NovelToon NovelToon
Penemu Rahasia Orang Mati

Penemu Rahasia Orang Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Di balik ruang pemulasaraan yang dingin dan sunyi, Arya menyimpan kemampuan magis sekaligus mengerikan. Ia bisa melihat detik-detik terakhir kehidupan dari setiap jenazah yang disentuhnya. Tugasnya bukan sekadar menyucikan jasad, melainkan menjadi saksi bisu bagi suara-suara yang dibungkam kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Logika analisis medis?

Kota kembali disiram gerimis tipis saat lampu-lampu jalanan mulai menyala kuning remang. Di ruang kerjanya yang dipenuhi tumpukan berkas perkara di Markas Polres, Iptu Farhan duduk menyender di kursi kulitnya yang sudah agak mengelupas.

Asap dari cangkir kopi hitam yang mulai dingin membumbung halus di udara.

Pandangan Farhan tertuju pada satu nama yang tertulis dalam berkas evaluasi kasus Nusantara Utama Group, yakni Arya Wijaya.

Secara resmi, kasus besar yang menewaskan Bambang Gunawan dan Dian Pertiwi telah ditutup dengan kemenangan hukum. Hendra Wijaya mendekam di penjara, dan jaringan korupsinya dibongkar habis.

Namun, di dalam benak seorang penyidik veteran seperti Farhan, ada satu teka-teki besar yang belum pernah terjawab secara masuk akal.

Bagaimana bisa seorang petugas pemulasara jenazah biasa mengetahui detail yang begitu spesifik?

Farhan mengingat kembali setiap momen krusial. Arya tahu keberadaan titik injeksi mikroskopis di leher Bambang Gunawan, titik yang bahkan sempat terlewat oleh dokter pemeriksaan luar.

Arya tahu letak pasti tutup ampul racun di selokan Taman Kota. Lebih aneh lagi, saat memegang dahi jasad Dian Pertiwi di ruang IKKJ, Arya mendadak bisa menunjuk sol sepatu kets kanan Dian tempat kertas kode itu disembunyikan.

"Logika analisis medis?" gumam Farhan seraya mengetukkan pulpennya di atas meja. "Atau ada hal lain yang tidak dia ceritakan padaku?"

Naluri kepolisian Farhan membisikkan bahwa Arya bukan orang jahat atau bagian dari komplotan penjahat, itu sudah terbukti lewat keberaniannya mempertaruhkan nyawa.

Tapi Arya menyimpan sebuah rahasia. Sebuah cara atau kemampuan yang tak masuk di akal sehat, yang membuat pemuda itu seolah bisa 'berbicara' dengan tubuh-tubuh kaku yang sudah kehilangan nyawa.

Kring kring kring!!!

Dering telepon di meja kerja Farhan memecah keheningan ruangan.

Farhan kemudian meraih gagang telepon. "Iptu Farhan di sini."

"Pak Farhan, ada laporan penemuan mayat baru di kawasan industri Rancaekek," suara petugas piket Reskrim terdengar di seberang saluran. "Korban seorang pengusaha tekstil lokal bernama Victor Tanujaya. Ditemukan tewas di dalam ruang kerjanya yang terkunci dari luar dengan kondisi leher terjerat dan luka lebam parah. Tim forensik dan ambulans jenazah sedang mengangkut jasadnya menuju IKKJ RSUD Bina Husada."

Farhan langsung berdiri tegak, dan merapikan pistol di pinggangnya. "Saya meluncur ke RSUD sekarang."

Pukul 21.15 WIB, Instalasi Kedokteran Kehakiman dan Jenazah (IKKJ) RSUD Bina Husada tampak begitu sibuk. Suasana dingin ruangan bertekanan negatif itu kian mencekam saat kantong jenazah berwarna oranye diletakkan di atas meja logam utama.

Teguh sedang menyiapkan wadah stainless steel berisi air bersih dan spons pembersih, sementara Dokter Forensik senior, dr. Aris, sedang mengenakan sarung tangan latex tebal untuk melakukan pemeriksaan luar awal.

Sementara, Arya berdiri di sisi meja, mengenakan apron kedap air dan masker bedah. Wajahnya tenang, namun tatapannya fokus pada kantong jenazah yang resletingnya perlahan dibuka oleh dr. Aris.

Di dalam kantong itu, terbaring jasad seorang pria paruh baya bertubuh agak tambun, mengenakan kemeja batik yang robek di bagian kancing atas.

Di lehernya terdapat jejak jeratan yang sangat dalam, membiru kehitaman hingga merusak jaringan kulit. Di bagian pelipis kanan dan kedua pergelangan tangannya terdapat luka lebam kebiruan yang mengerikan.

Klek.

Pintu kaca IKKJ bergeser terbuka. Iptu Farhan melangkah masuk dengan jaket kulitnya, sambil membawa papan klip laporan TKP. Matanya langsung menyapu kondisi jasad di atas meja, lalu melirik ke arah Arya.

