NovelToon NovelToon
Doctor Mafia

Doctor Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Mafia / Dark Romance / Enemy to Lovers / Obsesi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Elaine seorang mahasiswi kedokteran memiliki perasaan yang mendalam pada seorang pria adi kuasa, Killian. Salah satu pria dari kaum elite global. Yang bekerja sama dengan para mafia untuk menjalankan bisnis kotornya.

Damian. Kakaknya bekerja di interpol untuk menyelidiki masa lalu kematian orang tua mereka. Saat ia mengetahui adiknya memiliki hubungan khusus dengan anggota elite global dan mafia. Elaine harus memutuskan akan berdiri melindungi kekasihnya atau kakaknya, keluarga satu-satunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Perkenalan

BIP BIP BIP

“Handphone mu berdering.” Ucap Elaine dengan nafas beratnya

“Biarkan.” Balas Lian yang perlahan mencium tengkuk leher wanita itu.

Sudah lama Lian menginginkan wanita itu. Hasrat terpendamnya kini didepan mata. Setiap senti kulit wanita itu tidak lepas dari jilatan panasnya. Bahkan ia menyukai rasa kulit wanita itu.

BIP BIP BIP

Lian mengabaikan panggilan itu berkali-kali.

Tangannya mulai menjamah lembut perut dan punggung Elaine. Aroma wanita itu membuatnya semakin candu tak ingin melepasnya.

Nafas berat Elaine membuat Lian semakin Liar, ia menatap El saat tangannya mulai mencengkram erat pinggang wanita itu dan semakin turun kebawah. Tatapan pria itu memastikan El tidak menolaknya.

Ia tidak akan melakukan langkah selanjutnya jika El belum menginginkannya.

BIP BIP BIP

“Yan…” Lenguhan El semakin membuat pria itu panas. Terlebih saat El menyebut nama kecilnya. Lian semakin liar mencium seluruh tubuh wanita itu. Bibirnya kembali tak lepas dari lumatan mautnya.

Nafas mereka saling bertaut dengan deru detak jantung yang berlomba.

BIP BIP BIP

“Yan…” Panggil El lembut, “Lian.” El menghentikan tangan Lian saat mulai semakin liar menjamah tubuh bagian bawahnya.

El menghentikan tindakan pria itu. Ia khawatir panggilan itu memang penting.

Lian dengan kesal mengambil ponselnya yang ada di meja besar. Berdiri menatap tajam Elaine yang kini duduk diatas sofa, begitu menggairahkannya.

“Hansen jika ini bukan hal penting, kau akan ku bunuh.” Suara dingin dan kesal Lian menusuk telinga Hansen.

“Aku tidak tahu ini termasuk penting atau tidak. Tapi Araya, Araya mengalami kecelakaan sekarang dia di rumah sakit.”

“Baiklah, kabari aku lagi jika terjadi sesuatu pada Araya.” Lian mematikan ponselnya.

Ia sebenarnya tidak terlalu peduli pada adik tiri nya itu.

“Siapa Araya?” Tanya El yang berdiri diatas sofa dan mencium pundak Lian.

“Adik tiri ku.”

“Kau punya seorang adik?! Kenapa dengannya?”

SRTTT

Lian menarik El untuk duduk dipangkuannya.

“Kecelakaan.” Jawab Lian singkat mencium helai rambut panjang Elaine.

“Kecelakaan? Kau tidak datang melihatnya?”

“Laine…” Bisik Lian ditelinga El hingga menggigitnya lembut.

“Yan…” Panggil El lagi saat pria itu mulai liar bersama tangan besarnya.

“Aku suka kau menyebut nama kecil ku itu.”

“Lian…” El menahan dada pria itu, “Kau tidak melihat adik mu?”

Wajah El terlihat serius.

“Aku tidak peduli. Sudah ada Hansen yang mewakili ku.”

“Itu bukan sesuatu yang dapat diwakilkan Lian.”

“Jadi kau ingin aku bagaimana Laine?”

“Kau masih bertanya? Lihat kondisinya langsung.”

El beranjak berdiri dan mengikat rambut panjangnya.

“Pulang sekarang Lian.”

Lian mengerutkan kedua alisnya. Ia tak ingin meninggalkan wanita itu. Ia tak bisa tidur dengan nyenyak tanpa mencium aroma tubuh Elaine.

“Ganti pakaianmu kalau begitu.” Pinta Lian.

“Untuk apa?”

“Kau akan ikut dengan ku.”

“A-apa?”

“Atau aku tidak akan meninggalkan mu sendiri, tidak dalam waktu liburmu.”

El menghela nafasnya. Ia tak ingin berdebat dan bergegas ke kamarnya berganti pakaian. Segala hal yang diucapkan oleh Killian merupakan aturan yang harus dijalankan. Pria itu sangat keras.

...****************...

