NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Pergi dari sini Axton, dan lupakan aku. Kita tidak punya hubungan apapun lagi!" Sahut Lily dengan tenang mengusir Axton.

Dengan dingin Axton menyahut. "Selain kamu berkhianat. Tidak ada kata putus diantara kita. Bagaimana kamu menganggap hubungan kita berakhir?"

Lily mendongak menatap Axton dengan kening berkerut tajam. Namun, ia tak mengatakan apapun.

Axton melanjutkan, dengan suara yang mulai gemetar dan bola mata yang memerah dan berair.

"Kamu yang mengkhianati aku Lily. Tapi, di sini seolah aku yang masih berharap. Aku seolah mengemis agar kita bersama lagi. Kenapa? Kenapa kamu membuatku terlalu mencintaimu, kalau kamu ingin mengakhianatiku begini?" sahut Axton yang tak lagi mampu menahan untuk tidak mengeluh.

Lily mengerjapkan mata beberapa kali, bibirnya perlahan terbuka, dan mengeluarkan suara. "Kamu pergi terlalu lama Axton .... aku menyerah."

Ucapan yang membuat Axton merasakan hatinya semakin nyeri. Namun, tenaganya seolah terkuras habis untuk membuatnya meledak kembali.

Sementara dalam benaknya, Lily melanjutkan. "Dan ayahmu sangat berbahaya. Dia tidak menyukaiku, jika aku memaksa, keluargaku yang akan dalam masalah."

Lily menunduk, kemudian berucap kembali. "Sekali lagi, melihatmu adalah sakitku, jadi tolong pergi."

Axton mendengkus, "Tunggu saja Lily. Kamu yang mau seperti ini. Maka akan ladeni. Tunggu dan lihat saja apa yang akan kulakukan!" ucapnya memperingati.

Setelah mengatakan itu ia pun berbalik pergi, meninggalkan Lily seorang diri dengan makanan yang masih tersaji baik di depannya.

Ujung mata Lily melihat Axton telah menghilang dari balik pintu. Sedangkan matanya tertuju pada makanan itu.

Salah satu lauk yang tersaji adalah makanan kesukaannya yang sudah lama tak tersentuh lidahnya. Bahkan ia nyaris lupa bagaimana rasa nikmatnya.

Lily mengambil sendok, berisi nasi lembut dan tumis daging pada hitam, yang sudah diambil Axton tadi. Memasukkan dalam mulut, mengunyah dengan lembut dan membiarkannya menyebar dalam mulutnya.

"Axton andai saja kamu pulang lebih cepat, semua ini tidak akan terjadi," batin Lily terus menyuapi dirinya.

Air mata Lily mulai berlinang membasahi pipinya sembari ia tetap mengunyah. "Kamu pergi terlalu lama, hingga aku kehilangannya."

Setiap suapannya, ada air mata yang terus berlomba-lomba untuk jatuh, dalam diam tanpa ada orang yang mengetahui, ia menangis.

Dan ia sudah terbiasa melakukan itu. Menangis dalam diam, dan tak membiarkan seseorang mengetahui kesedihannya.

**

Sementara Axton kembali dengan keadaan kesal. Mobil yang dikendarainya melaju dengan kencang di jalan melewati kendaraan satu dan lainnya. Bahkan lampu merah pun ikut diterobosnya.

Sorot matanya tajam, dan nafasnya yang berembus kasar seiring dadanya dan pundaknya yang naik turun, dan tangan yang mencengkram kemudi mobil.

"Aku bahkan sudah sangat merendahkan diriku. Tapi, kamu masih bersikap seperti itu Lily, kenapa?" Gumam Axton terlihat jelas menahan marah.

Sampai di rumah. Ia keluar dan menutup keras pintu mobil sebagai salah satu pelampiasan kekesalannya.

Ia melangkah memasuki rumah. Namun, baru beberapa langkah, langkahnya terhenti saat menginjak sesuatu.

Pria itu menunduk, dan melihat boneka kelinci yang diketahui milik Alin.

Ia mengitari pandangan melihat sekitar. Namun tak melihat sosok gadis kecil itu.

Ia lalu membungkuk, mengambil boneka kecil dan lusuh itu. Sorot matanya dingin, tangannya mencengkram boneka itu seolah ingin menghancurkan.

Namun, sesaat kemudian tiba-tiba sebuah ingatan muncul dalam benaknya, tentang boneka itu.

Ingatan sekilas namun tidak jelas, membuatnya merasa bingung.

"Kenapa aku merasa aneh dengan boneka ini," batin Axton mencoba mengingat lebih jelas.

Namun, baru berusaha sebuah tangan kecil menarik-narik ujung baju bajunya membuatnya menunduk dan melihat sebuah mata polos menatapnya.

Alin, gadis kecil berwajah manis, namun mengalami masalah pada Indra suaranya, itu menunjuk boneka di tangannya. Tangannya terulur meminta.

Axton menyinggung senyumnya. Ia lalu berlutut menyamai tinggi Alin. Menatap mata polos indah yang bisa meluluhkan siapa saja. Namun, setiap mengingat siapa dirinya, membuat Axton tak suka.

