Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.
"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pedang Untuk Sang Tuan
"Ayahanda!" ucap Luo Qingyao terkejut begitu datang bersama dengan Wei Liancheng dan Liang Zhaoren yang datang.
"Gabungkan kekuatan kalian bersama ku," perintah Adipati Beiyue.
Mereka bertiga mengelilingi Adipati Beiyue mengalirkan energi qi nya satu sama lain saling menyambung membentuk garis segitiga kemudian kekuatan penyatuan mereka masuk ke dalam tubuh Adipati Beiyue yang seketika mereka terhubung dengan seluruh formasi besar kota Hanjin. Kristal es yang menutupi Han Wuzhi seketika meledak tatkala merasakan getaran di tanah es mengancam kota Hanjin. Kedua mata biru miliknya menyipit kemudian melesat ke luar dari dalam benteng memandang seluruh kota Hanjin yang telah diselimuti formasi pelindung. Ia memandang langit kemudian berteriak lantang membangkitkan pasukan hantu es miliknya melesat pergi menuju langit.
Xue Lian muncul bersama dengan bidadari lainnya melesat ke langit berdiri di masing-masing posisi menginjakkan kakinya di atas formasi besar menyatukan kekuatan mereka memperkuat formasi besar. Suara riuh pasukan hantu yang dipimpin oleh Han Wuzhi menarik perhatian Dewa Feng Tianxing.
"Jiwa yang terperangkap dalam obsesi memiliki kekuatan dan kesadaran. Sepertinya aku mendapatkan berbagai kejutan hari ini,"ucapnya mengangkat pedang nya memerintahkan pasukan surgawi untuk menyerang.
Lapisan demi lapisan pusaran awan yang diisi oleh prajurit surgawi seketika pergi meninggalkan tempatnya melesat turun begitu mendengar perintah kemudian bertarung. Peperangan kembali tak terjadi dengan setiap prajurit surgawi yang gugur berubah menjadi bola api yang kemudian jatuh menciptakan fenomena hujan api yang mengerikan.
"Aku akan membantu mu mengurus pasukan yang dibawa olehnya," ucap Han Wuzhi tiba-tiba muncul di samping Huang Xuan kemudian menghilang begitu saja memulai melakukan serangan dengan menggunakan tangan kosong.
Xue Lian memandang langit melihat bola-bola api yang jatuh menghantam formasi bertubi-tubi menyebabkan kehancuran diberbagai titik yang disetiap kerusakannya diperbaiki seperti semula dengan tiada henti menggunakan energi qi gabungan termasuk dirinya yang semuanya berpusat kepada Adipati Beiyue sebagai inti formasi. Melihat suaminya Han Wuzhi yang bertarung menggunakan tangan kosong ketika pedang es miliknya hancur ketika peperangan sebelumnya membuatnya perihatin. Menggunakan hawa dingin dari qi murni miliknya menciptakan pedang es begitu indah kemudian melesat ke langit muncul di hadapan Han Wuzhi yang langsung di pegangnya digunakannya untuk membantai pasukan surgawi.
Dewa Feng Tianxing tak senang melihat perlawanan menurunkan petir mahadahsyat yang memiliki kekuatan penghancur demi menghancurkan pasukan hantu Han Wuzhi. Melihat kegilaan yang semakin brutal ketika pemandangan langit dipenuhi hujan petir.
"Hukuman Langit, turun!" ucap Dewa Feng Tianxiang menurunkan petir hukuman surgawi.
Huang Xuan beteriak nyaring melawanan tekanan dari segel surgawi kemudian sekuat tenaga menahan setiap petir dahsyat tersebut yang hendak turun mencegah kehancuran. Petir surgawi berwarna kehitaman memiliki daya rusak yang mampu menghancurkan fisik dan jiwa seseorang. Tubuh Huang Xuan terluka perlahan-lahan menghitam dengan kerusakan syaraf miliknya semakin meluas.
"Canghai!!!" teriak Huang Xuan.
Canghai segera melesat ke langit begitu mendengar panggilan Tuannya.
"Aku tak memiliki senjata kuat untuk melawannya. Sisik mu memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan kekuatan dewa," ucap Huang Xuan yang langsung dipahami oleh Canghai.
Ia merubah wujud manusia nya menjadi sebuah pedang dengan penampilan ganggang pedang berupa sisik ular keperakan dengan mulut ular yang terbuka bermahkotakan intan berlian. Huang Xuan memegang pedang tersebut kemudian melepaskan perlindungan yang dibuatnya sehingga petir hukuman surgawi langsung menyambar tubuhnya berkali-kali.