NovelToon NovelToon
Nigista Dan Dunianya

Nigista Dan Dunianya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Dosen / Lari Saat Hamil / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kak Nya

Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.

Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.

Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"

Yok ikuti kisah Nigista

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nigista Dan Dunianya

SMA Galaksi heboh dengan kedatangan Raden Pangestu Daniswara, cowok famous di sekolah itu, yang berboncengan dengan Gista, siswi baru yang masih belum banyak dikenal. Raden memarkirkan motornya di tempat parkir khusus kelas XI IPA1, sambil tersenyum santai. Orang-orang di sekitar tidak bisa tidak membicarakan mereka, terutama para cewek yang mengidam-idamkan Raden.

Gista merasa sangat risih dengan tatapan orang-orang padanya, persis seperti tatapan teman-teman sekolah lamanya dulu. Dia tidak ingin kembali dibully seperti di sekolah sebelumnya. Ia mencoba untuk tidak memperdulikan omongan orang, tapi tetap saja dia merasa tidak nyaman.

"Itu kan anak baru itu, sok cantik banget ya!"

"Ih kok Raden boncengan sama cewek itu ya, padahal gak cantik-cantik amat."

"Pasti tuh cewek ngemis-ngemis deh sama Raden makannya dibonceng!"

Gista menghela napas berat.

"Udah gak usah dengerin." Raden menggandeng tangan Gista, perlakuan Raden terhadap Gista tentunya menjadi pusat perhatian semua yang ada di sekolah terutama para perempuan.

"Raden lepas, gue gak enak diliatin orang-orang kayak gitu." bisik Gista, ia berusaha melepas tangannya yang di gandeng Raden.

"Biarin, mereka itu cuma iri sama lo, jangan di dengerin kata-kata mereka yang buat hati lo sakit." balas Raden setenga berbisik

"Gimana gak dengerin orang mereka ngomongnya kenceng."

"Gista! Raden!"

Gista langsung menarik tangannya dan beruntungnya Raden tak menggenggam tangannya erat seperti sebelumnya hingga genggaman tangan itu terlepas.

"Kenapa dilepas?" tanya Raden yang tak mendapat respon dari sang empuh

Tatapan Gista tertuju pada saudari kembar tak identiknya yang berada tak jauh dari posisi mereka saat ini.

"Adara!" Gista berteriak saat melihat Adara berlari pergi, dengan cepat ia mengejar Adara.

"Loh Adara kenapa pergi?" ucap Pipit

"Mana gue tau, gue kan ikan." jawab Anita

"Aamiin."

"Heh!"

Gista tak berhasil menyusul Adara karena tiba-tiba bell masuk berbunyi, dengan terpaksa ia pergi kekelasnya.

'Adara pasti salah paham..'

Bell istirahat telah berbunyi dari 5 menit yang lalu, Gista langsung menuju kelas Adara namun di tenga perjalanan tiba-tiba ada seseorang yang menariknya, ke rooftop.

"Raden?" Gista terkejut ternyata Raden lah orang yang menariknya itu. "Lo ngapain sih bawa gue kesini? Gue mau ketemu Adara."

Hap.

Gista yang hendak pergi lagi-lagi di tahan Raden, ia tak tau apa maksud pemuda itu menahannya.

"Ck, mau lo apasi den?"

"Kok lo jadi judes banget sama gue sta? Emang gue ada buat salah sama lo ya? Perasaan tadi pagi baik-baik aja deh." ucap Raden. "Ngomong sama gue, apa kesalahan gue supaya gue tau sta."

Raden menggenggam tangan Gista namun dengan cepat di tarik Gista. "Stop buat gue baper den, dengan lo bersikap seperti ini lo bisa nge-hancurin persaudaraan gue sama Adara, Raden."

Kening Raden mengerut. "Maksudnya?"

Gista memunggungi Raden. "Lo bilang waktu itu gue orang pertama yang lo kasih bunga."

"Iya."

"Terus kenapa lo kasih Adara juga bunga den? Lo tau kan gue sama Adara itu saudaraan, kenapa lo jahat banget den, lo sadar gak sih lo itu mempermainkan hati kita den." Gista terdiam sesaat setelah itu ia memutar tubuhnya, menghadap Gista. "Adara suka sama lo, den."

Deg.

Mendengar ucapan Gista membuat Raden benar-benar terkejut.

"Gue gak pernah kasih Adara bunga sta, gue gak bohong. Lo gadis satu-satunya yang gue kasih bunga dan gue cintai."

Gista membuang muka. "Lo jangan bohong den, Adara udah cerita semuanya dimana lo yang selalu kasih dia bunga dan kemarin lo kasih dia bunga lagi setelah beberapa bulan lo gak kasih dia bunga lagi."

Raden menggelengkan kepalanya, "Itu bukan gue sta yang kasih dia bunga itu.. " Raden menghentikan ucapannya

"Bukan lo terus? Jelas-jelas Adara bilang lo yang kasih dia bunga."

Raden menarik napas dalam-dalam. "Gibran."

"Hah?"

"Gibran suka sama Adara tapi dia gak berani ungkapinnnya, karena dia tau Adara benci banget sama dia." jelas Raden

"Jadi kemaren itu akal-akalan Gibran doang?"

Raden mengangguk. "Iya, bahkan bukan hanya kemaren tapi udah dari dulu dia kasih bunga Adara dengan mengatas namakan gue."

"Lo tau?"

"Awalnya enggak tapi....."

Flashback on:

"Dari Raden." Gibran menyodorkan satu tangkai bunga mawar kepada Adara

"Kenapa lo terus sih yang kasihnya? Kenapa enggak Raden sendiri?"

"Ck, tinggal ambil aja atau gue buang nih."

"Eh jangan dong, enak aja lo buang-buang pemberian dari seseorang buat gue."

"Makannya ambil aja, jangan banyak tanya."

"Yaelah gib biasa aja kalik, gue cuman tanya gitu aja lo marah-marah emang nyebelin banget sih lo beda banget sama Raden."

"Lo ngaca gak sih, lo itu yang nyebelin suka banding-bandingin gue sama Raden terus, Raden iya Raden, gue ya gue." ucap Gibran sebelum berlalu, pemuda itu terlihat sangat kesal.

"Dia ngambek? Biarin aja ah bukan urusan gue, yang penting hari ini gue dapet bunga lagi dari Raden." ucap Adara sebelum berlalu

Sret.

Gibran terkejut saat tubuhnya tiba-tiba di tarik seseorang.

"R-raden."

Raden menghempaskan tangan Gibra. "Apa maksud lo?"

"M-maksud apaan den?" Gibran seolah tak paham apa yang di katakan Raden namun nyatanya ia sangat tau betul apa yang di katakan oleh Raden.

"Kenapa lo ngasih Adara bunga dengan mengatas namakan gue hah?"

Bibir Gibran terkatup rapat, ternyata benar dugaannya Raden tlah mendengar semuanya. "Maaf."

"Gue gak butuh maaf, gue butuh penjelasan lo Gibran."

"G-gue suka sama Adara den tapi ..." Gibran terdiam sesaat

Raden mengerutkan jidatnya, "Tapi?"

"Adara suka sama lo, den."

Deg

"Lo serius?"

"Iya, masa sih lo gak tau?"

Raden menggelengkan kepalanya, sunggu ia tak tau jika selama ini Adara menaru hati padanya

"Perhatian-perhatian yang Adara berikan sama lo itu beda sama gue dengan yang lain, dia suka sama lo den. Gue sempat mau tembak dia dengan bawa bunga mawar tapi niat gue terurungkan saat gue dengar obrolan Adara sama kedua temannya, dia bilang sama temen-temannya kalo dia suka sama lo.

Pada saat gue mau pergi Adara lihat gue, oleh karena itu gue beralasan lo minta tolong sama gue kasih bunga mawar itu sama dia, gue lihat Adara tersenyum manis den. Gue pengen liat senyum manisnya itu tiap hari oleh karena itu gue kasih dia bunga tiap hari."

Raden meraup wajahnya secara kasar. "Lo bego atau gimana sih gib, dengan gini Adara semakin suka sama gue dan dia pikir gue juga suka sama dia."

"Iya den gue tau gue salah, tapi gimana lagi udah telanjur."

"Gue mau besok dan seterusnya lo setop kasih Adara bunga dengan mengatas namakan gue, gue gak suka cara lo gib, pengecut." tegas Gibran sebelum berlalu

Flashback off

"Gue pikir setelah itu Gibran udah gak kasih Adara bunga lagi dengan mengatas namakan gue."

_____

"Nah itu Raden, panjang umur nih anak baru diomongin." ucap Irsyad

"Dari mana aja bro?" tanya Betran namun tak mendapatkan respon dari sang empuh

"Gib, ikut gue sekarang, penting." ucap Raden sebelum berlalu

Uhukk... Uhukk...

Gibran yang tenga menikmati makan siangnya itu pun tersedak 'penting?

Dengan berat hati Gibran meninggalkan makanannya, jantungnya berdetak lebih kencang saat berada di dekat Raden bak seseorang yang lagi jatuh cinta.

"Kenapa den?"

Bugh.

Tanpa aba-aba Raden melayangkan pukulan pada wajah Raden membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.

"Sttt." Gibran meringis kesakitan saat pukulan itu mendarat pada wajahnya.

"Lo apa-apaansih den, main tonjok-tonjok gue aja, dipikir gak sakit apa?"

"Itu peringatan buat lo yang suka pakai nama gue, gue gak habis pikir sama lo gib. Padahal waktu itu gue udah kasih peringatan sama lo, gue pikir lo gak pakai nama gue lagi ternyata gue salah lo masih menggunakan nama gue saat kasih Adara sesuatu."

"Maaf."

"Gue udah bosen gib denger maaf lo, kalo lo emang bener-bener suka sama Adara ungkapin, perjuangin Adara tunjuk'in sama dia kalo lo itu bener-bener tulus sama dia."

"Gue maunya juga gitu den tapi ..." Gibran menghentikan ucapannya membuat Raden mengerutkan jidatnya

"Tapi?"

"Adara gak mungkin suka sama gue."

"Kenapa lo berpikir seperti itu?"

"Adara selalu banding-bandingkan gue sama lo den, gue ngerasa gue jauh banget dari tipe cowok idamannya jadi gue mohon sama lo den jaga Adara, jangan sakiti dia."

"Lo nyerah?"

Gibran terdiam, tak ada niatan untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.

"Gue gak bisa jaga Adara, Adara itu butuh lo orang yang selalu perhatiaan sama dia, gue yakin kalo Adara tau lo lah orang yang selalu kasih dia bunga, kirim makanan buat dia, pasti dia mau berusaha buat buka hatinya untuk lo." ucap Raden. "Gue mau lo jangan nyerah gib, gue yakin suatu saat Adara akan membutuhkan pelukan lo dan pada saat itu juga Adara akan berusaha buat buka hatinya untuk lo." lanjut Raden sebelum berlalu

Perkataan yang barusan Raden ucapkan menimbulkan tanda tanya di benak Gibran. "Maksud Raden apa ya?"

Setelah melewati hari yang cukup melelahkan di dunia pembelajaran, kini siswa/i sma Galaksi semua berbondong-bondong pergi keluar kelas karena bell pulang telah berbunyi dari 5 menit yang lalu.

Gista menarik napas berat, ia bingung harus bagaimana saat bertemu dengan Adara nanti, lama dengan posisi duduk merenung didalam kelas bahkan ia tak sadar kalau dikelasnya sudah tak ada siapa-siapa hanya ia seorang diri.

Tap.

Tap.

Tap.

Terdengar langkah kaki seseorang yang hendak memasuki kelasnya mampu membuyarkan lamunan Gista.

"Eh, lo belum pulang?" tanya teman kelas Gista

Gista tersenyum kikuk. "Ini baru mau pulang." ucap Gista membuat sang empuh ber'oh ria. "Kalo lo kenapa balik ke kelas lagi?"

"Buku gue ketinggalan."

Gista mengangguk.

"Oh iya, lo anak baru ya?"

Lagi-lagi Gista mengangguk. "Kenalin nama gue Nigista kanaya putri, panggil aja Gista."

Teman kelas Gista tersebut tersenyum. "Gue Acana Azzahra, panggil aja aca."

"Salam kenal Aca."

"Salam kenal kembali Gista."

Gista memandang lekat wajah Aca membuat sang empuh menyercit heran, "Gista, lo kenapa?"

"Eh e-enggak, gue kok baru liat loh ya dikelas ini." ucap Gista dengan gelagapan, sebenarnya bukan hal itu yang hendak ia tanyakan namun ada hal lain yang mengganjal dihatinya

Aca tersenyum, "Gue baru balik dari pertukaran pelajar di sma yang berada dikota bandung." ucap Aca

"Lo pasti sangat pintar ya?"

Aca tersenyum kikuk, "Enggak juga, masih banyak yang lebih pintar."

"Berarti bener dong lo pintar?"

"Alhamdulillah."

"Wah hebat banget lo, selain baik ternyata sangat pintar, gue beruntung bisa kenal lo ca." ucap Gista dengan tersenyum, pasalnya dikelasnya ini ia tak memiliki teman selain teman-teman Adara yang mau berteman dengannya.

Drittt.... Driittt....

Aca menatap sekilas kearah handphone nya kemudian matanya berali menatap Gista yang berada di hadapannya. "Gue balik duluan Gista, nyokap gue udah nelpon." ucap Aca sembari berlari keluar

"Aca kenapa ya kok kayak ketakutan gitu?" gungam Gista

Gista menatap jam yang melingkar di tangannya, matanya melebar saat melihat jarum jam menunjuk angka tiga. Ia pun berlari keluar kelas, suasananya cukup sepi karena hanya ada anak-anak yang ikut ekskul saja. Gista mempercepat langkahnya, ia takut mamanya marah.

Pintt... Pintt...

Bunyi klakson motor nyaring terdengar di daun telinga Gista, sang pelaku tersenyum manis di atas kuda besinya itu dia, Raden.

Gista berdecak kesal saat tau pemilik motor itu

"Naik, biar gue anter."

"Gak usah, gue punya kaki."

"Siapa bilang lo gak punya kaki, hm?"

"Nyebelin banget sih, nyesel gue pernah anggap lo orang yang paling baik sedunia."

Raden terkekeh. "Lo gak salah, gue emang orang baik sedunia makannya gue nawarin lo buat gue anter."

"Gue gak butuh." Gista kembali berjalan

Raden kembali menjalankan motornya, "Naik gak? Ini udah sore Gista nanti mama lo marah gimana?"

Langkah Gista terhenti, ia terdiam sesaat. Memang benar ini udah sore sedangkan rumahnya masih jauh bisa-bisa ia datang magrib.

"Oke, gue mau."

Kedua remaja itu kembali berboncengan, menikmati pemandangan sore Jakarta yang dipenuhi kemacetan. Raden memutar arah laju motornya, membuat Gista menyercit bingung.

"Raden ini bukan arah ke rumahku!"

"Iya aku tau,"

"Terus?"

"Apa?!"

"Kenapa lo bawa gue ke arah yang berlawanan, puter balik."

"Enggak."

"RADEN!"

"GISTA I LOVE YOU!" Raden berteriak kencang di atas motor

1
Asep Dahiman
bagus banget
Dania Kymberli: Di tunggu ya kelanjutannya
total 1 replies
Asep Dahiman
lanjut kak cerita nya bagus banget👍
Melisa
I LOVE YOU TU RADEN🤭🤭
Dania Kymberli: Hei jangan menggatal ke cowok orang🤣
total 1 replies
Melisa
Rebutan 🤣
Melisa: Kyk gw dulu pas masih SD kls 1 ntah 2 ya itu 🤭 disukai duo cwok inisial
Z&R, tpi skrng mereka dh ga ngejar gw LG 😭
total 2 replies
reva1616
lanjut kaa
falea sezi
males klo emak nya g di tangkep
falea sezi
adara. goblok. laporin emak lo yg penjahat itu Gista jg diem. aja oon
falea sezi
mending Gista pergi g sekolah cari krja aja
falea sezi
kayak nya Gista bukan anak nya mungkin anak angkat atau anak selingkuh an suami nya kali aja makanya emak Gista benci bgt
Dania Kymberli: Bisa jadi/Shhh/
total 1 replies
Melisa
Lanjuttt secepatnya 😭💪💪💪
Melisa
kapan nih di upload?
Melisa
Lanjut secepatnya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
Naomi Simanjuntak
jngn lama yh kakk uuupppnnnyyyyaaaa 🙏
Naomi Simanjuntak
kakk malam ni povnnyyaa bisa lanjut ga 😢
Naomi Simanjuntak
next kak bisa bikin cerita yang panjang gak soalnya seru banget sama penasaran jalan cerita selanjutnya gmna lagi🥹🙏
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
Naomi Simanjuntak
jngn lama yh kakk uuupppnnnyyyyaaaa 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!