ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 22 |MENOLAK PERTUNANGAN|
Keluarga besar Baxter masih menginap di sana dan akan pindah ke mansion utama keluarga Baxter nanti siang, mereka semua saat ini sedang sarapan dan seperti biasa sebelum sarapan Eltav membuatkan susu untuk kedua anak nya.
Mereka makan sambil bersenda gurau, terkadang mereka juga menggoda duo kecil terutama Fayren yang tidak mau lepas dari Eltav, Eltav sendiri bingung karna biasa nya yang menempel pada seorang ayah adalah putri nya, tapi ini adalah kebalikan nya di mana Feyza malah terus menempel pada Zufa buna duo kecil.
"Zufa, kamu berangkat sama bang Devan aja ya" ucap Eltav.
"aku jalan kaki aja kayak biasa nya" ucap Zufa.
"tidak tidak, aku gak akan tenang kalo kamu jalan kaki sendirian"
"ya sudah" pasrah Zufa.
"kalian pergi duluan aja, gue masih ada urusan lain" ucap Eltav pada Regan dan Roy.
"lo bakal nyusul gak?" tanya Roy.
"iya, entar gue nyusul, nanti gue kabarin kalo gue mau nyusul"
"oke"
"boy, daddy dan mommy sama yang lain nanti siang mau pulang ke mansion utama ya, kamu sama yang lain juga kunjungi kami di mansion" ucap Grevan.
"iya dad, kapan kapan kalo El sama yang lain ada waktu bakalan ke mansion utama"
"kapan kapan nya itu kapan? Mansion utama itu juga mansionmu loh boy, masa kamu gak mau pulang ke sana" ujar Math.
"ya kapan kapan opa Math, mungkin setelah pergi ke desa xxxxx"
"desa xxxxx? Ngapain kamu pergi ke sana?" tanya Dee.
"asal orang tua duo kecil di sana oma Dee"
"apa tidak terlalu cepat boy? Kenapa tidak tunggu mereka besar saja baru di beri tahu?" tanya Gea.
"iya boy, lebih baik tunggu mereka besar saja" ucap Zeck.
"kalian pasti tau El merawat nya baru baru hampir setengah tahun dan mereka bisa berada di sini karna orang tua ny sendiri yang menitipkan, jadi mereka patut tau lebih cepat karna mereka sudah tau bahwa El dan Zufa bukan lah orang tua kandung nya"
"baiklah kalo begitu"
✴✴✴
Di ruang dokter di sebuah rumah sakit, seorang dokter sedang memberikan keterangan dan penjelasan pada pasien yang duduk di hadapan nya, ia juga mengatakan agar kontrol tepat waktu karna penyakit yang di alami nya bukan penyakit biasa.
"penyakitmu sudah stadium tiga jadi jangan telat kontrol lagi, kamu selalu telat kontrol" ucap dokter.
"hm iya" jawab sang pasien.
"apa tidak sebaik nya kamu ke luar negri untuk berobat El? Di sini peralatan nya kurang lengkap" ujar nya.
"saya belum bisa memutuskan nya dokter Sekar, dokter tau sendiri saya punya dua anak apalagi putra saya tidak mau lepas dari saya lama lama" ucap pasien yang tidak lain adalah Eltav.
"kamu pikirkan saja bagaimana mesti nya, tapi menurut saya lebih baik sembuhkan dulu agar bisa kembali bersama anak anak tanpa khawatir akan meninggalkan mereka"
"akan saya pikirkan lagi nanti"
"ini resep obat nya untuk setengah tahun ke depan, tapi tetap harus kontrol dua minggu sekali"
"hm"
Eltav pun keluar dari ruang dokter Sekar dan menuju apotek untuk menebus obat nya, sedangkan dokter Sekar hanya bisa menghela nafas pelan karna ia sebenar nya kasian pada Eltav yang melawan sakit yang di derita nya sendirian tanpa orang yang tau selain diri nya.
Ia sebenar nya juga ingin memberitahu pada keluarga Eltav, namun Eltav selalu mengancam akan menghancurkan karier nya.
Tiba tiba ponsel Eltav berdering dan tertera nama Roy di ponsel nya, ia pun langsung mengangkat nya yang langsung mendengar suara tangis Fayren dan Feyza.
^halo, ada apa? Kenapa mereka menangis?^
^lo di mana b****a*? Lama kali, anak anak lo nangis nih, minta sama lo^
^kalian di mana? Bentar lagi gue nyusul^
^di FF butik^
^oke, tunggu gue di sana^
Eltav pun mematikan telpon nya bertepatan dengan nama nya yang di panggil untuk mengambil obat nya. Setelah itu, ia pun langsung pergi ke butik karna tidak ingin membuat kedua anak nya menunggu lebih lama lagi.
✴✴✴
Sedangkan di sebuah butik, dua cowok baru saja selesai menenangkan duo kecil yang telah lama menangis dan saat ini duo kecil baru saja tidur setelah di tenangkan.
Tak lama kemudian seorang cowok datang dan langsung menghampiri mereka dengan wajah datar nya seperti biasa, namun aura yang di keluarkan nya lah yang membuat dua cowok tadi sedikit ketakutan apalagi mereka tidak mengatakan alasan kenapa duo kecil bisa sampai menangis, tidak seperti biasa nya.
"di mana anak anak?" tanya Eltav.