"Gimana kondisi awal, Dok?" tanya Farhan seraya mendekati meja pemeriksaan.

Dokter Aris mengusap dagunya, seraya mengamati jejak jeratan di leher korban menggunakan kaca pembesar. "Secara kasat mata, ini kasus pembunuhan yang cukup brutal, Farhan. Korban bernama Victor Tanujaya, usia 52 tahun. Ada tanda-tanda perlawanan keras berdasarkan lebam di lengan dan pelipisnya. Jejak di leher ini menunjukkan alur melingkar mendatar, khas akibat jeratan kawat atau tali dari arah belakang oleh pelaku yang berbadan lebih tinggi."

"Ditambah lagi," sambung Farhan seraya menunjukkan foto TKP di papan klipnya, "ruang kerja korban di pabrik ditemukan dalam kondisi berantakan. Brankas pribadinya terbuka dan uang tunai ratusan juta hilang. Gagang pintu luar diolesi minyak agar sulit dibuka dari dalam, dan ada jejak sepatu boot ukuran besar di luar jendela."

"Kasus pembunuhan berencana disertai pencurian," simpul dr. Aris tegas. "Kita tinggal tunggu hasil otopsi dalam untuk memastikan kerusakan organ dalam lehernya."

Arya diam mendengarkan penjelasan tersebut. Namun saat matanya menatap wajah kaku Victor Tanujaya, ia merasakan desiran dingin yang sangat familiar di ujung jari-jarinya, sebuah panggilan yang tak terlihat dari jiwa yang telah pergi.

"Mas Teguh, Dok... saya bantu bersihkan luka lebam di fisiknya dulu sebelum dimandikan," ujar Arya pelan seraya melangkah mendekati sisi kepala korban.

Farhan tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Arya. Matanya menajam, dan mengamati setiap gerakan halus yang dilakukan oleh pemulasara muda itu.

Arya melepaskan sarung tangan latex sebelah kanannya secara perlahan, sebuah gerakan menyelinap yang sengaja ia lakukan di bawah naungan lipatan apronnya agar tidak terlalu mencolok.

Dengan penuh kehati-hatian, Arya menempelkan jemari telanjang kanannya pada bekas jejak jeratan hitam di leher Victor Tanujaya.

SREEEKKK!

Seketika, gelombang es yang sangat dingin menghantam kesadaran Arya! Pandangan mata Arya di balik masker mendadak kabur, dan proyeksi ingatan masa lalu mendadak berputar hebat di dalam kepalanya!

Visual penglihatan dimulai.

Ruang kerja yang gelap dan berantakan. Suara napas terengah-engah yang dipenuhi rasa putus asa dan tekanan mental yang luar biasa dahsyat.

Victor Tanujaya berdiri sendirian di tengah ruangan dengan tubuh gemetaran hebat. Di tangannya, tergemerlap seutas kawat baja tebal yang biasa digunakan untuk mengikat paketan tekstil.

Wajah Victor pucat pasi, matanya berair memancarkan penderitaan yang tak tertahankan akibat jeratan utang dan kebangkrutan yang menghancurkannya.

Victor secara sengaja mengacak-acak ruang kerjanya sendiri! Ia mengosongkan isi brankasnya, membuang berkas-berkas ke lantai, dan mengoleskan minyak pada gagang pintu luar untuk merekayasa adegan seolah-olah terjadi perampokan!

Ia bahkan dengan sengaja memukulkan kepala dan tangannya sendiri ke sudut meja besi berkali-kali hingga memar dan berdarah, sebuah tindakan nekat demi memastikan keluarga yang ditinggalkannya bisa mencairkan klaim asuransi jiwa senilai puluhan miliar yang tidak akan cair jika ia terbukti bunuh diri!

Dengan air mata yang menetes deras, Victor melilitkan kawat baja itu sendiri ke lehernya, mengikatkan ujung satunya pada tiang besi rak buku yang kokoh, lalu membiarkan tubuhnya meluncur jatuh secara brutal!

Bisikan terakhir Victor bergaung pilu di sanubari Arya: "Maafkan Papa... ini satu-satunya cara agar kalian tidak dikejar utang..."

BZZZZT!

Arya menarik tangannya secara mendadak! Ia terhuyung satu langkah ke belakang, dan menahan napasnya yang tercekat di balik masker. Keringat dingin pun membasahi dahinya.

"Arya? Kamu kenapa?" tanya Teguh yang terkejut melihat reaksi temannya itu.

Farhan pun melangkah maju satu tindak, matanya menatap Arya dengan tingkat kecurigaan yang makin membumbung tinggi. "Ada yang salah, Arya?"

Bersambung...

1
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
keren kaya baru ❤️
Aurora: iya kak, semoga bisa menghibur para pembaca 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!