NovelToon NovelToon
9 Pintu Perunggu

9 Pintu Perunggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri / Time Travel / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Anila mencoba meraba disekitarnya hingga dia merasakan ada dinding di sebelah kirinya. Dia berjalan melangkah ke depan.

Tapi dia tersandung oleh sesuatu membuat dia jatuh ke tanah.”Ini dimana sih kenapa semua gelap. Seharusnya ini masih siang. Kenapa gelap sekali,”ucap Anila dengan wajah binggung. Tapi dimana saat itu Anila berada akan dia bisa keluar dari kegelapan itu dan kembali ke tempat asalnya. Anila akan bisa menemukan teka-teki yang dia dapatkan?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Anila yang pergi sebelum Harits melarangnya. Berjalan didepan masuk ke dalam hutan yang lebat. Walaupun hanya sebagian dari sinar matahari yang masuk. Suara burung juga berkicau dari atas pohon.

“Wah aku tidak tahu kalau hutan ini sangat lebat dengan pohon yang menjulang tinggi,”ucap Anila terus berjalan. Melihat sekitar Anila terus berjalan hingga dia merasa ada yang mengikuti dari belakang. Tapi saat dia menoleh dia tidak melihat siapa-siapa.”Apa hanya perasaanku saja,”ucap Anila kembali berjalan.

Tapi sebelum Anila pergi Harits juga merasakan sedikit gelisa dengan Anila pergi sedang berpikir. Harits menoleh ke belakang kalau semua masih tertidur sehingga dia memutuskan untuk mengikuti Anila yang sudah pergi dulu. Di saat dia mencari Anila yang tidak tahu pergi kemana dia mendengar langkah kaki. Dia mencoba mendekat dan terlihat punggung Anila. Harits hendak mendekat. Tapi saat Anila menoleh Harits malah bersembunyi membuat dia merasa berdebar hatinya.

“Kenapa dengan diriku ini. Malah bersembunyi,”ucap Harits yag merasa bodoh saat melihat Anila didepannya.

“Ayolah cepat kesana,”ucap Harits mencoba tenang. Setelah dia merasa tenang dia berjalan mendekat saat Anila mengambil air dari batu yang mengalir dari atas.”Segarnya air ini,”ucap Anila merasa senang.

Dia mengambil sebotol kosong untuk mengisinya. Tapi saat itu Anila tidak sadar kalau Harits datang mendekat.

“Kamu disini Anila. Aku mencari kamu,”ucap Harits dari belakang. Anila menoleh karena terkejut dengan suaranya.

“Kak Harits kenapa kamu ada disini?,”ucap Anila yang hampir saja dia terjatuh. Tapi di rangkul oleh Harits yang sigap.

“Kamu harus berhati-hati disini. Ini licin,”ucap Harits dengan wajah tenangnya.

“Maaf itu juga salah kakak bukan yang datang tiba-tiba,”ucap Anila yang sedikit kesal. Rangkulan Harits yang dia lepaskan kembali menatap ke arah botol yang dipegang oleh Anila.

“Kamu menemukan sumber mata air,”ucap Harits.

“Itu benar. Apa kakak membawa botol kosong juga biar aku isi juga setelah ini penuh,”ucap Anila yang kembali fosuk dengan botolnya. Setelah selesai mengambil air dari sumber mata air dari batu mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari makanan.

Di perjalanan Anila berkata kepada Harist,”Hutan ini sangat lebat. Bagaimana bisa menemukan makam di tempat pegunugan Tratam ini?.” Harist hanya diam dan melihat sekitarnya. Tapi setelah lama menjelajahi hutan didekat gua mereka bukan menemukan makanan. Tapi mereka menemukan hal lain.”Apa itu,”ucap hati Anila setelah melihat batu besar dengan ukiran aneh di batunya.” Karena Anila tidak tahu dia ingin mendekat ke arat batu besar itu. Anila menarik tangan Harits yang ada disampingnya dan menuju ke arah depan. Dimana ukiran batu itu berdiri.

Harits mendapatkan dirinya di tarik oleh Anila merasa penasaran.”Ada apa Anila?,”ucap Harits merasakan pegangan Anila yang menariknya.

“Aku melihat batu besar dengan ukiran aneh di atasnya. Aku hanya ingin tahu apa itu,”ucap Anila menjawab seadanya saja. Harits segera melihat kedepan memang ada sebuah ukiran didepannya.

“Apa ini bisa menuntun kita ke makam?,”ucap Anila sambil melihat dengan sesama ukirannya.

“Kita tidak tahu lebih baik kita memberitahukan yang lain saja tentang apa yang kita temukan, bagaimana?,”ucap Harits. Anila setuju dengan memberikan anggukan kepada Harits. Mereka kembali ke gua dimana mereka beristirahat.

Di sisi lain Baki yang sudah bangun melihat sekitarnya tidak ada Harist dan Anila. Baki membangunkan Baki dan Hanan bersama dengan Babon. Setelah di bangunkan oleh Bani semua terbangun. Mereka semua melihat sekitarnya sambil Baki berkata,”Dimana Harits dan Anila kenapa aku tidak melihat mereka disini?.”

