Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.
Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.
Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.
Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Tahun Baru
Di alam bawah sadarnya yang gelap gulita, Ayara seolah ditarik masuk ke dalam sebuah layar bioskop raksasa. Sebuah film dokumenter masa lalu tentang hidupnya sendiri diputar kembali secara terang-terangan, tanpa ada satupun detail yang terlewat.
Dalam penglihatan itu, Ayara melihat dirinya yang berusia beberapa tahun lebih muda tengah melangkah masuk ke dalam sebuah bangunan rumah megah milik ayahnya. Di sana, Duanda pria berusia 45 tahun yang tak lain adalah ayah kandungnya tampak berdiri menyambutnya dengan senyuman yang terlihat begitu manis di permukaan.
"Akhirnya kamu datang juga, Ayara. Papa sudah menunggumu dari tadi," ucap Duanda menyambutnya hangat.
Duanda menggandeng tangan Ayara menuju ruang makan. Di meja makan yang tertata rapi itu, sudah duduk Vina ibu tiri Ayara dengan senyuman licik yang seketika membuat perut Ayara mual. Kendati demikian, Ayara memilih menelan rasa muak nya bulat-bulat demi menghargai niat awal sang ayah yang berjanji ingin meminta maaf.
"Kita makan malam dulu ya, Ayara," ucap Vina ramah, meskipun nada suara dan tatapan matanya menyiratkan kebencian yang mendalam pada anak tirinya itu.
"Ayara, Papa mau meminta maaf secara tulus atas segalanya, Nak. Maafkan Papa karena sudah menikah lagi tanpa persetujuan mu, bahkan saat tanah kuburan mamamu belum sepenuhnya kering," ujar Duanda tiba-tiba di sela-sela suapan.
Mendengar kalimat itu, tanpa sadar bayangan Ayara di dalam mimpi mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kukunya menancap ke telapak tangan.
"Papa tahu Papa salah besar saat itu, tapi Papa juga tidak bisa meninggalkan Vina karena saat itu Vina sudah hamil," bela Duanda dengan tatapan memohon seolah meminta pengertian.
Darah Ayara mendadak mendidih seketika. "Itu semua karena kamu berselingkuh di belakang mama saat beliau masih hidup! Aku sangat membenci kalian!" pekik Ayara dalam penglihatan itu, menatap Vina tajam penuh kebencian.
Vina langsung menundukkan kepalanya, sengaja memasang ekspresi seolah-olah tersakiti dan terdzalimi oleh ucapan pedas Ayara.
"Ayara! Jaga mulutmu!" Duanda langsung menaikkan intonasi suaranya, membentak putrinya sendiri.
"Vina adalah istri sah Papa sekarang, dan dia baru melahirkan anak setahun lalu! Kondisi mentalnya masih belum stabil!"
"Lalu kondisi mental aku bagaimana, Pa?! Bagaimana denganku dan batinku?!" tuntut Ayara menangis marah, meluapkan seluruh dendam yang tertahan.
"Papaku selingkuh dan membuat mamaku stres hingga meninggal dunia! Bahkan kuburannya belum kering, papaku malah dengan tidak tahu malunya menikahi wanita jalang itu!" teriak Ayara histeris.
"Dia bukan wanita jalang, Ayara!" amuk Duanda tidak terima.
"Kalau bukan jalang, lalu apa namanya?! Dia itu cuma seorang wanita simpanan! Seorang pelakor murahan!" balas Ayara menggebu-gebu, dadanya naik turun menahan amarah.
Vina mendadak mengelus lengan suaminya dengan lembut, bersuara dengan nada lirih yang dibuat-buat.
"Sudah, Mas... tidak apa-apa. Biarkan saja. Mungkin aku memang pantas mendapatkan panggilan hina itu..." ucap Vina pura-pura tegar.
"Memang pantas! Dasar pelakor tidak tahu diri!" maki Ayara tanpa ampun.
Duanda menghela napas panjang dengan kasar. Niat hatinya yang mulanya ingin memperbaiki hubungan retak dengan sang putri kandung justru hancur lebur seketika. Mengalah pada situasi, Duanda kembali mencoba mendinginkan suasana, hingga beberapa saat kemudian, seorang pemuda berusia dua tahun lebih tua dari Ayara melangkah masuk ke ruang makan.
Namanya Mike, putra pertama Vina dari pernikahan sebelumnya. Perawakan Mike yang urakan dan tatapan matanya yang licik langsung memantik api kemarahan di dada Ayara. Terlebih lagi, Ayara tahu persis kabar bahwa Mike kini dipercaya memegang kendali atas seluruh usaha dan bisnis papanya, sebuah posisi yang seharusnya menjadi hak mutlak Ayara sebagai anak kandung satu-satunya Duanda.
"Kupikir kamu tidak akan datang berkunjung, Ayara," sapa Mike sinis sambil menjilat bibirnya sendiri, melirik remeh ke arah Ayara yang menatapnya dengan sorot mata membunuh.
