Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari terakhir di Seoul.
“Jangan berani kau menghinanya seperti itu lagi!” Radja bicara dengan menunjuk satu jarinya pada wanita itu sampai Holly kaget melihat suaminya lebih membela wanita lain dari pada dirinya sendiri yang berstatus sebagai istri sahnya.
“Jika kau mencintainya lalu kenapa kau menikah dengan ku, Mas, jangan pergi aku sedang bicara.” Wanita itu berteriak dengan penuh emosi namun Radja tidak memperdulikannya.
Brakk! Tanpa menoleh dan memperdulikan ucapan istrinya, Radja langsung membanting pintu kamar itu dengan keras sampai para pelayan yang berada di lantai bawah mendengarkannya. Holly mengamuk di dalam kamarnya namun Radja tetap tidak perduli pria itu lebih memilih berkerja dari pada harus
bersama wanita yang sudah berubah menjadi bukan seperti yang dia kenal di awal pernikahannya dulu bahkan sikap Holly semakin lama semakin cuek padanya dan
juga tidak perduli.
Seoul.
Malam hari.
Pak Ray dan juga Sani sudah berada di Negara Indonesia. Kini di Seoul hanya ada Ailin dan juga Adam saja.
Ini adalah hari ketiga mereka berada di kota Seoul-korea. Adam ingin membawa Ailin ke suatu tempat yang masih dia rahasiakan. Ailin hanya bisa diam menuruti keinginan suaminya saat mereka sudah berada di dalam mobil Adam menutup mata wanita itu dengan sapu tangan. Butuh beberapa waktu sampai
akhirnya mereka tiba di tempat tujuan yang sudah Adam kehendaki.
SUNGAI HAN (HAN GANG)
Adam sudah berada di depan sungai yang memiliki pancaran Lampu yang berwarna-warni, pria itu langsung membuka penutup kepala istrinya, perlahan tapi pasti
Ailin mulai membuka matanya dan langsung takjub dengan keindahan yang dia lihat
di depan sana. Lampu yang berwarna warni dan hamparan sungai yang luas
semakin memanjakan matanya di malam hari ini. DI malam hari ini memang tidak
turun hujan namun kota ini masih saja dingin dan juga membuat Ailin dan Adam
harus selalu memakai baju tebal seperti ciri khas orang Korea.
“Apa kau menyukai nya sayang?” tanya Adam sembari melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu.
“Aku begitu menyukainya, terimakasih sayang,” ujar Ailin sembari memeluk suaminya dengan lembut.
Dia sudah bahagia, aku ajak melihat hal semacam ini jika wanita lainnya dia akan memintaku menghabiskan uang tapi Ailin berbeda dia selalu bahagia dan juga bersyukur dengan hal kecil semacam ini. Aku sungguh beruntung bisa memiliki istri seperti mu dan aku juga tidak sabar melihatmu
mengandung buah cinta kita sayang. Adam bergumam dalam hati sembari membalas
pelukan wanita itu.
3 hari kemudian.
Adam dan juga Ailin sudah selesai dengan bulan madu mereka. Kini Ailin tinggal di kediaman Adam yang begitu mewah dan juga memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Dia memiliki banyak pelayan di rumah ini namun
Ailin tidak terlalu suka bergantung dengan pelayan seperti wanita kebanyakan yang akan menyuruh semua pelayan yang melakukan tugasnya. Adam dan juga Ailin baru saja selesai makan malam dan mereka duduk di ruang tamu rumah itu selama beberapa waktu hingga pukul 21.00 mereka mulai naik menuju kamar mereka yang ada di lantai atas.
Ailin dan juga Adam berganti piyama tidur mereka, ini kali pertama Ailin berada di rumah ini jadi dia belum terbiasa dengan semua
letak benda di dalam kamar Adam yang memang cukup lah besar di bandingkan
kamarnya yang dulu. Setelah berganti baju Ailin dnoa juga Adam naik ke atas tempat tidur dan mereka berdua berselonjor di sana.
“Sayang bolehkan aku meminta sesuatu?” tanya Ailin dengan wajah ragu-ragu namun dia merasa harus mengatakannya.
“Tentu saja, apapun itu akan aku kabulkan sayang,” Adam bicara sembari menyambut Ailin masuk kedalam pelukannya.