“Mungkin saja Anila kabur karena takut. Kalau Harits bisa jadi berkeliling seperi biasanya bukan,”ucap Hanan dengan santai. Tapi setelah ucapan Hanan selesai Hanan muncul di ikuti dengan Anila di belakangnya dengan beberapa buah liar yang dia bawa.

“Kata siapa aku kabur,bukan itu kamu kak Hanan,”ucap Anila membalas ucapan yang dia katakan sebelum dia menghilang. Hanan melihat Anila kembali memalingkan wajahnya dengan cemberut.

“Sudahlah kalau kalian baik saja. Tapi kalian dari mana saja?,”ucap Baki menengahi Anila dan Hanan.

“Kami baru saja berkeliling. Bagaimana kondisi kamu Baki. Apa demam kamu sudah turun?,”ucap Harits kembali perhatian dengan Baki.

Hanan yang kembali ingat dengan kondisi Baki segera mengecek kondisinya.”Bagus sudah turun,”ucap Hanan dengan wajah tersenyum.

“Kalau begitu ayo kita makan buah liar dan minuman ini,”ucap Anila.

“Kamu dapat dari mana semua ini?,”ucap Hanan merasa curiga.

“Kamu bertanya dari mana, bukan bisa lihat kita ada dialam liar yang terbuka. Kita bisa mencari makanan kita diluar sana,”ucap Anila dengan santai.

“Apa ini bisa dimakan?,”ucap Hanan.

“Ini bisa dimakan,”ucap Babon.

Harits mengambil satu buah yang sudah mereka temukan. Di ikuti Bani dan Baki baru Babon dan Anila. Hanan melihat mereka makan dan tidak ada masalah segera mengambilnya.

“Jadi apa yang sudah kalian temukan saat berkeliling tadi?,”ucap Baki.

‘Kami menemukan batu berukir,”ucap Harits.

“Apa itu benar Anila?,”ucap Bani.

“Iya, lihat saja ini aku sudah mengambil beberapa foto ukiran itu,”ucap Anila mengambil kamera yang dia bawa. Bani segera mengambil dan melihat bersama dengan Baki.

“Ini benar. Dimana lokasinya?,”ucap Baki yang bersemangat.

“Kita bisa kesana setelah mengisi perut kita,”ucap Harits. Hanan yang juga melihat tulisan itu bertanya kepada Baki,”Apa tulisan ini petunjuk kita untuk pergi ke lokasi itu?.”

“Itu bisa jadi Kita harus memastikan lebih lanjut,”ucap Baki sambil mengunyah makanannya. Tap sementara itu Bani datang dan berbisik kepada Harits.”Jadi kalian berdua sudah sampai mana hubunganya,”ucap Bani dengan suara kecil di telinga Harits.

Harits mendengar perkataan Bani mencubit pinggang Bani dengan keras.”Aduh sakit. Kakak kecil kenapa kamu mencubitku. Ini sakit tahu tidak,”ucap Bani yang merasa sakit. Harits yang merasa puas segera melepaskan tangannya.

“Ada dengan kalian berdua,”ucap Hanan.

“Tidak ada,”ucap Bani merasa sakit karena ulah dari Harits. Anila yang juga melihat hanya bisa tersenyum kecil. Setelah dia selesai dia berdiri untuk keluar gua.

“Kamu mau kemana Anila,”ucap Baki. Hanan mendengar kata itu dari Baki merasa cemberut lagi.

“Aku hanya berdiri saja kok, sambil menghirup udara di hutan ini,”ucap Anila merasa sedikit lega. Semua telah selesai makan dan mulai berberes. Kembali mereka berjalan menuju batu berukir yang dilihat oleh Anila dan Harits saat berkeliling.

Di perjalanan mereka sempat melihat berbagai jenis tanaman dan beberapa serangga yang tidak berbahaya.”Hai Babon apa ini benar hutam tratam?,”ucap Bani.

“Ini memang benar hutan Tratam. Kalau bukan kenapa kalian bisa ada disini dan dengan berani masuk ke dalam hutan. Apa yang kalian cari sebenarnya,”ucap Babon yang juga ingin tahu.

“Kami hanya mencari peninggalan dari keluarga raja Armaan Ash,”ucap Baki.

“Itu benar raja bodoh yang gila dengan wanita,”ucap Anila yang merasa kesal saat mendengar nama Armaan Ash. Babon merasa ada yang salah dengan sikap Anila bertanya lagi,”Ada apa dengan Anila kenapa dia sangat tidak senang saat membahas raja Armaan Ash yang kamu maksudkan tadi.”

“Kau tidak usah khawatir. Dia memang seperti itu,”ucap Bani. Tapi apa isi dari ukiran batu yang akan mereka tuju nanti. Apa mereka bisa masuk ke dalam makam?.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!