapa kau berani menyebut dirimu Kaisar?!"

​Andre perlahan menarik Nocturne dari sarungnya. Bilah hitam obsidian itu memancarkan kekosongan yang segera menyedot cahaya api dari tangan Ignatius, membuat Pahlawan Peringkat Enam itu tersentak mundur.

​Stigmata mahkota hitam di dada Andre menyala, kali ini memancarkan wibawa asli dari artefak Mythic masa lalunya yang kini telah bersinergi sempurna dengan bayangan.

​"Aku adalah orang yang sepuluh tahun lalu kalian panggil sebagai Peringkat Pertama," bisik Andre, membiarkan petir hitam meledak menyelimuti seluruh jalanan Sektor 1. "Dan hari ini, kursi Pahlawan Nasional akan kembali berkurang tiga."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!