"tidur di kamar, di jaga sama Heera" jawab Regan yang mencoba untuk tenang.
"siapa yang nyerang?"
"anak buah nya abang nya Louis" jawab Roy.
"abang nya Louis? Lucas or Liam?"
"jangan bikin bingung El, gak ada lagi abang nya selain Lucas" ucap Regan
"oke oke, udah di urus kan sama anak buah gue?"
"udah, bahkan cuma anak buah lo tadi yang lawan" jawab Roy.
"oh, lo awal nya mau ngelawan juga?"
"gak kok, ya kali kita ikut ngelawan, bisa habis kita sama lo"
"tuh tau"
Mereka pun mengambil pakaian formal yang mereka pesan untuk acara nanti malam termasuk pakaian duo kecil karna papi Regan ingin duo kecil juga ikut.
Kemudian duo kecil keluar dari sebuah ruangan bersama Heera dan mereka pun berlari menghampiri Eltav, Eltav pun dengan senang hati menyambut kedua nya setelah itu berterima kasih pada Heera karna telah menjaga duo kecil nya.
"tadi kenapa kok nangis? Kata mya mau pistol, kok takut?" tanya Eltav.
"tadi olang jahat nya pegang pundak Fey, terus di anu pisau lehel Fey sampe beldalah" jelas nya dengan bahasa cadel nya.
"mana? Coba daddy lihat" ujar Eltav khawatir dan langsung melihat leher putri nya.
"sudah saya obati kok tuan muda, jadi tidak perlu khawatir lagi" ucap Heera.
"terima kasih"
"terus Fay kenapa tadi hm?" tanya Eltav beralih pada sang putra.
"liat tatak adi itu" jawab nya sambil menunjuk luka kecil yang ada di leher Feyza.
"maafin daddy ya, daddy lalai jaga kalian"
Eltav pun memeluk kedua nya, namun mata nya melirik tajam ke arah Roy dan Regan membuat mereka kesusahan menelan ludah, mereka lupa bila ada kejadian seperti itu dan juga lupa bila anak kecil selalu berkata jujur dan yang pasti dengan tampang polos nya yang tak berdosa.
(nasib lah, kenapa bisa lupa coba sama adegan Fey yang di sempet di sandra tadi?) batin Roy dan Regan.
✴✴✴
Di sebuah hotel, tepat di bagian ballroom di adakan sebuah acara antara dua keluarga, dua keluarga tersebut mengundang banyak petinggi termasuk keluarga Baxter yang hanya Grevan dan Zeck beserta istri mereka yang hadir sebagai perwakilan keluarga Baxter.
Mereka telah membuat kesepakatan dengan Eltav bahwa mereka tidak akan saling kenal di tempat acara tersebut, sedangkan Eltav akan datang bersama kedua sahabat nya dan kedua anak nya.
Sebenar nya Regan malas datang ke acara yang di buat oleh keluarga nya sendiri, apalagi ia tidak terlalu suka keramaian.
Tepat di ujung ballroom terdapat panggung kecil yang mana di atas nya ada dua kursi layak nya tahta raja dan ratu sesuai permintaan calon tunangan Regan serta di antara nya terdapat sebuah meja kecil.
Eltav dan rombongan nya di persilahkan duduk di depan yakni tempat vip dan di sebrang nya juga ada tempat vip yang saat ini telah di tempati oleh perwakilan keluarga Baxter.
"terima kasih El sudah mau meluangkan waktu untuk datang ke acara putra papi" ucap Nevan sambil melirik putra bungsu nya yang duduk di samping kanan Eltav yang bahkan enggan menatap nya.
"Regan sahabatku pi, jadi sudah sepantas nya sebagai sahabat untuk datang" ucap Eltav.
Tiba tiba seorang gadis tiba tiba datang dan langsung memeluk Regan dengan erat, Regan pun terkejut tapi kemudian langsung membalas pelukan gadis tersebut yang sudah lama tidak bertemu.
"ternyata kamu sudah sebesar ini ya Gan, sudah berapa tahun kakak tidak bertemu denganmu?" tanya Sheena kakak Regan.
Sheena selama ini tinggal di luar negri untuk melanjutkan kuliah s2 nya yang sekarang kurang dua tahun lagi ia lulus kuliah. Ia masih single dan belum menemukan pasangan yang cocok bahkan ia enggan berpacaran.
"entah lah kak, waktu kakak pergi, Regan masih kelas 5 sd" jawab Regan.
"kenapa kamu tidak menolak sih? Kakak liat liat dia bukan gadis baik" ujar Sheena berbisik.
"kakak lihat saja nanti" jawab nya balas berbisik.
Mc pun naik ke panggung kecil tersebut dan mengucapkan sepata kata pada tamu undangan, setelah itu ia memanggil bintang utama nya yang tak lain adalah Regan dan Abel yang akan bertunangan, kedua nya pun di minta untuk naik ke atas panggung untuk pemasangan cincin.
Abel pun dengan anggun dan senyum manis yang terlukis di wajah nya naik ke atas panggung dengan di temani oleh sang ibu, sedangkan Regan menolak untuk di temani siapa pun kecuali Eltav dan Regan diam diam mengirim sebuah video pada keluarga nya saja.
"mana mic nya" pinta Regan, dan mc pun memberikan mic nya.
"saya Regan Aston menolak pertunangan dengan Abel Florencia!!" ucap Regan dengan lantang dan tegas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...