NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa sebut nama Citra?

Seperti kemarin, pagi ini Citra dijemput Bima kembali. Bima makin posesif pada Citra, seperti ingin selalu dekat dengan wanita itu dan memastikan jika wanita yang telah menaklukkan hatinya itu sampai tujuan dengan aman.

"Aku berangkat dulu, Bu." Citra berpamitan pada sang ibu sambil mencium punggung telapak tangan Ibu Nurul. "Assalamualaikum ..." ucapnya kemudian.

"Waalaikumsalam," jawab Ibu Nurul.

"Kami berangkat dulu, Bu." Bima juga ikut berpamitan.

"Hati-hati bawa mobilnya, Bima." Kepada Bima, Ibu Nurul berpesan agar tidak ngebut saat berkendaraan.

"Baik, Bu. Assalamualaikum ..." Bima menyusul Citra yang sudah keluar dari gerbang rumah lebih dulu.

"Waalaikumsalam ..." sahut Ibu Nurul turut menghantar sampai gerbang dan menunggu mobil yang dikendarai Bima meninggalkan rumahnya.

"Bu Nurul, itu calonnya Neng Citra, ya?" Ibu Dani, tetangga sebelah rumah yang baru selesai menjemur pakaian di pekarangan rumahnya tiba-tiba mendekati Ibu Nurul, karena merasa penasaran pada Bima yang sering datang berkunjung ke rumah Ibu Nurul untuk menemui Citra.

"Itu relasi bisnis kantor Citra, Bu Dani." Ibu Nurul masih malu-malu mengakui kalau Bima adalah calon menantunya. Dia tak ingin sesumbar lebih dulu, sebelum Bima benar-benar menyampaikan niatnya meminang Citra.

"Oh, relasi bisnis kantornya naksir Neng Citra?" Ibu Dani menebak-nebak jika Bima bukan sekedar relasi bisnis saja, karena Bima sering datang ke rumah Citra.

"Bantu doa saja, Bu. Semoga Citra cepat mendapatkan jodohnya." Ibu Nurul sulit mengelak dan memberi jawaban bijak.

"Aamiin, saya doain Neng Citra berjodoh sama relasi bisnis kantornya itu. Cocok banget Neng Citra sama relasi bisnis kantornya tadi, Bu. Cantik dan ganteng. Kelihatannya orang kaya juga ya, Bu?" Ibu Dani makin kepo dengan sosok Bima yang selalu berpenampilan perlente setiap datang ke tempat Citra.

"Saya kurang paham, Bu. Yang penting dia itu baik dan sopan." Ibu Nurul tidak ingin banyak komentar. "Saya masuk dulu, Bu Dani. Lagi masak, takut gosong." Ingin secepatnya menghindari bergosip, Ibu Nurul berpamitan pada Bu Dani, kemudian menutup pintu gerbang dan kembali masuk ke rumahnya.

Sementara itu di mobil Bima.

"Hmmm, makasih semalam Mas membela saya." Semalam Citra dikendalikan rasa kesal, sehingga dirinya tidak sempat mengucapkan terima kasih pada Bima yang mencoba membelanya dari pertanyaan-pertanyaan Kevin yang menyebalkan menurutnya.

Bima menoleh hingga senyumnya mengembang.

"Saya yang membawa kamu ke sana, saya pastikan tidak ada seorang pun yang bisa memperlakukan kamu seenaknya." Bima mengatakan kalimat yang tentu saja membuat siapa pun yang diperlakukan seperti itu merasa tersanjung dan bahagia.

"Saya nggak enak, Mas jadi bertengkar dengan Pak Kevin." Meskipun ia kesal dengan sikap Kevin, dia juga merasa tak enak hati sebab telah membuat kedua sahabat itu berselisih paham.

"Tidak usah pikirkan itu! Kevin itu sebenarnya baik. Mungkin dia khawatir saya salah mencari pendamping wanita. Nanti kalau dia sudah lebih kenal kamu, dia bisa memperlakukan kamu seperti adiknya sendiri." Bima sudah mendapat penjelasan dari Kevin semalam tentang sikap pria itu yang tak serius mengintimidasi Citra.

"Oh ya, kamu punya sahabat dekat seperti saya dengan Kevin? Boleh saya kenal sahabat-sahabat kamu?" Secara tak terduga, Bima ingin mengenal orang-orang yang dekat dengan Citra.

