NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:91.5k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 — Haus Akan Kekuatan

Su Yun menutup pintu gubuk begitu kembali.

Taruhan dengan Su Dong Fang sebenarnya bukan hal yang paling mengganggu pikirannya.

Lima puluh ribu koin roh memang banyak.

Su Kuang juga jelas bukan lawan mudah.

Namun semua itu tetap berada di bawah satu tujuan yang jauh lebih penting.

Qing Er.

Dalam kehidupan sebelumnya, tiga tahun setelah masa ini, Qing Er akan dipaksa menjalani pernikahan politik.

Kemudian mencoba melarikan diri.

Dan akhirnya mati.

Su Yun tidak akan membiarkan sejarah itu terulang.

Sebelum waktunya tiba, ia harus memiliki kekuatan untuk membawa Qing Er pergi dari Keluarga Su.

Tidak dengan memohon.

Tidak dengan mengandalkan orang lain.

Melainkan dengan kekuatannya sendiri.

“Su Kuang hanya langkah pertama.”

Su Yun mengangkat tangan.

Cincin Penyimpanan di jarinya berkilau.

Satu demi satu barang muncul di dalam gubuk.

Pil.

Herbal.

Mineral spiritual.

Berbagai bahan alkimia.

Dan sebuah tungku kristal setinggi pinggang.

Tungku Kristal Musim Semi.

Barang ini merupakan salah satu pembelian termahalnya di Rumah Lelang Matahari Langit.

Su Yun meletakkannya di tengah ruangan.

Kemudian meja dan kursi disingkirkan.

Ia mulai menggambar garis-garis formasi di lantai.

Gerakannya perlahan.

Sangat teliti.

Kesalahan sekecil apa pun dapat mengurangi efek seluruh formasi.

Dalam kehidupan sebelumnya, demi mencari cara menyembuhkan tubuhnya, Su Yun pernah mempelajari berbagai bidang.

Pengobatan.

Alkimia.

Formasi.

Bahkan teknik jalur iblis.

Ia tidak bisa disebut ahli tertinggi dalam semua bidang tersebut.

Namun untuk formasi dasar dan menengah, pengetahuannya jauh melampaui kebanyakan kultivator seusianya.

Terutama karena formasi tidak selalu membutuhkan kultivasi tinggi.

Yang paling penting adalah—

pemahaman.

Ketelitian.

Dan pengetahuan tentang bagaimana energi spiritual mengalir.

Setelah hampir satu jam, garis terakhir selesai.

Su Yun memeriksanya tiga kali.

Kemudian ia mengeluarkan sebuah kantong kecil.

Di dalamnya terdapat Bubuk Fosfor Burung Emas.

Harganya hampir sepuluh ribu koin roh.

Bagi orang biasa, jumlah itu sangat besar.

Namun bahan tersebut memiliki kandungan energi spiritual yang sangat stabil dan cocok digunakan untuk mengaktifkan formasi.

Su Yun menaburkannya perlahan mengikuti pola di lantai.

Cahaya keemasan mulai muncul.

“Formasi Inti Api Roh Hitam.”

Ia menempelkan telapak tangan ke tanah.

Energi spiritual mengalir.

Buzz!

Seluruh pola menyala.

Tungku Kristal Musim Semi ikut bergetar.

Cahaya merah dan keemasan menyelimuti dinding gubuk.

Suhu ruangan perlahan meningkat.

Su Yun memasukkan bahan alkimia satu per satu.

Tidak boleh salah urutan.

Tidak boleh salah takaran.

Ketika bahan terakhir masuk, ia menutup tungku.

Asap tipis segera mengepul.

“Sekarang tinggal menunggu.”

Proses pemurnian membutuhkan beberapa hari.

Su Yun tentu tidak akan menghabiskan waktu hanya duduk menatap tungku.

Ia mengeluarkan beberapa pil kultivasi.

Kemudian duduk bersila.

Setelah tubuhnya sembuh, kultivasi menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda bagi Su Yun.

Dahulu—

ia berlatih sekeras apa pun, hasilnya hampir tidak terlihat.

Energi spiritual masuk ke tubuh, tetapi perkembangan seolah berhenti pada tembok tak terlihat.

Sekarang tembok itu sudah hilang.

Setiap tarikan napas membawa energi spiritual.

Setiap sirkulasi memperkuat tubuh.

Setiap pil yang dikonsumsi benar-benar dapat diserap.

Perasaan itu membuat Su Yun hampir kecanduan.

Seperti seseorang yang bertahun-tahun hampir mati kehausan...

lalu tiba-tiba menemukan mata air.

Hari-harinya mulai berubah menjadi pola sederhana.

Pagi—

meditasi.

Siang—

mengolah pil dan menstabilkan energi.

