NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Matahari Bali mulai menyelinap masuk melalui celah gorden, menandakan pagi telah tiba. Jasmine sudah siap dengan pakaian rapi, meski matanya sedikit mengantuk.

Tiba-tiba, suara ketukan tegas terdengar dari arah pintu.

"Jasmine! Sudah siap?" suara berat Aksa terdengar dari luar.

Jasmine segera menyambar tas kecilnya dan membukakan pintu.

"Sudah, Tuan. Sebentar, saya ambil ponsel dulu," jawabnya sambil sedikit terburu-buru.

"Ayo, kita ke bawah untuk sarapan. Bara sudah duluan pergi karena ada urusan teknis yang harus dia cek di lokasi," ucap Aksa sambil melangkah mendahului menuju lift.

Sesampainya di restoran hotel yang mewah dengan pemandangan langsung ke arah laut, suasana masih cukup tenang. Mereka memilih meja di sudut yang lebih privat. Pelayan datang menghampiri dengan ramah, memberikan menu sarapan internasional dan lokal.

Aksa menutup menunya lalu menatap Jasmine yang duduk di hadapannya.

"Kamu mau sarapan dengan apa?" tanya Aksa singkat.

"Apa saja, Tuan. Saya ikut selera Anda saja," jawabnya pelan.

Aksa terdiam sejenak, lalu menoleh ke arah pelayan. "Dua porsi American Breakfast dengan telur setengah matang, dan dua gelas jus jeruk segar. Tanpa es untuknya," pesan Aksa dengan detail, seolah ia sudah hafal apa yang baik untuk kesehatan Jasmine.

Setelah pelayan pergi, keheningan menyelimuti mereka. Jasmine sibuk memperhatikan ombak, sementara Aksa terus memperhatikannya tanpa berkedip.

"Apa kamu tidur nyenyak semalam?" tanya Aksa.

"Iya, Tuan. Saya tidur dengan nyenyak," jawab Jasmine.

Aksa hanya mengangguk kecil, sudut bibirnya terangkat tipis.

Setelah itu, suasana kembali hening. Tak ada percakapan lagi di antara mereka. Jasmine sibuk memperhatikan hamparan pasir putih di kejauhan, sementara Aksa sesekali memeriksa jam tangannya, menunggu keberangkatan mereka jam 8 nanti.

Keheningan yang cukup lama itu akhirnya pecah saat seorang pelayan datang membawa nampan besar berisi sarapan pesanan mereka.

"Permisi, Tuan. Dua porsi American Breakfast dan dua gelas jus jeruk segar tanpa es," ucap pelayan itu dengan sopan sembari menata piring di atas meja.

Aksa menggeser piring ke hadapan Jasmine. "Makanlah yang banyak. Hari ini jadwal kita padat," ucapnya singkat sebelum mulai memotong sosisnya dengan elegan.

Jasmine hanya mengangguk dan mulai menyantap sarapannya.

Sesuai dengan jadwal yang diingatkan Bara, tepat pukul delapan pagi mereka sudah berada di salah satu meeting room eksklusif hotel tersebut. Ruangan itu memiliki dinding kaca transparan yang memperlihatkan aktivitas di dalamnya, sekaligus memberikan pandangan jelas ke area tunggu di luar.

Aksa dan Bara tampak serius berdiskusi dengan dua orang klien penting. Dokumen-dokumen tersebar di atas meja oval, sementara proyeksi presentasi menyala di layar besar.

Di luar ruangan, Jasmine duduk sendirian di sebuah sofa beludru yang nyaman. Ia sesekali membetulkan posisi duduknya, merasa menjadi pusat perhatian karena Aksa terus-menerus melirik ke arahnya setiap kali pria itu selesai berbicara dalam rapat.

Sebenarnya, sesaat sebelum rapat dimulai, Jasmine sempat mengajukan keberatan.

"Tuan, apa tidak sebaiknya saya menunggu di kamar saja? Saya merasa agak aneh duduk di sini sendirian," bisik Jasmine saat mereka berjalan menuju ruang rapat.

Namun, Aksa langsung menolak mentah-mentah dengan tatapan yang tak terbantahkan. "Tidak. Kamu tetap di sini, di jarak pandangku. Aku tidak ingin kamu keluyuran sendirian di hotel ini tanpa pengawasanku."

