NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20.Sapaan Adik Ipar

HAPPY READING!!!

Delia menahan tubuh Donni yang masih bergulat dengan tubuhnya di atas sofa.

Napas keduanya masih tersengal. Wajah mereka memerah, keringat tipis membasahi pelipis.

Delia segera melepaskan ciuman panas Donni dari bibirnya.

“Sayang, cepat gunakan pakaianmu. Cepat.” ucap Delia sambil mendorong tubuh laki-laki itu menjauh dari atasnya.

“Akkhh—”

Donni terjatuh terlentang, bokongnya lebih dulu menghantam lantai. Ia masih setengah linglung dengan tubuh setengah telanjang.

“Ada apa, sayang?” tanya Donni dengan suara serak.

“Kamu tidak dengar suara Lora dari balik pintu? Sepertinya ia akan masuk. Bisa gawat jika dia melihat kita seperti ini.” ucap Delia panik sambil meraih pakaiannya yang berserakan.

Donni langsung memasang ekspresi waspada. Ia menajamkan pendengaran.

Benar saja.

Keributan dari luar ruangan—suara yang sangat ia kenal—adalah suara Lora.

Dengan gerakan tergesa, Donni segera meraih celananya dan memakainya asal-asalan. Resletingnya bahkan tidak sempat ia tutup rapat, sementara ikat pinggangnya hanya melingkar tidak jelas di pinggangnya. Kemejanya kusut, seperti baru saja diremas.

Delia pun tak kalah panik. Ia cepat-cepat mengenakan kembali kemejanya serta rok mini ketat yang membungkus lekuk tubuhnya yang mulai kehilangan kekenyalannya.

Ceklek.

Pintu ruangan terbuka.

Saat itu Donni dan Delia bahkan belum sempat merapikan pakaian mereka dengan sempurna.

Namun demi menghindari kecurigaan, keduanya segera memasang wajah serius seolah sedang berbincang penting.

Tatapan mereka tertuju pada Lora yang kini berjalan masuk ke arah mereka.

Sementara itu, Lora berdiri beberapa langkah dari mereka.

Matanya menyapu dari ujung kepala hingga kaki.

Ia melihat dengan jelas pakaian Donni yang kusut, juga kemeja Delia yang tidak rapi. Bahkan karena terburu-buru, kancing baju Delia salah pasang hingga naik sebelah.

Sudut bibir Lora hampir saja terangkat.

“Ada apa kamu ke sini?” tanya Donni dengan suara berat, menatap tajam ke arah Lora.

“Awalnya aku hanya ingin menyapa dan menemui kepala keuangan untuk memperkenalkan diriku sebagai staf baru di divisinya,” ucap Lora santai.

“Tapi karyawan lainnya bilang jika kepala keuangan tidak ada di ruangan karena sedang berada di ruangan CEO sementara. Ruangan ini ruanganmu, kakak ipar.” sambungnya dengan nada penuh sindiran.

Tatapan Lora masih berkeliling, memperhatikan setiap detail keadaan mereka.

Donni mengeraskan rahangnya.

“Tidak perlu menegaskan kata-kata CEO sementara itu, Lora. Karena aku akan menjadi CEO tetap di sini.”

“Oh ya? Selamat kalau begitu.” jawab Lora ringan.

“Tapi itu jika kamu beruntung, kakak ipar. Bukankah begitu, Ibu Delia, Nyonya yang terhormat?” ucap Lora.

Ia bahkan sempat membungkuk seolah memberi salam sopan.

Namun saat membungkuk itulah, matanya tanpa sengaja menangkap sesuatu dari sela rok sempit Delia.

Lora langsung terdiam.

“Astaga… Ibu Delia…” ucapnya dengan nada terkejut.

Seketika Lora menutup kedua matanya rapat.

“Ada apa denganmu? Tidak perlu berdrama di sini. Aku sama sekali tidak senang menerimamu sebagai staf baruku.” ucap Delia dengan tatapan tajam penuh kebencian.

Lora perlahan membuka satu kelopak matanya.

“Bukan itu yang perlu kamu khawatirkan sekarang, tapi…” ucap Lora menggantung kalimatnya.

Ia menatap Delia dengan ekspresi pura-pura bingung.

“Apa kamu sepikun itu hingga pergi ke kantor tidak memakai cangcut? Bagaimana jika karyawan lain melihatnya, Bu?” ucap Lora santai.

Ucapan itu langsung membuat wajah Donni dan Delia berubah.

Panik.

Delia refleks menyilangkan kedua kakinya dan menutupi sela roknya dengan tangan.

Lora seketika mengalihkan pandangannya ke arah Donni.

“Kakak ipar, kamu sejak tadi bersama Ibu Delia. Kamu tidak melihatnya, bukan? Aku hanya takut kamu khilaf dan…?” ucap Lora dengan nada polos yang justru terdengar penuh jebakan.

“Tutup mulutmu, Lora! Apa yang kamu bicarakan itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin mengkhianati Sinta. Aku sama sekali tidak melihat apa pun.” tegas Donni dengan cepat.

Namun Lora justru mengangkat alisnya.

“Tapi aku sama sekali tidak berpikiran jika kamu akan mengkhianati Kak Sinta. Justru aku hanya takut jika kamu melecehkannya.” ucap Lora santai.

Ucapan itu membuat Donni membeku.

Tanpa sadar ia telah menjawab sesuatu yang bahkan belum dituduhkan secara jelas.

“Tanpa perlu aku bertanya… kamu sendiri justru mengakuinya.” batin Lora dengan perasaan puas saat melihat wajah Donni dan Delia berubah tegang.

“Aku… aku hanya menegaskan saja agar kamu tidak berpikir yang tidak-tidak antara aku dan Delia.” ucap Donni, berusaha menenangkan keadaan meski bibirnya sedikit bergetar.

“Ooh, begitu.” jawab Lora ringan.

Tatapannya kemudian kembali tertuju pada Delia.

“Sebaiknya Ibu segera mencari cangcutmu yang hilang atau terlupakan itu. Aku hanya takut jika itu tercecer di jalan saat kamu pergi ke sini… atau mungkin tidak sengaja terlepas di sini.” ucap Lora dengan nada sindiran yang halus namun tajam.

Delia langsung membeku mendengarnya.

“Kalau begitu aku akan memulai pekerjaanku dengan baik dulu, Ibu Delia yang terhormat. Sampai jumpa di ruangan nanti. Aku tidak sabar menantikan bimbingan kerja sama yang baik di antara kita.” lanjut Lora dengan senyum yang sulit disembunyikan rasa puasnya.

Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan melangkah keluar dari ruangan itu.

“Waah… itu pasti sangat memalukan dan melukai harga dirinya.” gumam Lora pelan sambil membuka pintu ruangan Donni.

Begitu keluar, langkahnya terasa jauh lebih ringan.

Saat berjalan kembali menuju divisi keuangan, Lora tiba-tiba berpapasan dengan karyawan yang sebelumnya ia traktir di lobi.

Perempuan itu segera menghampirinya sambil menyerahkan sebuah kartu hitam.

“Terima kasih sudah mentraktirku dan teman-temanku. Kami benar-benar menikmati traktiranmu. Jika kamu perlu sesuatu atau bantuan apa pun, kamu bisa menemuiku di ruangan divisi pemasaran. Aku akan senang hati membantumu.” ucap perempuan itu ramah.

Lora menerima kembali kartu hitam miliknya.

“Baiklah. Aku akan menemuimu nanti jika aku memerlukan bantuanmu.” jawab Lora sambil tersenyum tipis.

Setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya.

Namun saat ia berdiri menunggu lift, pintu lift terbuka.

Dan seseorang yang berdiri di dalamnya membuat langkah Lora berhenti.

Vino.

Pria itu menatap Lora dengan tatapan tajam sekaligus terkejut, seolah tak percaya perempuan itu benar-benar berada di kantor.

Vino segera keluar dari lift dan berjalan mendekatinya.

“Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu benar-benar akan bekerja di sini, Lora?” tanya Vino.

Lora menatapnya dingin.

“Apa pengumumanku tadi pagi kurang jelas? Atau mungkin ingatanmu juga bermasalah?” balas Lora tajam.

Vino menghela napas berat.

“Aku memperingatimu sebagai mantan kekasihmu yang baik. Keluar dari sini dan dari rumahku selagi kamu bisa sebelum hal buruk terjadi kepadamu.”

Lora langsung tertawa kecil, namun tawanya penuh ejekan.

“Mantan kekasih yang baik? Sejak kapan aku mengakuinya? Kamu adalah mantan terburuk yang bahkan tidak ingin aku akui atau temui. Pria tukang selingkuh sekaligus brengsek sepertimu tidak pantas mengakuiku sebagai mantan kekasihmu. Aku benar-benar tidak sudi, Vino.” tegas Lora.

Wajah Vino mengeras.

“Terimalah saranku selagi aku masih memperlakukanmu dengan baik, Lora!” tekan Vino.

“Aku sama sekali tidak ingin menerima kebaikanmu, Vino.” jawab Lora dingin.

“Daripada kamu mengurusiku, bukankah kamu lebih baik mengurusi istrimu yang sedang hamil itu? Kehamilannya di luar nikah. Takutnya hitungan bulannya tidak sesuai dengan hitunganmu. Karena jalang licik sepertinya… tidak ada yang tahu. Mungkin saja dia menipumu?” ucap Lora tajam.

Lalu dengan sengaja ia mengadu bahunya keras ke bahu Vino saat melangkah masuk ke dalam lift.

Vino terdiam.

Kata-kata Lora berputar di kepalanya.

Mungkin… masuk akal.

Ia berbalik dan berdiri di luar lift, menatap Lora yang kini sudah berada di dalam.

“Kamu akan menyesal jika kamu tidak mendengarkanku, Lora.” ucapnya.

Lora hanya tersenyum penuh keyakinan.

“Aku justru akan menyesal jika aku kehilangan harta kekayaan yang aku miliki sekarang.” jawabnya tenang.

Detik berikutnya—

Pintu lift tertutup rapat.

Meninggalkan Vino yang masih berdiri di sana dengan wajah gelap.Namun dari balik tembok karyawan yang memberikan black kart Lora masih berdiri di sana mendengar semua percakapan itu dengan jelas.

"Ini akan jadi gosip yg hot."ucapnya tersenyum lebar sembari mengendap-ngendap pergi dari sana.

.

.

.

💐💐💐Bersambung.💐💐💐

Aduh aduhhh malu banget itu Delia kira -kira cangcutnya nyelip dimana itu ya🫣🤣

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
Mila Julia: tapi makasih sarannya KK ntar di oerbaiki🫶🫶😅
total 2 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!