Sore—

latihan fisik.

Malam—

pedang.

Ia hampir tidak menyisakan waktu untuk dirinya sendiri.

Beberapa murid wilayah luar yang melewati area gubuk sering melihat Su Yun berdiri sendirian di lapangan.

Pedang di tangannya bergerak berulang kali.

Tebas.

Tusuk.

Tarik.

Putar.

Kembali.

Tidak ada teknik mencolok.

Tidak ada ledakan energi.

Hanya gerakan dasar.

“Bukankah itu Su Yun?”

“Dia latihan begitu setiap hari?”

“Teknik macam apa itu?”

“Entahlah.”

Sebagian orang tertawa.

“Sudah mau turnamen, masih latihan tebasan dasar.”

Su Yun tidak peduli.

Orang-orang itu tidak memahami apa yang sedang dilatihnya.

Seni Pedang Tanpa Batas tidak dimulai dari teknik rumit.

Pedang pertama membutuhkan fondasi nyaris sempurna.

Kecepatan.

Ketepatan.

Kelancaran.

Dan yang paling sulit—

menyatukan niat dengan pedang.

Su Yun belum mampu mengendalikan ratusan pedang terbang.

Namun kalau bahkan satu pedang di tangannya sendiri belum benar-benar dikuasai...

memikirkan seratus pedang hanyalah lelucon.

Karena itu ia mengulang.

Seratus kali.

Seribu kali.

Lalu lebih banyak lagi.

Tangan lecet.

Otot sakit.

Telapak bahkan sempat berdarah.

Ia tetap melanjutkan.

Beberapa hari berlalu.

Perubahan mulai terasa.

Energi spiritual di dalam tubuh Su Yun semakin padat.

Aura tipis menyelimuti meridian dan organ dalamnya.

Tubuhnya terasa lebih kokoh.

Su Yun memejamkan mata.

Tahap ketujuh mulai mendekati batas.

“Tidak jauh lagi.”

Tahap kedelapan sudah terlihat.

Namun ia tidak mencoba memaksa terobosan.

Kesalahan yang paling sering dilakukan kultivator muda adalah mengejar tingkat terlalu cepat.

Mereka menggunakan terlalu banyak pil.

Memaksa meridian.

Mengabaikan fondasi.

Akibatnya, kultivasi memang naik cepat, tetapi tubuh menjadi rapuh.

Su Yun tidak ingin seperti itu.

Ia sudah memiliki pengetahuan dari kehidupan sebelumnya.

Tidak ada alasan mengulang kesalahan orang lain.

Karena itu sebagian besar waktu justru digunakan untuk memperkuat tubuh.

Kesadaran spiritualnya juga terus meningkat.

Sebelumnya sekitar seratus lebih.

Sekarang hampir dua ratus.

Itu angka yang biasanya baru dimiliki kultivator pada tahap jauh lebih tinggi.

Bakat barunya benar-benar mengerikan.

Namun Su Yun tetap merasa kurang.

Satu bulan.

Ia hanya memiliki satu bulan sebelum turnamen.

Dan Su Kuang berada di Alam Roh Sejati.

Masih ada jurang di antara mereka.

Pada hari kesepuluh, aroma obat memenuhi gubuk.

Su Yun langsung membuka mata.

“Tungkunya selesai.”

Ia berdiri.

Formasi Inti Api Roh Hitam perlahan dimatikan.

Cahaya pada lantai memudar.

Ketika tutup tungku dibuka—

uap harum menyembur.

Enam jenis manik obat terletak di dalamnya.

Mata Su Yun berbinar.

Berhasil.

Lima Manik Kehidupan Ilahi.

Manik Aktivasi Meridian Agung.

Manik Api Kehidupan.

Manik Hati Merah.

Manik Sumsum Ungu.

Dan yang terakhir—

Manik Tinta Roh Ilahi.

Obat-obatan ini tidak biasa.

Bahkan murid elit sekte besar belum tentu memperoleh seluruhnya sekaligus.

Fungsinya juga saling melengkapi.

Manik Kehidupan Ilahi menjadi dasar.

Manik Aktivasi Meridian memperluas jalur energi.

Manik Api Kehidupan memperkuat aliran darah.

Manik Hati Merah menenangkan tubuh dan pikiran.

Manik Sumsum Ungu memperkuat tulang serta fisik.

Sedangkan Manik Tinta Roh Ilahi—

menyatukan semuanya.

Meningkatkan tubuh.

Jiwa.

Darah.

Meridian.

Dan kemampuan menyerap energi spiritual.

Su Yun tidak langsung memakannya.

Ia terlebih dahulu membongkar formasi lama.

Dua jam kemudian, pola baru selesai.

