NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:863
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 (Pilihan yang Berat dan Pelabuhan Baru)

Pengungkapan jati diri Seraphine ternyata meninggalkan luka yang begitu dalam pada Gautier. Dia tidak lagi dingin dan angkuh. Dia menjadi gelap, putus asa dan rentan. Kepercayaan dirinya sebagai komandan militer dan sebagai pria telah hancur.

Amélie, di sisi lain, merasa aneh. Ia telah memenangkan pertempuran, tetapi ia kini menjadi sandaran emosional bagi pria yang telah menolaknya dan yang telah menikahinya karena Politik. Penolakan Gautier yang jujur beberapa waktu lalu kini menjadi benteng perlindungannya. Ia tidak ingin mencintai Gautier, jadi ia bisa memberikan dukungan yang logis tanpa terluka secara emosional.

Henri de Montaigne segera melacak pergerakan Seraphine, menemukan bahwa wanita itu telah bertemu dengan Marquis de Lussac sebelum Lussac ditangkap. Seraphine, yang menyadari Éloi dan Lussac akan jatuh, pasti melarikan diri lebih awal untuk menghindari tangkapan oleh para kesatria Valois.

...*****...

Malam harinya di Valois, Gautier tidak bisa tidur. Dia menghabiskan malam itu di ruang kerjanya. Amélie juga sering berada di sana, bekerja pada dokumen-dokumen Duchy dan Kerajaan yang cukup menumpuk.

Suatu malam, Gautier duduk di depan perapian, memegang botol brandy di salah satu tangannya.

"Mengapa kau tidak membenciku, Amélie?" tanya Gautier, suaranya serak. "Aku menuduhmu. Aku mengancammu. Aku melanggar janji kita. Aku menikahimu hanya untuk melindungi seorang mata-mata."

"Saya tidak membenci Anda, Pangeran," jawab Amélie, tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan arsip. "Saya membenci pilihan Anda. Sekarang, pilihan itu telah menghancurkan Anda. Itu adalah hukuman yang cukup."

"Dan cemburu itu..." bisik Gautier. "Aku tidak pernah mengerti. Aku mencintai Seraphine. Tapi mengapa aku marah melihatmu bersama Henri?"

Amélie akhirnya mendongak. Ia melihat kehancuran di mata Gautier.

"Karena saya tidak pernah menjadi milik Anda, Pangeran," jawab Amélie. "Anda telah berhasil mengklaim saya secara hukum dan politik. Tetapi Anda tidak pernah berhasil memiliki saya, Pangeran Gautier. Dan itu membuat Anda marah. Anda terbiasa mengendalikan, tetapi Anda tidak bisa mengendalikan saya. Bukan cinta, Pangeran. Itu adalah ego yang terluka atas rasa ingin memiliki."

Gautier terdiam. Ia menatap Amélie, ada campuran rasa sakit dan pemahaman di matanya.

"Aku akan mencarimu seumur hidupku, Amélie," kata Gautier. "Bahkan setelah kau mendapatkan kebebasanmu, aku akan mencari dirimu. Wanita yang tidak bisa aku cintai, wanita yang selalu menyelamatkan hidupku."

"Saya akan bebas, Pangeran. Dan Anda juga akan bebas," kata Amélie.

...*****...

Keesokan harinya, Henri kembali dengan laporan akhir. Seraphine telah berhasil melarikan diri ke Belanda, dibantu oleh jaringan penyelundup kecil yang didanai oleh sisa-sisa uang 'Perwalian Phoenix'.

"Dia melarikan diri, Yang Mulia," lapor Henri. "Dia aman, tapi dia tidak akan pernah kembali ke Prancis. Dia telah mengkhianati Anda, namun dia tidak akan pernah mengancam Tahta lagi."

Gautier mengangguk, tanpa emosi. "Biarkan dia pergi. Aku tidak akan mengejarnya. Biarkan dia hidup dengan pilihan yang ia buat."