Citra terkesiap mendengar permintaan Bima. Dia teringat jika dia pun mempunyai tugas yang diberi Vera dan Fian untuk mengenalkan Bima pada mereka. Bukankah ini kesempatan dirinya mengajak Bima bertemu mereka tanpa harus dia yang mengajaknya lebih dulu.

"Ummm, i-iya, Mas. Nanti saya kabari lagi kalau teman saya ada waktu." Citra tak lansung mengiakan agar Bima tak menganggap dirinya terlalu bersemangat ingin mengenalkan pria itu pada Vera dan Fian.

"Baiklah, kabari jika kamu sudah mendapat kabar dari sahabatmu," sahut Bima.

"Iya, Mas," sambut Citra dengan lega.

***

"Cit, kamu tadi diantar Pak Arga, ya?"

Citra baru menyalakan laptop-nya ketika mendengar suara Liza dari pintu.

Membulat lebar bola mata Citra mendengar pertanyaan Liza yang baru sampai di kantor.

"Benar, Mbak Cit?" Elis ikut penasaran.

"Wah, sepertinya ada yang berlanjut di belakang kita, nih." Erwin pun menimpali.

"Emang benar, Bu?" Tak juga dijawab Citra, Elis kini bertanya pada Liza.

"Iya, tadi waktu mau masuk saya lihat Citra turun dari mobil depan mini market. Kalau nggak salah ingat, mobil itu mobil yang biasa dipakai Pak Arga." Liza mengenali mobil yang mengantar Citra ke kantor.

Citra mati kutu karena kini orang terdekatnya di kantor mulai mengendus kedekatannya dengan Bima.

"Ummm ..." Citra bingung harus menjelaskanya.

"Udahlah, Cit, ngaku aja! Kalau memang jadian sama Pak Arga, aku sih dukung-dukung aja, kok. Pak Arga baik, enak diajak ngobrol dan yang pasti bikin kerjasama kita lancar," ujar Erwin kemudian.

"Ya sudah, nanti ngobrolnya dilanjut istirahat saja. Sekarang lanjutkan pekerjaan kalian!" perintah Liza melihat Erwin dan Elis makin penasaran dan ingin tahu hubungan Citra dan Bima. Seperti dirinya juga sama penasarannya tentang kedekatan Citra dan rekan bisnis kantor mereka itu.

***

Laras melangkah ke arah dapur setelah mengganti pakaian sepulang dari kampus.

Perutnya yang terasa lapar membuatnya bergegas mencari makanan untuk ia santap.

"Bi, Bibi masak apa?" tanya Laras sesampainya di dapur.

"Masak ayam rica, Non," jawab Bi Siti yang buru-buru keluar dari kamar ketika mendengar suara Laras.

"Aku mau makan dong, Bi. Laper banget, nih." Laras menarik kursi dan duduk seraya mengusap perutnya.

"Sebentar, Non. Bibi ambilkan dulu." Bi Siti dengan sigap menyiapkan makanan untuk Laras yang ia taruh di lemari.

"Kalau liat ayam rica jadi ingat Mbak Citra, deh. Soalnya ayam rica buatan Mbak Citra top markotop!" Laras mengacungkan ibu jarinya.

"Iya, Non. Bibi aja kalah sama Mbak Citra masakannya." Bi Siti mengakui keunggulan Citra dalam mengolah makanan. "Apa lagi nasi liwet-nya itu. Sayang sekarang udah nggak bisa lagi ngerasain makanan buatan Mbak Citra ya, Non?" sambungnya menyesali karena Citra sudah bukan menjadi bagian dari keluarga Bayu lagi.

Laras melirik Bi Siti yang terlihat merindukan masakan Citra. Sudut bibirnya pun terangkat mengingat Citra akan menjadi kakak iparnya kembali.

"Pasti bisa ngerasain lagi, Bi. Soalnya Mbak Citra sekarang 'kan sama Mas Bima, bakal jadi kakak iparku lagi." Saking bahagia, Laras kelepasan bicara hingga membuka kedekatan antara Citra dengan Bima.

"Hahh? Maksudnya gimana, Non?" Bi Siti kaget mendengar kata-kata Laras tadi.

"Astaga! Aku keceplosan!" Laras menutup mulut dengan telapak tangan dan mata membulat.

