Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
022
Typo masih berkeliaran di setiap sudut cerita harap maklum.
______________
Adeeva segera turun dari lantai dua menuju dapur, meninggalkan Arion yang masih menertawainya.
"Ada yang bisa aku bantu Oma" Adeeva berjalan menghampiri Elly yang sedang berkutat dengan bahan masakan.
"Tidak perlu, kau istirahat saja, kau pasti lelah karena perjalanan yang cukup jauh" seru Elly.
"Aku lebih ingin membantumu, dari pada harus istirahat"
"Terserah kau saja, tapi jangan membuat Arion khawatir karena kau tidak istirahat dan nanti sakit"
"Dia tidak akan khawatir, aku yang menjamin" seru Adeeva. Adeeva yakin jika Arion tidak akan mengkhawatirkannya karena Adeeva tahu batasannya. Pernikahan mereka hanya kontrak semata.
"Bantu aku memotong ini" Elly memberikan adeeva beberapa sayuran yang harus di potong.
"Apa ku bisa memasak Sayang"
"Aku bisa Oma"
"Baiklah jika seperti itu, kau yang memasak dan aku yang membantu"
"Dengan senang hati"
Adeeva dengan teliti memotong sayuran dan mengolahnya. Arion hanya menonton dan sesekali tersenyum melihat interaksi nenek dan Istrinya.
Semua masakan hampir selesai dan semua itu Adeeva yang memasak.
"Sepertinya enak" Arion merangkul pinggang Adeeva dan sontak membuatcadeeva terkejut.
"Apa aku mengagetkanmu"bisik Arion.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku" Adeeva mencoba melepaskan rengkuhan Arion.
"Diamlah, nenek sedang melihat kita" seru Arion.
Adeeva yang tadinya meronta dengan seketika kembali diam, menatap Elly yang berdiri tidak jauh darinya dengan senyum yang mengembang.
"Kalian sangat serasi" seru Elly tanpa suara. Namun masih bisa di pahami oleh Adeeva.
Adeeva hanya bisa tersenyum.
Semua masakan telah tersusun rapi di meja makan. Adeeva membantu Arion mengambil lauk yang di inginkannya.
"Kau pandai memasak" seru Elly.
Adeeva hanya bisa tersenyum. dia selalu memasak makanannya sendiri. Bahkan jika di rumah pun kadang Adeeva memasak sendiri karena ibu dan saudara tirinya tidak pernah menyisakan makanan untuknya.
"Enak" komentar Arion.
"Kalau begitu habiskan " seru Elly.
Semua makan dengan tenang bahkan sesekali Elly melontrkan candanya.
Arion menatap Adeeva yang sedang duduk di halaman belakang.
"Ada apa" Arion duduk di sebelah Adeeva.
"Tidak ada"
"Mau berjalan-jalan denganku"
Adeeva menatap Arion sebentar, seulas senyum terbersit di wajah cantiknya.
"Tentu saja, jika kau tidak keberatan."
Arion membawa Adeeva ke sebuah bukit yang cukup indah, tidak hanya mereka yang ada si sana bahkan beberapa pasangan lain sedang menikmati keindahan bukit tersebut.
"Ini sangat indah"
"Tentu saja, aku bahkan sering kemari"
"Bersama Sandra" seru Adeeva asal.
"Bisakah kau tidak menyebut nama itu"
"Maaf, namun aku hanya penasaran bagaimaba kisah kalian"
"Dan aku tidak ingin menceritakannya" seru Arion. Raut wajahnya berubah dan Adeeva menyadarinya.
"Maaf jika perkataanku membuatmu tidak nyaman" suasana mulai canggung dan Adeeva merutuki perkataanya barusan.
"Adeeva" seru sebuah suara yang membuat Adeeva berhenti melangkah. Adeeva berbalik kearah sumber suara.
Seorang pria tampan dan tinggi mendekati Adeeva dengan langkah cepat dan langsung meraih tubuh mungil Adeeva masuk ke dalam pelukanya.
"Oh tuhan ini benar kau" seru pria tersebut.
Adeeva mencoba memberontak. " lepaskan aku"
Pria tersebut melepaskan Adeeva dan menarik Adeeva dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Aku kira ini bukan kau Deva, aku sangat merindukanmu" sebelum pria itu kembali memeluk Adeeva, adeeva lebih dulu mundur beberapa langkah.
"Julian" seru Adeeva.
"Ya ini aku"
"Sedang apa kau di sini"
"Tentu saja menemui"
Arion yang menyaksikannya interaksi antara Adeeva dan pria tersebut langsung menghampiri mereka.
"Ada apa" tanya Arion pada Adeeva. Adeeva menatap Arion sebentar lalu menggeleng.
"Tidak ada"
Julian menatap interaksi Antara Adeeva dan Arion.
"Siapa dia" tanya julian dengan telunjuk mengarah pada wajah Arion.
"Aku suaminya" seru Arion santai namun tegas.
"Hah, jangan bercanda. Adeeva adalah milikku. Dan kau tidak usah mengakuinya" Julian menarik tangan Adeeva dan memeluknta.
"Jauhkan tangan kototmu dari Istriku" deru Arion geram.
"Dia adalah calon istriku, kami sudah berjanji" seru Julian.
Arion menatap Adeeva sekilas.
"Bisa kau jelaskan ini padaku, kau tahu jika aku tidak suka dengan penghianat bukan" suara dingin Arion seolah mengancam Adeeva.
Adeeva melepaskan tangannya yang di genggam kuat oleh Julian. Menghampiri Arion dan menggenggam tangannya.
"Dia suamiku, suami sahku Julian" Seru Adeeva lembur.
"Kau tidak usah membohongiku, aku tahu aku salah karena lebih memilih Amel dan aku ingin kita kembali" Julian kembali menggenggam tangan Adeeva. namun Adeeva segera melepaskannya.
"Aku sudah menikah Julian, adan tentang hubunganmu dengan kak Amel itu urusanmu" seru Adeeva.
"Aku mohon berikan aku satu kesempatan lagi"
Arion mencoba menghalangi Julian.
"Kau tidak mendengar apa yang, lepaskan istriku" seru Arion.
"Siapa kau, beraninya kau memerintahku"
"Hentikan" teriak Adeeva.
"Jika kau tidak percaya baka menunjukkan" seru Adeeva.
Adeeva menghampiri Arion. Menatapnya sebentar. "Bantu aku" Adeeva mencium bibir Arion tanpa aba-aba. Menempelkan bibirnya dengan bibir Arion. Arion sedikit terkejut namun bisa menguasainya.
P.s
Episode selanjutnya akan lebih seru.
Jangan lupa. Dan terus tunggu up Selanjutnya.