dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22,
Rana
Rencana Allah memang begitu indah aku pikir aku akan kehilangan suamiku untuk yang kedua kali nya tapi ternyata Allah memiliki rencana nya sendiri dalam menguji keimanan dan kesabaran umat nya dan Alhamdulillah Karan aku selalu sabar ikhlas terhadap apa pun yang akan terjadi, dan Allah juga mengabulkan setiap doa doa ku dan di detik detik terakhir dia ambang kehancuran rumah tangga ku Allah menghadiahkan hal terindah yang selalu suamiku idam kan yaitu kehamilan ku
aku bersyukur semua memang kehendak nya, dan semoga Allah mengabulkan keinginan suamiku yang ingin memiliki anak perempuan.
dan di kehamilan ku kali ini benar benar seperti ratu saja apapun keinginan aku suamiku selalu siap siaga mengabulkan keinginan ku selama dia mampu, dia memanja kan ku Tampa henti, pancaran kebahagian terlihat jelas di rona wajah nya
selama aku hamil aku di larang mengerjakan pekerjaan rumah, hanya di perbolehkan jalan jalan santai rebahan, makan, hanya itu saja
di kehamilan ini aku benar benar bahagia dan sangat menikmati nya
dan hari ini waktu nya aku melahirkan ibu dan ayah juga ada disini dari semalam Aska sudah memberi tahukan mereka bahwa aku sudah mengalami kontraksi, dengan antusias dua keluarga berkumpul di ruang keluarga menunggu suara tangisan bayi dari dalam kamar, ya Karan aku melahirkan di rumah saja bidan desa bersedia datang kerumah karna kontraksi dari semalam,
tepat pukul 7 pagi tangis bayi yang dinanti pun terdengar juga, selama proses persalinan Aska tak beranjak dari sisiku walau sejenak saja, wajah nya yang selalu berurai air mata Ketika aku kesakitan tangan nya selalu menggenggam tanganku tak terlepaskan memberi kekuatan padaku sepanjang prosesnya, dan ketika bidan memberi tahukan jenis kelamin anak kami perempuan.aska langsung histeris meluapkan kegembiraan dan bersujud syukur atas anugrah nya yang Ter indah.
setelah bayi nya di bersihkan Bu bidan pun mendatangi Aska yang masih duduk di sebelahku, dan menyerahkan bayi mungil itu ketangan aska,
" selamat Aska, Rana anak nya perempuan cantik sekali perpaduan ayah ibu nya" kata Bu bidan sambil memberikan bayi mungil itu pada Aska, " ini bawa dulu bayi nya keluar seperti nya keluarga kalian sudah tak sabar mau lihat, dan jangan lupa azani dulu ya"?
dengan tangan gemetar Aska menerima bayi mungil tersebut, dia menciumi bayi nya sambil menangis haru
" anaku buah hatiku darah daging ku, selamat datang princess nya ayah, ayah azani dulu ya nak, biar nanti kamu jadi anak yang solehah berbakti pada orang tua, dan jadi anak yang cerdas".
" amin" jawabku serentak dengan Bu bidan
setelah Aska keluar aku di bersihkan dan di gantikan pakaian oleh Bu bidan, setelah itu aku di suruh istirahat dan entah kenapa aku sangat ngantuk sekali dan lelah hingga tak terasa aku pun terlelap.
.
.
sementara di luar
dengan semangat Aska menunjukan bayi nya pada seluruh keluarga
" tada..... ini dia perincess kita"
"wah perempuan ya, selamat Aska keinginan kamu punya anak tercapai dan pengen anak perempuan juga terkabulkan, kamu beruntung nak" kata emak asih terharu
bayi itu di kelilingi keluarga, tapi Aska tidak rela anak nya di gendong sama yang lain maka jadilah Meraka hanya bisa melihat dari gendongan Aska saja,
" huh dasar pelit" dengus Andi marah, dia ingin sekali mengendong keponakan nya tapi tidak di perbolehkan
jangan kan Andi orang tua dan mertua nya saja tidak di izinkan.
.
.
perlahan aku membuka mata, perutku terasa ringan dan badan pun terasa segar setelah terlelap beberapa waktu, dan aku merasa lapar sekali saat ini dan aku tidak melihat siapa pun, bahkan bayi ku pun tak ada di sampingku, dan aku pikir pada kemana semua orang, dan tak lama kemudian Aska muncul di ambang pintu sambil menggendong bayi nya
" eh udah bangun sayang? udah lapar belum? tanya nya,
" iya bang aku lapar banget nih"
" ya udah aku letakan dedek bayi nya dulu ya, nanti aku ambilkan makan"
setelah itu Aska pergi lagi untuk mengambil makanan , tak lama kemudian Aska datang lagi dengan nampan penuh makan nan
" sayang ayo makan dulu, aku suapin ya, pasti kamu masih lemas, kan tadi abis ngeluarin banyak tenaga, ayo buka mulut, aa....., makan yang banyak ya biar ASI nya juga banyak"
aku hanya tersenyum saja sambil membuka mulut dan mengunyah Samapi kenyang
tak lama kemudian ibuku masuk sambil membawa segelas air berwarna kuning khas jamu, lalu ibu menyodorkan nya padaku
" nih minum dulu jamu nya habiskan , jangan di buang ke kolong ranjang lagi seperti dulu"
aku hanya bisa nyengir saja, sementara Aska menyerengit kan alis nya pertanda merasa heran dengan ucapan mertua nya, dan itu tertangkap oleh penglihatan ibu, tanpa di tanya ibu langsung menjelaskan pada Aska
" kamu heran ya sama ucapan ibu? dulu waktu Rana melahirkan anak nya yang pertama, ibu kasih jamu kayak gini juga, Karan ibu sibuk, dia juga gak ada yang jagain, eh kesempatan deh Rana buang tuh jamu nya ke kolong ranjang, Utung ketahuan, kalo gak gak sembuh subuh dia"
" wah bandel juga ya istriku ini" kata Aska sambil menjawil hidung ku
aku hanya bisa nyengir saja, merasa konyol waktu itu
semangat