NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Curhat kepada Kenny.

Prang ....!

Panci stainless itu terjatuh ke lantai, dengan suara riuh. Kuah sup tumpah mengenai tubuh, tangan, dan wajah Bu Nora. Isinya berhamburan di lantai dan sebagian ke tubuh Bu Nora.

Bu Nora menjerit kesakitan. Spontan, tubuhnya melonjak menghindari panas. Sehingga kursi rodanya terbalik.

"Tolong ...." teriak Bu Nora sekuatnya. Suara gaduh di dapur akhirnya sampai juga ke telinga Alisya. Dia terkejut mendengar jeritan sang Ibu.

Alisya yang tengah mandi menghentikan ritualnya sejenak. Tetapi tidak ada lagi suara minta tolong itu.

"Tadi aku dengar suara orang minta tolong? Seperti suara Ibu." Alisya menajamkan pendengarannya. Tapi suara itu tidak terdengar lagi. Sebab Bu Nora telah pingsan karena kesakitan.

Alisya melanjutkan ritual mandinya. "Ternyata aku cuma salah dengar. Atau berhalusinasi?" pikirnya.

Usai mandi dengan santainya Alisya salin pakaian dan duduk di depan meja rias. Mengoleskan body lotion serta pelembab ke wajahnya.

Perutnya tiba-tiba merintih minta diisi. Alisya menyeret langkahnya keluar kamar. Tadi dia sempat mengungkap tudung saji. Sajian makan malam yang dihidangkan kakak iparnya membuatnya ngiler.

Masih dengan santainya Alisya ke ruang makan. Mulutnya berdendang lirih. Tiba di ruang makan, Alisya heran karena tudung saji telah terbuka. Ingat akan ibunya yang tadi memanggilnya untuk menyiapkan makan malamnya.

"Ibu ceroboh banget sih. Lupa menutup tudung. Untung saja gak ada kucing masuk." Alisya mengambil piring. Menyendokkan nasi dua centong. Sama sekali tidak tau atau curiga. Kalau ibunya tengah pingsan di dapur. Alisya mengambil sepotong ayam goreng. Mulai makan. Sesuap dua suap.

Ditengah nikmatnya makan, indra penciuman Alisya mengendus aroma harum.

"Hem, seperti aroma kuah sup. Kak Ribka masak sup juga ya." Alisya beranjak dari kursi. Mau mengambil sup. Tapi langkahnya terhenti di ambang pintu dapur. Manakala melihat pemandangan di depannya.

"Ibu! " teriaknya shock saat melihat ibunya terkapar di lantai dalam keadaan pingsan. Tangan dan wajah ibunya memerah karena tersiram kuah sup. "Astaga Ibu. Apa yang terjadi, Bu?" serinya panik.

Alisya berlari ke depan rumah. Memanggil tetangga mereka untuk membawa ibunya ke rumah sakit.

"Pak tolong, ibu saya terjatuh dan pingsan. Tolong dibawa ke rumah sakit Pak!" teriak Alisya saat melihat seseorang yang kebetulan lewat. Lalu Bapak itu memanggil yang lain.

Alisya menghubungi abangnya Raymond. Mengabari keadaan ibunya. Orang- orang menggotong tubuh Ibu Nora dan dibawa ke rumah sakit.

Berkali-kali Alisya menelpon Raymond tetapi tidak diangkat. Membuat Alisya kesal dan panik.

Sementara itu, Kenny membawa Ribka ke sebuah kafe. Kenny menduga pasti telah terjadi sesuatu yang penting. Sehingga Ribka menghubunginya dan ingin bertemu.

"Mari duduk Ma. Mama mau minum apa?"

"Terserah Nak Kenny saja."

Seketika perasaan Ribka mendadak tidak enak. Ribka ragu untuk mengutarakan maksudnya. Hendak memintai tolong ke Kenny.

"Ada apa Ma, ada sesuatu hal penting? Jangan sunkan sama Kenny. Aku kan anak Mama juga." ucap Kenny santai. Kenny melihat kegelisahan dari sikap Ribka.

"Sebenarnya Tante segan mau bilang ini. Takut merepotkan Nak Kenny."

"Katakan saja Ma. Kenny pasti bantu Mama."

"Bisa panggil Tante saja, Kenny. Tante gak keberatan kamu menganggap Tante sebagai Mama kamu. Tapi menyebut Tante, sebagai Mamà. Membuat Tante gak pantas."

"Apa hanya karena itu Tante menemui Kenny?" terlihat gurat kecewa di wajah Kenny.

"Bu-bukan. Tante hanya ingin, supaya komunikasi kita lancar. Tante sungkan kau sebut Mama. Secara Kenny sudah memiliki Mama walaupun.sudah meninggal dunia." Ribka coba memberi alasan.

