Andreas St. Clair adalah definisi dari kesempurnaan yang arogan. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris dinasti elit New York, ia tidak memiliki toleransi untuk kegagalan atau amatirisme. Baginya, film terbarunya hanyalah bisnis biasa, hingga ia dipasangkan dengan Seraphina Vanderbilt, Terkenal Gadis Manis Manhattan yang reputasinya sebersih salju.
Ketegangan memuncak di lokasi syuting saat adegan ciuman mereka gagal hingga enam kali.
Andreas, yang muak dengan kekakuan Seraphina, menghina bakat dan profesionalitasnya di depan semua orang. Namun, Andreas tidak tahu bahwa di balik sikap dingin Seraphina, tersimpan sebuah rahasia, itu adalah ciuman pertamanya, baik di depan kamera maupun dalam hidupnya.
Terluka dan dipicu amarah, Seraphina melepaskan topeng "gadis baik-baik" miliknya. Dia menantang ego Andreas dengan keberanian yang belum pernah dilihat dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Satu tahun berlalu, dan Mansion St. Clair tidak lagi hanya bergema dengan suara langkah kaki yang formal atau pembicaraan bisnis yang kaku. Kini, lorong-lorong marmer itu dipenuhi oleh suara tawa renyah dan langkah-langkah kecil yang tidak stabil dari seorang balita yang menjadi pusat semesta keluarga tersebut, Archelo St. Clair.
Di usianya yang pertama, Archelo tumbuh menjadi perpaduan genetik yang luar biasa. Ia memiliki rambut hitam pekat dan rahang yang mulai terlihat tegas seperti Andreas, namun ia mewarisi mata besar yang jernih dan bulu mata lentik milik Sera.
Yang paling ikonik, Archelo memiliki tatapan mata yang intens, persis seperti ayahnya saat sedang fokus, namun akan langsung berubah menjadi senyum malaikat saat melihat ibunya.
Pukul tujuh pagi, Andreas tidak lagi dibangunkan oleh alarm ponsel atau panggilan dari manajernya. Ia dibangunkan oleh tangan kecil yang menepuk-nepuk pipinya dan suara celoteh cadel yang tidak sabaran.
"Dada... Dada... Up! Up!"
Andreas membuka matanya yang masih mengantuk, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah bulat Archelo yang sedang berdiri di atas kasur, berpegangan pada bantal. Di sampingnya, Sera masih tertidur pulas dengan wajah yang damai.
"Sstt... Mommy masih tidur, Jagoan," bisik Andreas dengan suara baritonnya yang serak khas bangun tidur. Ia segera menyambar tubuh Archelo, mengangkatnya ke udara hingga balita itu tertawa kegirangan, lalu mendekapnya erat di dadanya.
Andreas membawa Archelo turun ke lantai bawah tanpa bantuan pelayan. Pria yang dulu tidak bisa membedakan jenis-jenis dasi Tom Ford itu, kini dengan sangat mahir menyiapkan botol susu dan memotong buah-buahan kecil untuk sarapan putranya. Selama setahun hiatus dari dunia akting, Andreas benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk menjadi "Ayah penuh waktu".
Siang harinya, Mansion St. Clair kedatangan tamu spesial. Arthur St. Clair, kakek Archelo yang dulunya dikenal sangat dingin, kini masuk ke rumah dengan membawa mainan mobil-mobilan listrik berukuran besar.
"Di mana cucuku?" suara Arthur terdengar menggelegar di ruang tengah.
Archelo, yang sedang belajar berjalan dengan tangan yang dituntun oleh Andreas, langsung melepaskan pegangannya dan mencoba berlari kecil ke arah kakeknya. "Grampa!"
Andreas memperhatikan pemandangan itu dari kejauhan dengan senyum tipis. Ia teringat bagaimana ayahnya dulu mendidiknya dengan sangat keras. Namun, kehadiran Archelo telah melunakkan hati batu sang penguasa bisnis tersebut.
"Dia benar-benar mirip denganmu saat kecil, Andreas. Tapi syukurlah, dia lebih sering tersenyum daripada kau," sindir Arthur sambil menggendong Archelo.
"Itu karena dia memiliki Sera di hidupnya, Ayah," jawab Andreas tulus.
Untuk merayakan ulang tahun pertama Archelo, Andreas dan Sera memutuskan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan: merilis sebuah video pendek di media sosial mereka sebagai bentuk terima kasih kepada penggemar yang telah menjaga privasi mereka selama setahun terakhir.
Video itu sangat sederhana namun puitis. Memperlihatkan potongan klip Archelo yang sedang belajar merangkak, momen Andreas memandikan Archelo dengan wajah penuh busa, hingga Sera yang membacakan buku cerita sebelum tidur.
Komentar netizen meledak dalam waktu singkat:
"Lihat matanya! Dia benar-benar fotokopi Andreas St. Clair dalam versi bayi!"
"Archelo sangat tampan, dia akan menjadi patah hati masa depan New York."
"Keluarga yang sangat sempurna. Andreas terlihat jauh lebih bahagia sebagai ayah daripada sebagai aktor."
Sore harinya, Andreas, Sera, dan Archelo duduk di atas rumput hijau di taman belakang mansion yang menghadap ke laut. Archelo sibuk mengejar bola plastiknya, sementara Andreas duduk di belakang Sera, memeluk pinggang istrinya yang kini sudah kembali ke bentuk tubuh semula namun dengan aura keibuan yang lebih matang.
"Setahun yang lalu kita masih ketakutan di rumah sakit, Sera," bisik Andreas, mencium pundak istrinya. "Sekarang, lihat dia. Dia sudah bisa berlari."
Sera menyandarkan kepalanya di bahu Andreas, matanya berkaca-kaca melihat Archelo yang terjatuh namun segera bangkit lagi dengan tawa. "Dia adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada kita, Andreas. Terima kasih karena sudah memilih untuk tinggal dan menjagaku."
Andreas memutar tubuh Sera agar menghadapnya. Ia menangkup wajah Sera dengan kedua tangannya, memberikan ciuman yang dalam dan penuh janji. "Aku tidak akan pernah pergi, Sera. Memiliki kalian adalah puncak kesuksesanku yang sebenarnya."
Tiba-tiba, Archelo berlari ke arah mereka dan menjatuhkan dirinya di antara pelukan ayah dan ibunya. Andreas dan Sera tertawa bersama, mendekap putra mereka dengan erat di bawah cahaya matahari terbenam.
Di usianya yang satu tahun, Archelo bukan hanya sekadar pewaris kekayaan St. Clair dan Vanderbilt. Ia adalah bukti hidup bahwa cinta sejati mampu bertahan melewati badai skandal, intrik masa lalu, dan kejamnya dunia hiburan.
Bagi Andreas dan Sera, kisah mereka bukan lagi tentang The Bitter Script, melainkan tentang bab-bab baru yang manis bersama Archelo yang akan terus mereka tulis selamanya.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