NovelToon NovelToon
Di Selingkuhi Tanpa Rasa Bersalah

Di Selingkuhi Tanpa Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:542.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Maple_Latte

Malam bahagia bagi Dila dan Arga adalah malam penuh luka bagi Lara, perempuan yang harus menelan kenyataan bahwa suami yang dicintainya kini menjadi milik adiknya sendiri.
Dalam rumah yang dulu penuh doa, Lara kehilangan arah dan bertanya pada Tuhan, di mana letak kebahagiaan untuk orang yang selalu mengalah?

Pada akhirnya, Lara pergi, meninggalkan tanah kelahirannya, meninggalkan nama, kenangan, dan cinta yang telah mati.
Tiga tahun berlalu, di antara musim dingin Prancis yang sunyi, ia belajar berdamai dengan takdir.
Dan di sanalah, di kota yang asing namun lembut, Lara bertemu Liam, pria berdarah Indonesia-Prancis yang datang seperti cahaya senja, tenang, tidak terburu-buru, dan perlahan menuntunnya kembali mengenal arti mencintai tanpa luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab: 22

Hujan di Jakarta malam itu turun perlahan, membasahi teras depan rumah Dila dan Arga. Suaranya menetes di atas genteng, merayap masuk ke ruang makan yang hangat oleh aroma sop buntut dan ikan goreng yang baru saja dihidangkan.

Di meja makan, suasana tampak tenang. Bu Liana dan Pak Rahman duduk sejajar, sementara Arga dan Dila duduk berhadapan. Di ujung meja, Bude Atun menyendok makanan dengan antusias.

Obrolan ringan beberapa menit pertama membuat suasana tampak akrab, seolah tidak ada luka lama yang tersimpan di balik dinding rumah itu.

Sampai Dila membuka suara.

“Bu, Kak Lara nggak pernah mengabari Bapak sama Ibu?” tanyanya lembut, tapi cukup untuk memecah kehangatan semu itu.

Sendok Bu Liana berhenti di udara. Ekspresi wajahnya seperti tersaput bayangan lama. “Nggak. Lara nggak pernah menghubungi Ibu.”

Dila mengangguk, lalu menoleh ke Pak Rahman. “Bapak?”

Pak Rahman menghela napas, suaranya terdengar seperti seseorang yang sudah terlalu lama menahan kekesalan. “Ibu saja nggak dia hubungi, apalagi Bapak.”

Arga tetap diam, mengaduk nasi di piringnya tanpa tujuan. Gerakannya pelan, wajahnya tidak menampilkan reaksi apa pun, namun ketidaknyamanan jelas tampak dari sorot matanya yang redup.

Kemudian, seperti biasa, Bude Atun ikut menyahut.

“Mungkin dia sudah lupa sama semua pengorbanan keluarga kita yang sudah membesarkan dia,” ucapnya lantang. “Dia itu seharusnya berterima kasih. Kalau bukan karena keluarga kita, mungkin dia sudah mati sejak bayi.”

Kata-kata itu menampar udara seperti cambuk.

Dila terdiam. Bu Liana tidak membantah. Pak Rahman hanya mengangguk kecil.

Arga menelan ludah, tetapi tetap tidak berkata apa-apa.

“Aku dengar dari seseorang, setelah bercerai dengan Mas Arga, Kak Lara keluar negeri,” lanjut Dila, mencoba terdengar biasa.

Arga berhenti mengaduk nasi. Bahunya menegang.

“Mungkin Kak Lara begitu benci sama Dila,” bisik Dila, senyumnya hambar. “Sampai dia pergi dari negeri ini.”

Pak Rahman buru-buru menepuk tangan putrinya. “Dila, sudah Nak. Jangan dibahas lagi anak durhaka itu.”

Dila mengangguk, meski matanya tampak sedih.

“Iya, Nak,” tambah Bu Liana.

“Nggak usah dibahas orang yang sudah nggak ada kaitannya sama keluarga kita. Dia sendiri yang memutus ikatan keluarga. Lagian, Bude yakin dia di luar negeri paling cuma jadi TKI melarat.”

Arga menutup matanya sejenak.

Kalimat itu menusuknya lebih dalam daripada yang siapa pun sadari.

Bude Atun melanjutkan tanpa jeda, seolah menikmati momen itu. “Untung dua tahun lalu waktu kalian sama Arga menikah, Bude nggak sempat hadir. Kalau hadir, sudah Bude kasih pelajaran biar dia sadar diri. Seharusnya dia merestui pernikahan kalian dan mengikhlaskan Arga poligami. Bukan malah memutus tali keluarga.”

Diam.

Suasana makan malam itu berubah drastis. Udara yang tadinya hangat kini terasa sesak, berat, dan terbelah oleh keheningan pahit.

Pak Rahman mengusap wajah. “Sudahlah. Jangan dibahas lagi. Lebih baik kita makan.”

Perintah itu membuat semua kembali menunduk ke piring masing-masing. Tapi rasa nyaman tidak kembali. Bahkan makanan pun terasa hambar.

