NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Ditukar (Hacker Tampan)

Jodoh Yang Ditukar (Hacker Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Romansa
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rens16

Pernikahan Amel yang sudah di depan mata itu mendadak batal karena calon suaminya terjebak cinta satu malam dengan perempuan lain. Demi untuk menutupi rasa malunya akhirnya Amel bersedia dinikahi oleh pria yang baru dikenalnya di acara pernikahannya tersebut. Revan yang bekerja sebagai hacker itu akhirnya menjadi suami Amel. Serba-serbi unik dua manusia asing yang terikat dalam hubungan pernikahan itu membuat warna tersendiri pada kehidupan keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rens16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Keterbukaan

Begitu sampai di kamarnya, Revan memilih duduk di sofa yang tersedia di dalam kamar itu sambil menyelonjorkan kakinya.

Amel yang melihat itu tentu saja khawatir dan bingung. Amel mengira Revan kecapaian karena harus menyetir dari Jakarta ke Bandung dan setelahnya menemani Amel meeting dengan kliennya.

"Aku siapin air hangat, kamu mandi dulu ya!" Amel mengusap puncak kepala Revan dengan lembut.

Revan menarik tangan Amel lalu menyembunyikan wajahnya ke perut itu.

"Kita tadi ketemu dia!" bisik Revan lemah.

"Si dia? Si dia siapa?" tanya Amel.

"Penanam benih yang jadiin gue!" jawab Revan masih dengan membenamkan wajahnya di perut itu hingga suaranya semakin samar terdengar.

"Penanam benih?" tanya Amel bingung.

Revan mengangguk pelan. "Bisa nggak sih, Ney, kalau aku minta Tuhan buat ganti Papa?" tanya Revan.

"Yang ketemu dilift tadi papa kamu?" tanya Amel akhirnya.

Dengan lemah Revan mengangguk. "Sama istri barunya!" ucap Revan.

"Mama kamu kemana, Be?" tanya Amel lalu memutuskan duduk di samping Revan.

Revan meletakkan pelipisnya di bahu Amel lalu menggeleng pelan. "Aku nggak tahu!" jawab Revan.

"Kok nggak tahu?" tanya Amel semakin bingung.

"Mama udah lama pergi dari rumah, sejak dia ketahuan selingkuh waktu itu, terus papa pulang bawa perempuan setan itu!" jawab Revan sambil menghela nafas panjang pendek.

"Mereka berdua sama-sama setan! Kita jangan kayak mereka ya, Ney!" bisik Revan membuat Amel hanya bisa memeluknya erat.

Amel sejak belia sudah kehilangan kedua orang tuanya, dia paham bagaimana hidup tanpa orang tua.

Apa yang dialami oleh Revan tentu Amel bisa memahaminya karena kedua orang tuanya juga meninggalkannya saat Amel belia yang membedakannya adalah cara mereka pergi.

"Yang sabar, Tuhan nggak bakal kasih ujian diluar batas kemampuan umatNya!" Amel pun mengusap punggung tegap itu dengan sayang.

"Sekarang mandi, terus istirahat, capek kan perjalanan jauh tadi!" Amel berdiri dan menyiapkan keperluan Revan.

Revan menatapnya dengan tatapan haru dan hangat, sepanjang usianya hingga sekarang ini tak ada yang memperlakukannya sebaik Amel.

Dulu sekali sebelum mamanya pergi dari rumah, mamanya itu sering memanjakannya dan memasakkannya sesuatu.

Meskipun mamanya tak sepandai Amel dalam memasak tapi dia berusaha memasakkan Revan dengan menu sederhana dan yang paling sering adalah menu tumis kangkung dan dadar telur.

Revan memutar shower dan mengguyur kepalanya dengan air hangat, Revan berusaha mengenyahkan pikiran tentang kedua orang tuanya dari dalam pikiran Revan.

Tapi sayangnya Revan tak amnesia hingga bayangan itu tetap menari-nari di kepalanya.

Revan menyudahi mandinya dan melihat Amel selesai menghubungi pihak restoran hotel untuk memesan makanan untuk mereka.

"Kita makan malam di kamar aja ya, besok aja baru jalan-jalannya!" ucap Amel.

"Terserah kamu aja, Ney!" Revan mengangguk setuju karena memang energinya habis tersedot karena pertemuannya dengan sang papa yang hanya menghabiskan beberapa menit tadi.

Mungkin berdiam diri di dalam hotel adalah tindakan tepat di saat hati dan pikiran Revan sedang tak bisa diajak untuk bersenang-senang.

Amel.keluar dari dalam kamar mandi tepat saat staff hotel mengantarkan makanan mereka.

Mereka makan dengan tenang lalu memutuskan untuk tidur.

***

Feri menghembuskan asap rokoknya ke atas sana sambil menatap awan yang mulai menghitam di atas sana.

Bayangan pertemuannya dengan Revan tadi kembali terbayang di kepalanya.

Sebagai seorang ayah, Feri tentu merindukan anak lelaki satu-satunya itu. Tapi kemarahan Revan kepadanya masih jelas terlihat.

Revan terlanjur marah dan kecewa karena perceraian Feri dengan mamanya dan pernikahan Feri dengan Dewi, apalagi saat Feri dan Dewi memiliki anak perempuan bersama Rania itu, Revan semakin marah terhadapnya.

"Padahal dia adik kandungmu, Van! Harusnya kamu menerimanya dengan baik, kalian saudara seayah!" bisik Feri pada bayangan Revan yang ada di atas sana.

"Kamu masih mikirin Revan, Mas?" Dewi muncul dari dalam rumahnya dan duduk di samping sang suami yang terlihat sedang melamun.

"Anak itu memang liar, semakin kesini semakin menjadi-jadi, bawa perempuan masuk ke hotel, dia masih muda tapi kelakuannya udah kayak gitu!" gerutu Dewi membuat Feri terdiam.

"Seharusnya sejak awal Mas itu jangan membiarkan dia pergi dari rumah, jadi begini kan si Revan!" ucap Dewi lagi.

"Aku nggak bisa memilih antara kalian dan Revan. Aku di posisi sulit waktu itu! Dan aku nggak mau Revan membahayakan keselamatan kalian karena Revan itu kadang emosian anaknya!" ucap Feri mencoba tenang.

"Persis kayak mamanya yang emosian! Tapi ya Mas, kalau dipikir-pikir kok Revan kelakuannya mirip sama mamanya gitu ya? Dulu si Vero itu juga hobbynya keluar masuk hotel dengan banyak laki-laki, eh anaknya kok sekarang juga sama!" ucap Dewi santai.

Feri hanya bisa berdiam diri dan tak ingin membela Revan dan mamanya, sebenarnya Feri juga tak begitu yakin dengan kelakuan Vero yang doyan selingkuh itu.

Sepanjang mereka menikah dan hidup bersama selama hampir lima belas tahun lamanya, Vero merupakan sosok istri yang patuh dan tidak neko-neko.

"Jadi perempuan itu gampang-gampang susah sih, Mas! Kalau aku ngeliat suamiku bekerja keras seperti ini ya aku harus bisa support dan menjaga diri. Suami nggak bisa terlalu fokus sama keluarga karena pekerjaan ya kitanya mesti paham jangan malah cari kesenangan di luaran sana!"

Setelah mengatakan itu Dewi memilih masuk kembali ke dalam rumahnya meninggalkan Feri yang terus larut dalam lamunannya yang semakin bercabang kemana-mana.

Sampai detik ini, Feri tak lagi menjumpai Vero setelah perceraian mereka lima tahun yang lalu. Vero seperti menghilang ditelan bumi.

Jujur di dalam hati Feri tak ada sedikitpun rasa untuk membuang Revan dari hidupnya. Revan yang memilih jalan itu dan Feri hanya bisa menghormati keputusan sang anak yang hidup mandiri sejak berusia lima belas tahun yang lalu.

Segala bentuk tanggung jawab yang coba Feri berikan ditolak mentah-mentah oleh Revan.

Revan sejak berusia lima belas tahun sudah mandiri dan sanggup menghidupi dirinya sendiri. Feri tak tahu menahu dari mana Revan mendapat uang untuk bertahan hidup.

Feri tak tahu kemampuan Revan di bidang komputer itu menghantarkannya menjadi salah satu hacker mumpuni yang memiliki banyak klien dari dalam dan luar negeri.

Meskipun pekerjaan itu beresiko tapi dari pekerjaan itu Revan bisa berdiri dan bertahan hidup selama lima tahun itu.

Dari pekerjaannya itu Revan tak hanya bisa mengangkat kepalanya di depan papanya tapi Revan bisa membantu ekonomi karyawannya yang menggantungkan hidupnya dan keluarganya kepada Revan.

Kerenkan hacker tampan itu?

1
irma hidayat
mudah2an suatu saat feri menyesal
Rens16: Semogq 😍
total 1 replies
beybi T.Halim
cerita yang mengharu biru.,semangat buat para perintis
Rens16: Terima kasih buat bintang limanya 😍
total 1 replies
irma hidayat
cerita bagus
Rens16: Terima kasih 😍
total 1 replies
irma hidayat
yg keterlaluan sebenarnya kamu fery ayah yg gapantas jadi ayah, anak sendiri diabaikn
Rens16: Kita sikat yuk kak 💪🤣
total 1 replies
Soviani
jangan lama2 up nua
Rens16: oke 🤣
total 1 replies
Rini
lnjutt
Rini
lnjutt😍😍
Rens16: Siap 💪
total 1 replies
Rini
lnjuttt
Rini
lamjuttty👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!