NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22. Rahasiakan.

Waktu menunjukkan jam 9 malam.

Anggi merasakan perih di bagian pipinya.ia merasa kan benda berat di perutnya.

Anggi melirik Hazard yang di sampingnya, Anggi mengangkat pelan tangan Hazard yang berat itu.

Anggi beranjak dari kasur."Shhh,"ringis Anggi.

Tangannya meraba pipinya yang kebas nan sakit.

"Mau kemana?"Suara serak Hazard terdengar, matanya memerah menatap matanya.

"Tuan,aku lapar,"cicit Anggi.

Hazard beranjak dari kasur. "Ayo, biar saya yang masak."

Anggi mengerjapkan matanya."Memangnya tidak apa-apa?"

"Kamu, kan, istri saya, kenapa tidak, ayo," Hazard memapah Anggi berjalan.

"Tuan aku bisa berjalan sendiri,"ujar Anggi melepaskan tangan Hazard yang berat di kedua bahunya.

"Ya sudah,tapi hati-hati."

Anggi mengerutkan kening,kenapa ia harus hati-hati, jatuh juga nggak masalah, tidak sakit juga bukan.

Kini Anggi menunggu di meja makan sambil bersandar, dan memandang Hazard yang begitu lihai memasak.

"Kamu suka di campur jamur?"tanya Hazard, Anggi mengangguk."kamu ada alergi?"

Anggi kali ini tersenyum."Enggak, aku nggak ada Alergi sama bahan makanan."

Sekitar 3 menit, Hazard sudah selesai makan, secepat itu? karena Hazard membuat makanan simple seperti sop, dan bahannya juga instan.

Anggi langsung makan padahal tahu itu panas."Aaa! panah."

Anggi langsung melepeh makanan itu, Hazard yang melihatnya langsung meniup bibir Anggi. Hazard menelan ludah kala melihat bibir itu begitu pink dari biasanya.

"Makannya di tiup dulu,"ujar Hazard langsung mengambil sesendok sop.

Hazard menaruh bibirnya di pinggir sendok sebelum memberikannya pada Anggi.

Malam itu benar-benar begitu hangat, tak seperti Hazard pada hari-hari biasanya yang selalu menginginkan tubuhnya setiap hari,tapi malam ini pria itu tak melakukannya.

"Sudah kenyang?"

Anggi kembali mengangguk.

********

Pagi ini pula Hazard membuat semua orang heran, mulai dari taman dimana Helena yang berjemur di pagi hari.

Pria itu terus di dekat Anggi, Anggi bahkan merasa tak punya ruang sendiri oleh Hazard.

Helena juga memperhatikan dari jauh, lalu di ruang tamu,Tuan Azam yang membahas tentang pekerjaan langsung terheran-heran melihat sang putra yang begitu perhatian pada sang menantu, tak biasanya putranya itu seperti ini.

Ia mulai merasa curiga, Sedangkan Zuma malah terkekeh di dekat Tuan Azam yang keheranan.

"Apa Ancaman papa tak ada gunanya?"

"Bisa jadi pa, bagaimana kalau papa bunuh saja pria itu."

Tuan Azam memicingkan mata, terus mengikuti punggung Hazard yang semakin menjauh.

"Tapi pria itu Satu-satunya cara, agar dia bisa bertekuk lutut pada papa Zuma."

"Tapi sepertinya kak Hazard sama sekali tak menggubris ancaman itu, dan Kak Shara juga seperti nya tak keberatan."

Mereka sekarang melihat Shara yang sibuk selfi di berbagai tempat.Bersama Gadi yang terus mengekori.

Anggi melirik ke belakang, dan Ia menghentikan langkahnya.

"Ada apa?"tanya Hazard.

Anggi berbalik menatap Hazard dengan memelas." Kamu menginginkan sesuatu?"tanya Hazard.

"Tuan kenapa mengikuti aku terus, aku mau menghabiskan waktu seperti biasanya, kenapa tuan terus ikut, apa tuan tidak memiliki pekerjaan lain?"

"Saya memang libur hari ini, kamu tidak lihat saya memakai baju santai, saya juga membiarkan kamu menghabiskan waktu seperti biasanya, memangnya kamu selalu begini seharian, tidak capek seharian jalan?"

"Huuuff," Anggi melemaskan bahunya, tentu ia merasa lelah kesana kemari, hanya untuk menghindari pria ini, tapi pria ini terus mengejarnya.

"Hazard,aku mohon,biarkan aku sendirian," tatapan Anggi di buat sememelas mungkin.

"Baik sana."

Anggi langsung sumringah dan akan loncat-loncat.