“Aku tidak suka pelayan yang menyiapkan makanan untuk mu sayang, biarka aku saja yang memasak sarapan pagi dan juga makan malam,” ujar Ailin dengan menegadahkan wajahnya menatap kearah suaminya itu.
“Kau kan juga berkerja aku takut kau kelelahan biarkan saja mereka yang melakukan tugasnya sayang,” sahut Adam karena dia tidak ingin melihat istrinya merasa lelah dengan perkerjaan rumah karena Ailin memiliki butik besar di Negara ini dan juga sudah mulai memasuki pasar internasional
juga.
“Aku bisa melakukannya, karena ini sudah menjadi tugasku sebagai istrimu sayang. Aku juga tidak mau ada pelayan yang masuk kedalam kamar pribadi kita biarkan aku yang akan membersihkan kamar ini dan juga memasak,” pinta Ailin dengan wajah kelihatan memohon.
“Baiklah jika seperti itu,” ucap Adam sembari memantikan lampu kamarnya dan mereka berdua beristirahat bersama.
Pagi hari terdengar kicauan burung di depan jendela kamar itu, matahari masih bersembunyi karena hari masih senja Ailin mulai membuka matanya dan dia lamat-malat masih menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam korena matanya. Setelah dia bisa melihat dengan jelas wanita itu langsung beranjak bangun dari posis tidurnya dan dia lebih dulu menutupi tubuh tubuh suaminya dengan selimut berwarna putih.
Ailin masuk kedalam kamar mandi setelah selesai membersihkan badanya wanita itu mulai membuka pintu kamar tersebut dan turun kelantai bawah. Di jam seperti ini banyak sekali pelayan yang sudah mulai bekerja dan sibuk dengan bagian mereka masing-masing.
“Selamat pagi Nona muda,” ucap seorang pelayan dan beberapa pelayan lain yang mendengr apa yang di ucapkan oleh sahabatnya langsung ikut mengucapkan kata-kata yang sama pada Ailin.
“Pagi semua,” sahut Ailin dengan tersenyum lembut pada mereka semua.
“Nona anda mau kemana?” tanya wanita paruh baya yang berdiri di depan Ailin.
“Saya mau membuat sarapan pagi di dapur Bi,” sahut Ailin lagi dengan langsung melanjutkan apa yang mau dia lakukan tadi.
‘Nona muda, di sini banyak sekali pelayan jadi anda tidak perlu melakukan hal itu,” ucap wanita paruh baya itu tanpa mengurangi rasa
hormatnya pada Ailin.
“Bi, mulai saat ini saya akan menyiapkan sarapan pagi dan juga makan malam sendiri. Dan kalian boleh membantu saja jika mau.” Wanita itu bicara dengan tersenyum lembut tanpa menujukkan sikap berkuasa dan juga
sombong.
Semua pelayan kaget melihat sikap[ Ailin yang sangat baik danjuga Ramah itu sebab yang ada di dalam khayalan semua pelayan ialah Ailin adalah wanita sombong dan juga pasti akan merepotkan mereka semua tapi
kenyataanya terbanding terbalik dengan apa yang ada di dalam pikiran mereka semua.
Nona muda mereka justru wanita yang baik dan juga tidak sombong. Semua pelayan mulai menyukai Ailin. Pantas saja mereka tidak mengerti siapa Ailin sebab selama berteman dengan Adam, Ailin hanya dua kali datang kerumah ini.
Pukul 06.00.
Sarapan pagi sudah selesai Ailin memasak tentu saja dengan bantuan para pelayan rumah itu, setelah semua perkerjaan di dapur selesai Ailin mulai berjalan naik ke anak tangga rumah itu untuk membangunkan suaminya. Ailin membuka pintu kamar itu dan dia terkejut melihat lampu kamar itu sudah menyala padahal sewaktu dia keluar dari kamar wanita itu masih ingat betul jika lampu
kamar ini tadi sudah dia matikan.
Ailin menutup pintu kamar itu kembali dengan rapat, alagkah terkejutnya dia melihat tempat tidur yang tadinya berantakan kini mulai kelihatan rapi dan juga lantai kamar ini sudah di bersihkan. Ailin melihat Adam
yang baru saja keluar dari kamar mandi sembari mengosok rambutnya yang masih
basah itu dengan handuk kecil yang berada di tangannya. Pria itu tersenyum melihat Ailin yang sudah berada di hadapannya.
“Sayang, kau yang membersihkan semua ini?” tanya Ailin dengan mengertukan keningnya.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....