Formasi Meditasi Roh Ilahi.

Su Yun duduk tepat di tengahnya.

Manik pertama ditelan.

Kemudian kedua.

Ketiga.

Satu demi satu.

Panas dan dingin bergantian menyebar di tubuh.

Meridian terasa meregang.

Tulang seperti ditekan dari dalam.

Darah mengalir lebih cepat.

Namun Su Yun tetap duduk diam.

Satu hari.

Dua hari.

Tiga hari.

Ia tidak bangkit.

Pada hari ketujuh—

Boom!

Gelombang energi tipis keluar dari tubuhnya.

Mata Su Yun terbuka.

Cahaya tajam melintas.

Ia segera memeriksa tubuh.

Kesadaran spiritualnya meningkat drastis.

Lebih dari dua ratus.

Mendekati dua ratus tiga puluh.

Angka itu bahkan dapat menyaingi kultivator tahap kesepuluh Alam Murid Roh.

Namun perubahan terbesar ada pada tubuh.

Kulitnya lebih sehat.

Otot terbentuk padat tanpa terlihat berlebihan.

Tulang semakin kuat.

Wajah pucat yang dahulu membuatnya tampak sakit sudah menghilang.

Kalau Qing Er melihatnya sekarang, mungkin gadis itu akan kesulitan mempercayai perubahan tersebut.

Su Yun mengepalkan tangan.

Krak.

Suara sendi terdengar.

“Kekuatan fisikku meningkat banyak.”

Namun obat belum sepenuhnya terserap.

Sebagian khasiat masih tersimpan di dalam tubuh.

Dan cara terbaik mengeluarkannya adalah—

latihan.

Hari-hari berikutnya jauh lebih keras.

Su Yun berhenti menambahkan teknik baru.

Tidak ada gunanya mencoba menguasai terlalu banyak hal dalam waktu singkat.

Ia hanya memilih tiga fokus.

Tubuh.

Energi spiritual.

Pedang.

Setiap hari, latihan dimulai sebelum matahari muncul.

Berakhir setelah malam benar-benar gelap.

Pedang diayunkan sampai lengannya gemetar.

Meditasi dilakukan sampai energi nyaris habis.

Latihan fisik berlangsung sampai kakinya sulit berdiri.

Kemudian ia makan.

Tidur sebentar.

Bangun.

Mengulang semuanya.

Tidak ada pesta.

Tidak ada perjudian.

Tidak ada arak.

Su Yun yang dikenal orang-orang wilayah luar seolah benar-benar telah lenyap.

Yang tersisa hanyalah seorang pemuda yang terus berlatih.

Hari demi hari.

Dalam pikirannya, wajah Qing Er selalu muncul ketika tubuh hampir mencapai batas.

Lalu tanggal itu.

Sembilan Mei Tahun 1005.

Setiap kali mengingatnya—

Su Yun berdiri lagi.

Ia pernah hidup tanpa kekuatan.

Pernah menyaksikan orang penting baginya mati karena dirinya terlambat menjadi kuat.

Sekarang ia sudah kembali.

Kalau masih menyia-nyiakan kesempatan ini...

maka kelahiran kembali tidak memiliki arti.

Sebulan perlahan berlalu.

Dan akhirnya—

hari Turnamen Tiga Tahunan Keluarga Su tiba.

Su Yun berdiri di depan gubuk.

Tubuhnya tegak.

Mata tajam.

Pedang sederhana tergantung di pinggang.

Aura tahap ketujuhnya jauh lebih padat daripada sebelumnya.

Bahkan penghalang menuju tahap kedelapan sudah sangat tipis.

Ia menatap arah wilayah utama Keluarga Su.

Ribuan peserta akan berkumpul.

Su Kuang menunggunya.

Su Dong Fang juga pasti ada di sana.

Su Yun menarik napas.

Kemudian mulai berjalan.

“Sudah waktunya.”

Turnamen ini bukan tujuan akhirnya.

Namun setiap jalan menuju puncak...

selalu dimulai dari satu langkah.

......................

Bersambung...

1
Agus Setiawan
udah su yun bunuh aja...pendekar tolol😄😄😄
Okta Oktafianto
keren
Otna Forever: mksh bosku 🙏
total 1 replies
Okta Oktafianto
alurnya kerennnn
Otna Forever: mksh bosku 🙏 jangan lupa baca karyaku yang lain PENGUASA DEWA NAGA
total 1 replies
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
Eko🍤
bagus bantaaaaaaaiiiiii semua
Casver Mentawai
ntah kapan mc nya naik level dah diatas seratus bab nya masih stagnan di pevel enam 🤣🤣🤣 nggak nyambung jga dari bab ke bab lainnya 🤣🤣🤣
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!