“Wow…” El takjub akan mansion keluarga Vane bagai kerajaan yang sangat besar, “Berapa jumlah keluarga mu?” Tanya El.

“Aku dan ayah ku. Sisanya aku tidak tahu.”

“A-apa? Apa maksud mu dengan sisanya?”

CKLEEK

Lian membuka pintu mobilnya untuk El. El sempat ragu untuk turun dari mobil itu saat Lian mengulurkan tangannya.

“Laine?” Lian memanggilnya dengan lembut.

“Aku tidak seharusnya…”

“Apa yang kau cemaskan.” Sela Lian menangkap kegugupan di wajah wanitanya.

El terdiam. Ia benar, tak perlu ada yang dicemaskan. Bukankah El perlu tahu siapa Killian sebenarnya hingga kakaknya mengincar dia.

Pria itu menggenggam erat tangan Elaine. Bahkan saat beberapa anggota keluarga atau kerabat sudah berkumpul, Lian tidak melepaskan genggaman tangan itu.

Namun langkah kaki Eil terhenti. Saat matanya menangkap sosok yang tak asing baginya. Sosok yang pernah begitu dekat dengannya.

Samiel Asher.

“Sam…”

“El…”

Samiel sama tak percayanya saat melihat Lian menggandeng Elaine malam itu.

“Elaine…” Sam menghampiri mereka berdua, kedua matanya tidak lepas dari sosok El, seakan bertanya bagaimana bisa ia bersama Lian saat itu.

SRAAAKK

“Sopanlah sedikit Sam.” Kesal Lian menarik genggamannya saat Sam secara tiba-tiba menarik lengan Elaine, “Lepaskan dia.” Tegas Lian kembali.

“El…” Sam tak mengerti apa yang terjadi menatap wanita itu. Seakan menuntut penjelasan dari mantan kekasihnya.

“Yan…” Hansen berlari menghampiri Killian bersama Elaine, “Nyonya dan Tuan besar ada disini.”

“Kebetulan.” Lian tersenyum miring menatap Samiel, “Aku sekalian mengenalkan calon istri ku.”

“A-apa?!” Elaine sama kagetnya dengan Samiel saat mendengar perkataan Killian.

Lian melangkah menarik erat wanita itu menuju kamar Araya. Belum sempat sepatah kata keluar dari mulut El, pintu kamar itu telah terbuka lebar. Dengan Araya berada di ranjangnya bersama sang ibu. Sedangkan Tuan besar Vane, ayah nya duduk disofa besar itu menunggu kedatangan anak kandungnya.

“Liaaaann…” Sapa Araya penuh semangat seperti biasanya saat melihat kehadiran Killian.

Wanita itu bahkan tidak terlihat terluka parah kecuali kakinya yang di Gips.

“Kau pulang?” Sapa ibu tiri, Rose Vane, “Siapa dia Lian?” Senyum wanita itu menatap El.

Belum sempat El memperkenalkan dirinya, Lian sudah membungkamnya dengan sebuah pernyataan yang tak pernah El sangka.

“Dia calon istri ku. Elaine Eloise.” Ucap Lian dengan menatap kedua mata El.

“A-apa?!” Kaget Araya.

“Senang melihat mu Elaine.” Sambut Rose.

Sang ayah, Rick Vane melangkah mendekati mereka. Wajah tua terlihat tegas namun teduh itu menatap Elaine. Aroma parfume pria tua itu terasa pekat namun meninggalkan kesan mewah.

“Kau secara sadar ingin bersamanya atau dipaksa Elaine?” Tanya sang ayah menatap El penuh arti.

“A-aku…” El tidak tahu semua ini terjadi begitu cepat. Walau nyatanya ia memang dipaksa oleh Lian, tapi disisi lain El memang menyukai pria itu sejak pertemuan pertama mereka.

“Kau memaksanya Yan.” Suara dingin sang ayah menatap tajam Killian.

Lian semakin erat menggenggam tangan Elaine saat itu. Ada rasa geram karena Elaine seakan memang terpaksa bersamanya.

“Kau datang membawa wanita lain disaat seperti ini. Apa kau tidak tahu aturan?” Kesal Araya menatap Lian.

“Yan… aku…” Ucap El lembut pada Lian.

Melihat sikap El begitu tenang pada anaknya membuat sang Ayah tersenyum puas.

“Kau bisa temui aku diruangan Yan, kita tentukan tanggalnya.” Ujar Tuan besar kembali dan berlalu meninggalkan kamar itu.

Elaine tak menyangka sambutan tuan besar Vane begitu mudah menerimanya. Perlahan saat melihat kepergian tuan besar itu, El menatap Araya yang gusar padanya.

Percakapan yang terjadi malam itu antara mereka, hanya bisa El dengarkan tanpa ikut campur didalamnya. Namun El memahami, Araya memiliki perasaan mendalam pada kakak tirinya. Killian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!