"EHH jangan loncat-loncat!"teriak Hazard.

"Memangnya kenapa?"tanya Anggi pelan agak takut, melihat wajah Hazard yang panik.

"Kamu jangan loncat-loncat selama saya tidak mengawasi kamu, dan lagi, jalannya pelan-pelan saja, jangan terburu-buru oke."

"umm," Anggi mengangguk pelan sambil mengerjapkan mata.

"Ya sudah sana."

Anggi pergi meninggalkan Hazard, Ia mengerutkan kening kala langkah kaki Hazard mendekat.

Anggi berbalik , bibirnya manyun,alisnya menukik tajam."Tuan saya mohon,"tegas Anggi.

Hazard tertegun, ini bukan Anggi yang biasanya.

Ia perlu memeriksa Anggi lebih lanjut, Ia sebenarnya tidak yakin, tapi apa salahnya menjaga dulu bukan.

Tapi masa baru 2 minggu Anggi isi, kalau iya kecebongnya sungguh luar biasa.

Anggi terus menoleh ke belakang saat ini ia sedang ke taman yang Ia bangun bersama Hana.

Hana sudah menunggu sambil membawa makanan ringan.

"Hana maaf kamu menunggu lama ya,"ujar Anggi berjalan terburu-buru.

"Nyonya!hati-hati!" Hana langsung menghampiri Anggi yang langsung mematung.

"Hana kamu kenapa? sama saja seperti Tuan Hazard,"ketua Anggi.

Hana mulai merasakan sikap Anggi yang terlihat berbeda dari sebelumnya,Hana hanya tersenyum.

"Maaf Nyonya, kami hanya mengkhawatirkan Nyonya,lihat ada baru besar di sana, Nyonya bisa jatuh kalau tadi saya tidak mencegah."

Anggi melihat batu besar di bawahnya yang tinggal satu langkah ia akan jatuh ke depan.

"Maaf Hana, entah kenapa aku sering sekali terbawa emosi, ini seperti bukan aku."

Hana hanya tersenyum kecil."Tidak apa Nyonya, sekali-kali Nyonya harus memperlihatkan sikap seperti ini."

Mereka berjalan menuju pohon besar, dengan kain warna putih campur pink kotak-kotak tergeletak cantik di sana dengan buah dan cake.

Mereka duduk di sana dengan Hana yang menyajikan Cake.

"Nyonya, apa Nyonya masih ingin pergi dari sini setelah perlakuan Tuan Hazard semalam?"

Anggi terkejut Hana tahu semalam Hazard begitu perhatian padanya.

"Kamu, tahu darimana?"tanya Anggi sambil memakan cake.

"Saya lihat Nyonya, kemarin malam mau ambil air, tapi nggak jadi, ternyata ada adegan romantis di malam hari,"goda Hana menyenggol lengan Anggi.

"umm ya.. dia memang baik, tapi aku tetap ingin pergi dari sini."

"Kalau Nyonya nanti hamil? bagaimana?"

Anggi mengerutkan kening."Bagaimana bisa aku hamil Hana, setiap hari Sudara memberikan Jamu penunda kehamilan,"Anggi bukanlah wanita bodoh,ia tahu betul Sudara memberikan penunda kehamilan, bagaimana ia tahu? karena Anggi pernah belajar membuat Jamu di Nenek Dina sejak kecil.

Hana cukup terkejut, tapi Ia tersenyum di detik berikutnya."Tapi yang buat Jamu itu saya non,"kata Hana tertawa pelan.

"Serius!?"Anggi hampir teriak sebelum ia menutup mulutnya dengan mata membelalak.

"Iya non!aku yang buat! setiap Sudara membuatnya aku singkirkan bahan-bahan penunda kehamilan!"seru Hana begitu riang.

"Hana,"ucap Anggi pelan, rasanya ia ingin sekali menangis.

"Kenapa non!?"

Tangis Anggi pecah, bukan karena ia tak bisa kabur bila ada bayi ini, Ia lebih memikirkan nasib anaknya ke depannya.

Keluarga besar suaminya pasti tak akan menerima bayi ini, tunggu?.

Ini hanya dugaan, ia belum periksa sama sekali, jadi kemungkinan besar ini hanya angan-angan Hana dan Tuan Hazard.

Anggi merasakan sakit pada perutnya, membuat ia meringis kecil."Sshh,"Anggi memegang perutnya.

"Non ada apa!?"

Yah ternyata nggak sampai target, tapi nggak papa, tetap update, jangan lupa like yah😘

1
Micheil gendox
sesama wanita kok meleceh kan wanita.
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!