Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 04 Mas pram berusaha merayu aku.
Aku memesan makanan di go-food dan akhirnya yang di tunggu datang, aku pesan pizza dan burger, ku terima dan Zidan ngajak makan di meja makan, dan kami berdua makan, mas Pram dan istri sirinya datang dia sepertinya habis belanja di warung depan.
" Zidan makan nggak nawari ayah" kata dia
" Ayah mau, nih satu slice saja, kalau kurang, tunggu, tuh bibi Dewi bikin nasi goreng kayaknya" kata Zidan sambil tertawa.
Aku cuek saja, aku makan burger yang besar dengan isian beef, biar kenyang nanti tidur dengan tenang.
" Dek nanti mas tidur sama kamu ya, Zidan tidur di kamar nya sendiri" kata mas pram
" Ogah aku tidur sama bunda, enak banget di peluk bunda terasa hangat" jawab Zidan
" Temani istrimu saja, dia lagi hamil butuh pelukan kamu" jawabku sinis
Dewi selesai masak nasi goreng, dan menghidangkan di depan mas Pram, " Zidan mau ya nasi goreng?" tawar Dewi
" Ogah Zidan sudah kenyang, nasi goreng kelihatanya nggak enak, pasti enakan bikinan bunda" kata dia tengil
Dewi duduk di dekat mas pram " Zidan bunda masuk kamar dulu ya kamu habiskan pizza nya" kata ku
" Dek kamu nggak ingin mencicipi nasi goreng, nih mas suapi" kata mas Pram
" ogah, sudah kenyang" jawabku
" Aku minta di suapi dong mas, seperti biasanya" kata Dewi menyambar.
" Dew, asin banget sih, nggak enak tahu, nih kamu coba" kata mas Pram kasar sambil memuntahkan nasi gorengnya.
" Mas kamu kasar banget sih, kalau sama mbak Erina kamu sangat lembut" kata Dewi
" Karena Erina tidak pernah mengoda aku, dan aku yang mengejar dia " jawab mas Pram
" Tapi kamu janji bikin aku sejajar sama mbak Erina, setelah kamu nikahi secara agama, Mas akan nikahi secara negara mana janji mu" kata Dewi
Ku buka pintu ke panggil anakku " Ayo bobok sayang jangan melihat orang berdebat" kata ku
Kemudian anakku masuk kamar ku dan ku kunci dari dalam, biar tidak mendengarkan perdebatan mereka, "Besok bangun pagi kita cari sarapan, sambil pergi kesekolah dan sekarang sikat gigi dan cuci kaki" kataku
" Kamu kok panggil Dewi, bibi sih siapa yang mengajari?" tanya ku
" Temanku bunda, ada yang panggil bibi ke tantenya, ya sudah aku tiru saja" jawab dia
. Anakku masih bermain di kamar dan aku membuat desain, ya sekarang aku rajin buat desain, biar dapat uang, tapi uang hanya aku minta secukupnya saja, takut kalau isi rekeningku banyak, ketahuan mas pram di kira uang dari jatah nafkah selama ini.
Kerena aku sudah ngantuk ku tutup tablet dan hp tebaru ku, kumasukan kedalam tas kemudian kusimpan dalam lemari, aku tidur, dan anak ku rupanya belum tidur jadi aku tidur duluan.
Pagi aku bangun, kaget banget ada orang tidur sambil memelukku dari belakang, padahal posisiku memeluk Zidan, kurang ajar kok bisa dia masuk dan tidur memeluku, aku segera bangun dan ku ambil baju ganti, dan ke kamar mandi, aku mandi besar, bukan karena hubungan, tapi aku jijik kerena sudah tidur di peluk mas pram semalam, bisa bisanya aku nggak terasa sampai pagi, selesai mandi aku sholat di kamarku.
" Dek kamu kok keramas kita nggak bercinta" kata dia tanpa dosa
" Badan ku bau tidak enak jadi harus mandi keramas pagi pagi" jawabku
Mas Pram mendekat dan memeluk dari belakang dia menciumi aku,
" Dek mas kangen, jangan ketus dong maaf kan, mas akui mas salah, masak kamu nggak mau maafkan" kata dia merayu
" lepasin aku mas, aku sudah mandi, aku mual bau wanita lain di tubuh mu aku jadi nggak berminat bercinta sama kamu" jawabku
Dia pun melepas pelukannya dan Aku keluar kamar mau mengambil baju seragam Zidan di kamarnya, ku lihat Dewi duduk di sofa ruang tengah sambil menangis.