Bara yang menyadari tingkah laku sahabatnya itu hanya bisa menggeleng pelan sambil berbisik, "Fokus, Sa. Klien sedang menjelaskan poin kontrak, bukan sedang menonton asistenmu."

Aksa hanya berdehem dingin, kembali menatap layar presentasi, namun tangannya diam-diam mengetik sesuatu di ponselnya di bawah meja.

Ting!

Ponsel Jasmine bergetar.

Tuan Aksa:

"Jangan terus-terusan melihat ponsel. Pesankan aku kopi lagi lewat pelayan yang lewat. Kepalaku pening melihat angka-angka ini."

Jasmine mendengus pelan. "Dasar bos manja," batinnya, namun ia tetap berdiri untuk mencari pelayan.

Jasmine segera melangkah menuju bar kecil di sudut area tunggu untuk memesankan dua cangkir kopi untuk Aksa dan Bara.

Di dalam sana, Aksa tampak sedang berbicara serius, namun matanya tetap tertuju tajam ke arah Jasmine.

Tiba-tiba, seorang pria bule bertubuh tinggi dengan kemeja pantai yang santai melangkah mendekat. Ia tersenyum ramah, memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

"Excuse me, Hi!" sapa bule itu dengan aksen yang kental.

Jasmine sedikit tersentak dan menoleh. "Oh, Hi," jawabnya sopan namun tampak canggung.

"I'm sorry to bother you, but I've been sitting over there and I couldn't help but notice how beautiful you look in this morning light. Are you staying here alone?" tanya pria itu sambil mengulurkan tangan, mencoba mengajak berkenalan.

Jasmine membelalak kecil. Ia tidak menyangka akan diajak bicara oleh turis asing di saat seperti ini.

"Emm, no... I'm with..."

Belum sempat Jasmine menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba sebuah lengan kekar melingkar di pinggangnya dengan sentakan yang cukup kuat. Jasmine tersentak, punggungnya menabrak dada bidang seseorang.

Aksa muncul di sana bersama Bara. Ia menatap bule itu dengan tatapan tajam.

"She's my wife," ucap Aksa dengan suara berat dan penuh penekanan.

Pria bule itu langsung mengangkat kedua tangannya, tampak terkejut sekaligus tidak enak hati.

"Ohh, I'm sorry! I didn't know. My apologies, Sir," ucapnya cepat-cepat sebelum segera berbalik dan melangkah menjauh.

Setelah pria asing itu menghilang dari pandangan, Aksa melepaskan rangkulannya namun tetap berdiri sangat dekat dengan Jasmine. Ia menatap Jasmine lekat-lekat dengan rahang yang masih mengeras.

"Ngapain kamu bicara sama bule itu?" tanya Aksa dengan nada menuntut, matanya menyipit penuh kecurigaan.

"Tuan, dia hanya menyapa dan bertanya apa saya sendirian. Saya bahkan belum sempat menjawab!"

"Sudah kubilang jangan keluyuran. Sekarang ambil kopinya dan masuk ke dalam. Jangan jauh-jauh dari pandanganku lagi," perintah Aksa.

Sore harinya, setelah rangkaian rapat yang melelahkan itu akhirnya selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing.

Ia melangkah dengan gontai menuju ranjang king size yang tampak sangat mengundang itu. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Jasmine menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang yang terasa sangat empuk.

"Huhh lelahnyaaa. Badanku pegal semua," gumam Jasmine.

Ia memejamkan mata sejenak, menikmati keheningan kamar hotel mewah itu. Suara deburan ombak samar dari kejauhan mulai meresap ke dalam pikirannya, membawa rasa nyaman yang luar biasa. Namun, rasa pegal di punggungnya karena seharian duduk menunggu Aksa di depan ruang rapat berdinding kaca itu tidak bisa diabaikan.

"Pinggangku sakit sekali. Kalau gini aku minta gajiku bulan ini dua kali lipat!" omelnya.

"Kapan aku bebas dari neraka ini..." bisiknya lirih pada kesunyian kamar.

Namun, sedetik kemudian ia teringat sesuatu yang sedikit meringankan bebannya. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri di tengah rasa lelah yang mendera.

"Ahhh... untungnya kontrak itu hanya setahun," gumam Jasmine dengan nada lega yang dipaksakan.

"Sabar, Jasmine. Sebentar lagi semua ini akan berakhir dan kamu bisa pergi jauh-jauh dari pria aneh itu."

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!