Gautier berbalik ke arah Amélie. "Semua musuh telah dikalahkan. Aset aman. Tahta stabil. Dan kudeta gagal."

Gautier mengeluarkan dokumen tipis dari laci mejanya, Kontrak Mereka.

"Aku telah mendapatkan apa yang aku butuhkan, Amélie. Kau telah menyelamatkan Tahta dan kehormatan kita. Aku akan memberi kebebasanmu sekarang, seperti yang aku janjikan."

Amélie mengambil dokumen itu. Itu adalah kebebasan yang ia perjuangkan, sejak hari pertama dirinya menerima kontrak tersebut.

"Aku akan membatalkan pernikahan ini secara diam-diam. Kita akan mengumumkan bahwa kita tidak dapat memiliki pewaris secara alami dan kita akan berpisah atas dasar kerelaan. Kau akan pergi dengan kehormatan penuh dan harta LeBlanc yang utuh," kata Gautier.

Amélie menatap dokumen itu. Kebebasan. Ia bisa pergi ke mana pun yang dirinya inginkan. Ia bisa membuka lembaran baru.

Namun, Amélie melihat Gautier. Pria yang telah kehilangan cinta dan kehormatannya. Pria yang kini rapuh dan sendirian.

"Anda tidak bisa membatalkan pernikahan ini sekarang, Pangeran," kata Amélie, dengan suara yang tenang.

Gautier menatapnya, terkejut. "Mengapa tidak? Kau menginginkan ini."

"Saya menginginkannya saat Anda menolak saya," jawab Amélie. "Tetapi sekarang, pihak Kerajaan tidak akan menerima pembatalan pernikahan ini. Anda adalah penyelamat Kerajaan dan saya adalah Duchess yang cerdas yang berhasil mengungkap renacana pengkhianatan dari faksi bangsawan. Kita adalah simbol stabilitas. Jika kita berpisah sekarang, pihak Kerajaan akan berpikir kudeta itu belum berakhir dan itu akan kembali mengancam Anda."

Amélie berjalan ke perapian dan melemparkan Kontrak Asli itu ke dalam api yang menyala.

Gautier menatapnya, dengan mata yang melebar.

"Kontrak itu sudah mati, Pangeran," kata Amélie. "Saya tidak membutuhkan kebebasan yang didasarkan pada penolakan Anda, atau pada kontrak yang Anda buat untuk melindungi kekasih Anda. Saya akan tetap menjadi Duchess Valois. Tidak untuk Anda. Tapi untuk Tahta Raja berikutnya, untuk kehormatan yang saya dapatkan dan untuk melindungi apa yang telah kita perjuangkan."

Amélie menatap Gautier, tatapannya tegas. "Kita tidak akan menjadi suami istri, Pangeran. Kita akan menjadi sekutu yang menjaga Duchy dan Tahta Kerajaan ini. Kita akan hidup bersama dan terpisah disaat yang bersamaan. Kita akan mempertahankan batas emosional satu sama lain, namun kita akan terus bekerja sama. Sampai Tahta Kerajaan benar-benar aman, saya tidak akan meninggalkan kapal ini."

Gautier melihat wanita di depannya. Bukan lagi sebagai tawanan, tetapi Duchess sejati. Seorang wanita yang memilih tugas di atas kebebasan, demi kehormatan bersama.

"Amélie," bisik Gautier, suaranya penuh kekaguman. "Kau adalah Duchess Valois yang sebenarnya."

"Ya, Pangeran," jawab Amélie. "Saya adalah Duchess Valois. Sekarang, mari kita rencanakan masa depan politik kita. Dan tolong, Pangeran, jangan pernah lagi melanggar batas emosional kita. Itu adalah satu-satunya benteng saya."

Gautier mengangguk. Dia telah kehilangan cintanya, tetapi dia mendapatkan sekutu dan calon permaisuri yang tak ternilai harganya. Mereka berdua, dua jiwa yang hancur, terikat oleh kehormatan dan tugas, memilih untuk tinggal bersama di penjara emas itu.

...*****...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!