"Mbak Citra mau jadi kakak ipar Non Laras lagi? Maksudnya sama Mas Bima?" Bi Siti yang penasaran mengorek informasi dari Laras, karena dia teringat beberapa waktu lalu Bima sempat bertanya-tanya tentang Citra.

"Sssttt!! Bibi jangan keras-keras ngomongnya!" Laras khawatir ucapan Bi Siti terdengar oleh mamanya, karena dia sudah berjanji untuk merahasiakan hal tersebut dari keluarganya. "Anggap aja Bibi nggak pernah dengar apa-apa!" pintanya berharap Bi Siti melupakan apa yang tadi ia ucapkan.

"Tapi, benar 'kan, Non? Soalnya kemarin waktu datang ke sini, Mas Bima cerita bertemu sama Mbak Citra." Bi Siti menceritakan kedatangan Bima beberapa waktu lalu pada Laras.

"Oh, jadi Mas Bima sempat cerita soal Mbak Citra ke Bibi, ya?" tanya Laras tak menduga.

"Kalian sedang bicara apa? Kenapa sebut-sebut nama Citra?"

Laras dan Bi Siti tersentak mendengar suara Arini dari pintu dapur. Padahal mereka tak ingin yang dibicarakan tadi diketahui oleh Arini.

❤️❤️❤️

1
ρυтяσ✨
Q g kebayang loh... pasti Citra dag dig dug setiap maz'Bima tlf🤭🤭🤭di chat bukan'y balas mala justru panggilan yang dia tekan...karna seseorang yang ditakdirkan bercerai dengan pasangan'y itu pasti ada jodoh yang lebih baik lagi dari sebelum'y..aamiin 🤲🤲🤲semoga mereka emang jodoh ya
ρυтяσ✨
ya kaliii maz'Bima may menerima penikana Cit🤭🤭pasti nanti mala sekalian di anterin
ρυтяσ✨
pepet terus ya maz'Bima... jangan kasih kendor🤭🤭🤭
ρυтяσ✨
emang lelaki kalo sudah ada rasa mah gitu ya... berasa kek sudah ada hubungan gitu g mau di tolak apa yang di perintahkan🤣🤣🤭
ρυтяσ✨
😍😍😍mau Cit... maz'Bima lelaki dewasa yang g suka basa-basi,dia langsung tunjukan kalo tertarik pada mu
ρυтяσ✨
ciyeeeee gercep ya maz'Bima sat set🤗🤗🤗
ρυтяσ✨
weeeh Kevin... awas nanti kau sendiri malah kepincut sama Citra bisa jadi saingan kalian
ρυтяσ✨
gpp lah Cit... maz'Bima pasti'y lebih baik dari Bayu🤭🤭dia kan bedah kantong sama Bayu jadi pasti g sama kan sifat'y
ρυтяσ✨
🤣🤣🤣aish.... bibi ucapan mu membuat maz'Bima jadi tersedak toh
ρυтяσ✨
waaaah beneran ada rasa yang tak pernah duga ini mah....didukung penuh sama boss u itu Cit🤭🤭
ρυтяσ✨
kalo mertua ikut campur ya pasti RT g bisa berjalan dengan baik, apa lagi suami lebih condong ke ibu'y
sryharty
apa hak kamu baaaay
woooooy kamu itu udah mantaaan yaah
mantan buang pada tempatnya
tempat nya tong sampah
Dest Cookies
arini orgnya julid banget..pikirannya jelek mulu..
semoga bima sama citra tdk terpengaruh...
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Bima itu laki2 dewasa apalagi gak ada ikatan darah dengan Arini.dia bebas memilih siapapun untuk jadi pendampingnya,kok Arini yang repot kalang kabut kebakaran jenggot😂
sepicik itu pikiran Arini terhadap Citra?
Esther Lestari
Bayu dan Arini sama2 takut kalau Bima menikah dengan Citra.
Ayo Bima lindungi Citra dari niat jahat Arini
sryharty
kebakaran jenggot ga tuh mereka Bayu dan Arini
sryharty
good Laras
kamu emang the best
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kenapa Bayu harus cemburu melihat Citra bersama Bima..masih cinta ya sama Citra😁
Esther Lestari
mau ngapain Bayu keluar ruangan juga....awas kalau mau mendekati Citra
Dest Cookies
makin seru nih kisahnya.. ayo citra tunjukan pd bayu dan arini bhw kamu.. sangat bahagia sama bima..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!