Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIUSIR
Setelah hampir dua minggu dirawat di rumah sakit, hari ini Rina memberi kabar pada Izzah bahwa Rayhan sudah bisa pulang kerumah. Izzah bahagia sekali mendengar kabar itu. Setiap hari dia selalu mencoba untuk menghubungi ponsel Rayhan, tapi tidak pernah tersambung.
Sore ini Izzah dan Bi Asih tengah mengobrol ditaman belakang rumah, Mang Diman terlihat sibuk memotong rumput-rumput yang sudah mudah tinggi. Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan teriakan bu Ros dengan wajah penuh emosi masuk kedalam rumah.
"Hei kau, apa yang telah kau lakukan pada putraku sampai dia begitu tergila-gila padamu." hardik bu Ros sambil menunjuk Izzah yang sontak berdiri karena kedatangan bu Ros.
Bii Asih ikut berdiri disamping Izzah, sementara Mang Diman juga menghentikan aktivitasnya memotong rumput karena mendengar teriakan bu Ros. Izzah tak tahu harus menjawab apa. Dia hanya bisa tertunduk diam dihapan bu Ros.
"Kenapa diam saja? Kau perempuan murahan, bersembunyi dibalik jilbab besarmu itu. Dasar wanita licik, kau menjebak purtaku sampai dia mau memberimu segalanya." sambung bu Ros.
"Tapi bu, Izzah tidak melakukan apa-apa. Kami berdua memang saling mencintai." jawab Izzah.
"Tutup mulutmu, mulai sekarang kau pergi dari sini. Jangan pernah tampakkan wajahmu pada Rayhan, atau kau akan tau akibatnya." ucap bu Ros.
"Tapi Nyonya, hari sudah hampir gelap, kasian Neng Izzah." kata Bi Asih tiba-tiba menimpali.
"Ooohh jadi kau juga ikut-ikutan ya Asih. Dasar babu tidak tau diuntung. Sudah syukur aku mau memberimu pekerjaan selama ini, sekarang kau malah membela wanita licik ini. Keluar kalian berdua dari rumah ini. Kau dan Diman mulai hari ini dipecat." teriak bu Ros penuh emosi.
"Tolong Bu, jangan pecat Bi Asih dan Mang Diman, saya akan pergi sekarang juga. Tapi tolong jangan pecat mereka." ucap Izzah memelas.
"Tidak apa-apa Neng. Mari kita pergi dari sini." ajak Bi Asih.
"Baguslah, cepat sana pergi. Atau akan kupanggilkan orang-orangku untuk menyeret kalian." ucap bu Ros.
"Dasar nenek lampir." celetuk Mang Diman.
"Apa kau bilang Diman? Mulai berani ya kamu." hardik bu Ros.
"Yee siapa juga yang takut sama nenek lampir kayak kamu." jawab Mang Diman membusungkan dada.
"Pak, jangan gitu. Gak sopan pak. Kita pergi saja pak dari sini." ajak Bi Asih.
"Halah ngapain sopan sama dia, dia sudah bukan majikan kita. Toh selama ini dia juga jahat." ucap Mang Diman.
"Kurang ajar kau Diman. Cepat pergi dari sini atau..."
"Atau apa?" potong Mang Diman. "Atau mau nendang saya? Ayo sini kalau berani." tantang Mang Diman sambil menyiapkan kuda-kuda seoalah akan bergulat.
"Diimaaaannn....." teriak bu Ros.
"Sudah pak, ayo pergi dari sini." ajak Bi Asih menarik tangan Mang Diman.
Setelah selesai mengemasi pakaiannya Izzah melangkah keluar rumah. Air matanya tumpah, berpikir harus pergi kemana. Apa aku harus pulang kampung? Apa yang akan dipikirkan ayah? Bagaimana dengan bang Rayhan? Segala pertanyaan berkecamuk dalam hati Izzah.
"Neng, mari ikut bibi aja." ucap Bi Asih membuyarkan lamunan Izzah. "Neng bisa tinggal dirumah bibi." sambung Bi Asih.
"Tapi Bi...." ucapnya ragu.
"Sudah atuh neng ikut saja, dirumah kita teh gak ada orang. Si Lilis juga sudah menikah dan ikut suaminya. Jadi neng Izzah bisa tidur dikamarnya Lilis." kata Mang Diman.
"Iya neng, nanti neng bisa bertemu tuan Rayhan dirumah." ucap Bi Asih.
"Terima kasih banyak, kalian sangat baik." ucap Izzah.
Bi Asih dan Mang Diman tersenyum kemudian mereka bergegas mengajak Izzah menuju rumah mereka yang tidak terlalu jauh dari villa milik Rayhan.
Izzah kembali berusaha menghubungi Rayhan, setibanya di rumah Bi Asih. Namun hasilnya nihil, tetap tak bisa terhubung.
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