"Kau mau boneka ini?"

Alin langsung mengangguk mengiyakan. Kembali mengulurkan tangannya.

Axton menyinggung senyumnya. Ia merongok saku jasnya, mengeluarkan sebuah korek api.

Alin diam, matanya mengerjapkan cepat, dan tetap memperhatikan. Hingga Axton menyalakan api korek itu di bawah boneka, barulah bola matanya melebar.

"Aaaa!" teriak Alin sembari menggelengkan kepalanya panik.

Alin berusaha mengambil bonekanya, hingga mulai menangis, namun Axton justru tertawa kecil, dan tidak peduli itu.

Semakin Alin ingin menjangkau, semakin ia bangkit dan berdiri sehingga Alin semakin kesulitan meraihnya.

Pria itu semakin mendekatkan apinya, hingga kaki boneka mulai terbakar.

Alin semakin berteriak, memukul-mukul perut Axton berharap Axton menghentikan itu.

Axton mendorong Alin jatuh ke lantai, membuat tangis gadis itu semakin pecah.

Pria itu tertawa dingin, penuh kepuasan melihat boneka itu terbakar.

Suara tangis yang pecah, membuat beberapa pelayan yang ada menghampiri.

"Nona Alun, ada apa?" tanya pelayan meski sudah tau jawabannya saat melihat Axton masih memengang ujung boneka yang terbakar itu.

Alin menunjuk bonekanya, berharap ada yang menolong, namun tak ada satu pun pelayan yang mampu melakukan itu.

"Aaa, aaa, aaa," Alin terus menunjuk, namun tak ada yang menggubrisnya.

"Alin, Alin, Alin!" seruan itu membuat Aline segera bangkit dan berlari ke arah Roy yang memanggilnya.

"Ada apa Alin?" tanya Roy dengan suara ngos-ngosan, menatap gadis kecil itu.

"Aaa, aaa ,aaa, " Alin menunjuk ke arah Axton, membuat Roy menatapnya.

Diam selama beberapa detik, lalu melihat apa yang di tangan Axton.

"Axton!" teriak Roy terkejut melihat boneka itu telah kehilangan kakinya.

Pria tua itu segera menghampiri. Menatap Axton yang diam dengan senyum dan sorot matanya yang tampak puas.

"Anak ini, lagi-lagi bipolarnya muncul," batin Roy, meski tau akibatnya ia tetap memukul tangan Axton kuat sehingga boneka di tangannya jatuh.

Bola mata Axton mengerjapkan, menatap boneka yang diinjak Roy agar apinya padam. Matanya langsung menatap dingin dan tajam pada pria itu.

"Berani sekali menganggu kesenanganku," sahut Axton dengan suara rendah namun penuh penekanan.

Roy menatapnya, "sudah ku bilang jangan keterlaluan pada Alin, atau kau akan menyesal!" sahutnya tegas.

Axton menyinggung senyumnya dan tertawa sinis. "Anak harammu itu, ingin membuatku menyesal? Apa pantas."

Roy menghela nafas panjang, tak menjawabnya lagi. Matanya penuh waspada bersiap menghindar jika Axton memukulnya.

Axton memiringkan kepalanya, dan mengulum senyum yang tampak mengerikan. "Bahkan suatu saat bisa saja, dia akan mengalami hal yang sama dengan boneka itu."

"Axton!" sentak Roy.

"Pasti akan sangat menyenangkan," ucap Axton lagi.

1
Sarinah Quinn
apakah Alin anak axton dan Lily yah thor🤔
kalea rizuky
andai Acton g celup. celup q rela. lily balik. tp liat dia nganu tresome jijik q Thor mual. perut ku
kalea rizuky
mual bgt baca klo. lily balikan berati wanita bodoh bekas pelacur aja doyan najis sumpah astaga
kalea rizuky
entah jijik liat Aston nganu lili yg harus liat
kalea rizuky
anjing bgt kelakuan
kalea rizuky
jijik bgt g rela lily dpet laki. gini
kalea rizuky
najis amat ne laki
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kereennn lily 👏👏👏👏
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
hayooo aki2 licik.. hadapi anak mu dlm versi iblis nya.. jgn cuma bisa mancing gara-gara nya aja😒
Happy Kids
sadis sii manusia macam axton. regulasi emosi yg labil. gampang meletup2. dia jg tipe yg ga mikir jernih dan bijak.
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kejar axton ly.. kamu akan dpt jawaban nya
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kaaannnn🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
luna🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
hati-hati mulut mu ax.. mana tau alin itu anak mu n lily yg di culik ayah mu c bandot tua itu😒
Happy Kids
lagian najong bgt axton uda celapcelup kmana manaa
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
pindahin ke apartemen ax.. bahaya klo bapak mu masih mantau lily terus
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
makin njlimet😓
Siti Sa'diah
apakah anak perempuan yg d bawa ayah axton adalah anak lily dan axton/Shhh/
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
lily gahaaarrr.. rawwwrrrr🤭
partini
masa ga mau balikan lagi Lily ,yakin ?
kalau kamu bahagia dengan yg lain itu rekord loh pasalnya PD CLBK semuheee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!