"Tentu saja aku datang! Kalau tidak, aku takut harta warisan papaku dikuasai sepenuhnya oleh orang-orang asing seperti kalian!" balas Ayara sinis penuh penekanan.
"Malam ini kamu menginap saja di sini ya, Nak. Papa mohon demi kebersamaan kita," bujuk Duanda di penghujung makan malam.
Karena saat itu Ayara sedang dikuasai amarah besar dan berniat mencari celah untuk membalas perlakuan Vina dan Mike, ia akhirnya mendengus dan mengiyakan ajakan tersebut.
Namun, petaka yang sebenarnya bermula di tengah malam. Ketika dentuman kembang api perayaan tahun baru menyambar-nyambar indah di langit luar, suasana di dalam kamar tamu tempat Ayara tidur mendadak berubah mencekam.
Tanpa aba-aba, pintu kamar terbuka pelan dan sosok Mike menyelinap masuk. Sebelum Ayara sempat berteriak, Mike langsung melompat menindih tubuh Ayara dan mengunci kedua tangan gadis itu dengan kuat di atas ranjang.
"Apa yang kamu lakukan bajingan?! Lepaskan aku!" jerit Ayara panik, meronta-ronta mencoba mendorong tubuh berat Mike dari atas tubuhnya.
Mike sama sekali tidak mengindahkan teriakan itu. Pria itu justru tersenyum seringai, semakin bersemangat mengerayangi sekujur tubuh Ayara secara paksa, membuat Ayara membeku seketika karena syok luar biasa.
"Aku sudah lama penasaran dengan rasa tubuhmu, Ayara," bisik Mike tepat di dekat telinga Ayara, lalu mencium paksa leher gadis itu dengan liar.
"Kamu suka mencaci maki ibuku sebagai jalang, lalu jika dipikir-pikir, kamu ini sebenarnya apa? Bukankah semasa kuliah dulu kamu terkenal sering gonta-ganti pasangan? Jadi aku semakin penasaran, seperti apa rasanya menyentuhmu secara langsung!" ucap Mike dengan senyuman mengerikan.
Ayara memberontak sekuat tenaga sambil menangis tersedu-sedu, tetapi tenaganya kalah jauh dibandingkan Mike. Dengan keji, Mike merobek-robek piyama tidur Ayara hingga terbuka, membuat Ayara menjerit histeris meminta tolong.
Di detik-detik yang paling krusial dan mengerikan itu, pintu kamar tiba-tiba terbuka lebar dengan keras. Vina dan Duanda berdiri di ambang pintu.
Namun, alih-alih menolong putrinya, Vina justru langsung melancarkan drama liciknya. "Astaga Tuhan! Benar kan dugaanku, Mas?! Lihatlah, justru Ayara sendiri yang sengaja menggoda Mike di dalam kamar!" pekik Vina histeris dengan sengaja memutarbalikkan fakta.
Mike yang terkejut langsung melompat turun dari atas tubuh Ayara yang kini sudah gemetar ketakutan setengah mati. Dalam kondisi hancur dan pakaian terkoyak, Ayara berlari sempoyongan menghampiri Duanda, mencari perlindungan pada ayah kandungnya sendiri.
"Pa! Tolong aku! Mike mau memperkosaku, Pa! Sumpah demi Tuhan aku tidak menggodanya!" jerit Ayara memohon sambil mencengkeram ujung celana ayahnya.
Namun, di luar dugaan, Duanda justru melayangkan sebuah tamparan keras yang membuat wajah Ayara terpental ke samping.
"Dasar anak kurang ajar dan tidak tahu diuntung! Mike itu saudara tiri dan kakakmu sendiri, tapi beraninya kamu mencoba menggodanya dengan cara murahan seperti ini?!" maki Duanda kalap, sama sekali tidak mendengarkan penjelasan putrinya.
Bukannya merasa bersalah, Duanda bahkan melayangkan tendangan ke arah Ayara yang tengah tersungkur menangis di lantai. Tidak ada sedikit pun rasa iba dari sang ayah. Di belakang Duanda, Vina dan Mike berdiri menyeringai puas, terus-menerus melontarkan kata-kata fitnah dan menyudutkan Ayara tanpa henti.
Malam itu, di tengah malam pergantian tahun yang dingin, Duanda dengan kejam menyeret dan membuang Ayara keluar dari balik pagar rumahnya seorang diri. Di sinilah bagian akhirnya. Ayara yang basah kuyup, babak belur, dengan pakaian compang-camping berjalan kaki sendirian menembus gelapnya malam tahun baru di tengah kota, hingga akhirnya ia terduduk lemas mengetuk pintu apartemen Guzelar.
Penglihatan masa lalu itu berputar begitu nyata di kepala Ayara yang sedang tak sadarkan diri, meninggalkan luka batin menganga yang kini terungkap sepenuhnya di hadapan takdir.
Bersambung...
Ga kuat banget ngetik ini, badjingan banget mereka pada Ayara.😭
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
biar trauma nya terputus
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama