NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Gila Yumna

Yumna akhirnya berakhir di sebuah bar remang-remang. Bukan bar mewah tempat para sosialita menyesap wine, melainkan bar lokal yang berisik dengan lagu-lagu galau tahun 2000-an yang diputar terlalu keras.

​"Mas... satu lagi. Apa aja yang bikin otak saya mati rasa sebentar," racau Yumna sambil menyandarkan kepalanya di meja bar yang sedikit lengket karena tumpahan minuman.

​Si bartender, pria dengan kumis tipis bernama Jaka yang tampak sudah sering menghadapi orang patah hati, menyodorkan segelas kecil ramuan bening. "Ini Cap Tikus campuran, Mbak. Hati-hati, ini tendangannya lebih kencang daripada janji mantan."

​Yumna tertawa getir, suaranya naik satu oktav. "Janji mantan mah nggak nendang, Mas Jaka! Janji mantan itu kayak kerupuk kena kuah soto. Melempem! Alot! Bikin sakit gigi kalau dipaksa dikunyah!"

​Glek.

​Cairan itu membakar tenggorokannya. Yumna terbatuk-batuk sampai air matanya keluar, membasahi pipinya yang sudah belepotan eyeliner murah. Tapi setelah itu, segalanya terasa sedikit lebih ringan. Dunianya mulai bergoyang pelan, seperti sedang naik kora-kora di Dufan saat perut sedang penuh.

​"Lagian ya, Mas..." Yumna mulai curhat pada Jaka yang sebenarnya sedang sibuk mengelap gelas. "Mana ada orang selingkuh sama bos sendiri? Itu namanya kan efisiensi kerja yang salah alamat! Desta itu... dia pikir dia siapa? Brad Pitt versi lokal? Dia itu cuma remahan rengginang di dasar kaleng Khong Guan yang isinya rengginang juga!"

​Yumna kemudian memesan minuman lagi. Kali ini ia mencoba Anggur Merah cap Orang Tua yang dicampur dengan soda—sebuah kombinasi maut yang biasa disebut 'Amer'. Setelah gelas ketiga, filter di otaknya resmi mengajukan surat pengunduran diri.

​"Aku tuh kurang apa coba? Kurang cantik? Aku udah fitting kebaya tadi pagi, Mas! Kebaya putih gading, payetnya dipasang satu-satu pakai perasaan! Bukan kebaya merah yang viral itu ya, ini kebaya pengantin beneran, halal, bersertifikat!" Yumna memukul meja bar, membuat gelas-gelas kecil di sana berdenting. "Tapi sekarang? Kebayanya mending aku jadiin gorden di dapur daripada dipake nikah sama laki-laki amuba kayak si Desta itu!"

​Tiba-tiba, pintu bar terbuka dengan denting lonceng yang nyaring. Udara dingin masuk bersamaan dengan sosok pria jangkung berbalut kemeja putih mahal yang lengan kemejanya digulung hingga siku secara sempurna. Jam tangan Rolex di pergelangan tangannya berkilau terkena lampu diskotek warna-warni yang terlihat sangat murahan dibandingkan penampilannya.

​Itu Evander Sky Moreno.

​Sang CEO kejam itu sebenarnya sedang mencari adiknya, Cindy, yang dilaporkan oleh supir pribadinya sedang keluyuran di tempat seperti ini. Evander tampak sangat tidak cocok berada di sana; dia terlihat seperti pangeran yang nyasar di tempat pembuangan akhir sampah. Wajahnya yang kaku dan rahangnya yang tegas menunjukkan ketidaksukaan yang amat sangat pada bau asap rokok dan musik remix koplo yang tiba-tiba berputar.

​Mata mabuk Yumna menangkap sosok itu. Fokusnya kabur, bayangan Evander jadi ada tiga di matanya, tapi dia mengenali aroma maskulin yang mahal dan tatapan dingin yang biasanya membuat seluruh staf di kantor menahan napas.

​"Lho... ada patung es masuk bar? Mas Jaka, itu patung esnya bisa gerak ya?" gumam Yumna keras-keburu, suaranya terdengar di sela-sela lagu.

​Evander yang sedang memindai ruangan dengan tatapan tajam, menoleh. Alisnya bertaut rapat saat melihat salah satu karyawannya—staf marketing yang biasanya rajin dan pendiam—duduk berantakan dengan rambut yang keluar dari gelungan dan wajah yang mirip hantu di film horor karena maskara luntur.

​Evander mendekat dengan langkah tegas, sepatu kulitnya yang mengilap tampak kontras dengan lantai bar yang kusam. "Yumna? Apa yang kamu lakukan di tempat sampah ini?"

​Yumna berdiri dengan goyah. Lututnya terasa seperti jeli yang belum set sempurna. Ia hampir terjungkal ke depan kalau saja tangannya tidak cepat-cepat menyambar kerah kemeja Evander.

​"Oh... Bos Brengsek! Datang juga kamu ke sini! Mau ikut minum Amer?" Yumna tertawa sambil menarik-narik kerah baju Evander sampai pria itu terpaksa membungkuk agar kemejanya tidak robek.

​Evander membeku. Belum pernah ada manusia di muka bumi ini yang berani memanggilnya "Brengsek" tepat di depan hidungnya, apalagi sambil memeganginya seperti pegangan bus TransJakarta. "Kamu mabuk berat. Lepaskan tanganmu dari kemejaku sebelum saya memecatmu secara tidak hormat."

​"Pecat aja! Pecat! Aku udah nggak punya apa-apa lagi!" Yumna berteriak, suaranya serak tapi melengking. Beberapa pengunjung bar mulai menoleh sambil menahan tawa, menonton drama live antara bos necis dan bawahan mabuk. "Gara-gara adikmu yang lampir itu... Si Cindy... aku batal nikah! Aku udah sewa katering, Bos! Rendangnya sudah diproses! Ayam bakarnya sudah dipesan! Gimana kalau ayam-ayam itu sedih karena nggak jadi dimakan di hari bahagiaku?!"

​Evander memejamkan mata, mencoba menstabilkan emosinya. Bau anggur merah murah dari napas Yumna menerpa wajahnya secara langsung. "Cindy melakukan apa?"

​"Dia nyolong tunanganku! Dia ambil si Desta amuba itu! Dan kamu... kamu kakaknya, kan? Harusnya kamu ajarin dia! Jangan cuma bisa dandan ganteng dan pecat orang doang!" Yumna mulai menangis sesenggukan, tapi tangisannya terdengar lucu karena ia sesekali bersendawa kecil yang berbunyi hic. "Huuuaaa... Tetanggaku... Bu RT yang mulutnya lebih tajem dari silet... dia bakal ngejek aku tujuh turunan! Aku bakal jadi perawan tua yang tinggal di rumah kontrakan sama sepuluh kucing!"

​"Tenanglah, Yumna. Kamu sangat memalukan saat ini," desis Evander, mencoba melepaskan cengkeraman tangan Yumna yang kecil tapi ternyata sekuat kepiting rawa.

​"Aku nggak mau tenang! Aku mau kamu ganti rugi!" Yumna tiba-tiba berhenti menangis dan menatap mata Evander dengan jarak hanya beberapa sentimeter. Mata Yumna yang bulat dan basah menatapnya dengan sangat intens sampai Evander merasa ada desiran aneh yang tidak logis di dadanya.

​"Ganti rugi apa?" tanya Evander datar, meskipun jantungnya mulai berkhianat dengan berdetak lebih cepat.

​"Gantiin pengantin prianya! Kamu kan kaya, kamu kan ganteng—meskipun mukamu kaku kayak kanebo kering yang kelamaan dijemur. Kalau kamu jadi pengantinnya, Bu RT pasti langsung pingsan di tempat! Desta pasti gigit jari sampai kukunya abis!"

​Yumna kemudian tertawa sendiri, tawa yang terdengar sangat menggemaskan namun sekaligus bikin merinding. "Hahaha! Iya! Bayangkan, Bos... Kita masuk gedung, terus aku bilang ke Desta: 'Maaf ya Mas Desta, aku nggak level sama kamu. Aku nikah sama kakak bosmu yang lebih kaya tujuh turunan!' Mampus nggak tuh? Hahahaha!"

​Yumna lalu sedikit oleng dan menyandarkan dahinya di dada bidang Evander. "Tapi Bos... kenapa dada kamu keras banget? Isinya batu ya? Apa jangan-jangan kamu ini robot yang dikirim dari masa depan buat nyiksa aku?"

​Evander hanya diam mematung. Gadis ini biasanya sangat sopan, selalu menunduk kalau berpapasan dengannya, dan bicara hanya "Ya, Pak" atau "Baik, Pak". Tak disangka, di balik sifat kalemnya, ada sisi gila yang... entah kenapa, terasa sangat jujur di mata Evander.

​Tiba-tiba, Yumna menghirup napas dalam-dalam tepat di dada Evander. "Bos... kemeja kamu wangi banget. Wangi duit, wangi kesuksesan, sama ada bau... bau-bau orang sombong tapi enak dihirup. Aku mau tidur di sini aja, jangan dibangunin sampai Desta insyaf."

​Dan benar saja, sedetik kemudian, seluruh kekuatan di tubuh Yumna lenyap.

1
Shyfa Andira Rahmi
yayasan kucing terlantar🤪🤪🤪
Shyfa Andira Rahmi
🤦🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
ngga usah main bentak bisa ngga siihh kan aq nya juga jadi ikutan kaget🤪
diajarin lah biar c,Yumna nya rada anggunan kalo di bentak mulu bukannya anggun yg ada malah ciut...
Mom_cgs: Evander-nya suka gitu ya Kak😄
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
puas banget ya Yum👏👏👏
Mom_cgs: Iya Kak, kita pun ikut puas Kak😄
total 1 replies
falea sezi
ortunya pasti syok lahh
Mom_cgs: Syok kesenengan ya Kak😅
total 1 replies
falea sezi
nyaman ya bau cogan kaya raya /Curse/
Mom_cgs: Bener banget Kak 🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍👌
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mom_cgs: Siap Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!