"Oh, baiklah Tante. Gak papa. Kukira Tante benci sama Kenny. Gak masalah Tante. Kenny akan nurut. Karena Kenny.anak manis." sebut Kenny konyol. Membuat Ribka tersenyum lega.

"Kalau begitu, Tante langsung saja ngomong. Apa yang telah terjadi sampai Tante ingin bertemu Kenny.

"Tante mau minta tolong. Mencarikan rumah kontrak. Tidak perlu yang mewah. Asal nyaman sebagai tempat tinggal Tante." Kenny mengernyitkan alisnya. Heran dengan permintaan Ribka.

"Tante, kok minta dicarikan tempat tinggal? Jangan Tante bilang kalau Tante diusir dari rumah!"

"Sebenarnya, Tante sudah lama tidak betah disana. Harusnya Tante lakukan ini sejak dulu." Ribka menghela nafas panjang. "Maaf, Tante tidak bermaksud merepotkanmu. Tapi Tante sudah bertahun-tahun terpenjara di rumah itu."

Kenny teringat pertemuan pertamanya di rumah sakit. Ribka yang berjalan seperti orang linglung. Sampai menabrak dirinya. Lalu pertemuan keduanya di restoran itu. Penampilan Tante Ribka yang jauh berubah.

Benak Kenny sudah diliputi tanda tanya saat itu. Terlebih, bagaimana Mirza memperlakukan ibunya. Sepertinya Mirza sedang berusaha memberikan yang terbaik kepada ibunya. Berkali-kali dia menangkap mata teduh itu berembun karena terharu.

Walaupun Tante Ribka begitu pintar menyembunyikan semua itu. Toh, Kenny dapat merasakan hal itu. Batinnya seolah terhubung aneh.bukan hanya kepada Tante Ribka. Mirza juga.

Lalu sekarang. Masih dengan perasaan yang sama. meskipun Tante Ribka belum menjelaskan apa-apa. Kenny dapat merasakan kesedihan dihati Ribka.

"Baiklah Tante. Kenny akan carikan dan kabari nanti. Tapi kalau boleh tau, kapan rencana Tante pergi?"

"Kalau bisa besok pun Tante akan pergi. Tapi tidak mungkin kan? Kenny masih harus mencari rumah itu lagi. Mana susah mencari rumah kontrakan saat ini." keluh Ribka seolah pada dirinya sendiri. Lupa kalau Kenny tengah bersamanya.

'Sepertinya situasi lagi gawat ini. sebab Tante Ribka sudah tak sabaran. Apakah Mirza tidak tau kondisi ibunya? Ataukah Tante Ribka sendiri yang menyembunyikan semuanya ini?' batin Kenny.

"Tante, sebenarnya apa yang telah terjadi. Apakah Mirza sudah tau semua ini, Tan?" Ribka mengangguk.

"Mirza yang menyarankan Tante pergi dari sana kalau sudah tidak tahan lagi."

"Jadi?" Kenny bingung.

"Tante ingin bercerai dari Papanya Mirza. Mirza gak keberatan dan mengdukung keputusan Tante." Kenny shock mendengarnya.

"Apakah Om, KDRT sama Tante?" Ribka menggangguk.

"Dan selingkuh! Itu yang membuat hati Tante hancur. Bahkan, Tante baru tau sebuah rahasia yang membuat hati Tante hancur. Ternyata Tante sudah bertahun-tahun dikhianati. Bahkan, anak yang selama ini Tante asuh sepenuh cinta adalah ...." Ribka tidak sanggup meneruskan ucapanya.

Tubuhnya berguncang karena selama.ini memendam semua kesakitannya.

"Tante, tenang," Kenny berpindah tempat duduk. Dipeluknya tubuh Ribka dari samping. Kenapa hatinya juga merasa sakit sekali mendengar semua ini?

"Eh, maaf. Tante terlalu emosi." ucap Ribka lirih setelah bisa menguasai diri.

"Tidak apa Tante. Kenny siap mendengarkan. Tumpahkan saja Tante semua yang mengganjal di hati Tante." Kenny menepuk-nepuk pelan bahu Ribka yang dipeluknya.

Ribka menarik nafas lega. "Entah kenapa Tante bisa menceritakan semua ini kepada kamu, Kenny. Tante tidak pernah memperlihatkan hati Tante yang rapuh. Bahkan di depan Mirza."

"Jadi, Mirza gak tau ya, Tan, kalau Om selingkuh?"

"Sudah. Karena Papanya membuat pengakuan. Dan perempuan itu yang muncul sendiri di rumah. Sudah dua tahun mereka menikah. Perempuan itu adalah cinta pertama papanya."***

1
Greenindya
syukurin karma tuh
Linda pransiska manalu: iya Mak. gak mau menghargai menantu.
total 1 replies
Erchapram
Ayo Ribka jadi perempuan yg lebih badas lagi. Jangan mau diinjak2 madesu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!