Aku cuek saja, ku lewati dia aku mengambil baju seragam yang ada di lemari, dan aku keluar kamar lagi mencari tas kresek yang ada di dapur untuk tempat baju kotor aku dan Zidan, nanti di bawa ke laundry sekalian, dapur berantakan ku biarkan saja, aku bukan babu, yang penting kamarku bersih.
" Mbak kamu jahat, semalam kamu kuasai mas Pram aku nggak bisa tidur sekarang lemas dan badanku sakit semua" kata Dewi
" Kenapa mas Pram bisa masuk ke kamarku dan bisa lolos dari dekapan kamu, aku juga nggak tahu, seharusnya kamu ikat saja yang kenceng" kata ku dengan ketus
" Kalau habis masak,dapur itu di bersihkan bukan di biarkan berantakan" kata ku
" Dek bikinkan aku kopi dong" kata mas pram
" Maaf mas dapur berantakan, itu istri sirimu habis masak nggak di bersihkan jadi aku malas masuk dapur" kata ku
Dewi semakin menangis tersedu sedu, dia akting di bully padahal nggak sama sekali,
" Mas aku capek, semalam nggak bisa tidur sekarang lemas masak masih di suruh bersihkan dapur" kata dia
" Kamu jangan manja waktu dapur di pegang erina saja bersih, sekarang berapa hari kamu pegang sudah berantakan" kata mas pram.
Aku nggak mau mendengarkan pertengkaran mereka, aku masuk kamar dan meminta anakku segera mandi, dan persiapan berangkat sekolah, karena mau beli sarapan dulu, jadi biar nggak kesiangan.
Aku juga bersiap, ku ambil tas ku yang tadi malam aku sembunyikan di lemari, dan ku lihat masih utuh isinya, kemudian ku bantu anakku memakai seragam,kemudian menyiapkan tas sekolah nya.
" Ayo sayang kita berangkat, Salim sama ayah dulu" kata ku
Anakku pun pamit sama ayahnya " Yah Zidan berangkat sekolah dulu" kata Zidan
" Iya sayang nih uang saku, buat anak ayah " kaya mas Pram, sambil memberikan uang saku, dan ku lihat mas Pram membersihkam dapur sendiri, dulu mana pernah
Aku mengeluarkan sepeda motor maticku dan membawa tas rangselku, kemudian aku berangkat tanpa pamit pada suamiku, kami beli sarapan lebih dulu di kedai, ada nasi kuning kesukaan Zidan, kalau aku pesan nasi campur, kami pun sarapan bersama, selesai sarapan ku antar Zidan ke sekolah, dan sebentar kemudian sekolah masuk, aku dapat telephon dari temanku dia sudah bawa kamera cctv dan alat perekam, dan kami melakukan. transaksi di taman, selesai transaksi, aku segara belanja kebutuhan pokok dan aku beli baju buat Zidan.
Sekarang ku antar kebutuhan pokok seperti beras, minyak, sabun, gula, kopi dan lainnya, sekarang aku antarkan ke rumah mertuaku, setiap bulan memang aku kasih jatah ke mereka, terutama kalau aku habis terima nafkah dari mas Pram.
" eh Erina kok sendirian mana cucuku" kata ibu mertua
" Sekolah Bu, ini ada sedikit sembako buat ibu" kataku sambil membawa sembako, tak lupa juga aku kasih uang yang aku taruh di amplop, ibu mertua menerima sembako dari aku, dan membawa ke dapur mungkin di tata sekalian, aku memasukan alat rekam yang sudah aku on kan, dan ku taruh di sela sela kursi, ibu keluar memberi aku minum dan aku pun meminumnya dan aku pamit pulang.
Seperti biasa aku kembali ke kafe di depan sekolah, menunggu anakku pulang sambil bikin desain dengan tabletku.
Aku di hubungi pak Doni yaitu orang kepercayaan Miss Valen, bahwa di curigai ada penyelewengan dana oleh mas Pram, dan sekarang dalam penyelidikan internal perusahaan.
Bersambung
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut