NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.



Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.


Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.


"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback:Cinta Terpandang Seorang Arga

Flashback Arga dan Kara

“Gawat Kara, hari ini Devon ada urusan mendadak jadi dia tidak bisa menjadi fotografer mu hari ini!"Kata Mbak Mila.Adik dari Geri manajernya.Kara yang sudah cantik dengan balutan gaun merah maroon mendengus pelan seraya berkacak pinggang.

“Hey ayolah, kalau begini caranya saya tidak bisa menunggu terlalu lama untuk pemotretan iklan ini!"

Geri juga baru saja datang, tapi dia tidak datang sendirian.Melainkan Geri datang bersama seorang pria tinggi Dengan gaya rambut berponi rata dan juga berkacamata.

“Suruh saja Arga yang akan menjadi fotografer mu untuk sementara"Sahut Geri sambil mendorong Arga pria berkaca itu dengan pelan.

Kara tetap pada ekspresi yang sama tanpa terlalu ingin Tahu Tentang siapa Arga sebenarnya.“Yasudah cepat lakukan foto saya sekarang juga"

Mbak Mila mendapati Geri,“Kak apa kakak yakin Arga bisa melakukan fotografer seperti Devon.Arga kan hanya seorang kurir yang biasa mengantarkan makanan untuk Kita semua"

Geri tersenyum licik, matanya berkedip penuh makna ke arah Mbak Mila. "Percaya saja sama aku, Mila. Arga itu bukan kurir biasa yang cuma bisa bawa kotak makan. Dia punya bakat yang belum banyak orang tahu."

Arga yang tadi hanya berdiri diam di belakang Geri kini melangkah maju sedikit, tangannya meraba gagang tas kamera besar yang ia bawa di dalam tas yang sebelumnya tak diperhatikan oleh siapa pun. Wajahnya tenang, tak terlihat gugup sedikitpun meski tahu Kara adalah model top yang terkenal perfeksionis.

"Maaf kalau mengganggu jadwal, Nona Kara. Tapi saya janji akan melakukan yang terbaik," ucap Arga.

“Baiklah cepat lakukan sekarang!"perintah Kara.

Mbak Mila masih tampak ragu, tapi melihat jam dinding yang sudah menunjukkan waktu yang sangat mepet dengan jadwal tayang iklan, ia akhirnya menghela napas panjang. "Ya sudah tapi Arga, kalau hasilnya buruk, kamu yang tanggung jawab ya!"

Arga mengangguk mantap. "Siap, Mbak. Saya tanggung jawab"

Kara mendengus lagi, tapi akhirnya ia berjalan menuju set pemotretan dengan langkah tegap. "Ayo cepat! Saya tidak mau menunggu lama-lama!"

Arga segera menyiapkan peralatannya. Saat ia mulai mengatur sudut kamera dan memeriksa pencahayaan dengan gerakan yang sangat luwes dan profesional, Geri tersenyum puas. Sementara itu, Mbak Mila mulai merasa sedikit lega melihat ketangkasan Arga, meski hatinya masih was-was.

Kara sudah berdiri di depan latar belakang iklan, memposisikan dirinya dengan pose yang anggun namun dingin. Ia menatap lurus ke arah lensa kamera, siap untuk diabadikan meski dalam hatinya ia masih meragukan pria berkacamata di depannya ini.

"Siap?" tanya Arga, jarinya sudah siap di tombol shutter.

Kara tidak menjawab, hanya mengangguk singkat.

Klik... Klik...

Suara shutter kamera mulai terdengar. Dan saat itu juga, sesuatu yang ajaib mulai terjadi. Arga seolah memiliki mata yang bisa melihat sisi terbaik dari Kara, bahkan sisi yang selama ini jarang ia tampilkan di depan fotografer profesional lainnya.

Setelah beberapa kali jepretan, Arga berhenti sejenak untuk memeriksa layar kamera. Alisnya sedikit terangkat, seolah puas dengan apa yang ia lihat.

"Coba ubah posisi sedikit, Nona Kara. Miringkan bahu kanan sedikit ke depan, dan arahkan pandangan ke samping kiri, bukan lurus ke lensa. Biarkan ekspresinya lebih lembut, seperti sedang memikirkan seseorang yang spesial," instruksi Arga tiba-tiba. Suaranya tenang, tapi memiliki otoritas yang membuat Kara tanpa sadar menurut.

Kara terkejut. Tidak pernah ada fotografer yang berani memberinya instruksi se spesifik itu, apalagi seorang profesional seperti Devon. Namun, anehnya, ia merasa tidak bisa menolak. Ia mengikuti arahan Arga, mengubah posisinya perlahan.

Klik... Klik... Klik...

Suara shutter kembali terdengar, kali ini lebih cepat dan berirama. Arga bergerak lincah di sekitar Kara, mencari sudut-sudut yang tak terduga kadang membungkuk rendah, kadang berdiri di atas bangku kecil, matanya tak lepas dari viewfinder. Ia seolah melupakan keraguan yang ada di ruangan itu, tenggelam sepenuhnya dalam dunianya sendiri.

Geri dan Mbak Mila yang berdiri di sudut ruangan saling bertukar pandang. Mulut Mbak Mila sedikit terbuka, tak percaya dengan apa yang ia saksikan. Gerakan Arga begitu luwes dan penuh percaya diri, jauh dari citra kurir pendiam yang biasa mengantar makan siang mereka.

"Wah... aku tahu dia punya bakat, tapi sampai segitu hebatnya?" gumam Geri pelan, senyum bangga terukir di wajahnya.

Sementara itu, Kara mulai merasakan perubahan. Di bawah arahan Arga, ia merasa lebih rileks. Sisi dinginnya perlahan luntur, digantikan oleh ekspresi yang lebih hidup, lembut, namun tetap memancarkan pesona anggunnya. Ia merasa seolah Arga bisa membaca pikirannya, tahu persis kapan ia harus tersenyum tipis, kapan ia harus menatap tajam, dan kapan ia harus terlihat melamun.

Lima belas menit berlalu begitu saja. Ketika Arga akhirnya menurunkan kameranya dan menghela napas panjang, suasana di ruangan itu menjadi hening sejenak.

"Selesai," ucap Arga sambil menyeka keringat tipis di dahinya dengan punggung tangan. Ia berjalan mendekati Kara dan Geri, lalu memutar layar kamera agar mereka bisa melihat hasilnya.

Mata Kara membelalak lebar saat melihat foto-foto di layar kecil itu. Jantungnya berdegup kencang. Itu adalah dirinya, tapi bukan dirinya yang biasa ia lihat di foto-foto iklan sebelumnya. Arga berhasil menangkap sisi lembut dan autentik dari dirinya, sisi yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng model yang sempurna. Cahaya yang diambil, komposisinya, semuanya terasa begitu hidup dan artistik.

Mbak Mila segera mendekat dan melihat hasilnya. "Ya ampun ini bagus banget, Arga! Bahkan mungkin lebih bagus dari hasil Devon biasanya!" serunya antusias.

Arga tersenyum malu-malu, menggeser kacamata yang sedikit turun di hidungnya. "Terima kasih, Mbak. Saya hanya berusaha menangkap apa yang saya lihat."

Kara masih berdiri di sana, perlahan memajukan langkah menghampiri Geri, Mbak Mila dan pria berkacamata itu.“Ini sudah selesai kan. kalau begitu saya harus kembali ke butik sekarang."Kara yang masih saja bersikap dingin pada akhirnya pergi meninggalkan mereka ke ruang ganti pakaian.

Tanpa Kara sadari diam-diam Arga memperhatikan nya, bukan jenis memperhatikan nya sebagai artis tapi Arga memperhatikan Kara sebagai wanita yang diam-diam dia sukai..

Sejak pertama kali Arga mengantar makan siang ke studio tempat pemotretan dan bertemu Kara secara tidak sengaja, rasa itu sudah mulai tumbuh. Rasa suka yang ia simpan rapat-rapat, terpendam di balik identitasnya sebagai seorang kurir sederhana. Dia tahu jarak di antara mereka begitu jauh dia hanyalah orang biasa yang bekerja keras setiap hari, sementara Kara adalah bintang yang bersinar di atas panggung glamor.

Maka, Arga hanya bisa memandangnya dari kejauhan. Menyimpan perasaan itu sendirian, bersyukur pada hari ini karena diberi kesempatan untuk berada lebih dekat dengan wanita yang ia sukai, bahkan jika itu hanya untuk sesaat.

1
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Uthie
semangat 👍
falea sezi
jd yg jd luiz skg arga
falea sezi
lanjuttt
falea sezi
moga bagus Ampe ending
Wanita Aries
semanga trus thor
Wanita Aries
semangat thor
partini
artis favorit ku
Wanita Aries
hahaha rasakan luiz
Wanita Aries
bagus thor
Wanita Aries
awal yg bagus semoga gk membosankan
Dianra Malakut
Thor tu si luiz kok agak berat gtu mecat si sri,, emng sri siapanya si luiz? jgn buat aleca d tindas lg,, aleca skrg kn jiwa dr dunia lain,, aleca hrs bertindak lebih tegas, ga hrs bar bar tp hadapi dgn elegan. klo bs jgn sm si luiz deh laki egois ky dia ga cocok sm aleca,,mski kedepan dia berubah baik sm aleca tp ga usah balikan sm luiz..
Murni Dewita
lebih baik cerai aja hana
Murni Dewita
👣
Uthie
sukka dengan sikap tegas Kara pada diri Al👍😏
Uthie
Cerita genre transmigrasi yg selalu sukkaaa...
Uthie
Sy selalu berusaha menghargai penulis dengan meninggalkan jejak lohhh yaa Thor 😘🤩
Uthie
👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkkkaaa tema genre transmigrasi 👍🤩🤩
Khairunisa Laras
h
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!