Setelah makan malam selesai dan orang tua sudah menempati kamar tamu, Arga dan Dila masuk ke kamar mereka sendiri.

Lampu kamar menyala lembut, tapi tidak cukup untuk menutupi kegelisahan yang tergambar jelas di wajah Arga.

Dila duduk di tepi ranjang, memperhatikan suaminya yang sejak tadi hanya berdiri diam, seolah tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

“Mas… kamu kenapa?” tanya Dila pelan.

Arga menggeleng lemah. “Nggak kenapa-napa, Sayang.”

“Kamu kepikiran Kak Lara, ya?” Dila menatapnya, mencoba membaca ekspresi suaminya.

Arga bergeming. “Nggak. Aku nggak memikirkan Lara.”

Kebohongan itu keluar terlalu cepat, terlalu kaku.

Dila lalu menatap suaminya lebih lama, sebelum akhirnya menghela napas pelan dan masuk ke kamar mandi.

Begitu pintu kamar mandi menutup, wajah Arga berubah sepenuhnya.

Ia duduk di pinggir ranjang, memijit keningnya keras, napasnya berat seperti seseorang yang sedang menahan sesak di dada.

Suara Bude Atun terus terngiang di telinganya.

di luar negeri pasti cuma jadi TKI melarat.

Sudah benar dia pergi.

Seharusnya dia merestui poligami.

Setiap kata itu seperti paku yang menancap dalam.

Arga tidak tahu apa posisi Lara sekarang.

Tidak tahu bagaimana hidupnya sehari-hari.

Tidak tahu apakah dia makan cukup, tidur cukup, atau bahkan, apakah dia baik-baik saja.

Dan itu menghantuinya.

Sangat menghantuinya.

"Seharusnya dulu, aku paksa dia ambil tunjangan perceraian,” gumam Arga lirih, hampir tidak terdengar. “Kenapa dia harus keras kepala begitu.”

Lara, dengan tatapannya yang selalu tenang, dan hatinya yang terlalu bersih untuk menerima uang dari seseorang yang sudah menyakitinya.

“Aku cuma ingin dia aman…”

Kalimat itu pecah di ujung lidah Arga, berubah menjadi napas berat yang tercekat.

Arga memejamkan mata. Ia sadar betul:

Bahwa dari semua orang yang paling menyakiti Lara…

dirinyalah yang paling berperan.

Dan memikirkan kemungkinan Lara hidup susah, adalah hukuman yang tidak pernah Arga bayangkan harus ia tanggung.

Bagaimana jika Lara benar-benar menderita di tempat yang jauh?

Bagaimana jika semua yang dikatakan Bude ada benarnya?

Bagaimana jika Lara terluka lagi, dan kali ini bukan karena dirinya, melainkan karena dunia di luar sana?

Arga menunduk, wajahnya tertutup kedua tangannya.

Dalam keheningan kamar, hanya satu kalimat yang keluar dari bibirnya.

“Lara, kamu di mana sekarang?”

Dan tidak ada jawaban.

Hanya rintik hujan yang mengetuk jendela, seperti mengetuk hatinya yang penuh penyesalan.

********

Untuk readers selamat datang di karya baru author, untuk yang sudah membaca. Terima kasih banyak, jangan lupa support author dengan like, komen dan vote cerita ini ya biar author semangat up-nya. Terima kasih😘😘😘

1
Linda Febri
ok
syska
ʙᴀɢᴜs ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
syska
ᴀᴋʜɪʀɴʏᴀ ᴅɪ ᴛᴀʟᴀᴋ ᴊᴜɢᴀ.... ʏᴇᴇssss
Eka Yuli Yanti Eka
keren ceritanyaaa
Ririn
semangat kak
Puspa Sella
DILA GILA NYA ITU GAK KETULUNG DIA YG MEREBUT DIA YG MERASA TERSAKITI D JUGA BAPAK NYA ITU GAK ADA SADAR NYA
Puspa Sella
kmu Dila SDH nyolong suami orang mintak kmu di istimewa aduh
Puspa Sella
dila kmu jahat d model pak Rahmad orang gila mana ada konsep kmu rebut suami orang suruh baik" saja
Puspa Sella
ini mmng dlm Islam boleh menikah adek kakak tanpa persetujuan nm bapak nya gak sesuai dgn alur cerita nya
Puspa Sella
ternyata ada jg wanita bodoh seperti lara blng Arga kmu cerai kan aku biar aku bisa bebas dr kmu gitu keluar dr rumah itu pergi sejauh mungkin
Wardah Saiful
baguus❤️💪
Nonik Anda Swl
aku juga bingung, nyari arah nya kemana?
Nonik Anda Swl
aku benci perempuan kaya lara...
Nonik Anda Swl
aq benci wanita yg bebel karena cinta, muak
Renova Simanjuntak
mampusss,,kamu dila,

lebokkkk..tahhhh🤭
T Sa
penulisnya tolol kali ya🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Sulati Cus
ckp menarik
aurora
baru awal baca nih
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!